Abstract:The rapid advancement of information technology has encouraged companies to adopt digital marketing as a strategic approach to enhancing consumer brand awareness. Amanda Brownies Samarinda has utilized various digital platforms;…
atforms; however, the effectiveness of the implemented strategies requires further examination. This study aims to analyze the digital marketing strategies employed by Amanda Brownies Samarinda, their role in enhancing brand awareness, and the factors that support and hinder their effectiveness. A qualitative descriptive approach was employed in this research. Data were collected through observation, structured interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The findings reveal that Amanda Brownies Samarinda implements an integrated digital marketing strategy through seven platforms, namely Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp Business, GoFood, GrabFood, and ShopeeFood. These strategies contribute to enhancing brand awareness through four dimensions: recognition, recall, purchase, and consumption. Consistency in visual identity, promotional intensity, ease of access to information, transaction convenience, product quality, and consumer engagement were identified as the primary factors supporting the success of digital marketing implementation. Nevertheless, the utilization of TikTok has not yet been optimized compared to the other platforms. The novelty of this study lies in its comprehensive analysis of the role of integrating seven digital platforms in enhancing brand awareness through the dimensions of recognition, recall, purchase, and consumption, thereby providing a more holistic understanding of digital marketing effectiveness within the culinary industry, particularly at Amanda Brownies Samarinda.
Abstract:Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) merupakan instrumen vital dalam akselerasi ekonomi perdesaan, namun seringkali menghadapi tantangan dalam hal kapasitas pemasaran. Studi kasus pada BUMDesa MHU Mart di Kecamatan Mentaya Hilir…
ilir Utara, Kotawaringin Timur, menunjukkan adanya keinginan untuk bertransformasi dari metode pemasaran yang sangat terbatas, hanya mengandalkan status WhatsApp, ke strategi yang lebih komprehensif dan berdaya saing. Ketergantungan pada metode pasif ini menghambat jangkauan pasar dan potensi pertumbuhan unit usaha minimarket yang dikelola. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut dengan (1) meningkatkan pemahaman konseptual pengelola BUMDesa mengenai strategi pemasaran digital yang efektif, (2) memperkenalkan dan menanamkan prinsip-prinsip ekonomi kreatif sebagai fondasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif, dan (3) memfasilitasi perumusan rencana aksi awal untuk implementasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif melalui sosialisasi dan diskusi terfokus dengan para pegawai BUMDesa MHU Mart. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif, mengidentifikasi tantangan kontekstual, dan membangun rasa kepemilikan atas solusi yang dihasilkan. Luaran yang ditargetkan dari kegiatan ini adalah peningkatan literasi digital dan wawasan ekonomi kreatif para pengelola, yang terukur melalui analisis diskusi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta, yang merasa program ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa model intervensi berbasis diskusi partisipatif efektif sebagai katalisator perubahan pola pikir dan pendorong adopsi awal inovasi pemasaran di tingkat BUMDesa.
Abstract:Klinik anak THS yang berlokasi di Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar merupakan klinik anak yang cukup terkenal di Jalan Sudirman dan sekitarnya. Salah satu pembeda Klinik THS dengan klinik anak lainnya adalah…
komitmen terhadap keamanan obat. Klinik sangat selektif dalam memilih obat-obatan yang diberikan kepada anak-anak. Klinik juga tidak menerima resep obat dari luar. Klinik THS sudah berdiri sejak 2016 dan mendapatkan kepercayaan dari banyak orang tua yang tinggal di lokasi Klinik dan sekitar. Permasalahannya adalah terjadi peningkatan jumlah pasien secara signifikan pada tiga bulan terakhir. Sementara sistem pelayanan untuk pendaftaran dan pengambilan nomor antrian masih dilakukan dilakukan secara manual dan melalui WhatsApp sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan ketidakefisienan pelayanan terhadap pasien. Solusi terhadap masalah ini berupa tawaran pelatihan aplikasi pendaftaran dan pengambilan nomor antrian berbasis Android. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil dari pengabdian masyarakat terbukti dapat meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan kepada pasien. Admin Klinik THS secara mandiri mampu mengontrol dan mengelolah data pasien. Pasien juga dimudahkan dalam proses pendaftaran dan pengambilan nomor antrian.
Abstract:Abstract: Toko Arif Jaya is a convenience store located at Jl. Protokol, Binjai Serbangan, Kec. Air Joman. The store was established in 2016 by its owner, Mr. Muhammad Nur Arifin. It offers various necessities, such as office…
ffice supplies, household items, toys, and other essential goods. The main issue faced by the store is that the inventory often falls short, leading to stockouts, which disappoints customers and decreases sales. This problem can be attributed to various factors, one of which is the efficiency of the supply chain. A smooth supply chain is crucial for a business that distributes goods. Toko Arif Jaya often faces stock shortages, which result in customer dissatisfaction and a decline in sales. To address this issue, it is proposed to implement Supply Chain Management (SCM) using PHP and MySQL technologies. This system is designed to facilitate real-time inventory control, ensuring better product availability and enhancing customer satisfaction. With this SCM, Toko Arif Jaya can respond to market demand more quickly and accurately, reduce the risk of stockouts, and optimize inventory management. Currently, if the store's inventory is low or out of stock, Toko Arif Jaya still uses the traditional method of contacting suppliers through WhatsApp to restock. Based on the above problems, a system will be developed to assist the store owner and suppliers in controlling inventory data by implementing Supply Chain Management using PHP programming language and MySQL database. The implementation of the Supply Chain Management method will facilitate real-time inventory monitoring for both suppliers and store owners, thereby ensuring efficient distribution of goods to end-users.
Keywords: Supply Chain Management; Goods Inventory; Arif Jaya Store
Abstrak: Toko Arif Jaya adalah toko serba ada yang beralamat di Jl. Protokol, Binjai Serbangan, Kec. Air Joman. Toko ini telah berdiri sejak tahun 2016 oleh pemiliknya yaitu Bapak Muhammad Nur Arifin. Toko tersebut menyediakan kebutuhan seperti alat tulis kantor, perlengkapan rumah tangga, mainan dan kebutuhan lainnya. Permasalahan yang ada pada toko tersebut adalah persediaan barang sering kali tidak mencukupi yang menyebabkan kehabisan stok di toko sehingga mengecewakan pelanggan dan mengurangi penjualan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya ialah kelancaran rantai pasokannya. Kelancaran rantai pasokan ini menjadi hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan yang menyalurkan barang. Toko Arif Jaya menghadapi masalah kekurangan stok barang yang sering kali menyebabkan kekecewaan pelanggan dan penurunan penjualan. Untuk mengatasi masalah ini, diusulkan penerapan Supply Chain Management (SCM) menggunakan teknologi PHP dan MySQL. Sistem ini dirancang untuk mempermudah kontrol persediaan barang secara real-time, sehingga memastikan ketersediaan produk yang lebih baik dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan SCM ini, Toko Arif Jaya dapat merespons permintaan pasar lebih cepat dan akurat, mengurangi risiko kekurangan stok, dan mengoptimalkan pengelolaan inventaris. Selama ini jika persediaan barang pada toko telah berkurang atau sampai kehabisan, Toko Arif Jaya masih menggunakan cara lama dalam menghubungi pihak supplier yang terkait melalui whatsapp untuk memasok barangnya lagi. Berdasarkan permasalahan di atas maka akan dibangun sistem yang dapat membantu pemilik toko serta supplier dalam mengontrol data persediaan barang dengan menerapkan Supply Chain Management menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Hasil penerapan metode Supply Chain Management akan memudahkan pihak supllier dan pemilik toko dalam mengetahui persediaan toko secara realtime sehingga kegiatan penyaluran barang kepada pemakai akhir.
Kata kunci: Supply Chain Management; Persediaan Barang; Toko Arif Jaya
Abstract:Abstract: This community service activity aims to enhance the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) under cooperative management in Palembang City through digital marketing training. The main problem faced…
aced by the partner MSMEs is the lack of understanding and skills in utilizing digital technology for product marketing, which results in limited market reach and low sales volume. The implementation method consisted of preparation (needs analysis and material development), training sessions conducted face-to-face with hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test to measure participants’ improvement in understanding. The results showed an average increase of 65% in participants’ digital marketing knowledge after the training compared to before the training. Furthermore, participants were able to create business social media accounts, design simple promotional content, and optimize the use of digital platforms such as WhatsApp Business and Instagram to market their products. In conclusion, practical and applicable digital marketing training effectively improves the marketing skills of cooperative-based MSMEs, which is expected to contribute to increasing the competitiveness of local products in the digital economy era
Keywords: digital marketing; cooperatives; empowerment; training; MSMEs.
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bawah naungan koperasi di Kota Palembang melalui pelatihan digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM mitra adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk, sehingga berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan volume penjualan. Metode pelaksanaan pengabdian ini mencakup tahap persiapan melalui analisis kebutuhan mitra dan penyusunan materi, tahap pelaksanaan dengan metode ceramah, pelatihan praktik langsung, serta pendampingan menggunakan alat bantu presentasi, modul pelatihan, dan perangkat lunak pendukung, serta tahap evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. pelaksanaan pengabdian meliputi tahap persiapan (analisis kebutuhan mitra dan penyusunan materi). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pemahaman digital marketing sebesar 69% setelah pelatihan dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, peserta mampu membuat akun media sosial bisnis, merancang konten promosi sederhana, dan mengoptimalkan penggunaan platform digital seperti WhatsApp Business dan Instagram untuk memasarkan produk. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan digital marketing secara praktis dan aplikatif efektif dalam meningkatkan keterampilan pemasaran UMKM koperasi, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing produk lokal di era ekonomi digital.
Kata Kunci; digital marketing; koperasi; pemberdayaan; pelatihan; UMKM.
Abstract:This community service aims to realize the MSME’s products of Dalu 10 B Tanjung Morawa Village residents as partners to be marketed online through an application-based e-commerce platform called Dalu 10 Store. Some of…
e of the problems faced in marketing MSME’s products, such as promotions only implementing in offline and online systems that utilize simple social media such as Instagram, Facebook, and WhatsApp without knowing the working system in depth. The implementation method of this activity includes counseling in the form of introducing the Dalu 10 Store application to village officials and residents; and training on the use of the Dalu 10 Store application to MSME owners. The result of this activity is the application of science and technology in the form of implementing the Dalu 10 Store application which is equipped with features that are easy to use by residents new to e-commerce applications to promote their MSME products. In addition, MSME owners have also used the application to promote their processed products. The system has several users, namely buyers who play a role in viewing, ordering products, and providing assessments. Meanwhile, MSME owners can view stock and income, upload product content, and process orders.
Keywords: e-commerce; product marketing; MSME; dalu 10 b village; dalu 10 store.
Abstrak: PKM ini bertujuan untuk membantu mewujudkan produk UMKM warga Desa Dalu 10 B Tanjung Morawa sebagai mitra untuk dipasarkan secara online melalui platform e-commerce berbasis aplikasi yang bernama Dalu 10 Store. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam memasarkan produk UMKM, seperti promosi hanya menerapkan sistem offline dan online yang memanfaatkan media sosial sederhana seperti Instagram, Facebook dan WhatsApp tanpa mengetahui sistem kerjanya secara mendalam. Metode pelaksanaan kegiatan ini diantaranya penyuluhan berupa pengenalan aplikasi Dalu 10 Store kepada perangkat desa dan warga; dan pelatihan penggunaan aplikasi Dalu 10 Store kepada para pemilik UMKM. Hasil dari kegiatan ini adalah penerapan iptek berupa implementasi aplikasi Dalu 10 Store yang dilengkapi dengan fitur yang mudah digunakan oleh warga yang baru mengenal aplikasi e-commerce untuk mempromosikan produk UMKM nya. Selain itu, pemilik UMKM juga sudah menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan promosi produk olahannya. Sistem memiliki beberapa pengguna yaitu pembeli berperan untuk melihat, memesan produk serta memberikan penilaian. Sedangkan, pemilik UMKM dapat melihat stok dan pendapatan, mengunggah konten produk dan memproses pemesanan.
Kata kunci: e-commerce; pemasaran produk; UMKM; desa dalu 10 b; dalu 10 store.
Abstract:Public awareness and ability to read food labels is still very low. A National Consumer Protection Agency survey stated that 6.7% of people in Indonesia pay attention to the completeness of food labels. One of the Messages…
es of Balanced Nutrition is reading food labels. S1 Nutrition Study Program STIK Sint Carolus together with Nutritionists from the Galur Supporting Community Health Center provided counseling to mothers of toddlers on the topic "Let's Check the Coins (Composition and Nutritional Value Information) on Food Packaging" to 20 mothers of toddlers who visited the Posyandu. Counseling participants are given an identity and pretest form to fill out. The first session included material on definitions and food labels, and the second session provided material on how to read composition and nutritional value information. The third session involved practicing reading packaged food and conducting questions and answers and filling in the posttest form. After 3 days of providing material, monitoring and evaluation was carried out via Whatsapp. Based on the results of statistical analysis, 55% of mothers were classified as lacking knowledge during the pretest. However, it increased after nutrition education was carried out to 95% of mothers who were classified as well informed. The results of the Wilcoxon analysis show that there is a difference in knowledge between before and after counseling with p-value = 0.007. The results of monitoring and evaluation from 5 mothers, 100% of mothers had paid attention to food labels on packaging, especially composition and nutritional information. There has been a change in practice in reading food labels.
Keywords: food labels; knowledge; nutrition information; nutrition counseling
Abstract:The narrow marketing reach of organic vegetable products produced by the Mama Romi group is a problem in itself for the Mama Romi group because the vegetables they obtain are traditionally traded to the surrounding community…
nity and local traders who come to the location. It is known that the Mama Romi group is still limited in terms of digital marketing knowledge and product photography training, and also limited knowledge and skills in the field of ICT, namely the use of web-based e-commerce applications and WhatsApp e-commerce as a direct communication medium with potential buyers. The method for implementing Community Service activities through the Community Partnership Program (PKM) is carried out in 4 stages, namely (1) Preparation Stage; (2) Implementation Stage; (3) Evaluation; (4) Sustainability Program. This PKM activity can help independent partners in the process of developing ICT-based product promotions to the wider community, thereby creating new benefits that have an impact on increasing income.
Keywords: organic vegetables; web e-commerce; whatsapp e-commerce
Abstract:The Asahan Culinary Joint Business Group (KUBE) is an MSME actor engaged in the culinary business in Kisaran City, Asahan Regency, and its surroundings who are members of a joint business group. Asahan Culinary KUBE is running…
unning its business from promotions to sales transactions through social media WhatsApp and Facebook. KUBE Asahan Culinary which has 4,093 members are sellers and buyers who transact and communicate through Facebook social media. The problem faced by KUBE Kuliner Asahan is Customer Relationship Management or customer management. Business actors have not been able to utilize customer data from social media to build better relationships with their customers, especially for retargeting and remarketing. This activity aims to provide understanding and knowledge about managing customers through social media and utilizing CRM data to identify potential customers, and prospective customers, identify customer journeys, and create promotional content according to customer characteristics. The activity participants are business actors who are members of the Asahan Culinary KUBE, totaling 25 people and the activities are carried out in the STMIK Royal meeting hall. The method used is community education through counseling and exposure to material with the help of power points. The results of its activities are the implementation of PkM activities and increased understanding and knowledge of business actors.
Keywords: CRM, KUBE; Culinary; MSMEs
Abstrak: Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kuliner Asahan merupakan pelaku UMKM yang bergerak dalam bidang usaha kuliner di Kota Kisaran Kabupaten Asahan dan sekitarnya yang tergabung dalam kelompok usaha bersama. KUBE Kuliner Asahan dalam menjalankan usahanya dari promosi sampai transaksi penjualan melalui sosial media whatsaap dan Facebook. KUBE Kuliner Asahan yang memiliki anggota 4.093 anggota merupakan penjual dan pembeli yang bertransaksi serta berkomunikasi melalui social media faceebook. Permasalahan yang dihadapi KUBE Kuliner Asahan adalah Customer Relationhip Management atau pengelolaan pelanggan. Pelaku usaha belum mampu memanfaatkan data-data pelanggan dari sosial media untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggannya terutama untuk retargeting dan remarketing atau pemasaran ulang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman serta pengetahuan tentang pengelolaan pelanggan melalui media sosial serta pemanfaatan data CRM untuk melakukan identifikasi pelanggan potensial, calon pelanggan, melakukan identifikasi perjalanan pelanggan serta membuat konten promosi sesuai dengan karakteristik pelanggan. Peserta kegiatan adalah pelaku usaha yang tergabung dalam KUBE Kuliner Asahan yang berjumlah 25 orang dan kegiatan dilakukan di Aula pertemuan STMIK Royal. Metode yang digunakan pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dan paparan materi dengan bantuan power point. Hasil kegiatannya adalah terlaksananya kegiatan PkM serta peningkatan pemahaman dan pengetahuan pelaku usaha.
Kata kunci: CRM, KUBE; Kuliner; UMKM
Abstract:Abstract: Community service activities are carried out to increase awareness of adolescents to consume fiber source foods. These activities include: understanding fiber, the benefits of fiber for the body, types of fiber…
source foods, fiber source food groups (water-soluble and water-insoluble fiber), causes if rarely consume fiber source foods, and recommendations for consumption of fiber source foods in a day. The method is carried out in counseling. Starting with filling out the attendance list, filling out the pre-test, then being given nutritional education interventions about fiber using PowerPoint media, a 15-minute question and answer session, and closing with a post-test. Monitoring and evaluation are carried out 1 week after online counseling via Whatsapp call. It is hoped that students will keep in mind the material that has been delivered and apply it in their daily lives. The results of the assessment of knowledge about fiber-source foods in adolescents before being given counseling were 25% (good category), 65.6% (sufficient category), and 9.4% (less category). Meanwhile, the percentage of knowledge about fiber-source foods after counseling was 65.6% (good category), 31.3% (sufficient category), and 3.1% (less category). The results showed a change in knowledge in respondents before and after being given counseling about fiber source foods. The level of knowledge in adolescents influences the behavior and attitudes of adolescents in choosing the type of food to be consumed.
Keywords: fiber; adolescents; fiber-source foods
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan guna meningkatkan kesadaran remaja untuk mengonsumsi makanan sumber serat. Kegiatan tersebut meliputi: pengertian serat, manfaat serat untuk tubuh, jenis makanan sumber serat, kelompok makanan sumber serat (serat larut dalam air dan tidak larut dalam air), penyebab jika jarang konsumsi makanan sumber serat dan anjuran konsumsi makanan sumber serat dalam sehari. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan. Diawali dengan pengisian daftar hadir, mengisi pre-test, kemudian diberikan intervensi edukasi gizi mengenai serat menggunakan media power point, sesi tanya jawab selama 15 menit dan ditutup dengan post-test. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan 1 minggu setelah penyuluhan secara online melalui Whatsapp call. Diharapkan siswa/i tetap mengingat materi yang telah disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penilaian pengetahuan tentang makanan sumber serat pada remaja sebelum diberikan penyuluhan yaitu sebesar 25% (kategori baik), 65.6% (kategori cukup) dan 9.4% (kategori kurang). Sedangkan persentase pengetahuan tentang makanan sumber serat setelah diberikan penyuluhan yaitu sebesar 65.6% (kategori baik), 31.3% (kategori cukup) dan 3.1% (kategori kurang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada responden sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang makanan sumber serat. Tingkat pengetahuan pada remaja memiliki pengaruh terhadap perilaku dan sikap remaja dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi.
Kata kunci: serat; remaja; makanan sumber serat