Search Articles & Publications

Showing 1580 articles found for "Telah"

DAMPAK KENAKALAN REMAJA TERHADAP KONFLIK SOSIAL KOMUNITAS: STUDI KASUS DESA LUHU DAN DESA IHA DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM

Palisoa, Risna
Abstract: Fenomena kenakalan remaja (juvenile delinquency) di era kontemporer telah berkembang menjadi implikasi sosial yang mengkhawatirkan, baik dalam konsetualisasi urban maupun rural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis… s dampak kenakalan remaja terhadap eskalasi konflik sosial komunitas antara Desa Luhu dan Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, serta merumuskan resolusi holistik berbasis perspektif Pendidikan Islam. Metodologi yang diaplikasikan dalam studi ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 10 informan multi-sektoral (tokoh agama, adat, masyarakat, aparat TNI/Polri, dan pemuda), serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manifestasi kenakalan remaja yang dominan menjadi pemicu friksi dan integrasi destruktif antar-desa meliputi konsumsi minuman keras (sopi dan sageru), perkelahian kelompok, perjudian, dan disfungsi interaksi dalam pacaran inter-desa yang memicu polarisasi komunal serta kerugian material dan imaterial. Dalam tinjauan Pendidikan Islam, fenomena kemerosotan moralitas ini diakibatkan oleh minimalnya internalisasi nilai spritual dan kedangkalan rekonstruksi akhlak anak. Pendidikan Agama Islam memainkan peranan krusial tidak hanya sebatas fungsi kognitif (ta'lim), melainkan harus dioptimalkan dalam dimensi pembentukan karakter (ta'dib) dan pengasuhan spiritual secara holistik (tarbiyah) lintas lingkungan keluarga, lembaga formal, dan instrumen kemasyarakatan guna meminimalisir deviasi sosial remaja.

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi 'Bagaimana Mendapatkan Semua Keperluan Kita?' pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar

Enjelina Br Ginting, Ayu Melinda Br Ginting
Abstract: Penelitian dilatarbelakang oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi "Bagaimana Mendapatkan Semua Keperluan Kita?". Hal ini disebabkan oleh pembelajaran… yang masih berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dalam memahami konsep kebutuhan, keinginan, dan kegiatan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV Sekolah Dasar melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV yang berjumlah 25 orang. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada tes awal (pra-siklus), persentase ketuntasan klasikal hanya mencapai 44%. Setelah diterapkan model PBL pada siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 68%, dan pada siklus II meningkat signifikan mencapai 88%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi "Bagaimana Mendapatkan Semua Keperluan Kita?" pada peserta didik kelas IV Sekolah Dasar.

Literature Review: Pengaruh Promo Flash Sale Dan Notifikasi Aplikasi Terhadap Impulse Buying Pada Konsumen Online

Tina Aisyah Maryati, Sabrina Az Zahra Panggabean, Putri Mentari
Abstract: Perkembangan e-commerce yang semakin pesat telah mengubah perilaku belanja konsumen dari pembelian yang terencana menjadi pembelian spontan yang dipengaruhi oleh stimulus promosi digital. Promo flash sale dan notifikasi… aplikasi banyak digunakan oleh platform belanja online untuk menciptakan rasa urgensi, kelangkaan, dan dorongan emosional yang dapat memicu impulse buying. Artikel literature review ini bertujuan untuk menelaah pengaruh promo flash sale dan notifikasi aplikasi terhadap impulse buying pada konsumen online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sepuluh artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan, terbit pada rentang tahun 2022 sampai 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa flash sale pada umumnya berpengaruh positif terhadap impulse buying karena menawarkan diskon dalam waktu terbatas, stok terbatas, hitung mundur waktu, dan tampilan promosi yang menarik. Notifikasi aplikasi juga berperan sebagai pengingat dan stimulus promosi real-time yang mempercepat keputusan pembelian, meskipun penelitian yang secara eksplisit membahas variabel notifikasi masih relatif terbatas dalam literatur yang dikaji. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengaruh flash sale semakin kuat ketika didukung oleh emosi positif, fear of missing out, pleasure, arousal, hiburan, dan manfaat ekonomis. Namun, terdapat pula temuan yang tidak konsisten, yaitu flash sale tidak selalu berpengaruh signifikan apabila faktor psikologis atau fitur promosi lain lebih dominan. Kajian ini menyimpulkan bahwa flash sale dan notifikasi aplikasi dapat mendorong impulse buying, terutama apabila strategi promosi dirancang dengan unsur urgensi, daya tarik emosional, dan informasi produk yang kredibel.

Inovasi Produk Minuman Kekinian "COFFEEDAY" Sebagai Peluang Usaha Kreatif Mahasiswa

Christanti, Yessi, Sudarwati, Ninik
Abstract: Perkembangan industri minuman kopi kekinian di Indonesia telah membuka peluang usaha yang semakin luas, khususnya bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui inovasi produk. Artikel ini bertujuan menganalisis… enganalisis inovasi produk minuman kekinian COFFEEDAY sebagai peluang usaha kreatif mahasiswa dengan meninjau aspek manajemen produksi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung terhadap proses produksi, dokumentasi kegiatan, serta analisis biaya produksi dan strategi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan standarisasi resep, pemilihan bahan baku berkualitas, penggunaan peralatan yang tepat, serta inovasi varian rasa mampu menghasilkan produk yang konsisten dan memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, strategi pemasaran digital melalui media social memberikan peluang yang besar dalam meningkatkan jangkauan pasar. Dengan harga pokok produksi yang relatif rendah dibandingkan harga jual, usaha COFFEEDAY memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai unit usaha mahasiswa. Inovasi produk, efisiensi proses produksi, dan pemasaran digital menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan usaha minuman kekinian.

Pendampingan Orang Tua Melalui Sosialisasi Media Pembelajaran Nilai Tempat Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Bilangan Siswa Kelas III SD

Sari Natalia Br Sihombing, Devi Vitaloka Naingolan, Rosarmita Sihombing, Melyana Priskila Rajagukguk, Widya, Juwita Sri Ayu Br Barus
Abstract: Keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika pada siswa sekolah dasar, terutama pada materi nilai tempat bilangan.… ilangan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap satu orang tua siswa kelas III Sekolah Dasar di kediamannya yang beralamat di Jalan Bunga Lau II Nomor 8, diperoleh informasi bahwa orang tua masih mengalami kendala dalam mendampingi anak belajar karena belum memahami penggunaan media pembelajaran yang sesuai. Kondisi tersebut menyebabkan anak masih mengalami kesulitan dalam membedakan nilai satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan media pembelajaran nilai tempat sebagai sarana pendampingan belajar di rumah. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan yang meliputi observasi dan penyusunan materi, pelaksanaan berupa penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, serta praktik penggunaan media pembelajaran, dan evaluasi melalui wawancara untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan, orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep nilai tempat bilangan, mampu menggunakan media pembelajaran secara mandiri, serta lebih percaya diri dalam mendampingi anak belajar di rumah. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan karena media pembelajaran yang diperkenalkan dinilai sederhana, mudah digunakan, dan efektif dalam membantu menjelaskan konsep bilangan secara lebih konkret. Dengan demikian, sosialisasi media pembelajaran nilai tempat terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak sehingga mendukung peningkatan pemahaman konsep bilangan siswa kelas III Sekolah Dasar.

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN JAM ANALOG UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP WAKTU PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR FASE B

Grasia Asara Sky, Deviana Br Pardosi, Rayel Winner Marpaung, Cindy Anjani Banjarnahor, Novita Winda Sari Tumangger, Ariani Margaret Br Sintinjak, Patri Janson Silaban
Abstract: Pembelajaran matematika materi waktu pada siswa Kelas III Sekolah Dasar Fase B sering menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep karena pendekatan pembelajaran yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan… untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran jam analog dan kartu waktu dalam pembelajaran materi waktu; (2) menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran menggunakan media tersebut; (3) menganalisis peningkatan pemahaman konsep waktu siswa setelah diterapkan media pembelajaran konkret. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa Kelas III SDN yang berjumlah 28 orang. Pelaksanaan dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media jam analog dan kartu waktu secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa dari rata-rata 58,2 pada pra-siklus menjadi 72,5 pada Siklus I dan 84,3 pada Siklus II, melampaui KKM yang ditetapkan sebesar 75. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat dari 45% menjadi 89%. Dengan demikian, media pembelajaran konkret berbasis jam analog dan kartu waktu terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep waktu pada siswa Kelas III SD Fase B.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG KOMUNIKASI DIGITAL: KAJIAN PUSTAKA

M. Hasby
Abstract: Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat membangun, menyampaikan, menerima, dan menanggapi pesan. Komunikasi yang sebelumnya banyak bergantung pada interaksi tatap muka dan media konvensional kini… berlangsung melalui internet, media sosial, aplikasi pesan instan, surat elektronik, konferensi video, dan berbagai platform digital. Artikel ini bertujuan menganalisis pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung komunikasi digital serta mengidentifikasi manfaat, perubahan pola komunikasi, dan tantangan yang muncul dalam penggunaannya. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Literatur diperoleh dari artikel ilmiah, laporan lembaga resmi, serta regulasi yang relevan, dengan prioritas pada publikasi dalam sepuluh tahun terakhir. Literatur dianalisis melalui tahap identifikasi, seleksi, klasifikasi, analisis, dan sintesis berdasarkan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi informasi telah berkembang dari sekadar perangkat pengolahan data menjadi infrastruktur komunikasi yang menghubungkan individu, kelompok, organisasi, pemerintah, dan masyarakat secara lebih cepat dan luas. Teknologi digital meningkatkan kecepatan penyampaian informasi, interaktivitas, aksesibilitas, dokumentasi, serta kemampuan melakukan komunikasi lintas ruang dan waktu. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti persoalan berupa misinformasi, disinformasi, pelanggaran privasi, keamanan data, cyberbullying, ujaran kebencian, tekanan untuk selalu terhubung, dan kesenjangan digital. Oleh karena itu, efektivitas komunikasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh literasi digital, etika komunikasi, kemampuan mengevaluasi informasi, dan kesadaran terhadap keamanan data. Kajian ini menghasilkan model integratif yang menempatkan literasi digital, etika digital, kemampuan berpikir kritis, dan keamanan informasi sebagai faktor penguat pemanfaatan teknologi informasi untuk menciptakan komunikasi digital yang efektif dan bertanggung jawab.

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self Care Behaviour Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Belimbing Padang Tahun 2025

Shelly Yonira Agustin, Tomi Jepisa, Willady Rasyid
Abstract: Self care behaviour atau perilaku perawatan diri, serangkaian tindakan dan keputusan yang diambil oleh individu untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit dan mengelola kondisi kesehatannya sendiri. Adapun dampak dari tidak… dak melakukan self care behaviour pada penderita hipertensi dapat menyebabkan risiko terjadinya komplikasi kerusakan pada kardiovaskular, otak, dan ginjal sehingga menyebabkan terjadinya komplikasi beberapa penyakit, seperti stroke, jantung, gagal ginjal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care behaviour pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Padang. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan analitik kolerasi dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21–30 April 2025. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Belimbing Padang pada bulan April 2025. Populasi seluruh penderita hipertensi yang datang berkunjung ke Puskesmas Belimbing Padang pada bulan September–November 2024 sebanyak 908 orang dengan sampel 90 orang, teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 53,3% memiliki self care behavior rendah, 51,1% memiliki keluarga tidak mendukung. Ada hubungan dukungan keluarga dengan self care behavior pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Padang (p value = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan dukungan keluarga dengan self care behaviour pada penderita hipertensi. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar dapat melibatkan keluarga dalam peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan pengobatannya seperti memasukkan dukungan keluarga sebagai upaya promosi kesehatan pada pasien hipertensi.  

Asuhan Kebidanan Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada Ny. N Di Tempat Praktik Jumiati, SST Kota Batam

Reysa Lamis, Catur Yulinawati
Abstract: Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah melalui… ui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care), yaitu asuhan yang diberikan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL), hingga pemilihan metode kontrasepsi keluarga berencana (KB). Laporan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N usia 29 tahun G3P2A0H2 di TPMB Jumiati Kota Batam. Metode asuhan kebidanan pada laporan tugas akhir ini menggunakan manajemen kebidanan berdasarkan pendokumentasian SOAP. Asuhan kebidanan diberikan kepada Ny. N mulai tanggal 26 Januari 2026 sampai dengan pelaksanaan keluarga berencana. Asuhan kehamilan dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan antenatal pada trimester III. Asuhan persalinan dilakukan pada tanggal 25 Februari 2026 dan berlangsung normal dengan laserasi perineum derajat I. Bayi lahir spontan, menangis kuat, bergerak aktif, dan segera mendapatkan perawatan bayi baru lahir. Asuhan masa nifas dilakukan empat kali kunjungan dan asuhan neonatus sebanyak tiga kali kunjungan berlangsung normal tanpa komplikasi. Pada pelayanan keluarga berencana dilakukan tiga kali kunjungan, dan ibu memilih kontrasepsi pil laktasi setelah konseling. Hasil asuhan kebidanan Continuity of Care, seluruh rangkaian asuhan dari kehamilan hingga keluarga berencana berlangsung dengan baik tanpa komplikasi. Diharapkan asuhan berkesinambungan dapat terus diterapkan dan meningkat untuk mendeteksi dan menangani kegawatdaruratan secara dini.

Pengaruh Edukasi Phbs Tentang Cuci Tangan Terhadap Kemampuan Cuci Tangan 6 Langkah Pada Anak Sekolah Dasar Di Madrasah Raudatul Ulum

Siti Huriyatul Maulidiyah, Achmad Lutfbis, Adi Dwi Susanto
Abstract: Pendahuluan: PHBS merupakan salah satu upaya kesehatan yang bertujuan untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat melalui kesadaran pribadi, salah satu bentuk PHBS adalah cuci tangan 6 langkah. Cuci tangan merupakan&#8230; salah satu langkah penting untuk mengurangi penularan penyakit dan mencegah infeksi selama lebih dari 150 tahun (Fidorova, et al, 2023). Tujuan Penelitian: Mengetahui Pengaruh Edukasi PHBS Tentang Cuci Tangan Terhadap Kemampuan Cuci Tangan 6 Langkah Pada Anak Sekolah Dasar di Madrasah Raudatul Ulum. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimental menggunakan metode one group pre-test dan post-test. Teknik Sample: Teknik pengambilan sample penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan jumlah responden 81 orang. Analisis Data: Analisis data menggunakan Uji wilcoxon signed rank test. Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki kemampuan cuci tangan setelah diberikan edukasi sebesar 63 anak (65,4%). Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000<0,05, maka dinyatakan Ho di tolak, dapat diartikan adanya pengaruh edukasi PHBS tentang cuci tangan terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah pada anak sekolah dasar di Madrasah Raudatul ulum.