Abstract:Pasar tradisional sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat sering kali tidak dilengkapi fasilitas parkir yang memadai, sehingga memicu munculnya praktik parkir liar di bahu jalan yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas,…
tas, salah satunya di kawasan Pasar Olilit, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen parkir liar di bahu jalan Pasar Olilit dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kota Saumlaki serta faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap tujuh informan (unsur Dinas Perhubungan, juru parkir, dan masyarakat), serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan empat fungsi manajemen George R. Terry (planning, organizing, actuating, controlling) sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perhubungan telah melakukan tahap perencanaan dan pengorganisasian tugas dengan cukup baik, namun tahap pelaksanaan dan pengawasan belum berjalan optimal karena belum tersedianya juru parkir resmi dan lahan parkir yang memadai. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya sosialisasi kepada masyarakat, lemahnya pengawasan lapangan, dan keterbatasan anggaran daerah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi lintas pihak, percepatan penyediaan lahan parkir resmi, serta peningkatan intensitas sosialisasi dan pengawasan agar manajemen parkir di Pasar Olilit dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Abstract:Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) dan penggunaan media sosial telah mendorong perubahan dalam cara konsumen memperoleh informasi serta mengambil keputusan pembelian melalui marketplace. Penelitian ini bertujuan…
ujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing dan content marketing terhadap keputusan pembelian pengguna Shopee di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden pengguna Shopee di Kecamatan Banyuresmi dengan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis korelasi, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing dan content marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pengguna Shopee di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut baik secara parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,486 menunjukkan bahwa influencer marketing dan content marketing mampu menjelaskan keputusan pembelian sebesar 48,6%, sedangkan sisanya sebesar 51,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Abstract:StuntingImerupakanIkondisiIgagalItumbuhIpadaIbalitaIyang ditandaiIdengan tinggiIbadan menurutIumurIkurang dari -2 standarIdeviasiIberdasarkanIstandar World Health Organization (WHO). KondisiIiniIdisebabkanIolehIkekuranganIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang,…
nIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang, terutama pada 1.000 hariIpertamaIkehidupan. BencanaIbanjirIberpotensiImeningkatkanIrisikoIstunting melaluiIterbatasnyaIaksesIairIbersih,IsanitasiIyangIburuk, terganggunyaIketahananIpangan rumahItangga, sertaIterbatasnya akses layanan kesehatan. Penelitian iniIbertujuan menganalisis hubunganIdampak bencanaIbanjir denganIpeningkatan risiko stunting pada balita di WilayahIKerja PuskesmasIMeurah Dua KabupatenIPidie Jaya. Penelitian menggunakanImetodeIkuantitatifIdenganIdesain analitikIdan pendekatanIcross-sectional. sempelIpadaIpenelitianIiniIsebanyak 92 balita. VariabelIdependenIadalahIkejadianIstunting, sedangkanIvariabelIindependenImeliputiIketidaktersediaanIair bersih, kondisiIjamban tidak layak, ketahananIpanganIrumahItanggaIyangIburuk, danIaksesIlayanan kesehatan yang buruk. Analisis dataImenggunakanIuji Chi-Square. HasilIpenelitianImenunjukkanIadanya hubungan yangIsignifikanIantaraIketidaktersediaanIair bersih (p = 0.000; OR = 34,417; 95% CI: 9,996–118,496), kondisiIjambanItidak layak (p = 0.000; OR = 81,125; 95% CI: 31,060–1056,217), ketahanan pangan rumah tangga yang buruk (p = 0.000; OR = 69,000; 95% CI: 17,017–279,779), serta akses layanan kesehatan yang buruk (p = 0.004; OR = 4,538; 95% CI: 1,532–13,442) dengan risiko stunting pada balita setelah kejadian banjir. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar memperkuat upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang sanitasi, penggunaan air bersih, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' Kabupaten Toraja Utara. Industri pariwisata budaya telah bertransformasi menjadi industri…
berbasis pengalaman yang mengedepankan nilai emosional, simbolik, dan kultural. Dalam konteks ini, pembelian cinderamata tidak hanya berfungsi sebagai barang konsumsi, tetapi juga sebagai simbol kenangan, identitas budaya, dan representasi pengalaman wisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima wisatawan sebagai informan kunci dan lima pelaku UMKM sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor budaya dan psikologis merupakan faktor yang paling dominan karena wisatawan memandang cinderamata sebagai representasi budaya Toraja yang autentik dan memiliki makna simbolik. Proses keputusan pembelian berlangsung melalui lima tahapan: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Wisatawan melakukan pertimbangan terhadap harga, kualitas, keunikan, dan nilai budaya produk sebelum memutuskan membeli. Pengalaman wisata yang positif memberikan pengaruh terhadap kepuasan wisatawan dan mendorong niat membeli ulang serta rekomendasi kepada orang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh nilai budaya, pengalaman emosional, dan persepsi wisatawan terhadap keaslian produk budaya Toraja.
Abstract is a brief summary of the paper to help readers quickly determine the main research problem, solutions to solving This study aims to analyze consumer behavior in purchasing decisions of souvenirs at the Ke'te Kesu' Tourism Area in North Toraja Regency. The cultural tourism industry has transformed into an experience-based industry that prioritizes emotional, symbolic, and cultural values. In this context, souvenir purchases serve not only as consumer goods but also as symbols of memories, cultural identity, and representations of tourist experiences. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation involving five tourists as key informants and five MSME actors as supporting informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are influenced by four main factors: cultural, social, personal, and psychological factors. Cultural and psychological factors are the most dominant because tourists perceive souvenirs as authentic representations of Toraja culture with symbolic meaning. The purchase decision process occurs through five stages: need recognition, information search, alternative evaluation, purchase decision, and post-purchase behavior. Tourists consider price, quality, uniqueness, and cultural value before deciding to purchase a product. Positive tourism experiences influence tourist satisfaction and encourage repeat purchase intentions and recommendations to others. This study concludes that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are not only influenced by functional needs but also by cultural values, emotional experiences, and tourists' perceptions of the authenticity of Toraja cultural products.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering…
Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Abstract:Studi ini menganalisis pengaruh Total Debt Ratio (TDR) dan Receivable Turnover (RTO) terhadap Return on Equity (ROE) pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2025.…
021-2025. Kesenjangan penelitian (gap) yang diangkat ialah fluktuasi tajam profitabilitas sektor pascapandemi di tengah kenaikan beban utang dan tekanan pengelolaan piutang, yang belum dijelaskan secara konsisten oleh studi terdahulu. Pendekatan kuantitatif asosiatif diterapkan pada data sekunder laporan keuangan tahunan auditan. Melalui purposive sampling, diperoleh 12 perusahaan dengan 60 observasi firm-year, dianalisis dengan regresi linier berganda setelah transformasi akar kuadrat guna memenuhi asumsi normalitas. Hasil menunjukkan TDR tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap ROE, sedangkan RTO berpengaruh signifikan positif secara parsial. Secara simultan, TDR dan RTO berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan kontribusi (Adjusted R Square) sejumlah 14,0%. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi penagihan piutang, bukan semata struktur utang, lebih menentukan profitabilitas ekuitas pada sektor ini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja pegawai pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo yang dilihat dari lima indikator, yaitu prestasi kerja, kedisiplinan, kerja sama, keterampilan,…
dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang pegawai yang dipilih secara purposive. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo secara umum telah berjalan dengan baik. Pada indikator prestasi kerja, pegawai tergolong sangat baik karena mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target, kualitas, dan batas waktu yang telah ditentukan serta melakukan koordinasi dengan atasan ketika menghadapi kendala. Pada indikator kedisiplinan, secara umum sudah cukup baik karena peraturan dan sanksi telah diterapkan, namun masih ditemukan beberapa pegawai yang datang terlambat, menunda pekerjaan, dan kurang mematuhi ketentuan jam kerja. Pada indikator kerja sama, telah terjalin dengan baik melalui koordinasi, komunikasi, dan saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan secara tim. Pada indikator keterampilan, pegawai tergolong baik dalam menggunakan kemampuan dan pengetahuan untuk menyelesaikan pekerjaan serta didukung dengan kegiatan pengembangan kompetensi seperti bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan, serta workshop. Sementara itu, pada indikator tanggung jawab, pegawai tergolong cukup baik dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, meskipun masih terdapat beberapa pegawai yang menunda pekerjaan. Dengan demikian, kinerja pegawai pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo telah berjalan dengan baik, namun aspek kedisiplinan dan tanggung jawab masih perlu ditingkatkan melalui evaluasi dan pengawasan secara berkelanjutan agar pelaksanaan tugas dapat semakin optimal.
Abstract:Perkembangan industri coffee shop di Indonesia meningkat pesat dengan konsep yang semakin beragam. Fenomena ini tidak terlepas dari meningkatnya daya beli masyarakat kelas menengah dan ketertarikan generasi muda terhadap…
gaya hidup kekinian, Persaingan yang semakin ketat membuat pelaku usaha coffee shop dituntut untuk memiliki strategi pemasaran yang efektif agar dapat bertahan dan berkemabang. Namun, coffee shop ini masih menghadapi tantangan berupa kurang optimalnya strategi pemasaran sehingga berdampak pada volume penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang saat ini diterapkan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan volume penjualan guna mendukung kewirausahaan berbasis gender. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik, karyawan, pelanggan, dan pemangku kepentingan terkait. Analisis data menggunakan kerangka kerja bauran pemasaran (7P) dan analisis SWOT, sedangkan validitas data diverifikasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Halsean Coffee dan Resto telah menerapkan strategi pemasaran berdasarkan elemen 7P: produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Faktor pendukung meliputi kualitas produk, harga yang kompetitif, lokasi strategis, pelayanan yang baik, dan meningkatnya minat masyarakat terhadap coffee shop. Faktor penghambat meliputi promosi digital yang belum optimal, inovasi produk yang terbatas, kendala sumber daya manusia, dan persaingan bisnis yang ketat. Strategi yang direkomendasikan mencakup penguatan promosi digital, peningkatan inovasi produk, pengembangan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan temuan analisis SWOT untuk meningkatkan volume penjualan secara berkelanjutan.
Abstract:Transformasi industri digital telah mengubah kebutuhan kompetensi lulusan perguruan tinggi sehingga mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan karier (career readiness) yang sesuai…
dengan dinamika dunia kerja. Namun, berbagai program pendampingan karier di perguruan tinggi masih didominasi oleh penyampaian informasi yang bersifat umum dan belum terintegrasi dengan pengembangan pengalaman berbasis proyek. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Project-Oriented Career Readiness Framework (PCRF) sebagai model pendampingan untuk meningkatkan kesiapan karier mahasiswa dalam menghadapi industri digital. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Mei 2026 di Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional dan diikuti oleh 156 mahasiswa peserta Yudisium Tahun Akademik 2025/2026. Metode yang digunakan berupa pendampingan partisipatif melalui lima tahapan PCRF, yaitu Industry Insight, Self and Skill Mapping, Career Planning, Project and Portfolio Development, serta Career Readiness Evaluation. Evaluasi kegiatan mengacu pada model Kirkpatrick pada aspek Reaction dan Learning melalui observasi partisipatif, diskusi interaktif, refleksi peserta, dokumentasi, dan umpan balik lisan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi PCRF mampu memfasilitasi mahasiswa dalam memahami perkembangan industri digital, mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki, menyusun perencanaan karier, serta membangun portofolio profesional berbasis pengalaman proyek. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan mengindikasikan bahwa pendekatan pendampingan berbasis proyek memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dibandingkan seminar karier konvensional. Dengan demikian, Project-Oriented Career Readiness Framework (PCRF) berpotensi menjadi model pendampingan kesiapan karier yang dapat direplikasi pada berbagai program pengembangan mahasiswa di perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan daya saing lulusan menghadapi industri digital.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemanfaatan limbah daur ulang, sistem tata kelola limbah daur ulang, serta implikasi pemanfaatan dan tata kelola limbah daur ulang dalam meningkatkan kesejahteraan…
ibu rumah tangga pada Bank Sampah Saring Seroja RW 13 Kelurahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan limbah berbasis masyarakat sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas pengurus Bank Sampah Saring Seroja dan ibu rumah tangga yang menjadi anggota aktif bank sampah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemanfaatan limbah daur ulang telah berjalan dengan baik melalui kegiatan pemilahan sampah, penimbangan, pencatatan tabungan sampah, penjualan sampah anorganik, serta pemanfaatan sampah organik menggunakan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) dan pembuatan kompos. Tata kelola Bank Sampah Saring Seroja telah menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsivitas, partisipasi, dan efektivitas, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana, fluktuasi harga jual sampah, dan keterbatasan sumber daya manusia. Pemanfaatan dan tata kelola limbah daur ulang memberikan implikasi positif terhadap kesejahteraan ibu rumah tangga melalui peningkatan pendapatan tambahan, meningkatnya pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan, bertambahnya hubungan sosial antaranggota, serta meningkatnya partisipasi dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.