Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal. Namun, banyak UMKM masih menghadapi tantangan…
tangan dalam mengelola tenaga kerja langsung secara efektif akibat belum adanya standar jam kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan standar jam kerja dalam pengendalian tenaga kerja langsung pada Usaha Mikro Keripik Pisang Nona Acha di Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan karyawan, dokumentasi, serta studi pustaka. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tersebut belum menerapkan standar jam kerja formal, jadwal kerja terstruktur, maupun sistem evaluasi kinerja. Karyawan bekerja sekitar 66 jam per minggu melebihi standar jam kerja yang diatur sementara pengawasan tenaga kerja hanya mengandalkan pemantauan langsung oleh pemilik usaha. Ketiadaan standar jam kerja telah menurunkan efisiensi operasional dan menyulitkan pengukuran produktivitas tenaga kerja secara objektif. Oleh karena itu, penetapan standar jam kerja yang terstruktur, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi kinerja secara berkala diharapkan dapat meningkatkan efektivitas tenaga kerja, efisiensi produksi, dan produktivitas usaha secara keseluruhan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pembinaan karakter Islami yang diterapkan di SDI Datok Sulaiman Palopo dalam membentuk perilaku siswa serta menganalisis pandangan guru, siswa, dan orang tua…
a terhadap efektivitas program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods), yaitu pendekatan yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu rangkaian penelitian. Metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data yang bersifat terukur, khususnya terkait pandangan guru, siswa, dan orang tua mengenai efektivitas program pembinaan karakter Islami melalui penyebaran angket, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk memahami lebih dalam mengenai pelaksanaan program melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh secara langsung dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan sumber pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, inferensial, dan analisis kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo telah berjalan dengan baik dan terstruktur melalui metode pembiasaan, keteladanan, dan integrasi nilai-nilai Islami dalam pembelajaran serta berpengaruh signifikan terhadap perilaku siswa, terutama dalam aspek religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak. Selain itu, pandangan guru, siswa, dan orang tua terhadap efektivitas program ini secara umum sangat positif, meskipun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapan nilai-nilai tersebut di luar sekolah sehingga diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga.
Abstract:Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang bertujuan untuk membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter. Pada dunia Pendidikan, salah satu upayah untuk manajemen karakter…
arakter agar berjalan sesuai tujuan yakni dengan menerapkan Reward dan punishment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem reward dan punishment diterapkan dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek 6 anak berusia 5–6 tahun. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan penerapan reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari, reward verbal dan non-verbal berupa pujian seperti kata “keren, dan hebat”, pemberian jempol, dan stempel bintang efektif untuk meningkatkan kedisplinan anak dalam selalu datang tepat waktu, melaksanakan kegiatan rutin, menggunakan benda sesuai dengan fungsinya, mengambil dan mengembalikan benda pada tempatnya, berusaha manaati aturan yang telah disepakati, tertib menunnggu giliran. Sedangkan punishment represif berupa teguran lisan dan konsekuensi ringan membantu anak memahami batas perilaku dan menimbulkan efek jera sehingga mereka lebih berhati-hati dalam bersikap. Penerapan reward dan punishment dalam membentuk karakter tanggung jawab anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari, reward diberikan saat anak menunjukan sikap tanggung jawab seperti anak dengan mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah, bertanggung jawab kepada setiap perbuatan, melakukan tugas dengan standar terbaik, mengerjakan kegiatan berkelompok secara bersama-sama, selalu memajukann diri sendiri, melakukan piket sesuai dengan jadwal. Bentuk reward ini meningkatkan motivasi anak untuk melaksanakan kewajibannya dengan baik. Punishment berupa teguran diberikan ketika anak lalai mengerjakan tugas atau melanggar aturan dan kesepakatan, dengan tujuan membangun kesadaran tanggung jawab mereka atas tugas dan perilaku sehari-hari. Kesimpulannya penerapan reward dan punishment yang konsisten dan sesuai di TK Negeri 10 Kendari terbukti efektif membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak usia dini. Reward menumbuhkan semangat dan perilaku positif, sedangkan punishment membantu anak memahami konsekuensi dari tindakan mereka sehingga menumbuhkan kontrol diri, rasa tanggung jawab dan disiplin.
Abstract:Kekambuhan pasien hipertensi seringkali kurangnya pengetahuan dan pendampingan dari kelurga baik dalam pola makan, merokok, dan tidak patuhnya minum obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan…
atkan pengetahuan pasien hipetrnsi dalam mencegah kekambuhan penyakit hipertensi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan langsung di rumah. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas dengan melibatkan 15 pasien hipertensi sebagai peserta. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab serta observasi dalam pengetahuan tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pendidikan kesehatan. Pasien hipertensi menjadi lebih percaya diri dan mandiri dalam kemampuan menjaga kekambuhan penyakitnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi berkelanjutan bagi keluarga dalam mendukungpencegahan kekambuhan pasien hipertensi.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Salah satu implementasi transformasi digital kesehatan di Indonesia adalah pemanfaatan aplikasi…
plikasi SatuSehat Mobile yang terintegrasi dengan sistem rekam medis elektronik. Namun, tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai peran rekam medis dan pemanfaatan aplikasi kesehatan digital masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai peran rekam medis sebagai penyedia informasi kesehatan serta pentingnya menjaga kerahasiaan data kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SMA PGRI 4 Denpasar dengan melibatkan 25 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pre-test, sosialisasi, edukasi menggunakan pendekatan Community Based Interactive Approach (CBIA), post-test, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pengenalan rekam medis elektronik, kerahasiaan data kesehatan, manfaat rekam medis, risiko kebocoran data, serta pemanfaatan aplikasi SatuSehat Mobile. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang masih terbatas dengan nilai dominan pada rentang 6–7 dari skor maksimal 10. Setelah diberikan sosialisasi dan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana seluruh peserta memperoleh nilai maksimal 10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital, pemahaman tentang rekam medis, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya perlindungan data kesehatan pribadi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi kesehatan digital di kalangan pelajar dan mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan secara optimal dalam mendukung transformasi digital kesehatan nasional.
Abstract:Kualitas pelayanan publik berbasis sistem digital dalam wilayah hukum Polsek Wawonii Polresta Kendari masih terdapat permasalahan. Fenomena di lapangan masih minimnya sarana pelayanan sistem digital dan respon pelayanan…
nan berbasis digitalisasi belum optimal. Dengan demikian kualitas pelayanan publik berbasis digital pada Polsek Wawonii perlu ditingkatkan agar sesuai dengan harapan masyarakat Wawonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan publik berbasis digital pada Kepolisian Sektor Wawonii. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik penentuan informan dengan cara purposive sampling. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik berbasis digital pada Kepolisian Sektor Wawonii Polresta Kendari ditinjau dari dimensi berwujud belum optimal karena ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan digital yang masih terbatas sehingga perlu upaya peningkatan sarana dan sistem digital agar sesuai harapan masyarakat. Sedangkan dari dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati telah berkontribusi dalam mendukung kualitas pelayanan publik. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan bagi personel Polsek Wawonii dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital pada Polsek Wawonii Polresta Kendari.
Abstract:Sungai perkotaan berperan penting sebagai sumber daya lingkungan dan penopang aktivitas masyarakat, namun rentan terhadap pencemaran akibat tekanan aktivitas antropogenik. Salah satu pencemar yang berbahaya dan bersifat…
persisten adalah logam berat timbal (Pb), yang berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan risiko kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat cemaran timbal (Pb) pada air sungai di Kota Jayapura serta menjadikannya sebagai indikator risiko lingkungan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan bersifat eksploratif. Sampel air diambil secara grab sampling dari empat sungai di Kota Jayapura, yaitu Sungai Acai, Sungai Entrop, Sungai Hanyaan, dan Sungai Siborongonyi. Analisis kadar timbal dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air sungai mengandung timbal dengan konsentrasi yang melampaui baku mutu kualitas air sungai nasional sebesar 0,03 mg/L. Kadar timbal tertinggi ditemukan pada Sungai Siborongonyi sebesar 0,69 mg/L, diikuti Sungai Hanyaan sebesar 0,37 mg/L, Sungai Acai sebesar 0,29 mg/L, dan Sungai Entrop sebesar 0,18 mg/L. Variasi kadar timbal antar sungai menunjukkan perbedaan tingkat tekanan lingkungan yang diterima masing-masing badan air. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa sungai-sungai di Kota Jayapura telah mengalami cemaran timbal yang signifikan dan berpotensi menimbulkan risiko lingkungan serta kesehatan masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran awal kondisi kualitas air sungai di Kota Jayapura dan dapat digunakan sebagai dasar pemantauan lingkungan serta peringatan dini terhadap degradasi kualitas perairan perkotaan
Abstract:Air bersih yang aman dari kontaminasi mikrobiologis dan parasitologis merupakan prasyarat utama kesehatan masyarakat, namun capaian akses air minum aman di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan akses air minum layak…
ak secara umum. Penelitian ini bertujuan memetakan tren tahun publikasi, sebaran jenis sumber air, sebaran wilayah, dan peluang riset kontaminasi mikrobiologis dan parasitologis pada sumber air bersih di Indonesia melalui analisis literatur. Penelusuran dilakukan pada basis data Google Scholar menggunakan Harzing's Publish or Perish dengan kata kunci kontaminasi mikrobiologis dan cemaran bakteri air bersih Indonesia, dibatasi pada rentang tahun 2020 hingga 2025. Setelah skrining judul, pemeriksaan duplikasi, dan pengecekan kelengkapan metadata mengikuti alur seleksi bergaya PRISMA, diperoleh 115 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis. Hasil menunjukkan tren publikasi meningkat tajam pada 2024 dan 2025, menyumbang lebih dari separuh total artikel. Air minum umum dan depot air minum isi ulang mendominasi objek penelitian dengan proporsi 73,9%, sementara Coliform dan Escherichia coli menjadi parameter yang paling banyak diuji sebesar 66,1%, umumnya menggunakan metode Most Probable Number. Wilayah penelitian masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan tidak satu pun artikel yang secara eksplisit meneliti kontaminasi parasitologis ditemukan sepanjang periode tersebut. Temuan ini menunjukkan penelitian kontaminasi air bersih di Indonesia masih terkonsentrasi secara tematik, objek, dan wilayah, sehingga membuka peluang riset yang luas pada aspek parasitologis, sumber air non-komersial, serta wilayah di luar Pulau Jawa.
Abstract:Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti infeksi, reaksi alergi, maupun pengaruh lingkungan. Terbatasnya akses terhadap tenaga kesehatan serta rendahnya…
pemahaman masyarakat mengenai gejala penyakit kulit sering menyebabkan keterlambatan dalam memperoleh penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Forward Chaining pada sistem pakar untuk membantu proses diagnosis awal berdasarkan gejala yang dipilih pengguna. Metode ini bekerja menggunakan penalaran berbasis aturan dengan mencocokkan gejala yang dimasukkan pengguna terhadap basis pengetahuan yang disusun dari konsultasi dengan pakar dan referensi medis. Sistem dikembangkan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi jenis penyakit kulit sesuai aturan yang telah ditetapkan serta memberikan hasil diagnosis beserta rekomendasi penanganan awal. Pengujian membuktikan seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik, sementara metode Forward Chaining memberikan hasil diagnosis yang efektif sehingga sistem dapat dimanfaatkan sebagai sarana konsultasi awal yang cepat, mudah, dan efisien sebelum pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis
Abstract:Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan proses penting dalam menentukan mahasiswa yang memiliki kompetensi terbaik untuk memimpin organisasi kemahasiswaan. Namun, proses seleksi yang masih bergantung pada…
da popularitas dan penilaian subjektif berpotensi menghasilkan keputusan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) untuk membantu proses pemilihan Ketua BEM secara objektif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pembina BEM untuk menentukan kriteria dan bobot penilaian. Lima kriteria yang digunakan meliputi kepemimpinan, kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, integritas, dan indeks prestasi kumulatif (IPK). Tahapan metode MOORA terdiri atas penyusunan matriks keputusan, normalisasi, perhitungan nilai optimasi, dan proses perangkingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif K1 memperoleh nilai optimasi tertinggi sebesar 0,473 sehingga direkomendasikan sebagai Ketua BEM terpilih. Penerapan metode MOORA mampu menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, sistematis, transparan, dan akurat sehingga dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan Ketua BEM berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
The selection of the Student Executive Board (BEM) President is an important process in determining the most qualified student to lead the student organization. However, conventional selection processes often rely on popularity and subjective judgments, which may lead to less optimal decisions. This study aims to develop a Decision Support System (DSS) using the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method to support a more objective selection process. Research data were collected through interviews with BEM advisors to determine the assessment criteria and their corresponding weights. Five criteria were used, namely leadership, communication skills, organizational experience, integrity, and grade point average (GPA). The MOORA method consists of decision matrix construction, normalization, optimization value calculation, and ranking. The results indicate that candidate K1 achieved the highest optimization value of 0.473 and was therefore recommended as the selected BEM President. The implementation of the MOORA method provides a more objective, systematic, transparent, and accurate decision-making process, making it an effective tool for supporting the selection of the most suitable BEM President based on predetermined criteria.