Abstract:Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep akibat sifat materi yang abstrak dan kurang kontekstual. Etnomatematika merupakan pendekatan yang mengintegrasikan konsep…
p matematika dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi konsep bangun datar dalam budaya lokal Indonesia serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar geometri di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional yang relevan dengan topik etnomatematika dan pembelajaran geometri. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, reduksi, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai unsur budaya lokal seperti motif batik, rumah adat, permainan tradisional, dan kerajinan anyaman mengandung konsep bangun datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, dan belah ketupat. Integrasi etnomatematika dalam pembelajaran geometri terbukti meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar. Dengan demikian, eksplorasi etnomatematika pada bangun datar dapat dijadikan alternatif sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran geometri.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hambatan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami dan membaca jam, baik yang berbentuk analog maupun digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif,…
litatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa tingkat sekolah dasar. Dalam pembelajaran Matematika, materi tentang waktu meliputi satuan-satuan seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Satuan waktu berfungsi untuk mengukur lamanya suatu peristiwa berlangsung. Materi ini mulai diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar, yang mencakup pemahaman jenis-jenis satuan waktu, cara mengonversinya, melakukan perhitungan waktu, serta keterampilan membaca jam analog dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca kedua jenis jam tersebut. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan media pembelajaran di sekolah, kurangnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika, serta rendahnya dukungan dan bimbingan dari orang tua di rumah. Melalui penelitian ini diharapkan proses pembelajaran di kelas dapat diperbaiki dan ditingkatkan, khususnya dalam melatih kemampuan siswa membaca jam analog dan digital.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bangun datar lingkaran melalui penerapan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa. Permasalahan dalam penelitian…
itian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang menuntut penalaran serta langkah penyelesaian yang sistematis. Padahal, menurut teori pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya, proses penyelesaian masalah matematika melibatkan empat tahapan, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 25 siswa kelas VI sekolah dasar sebagai subjek penelitian. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi aktivitas siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 70 menjadi 82, sedangkan persentase ketuntasan belajar naik dari 64% menjadi 88%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inovatif mampu mendorong keterlibatan aktif siswa serta membantu mereka menerapkan tahapan pemecahan masalah secara lebih sistematis. Dengan demikian, model pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar.
Abstract:Rumah adat merupakan wujud konkret dari sistem pengetahuan lokal yang berkembang dalam suatu masyarakat. Di dalamnya terkandung nilai budaya, filosofi hidup, serta prinsip-prinsip ilmiah yang diwariskan secara turun-temurun.…
run. Salah satu warisan budaya yang sarat dengan makna filosofis dan matematis adalah Rumah Bolon Simalungun, rumah adat masyarakat Batak Simalungun di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara budaya dan matematika yang tercermin dalam struktur, bentuk, pola bangunan, serta fungsi sosial Rumah Bolon Simalungun melalui pendekatan etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan analisis dokumen mini project. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun mengandung konsep-konsep matematika seperti bangun datar, bangun ruang, simetri, proporsi, trigonometri, dan pengukuran yang relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah. Dengan demikian, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber belajar yang bermakna dalam mendukung pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.
Abstract:Remaja merupakan masa peralihan dari kanak – kanak sehingga mengalami banyak perubahan fisik dan psikis. Pada masa ini remaja putri akan mengalami mentruasi setiap bulan dan butuh asupan gizi yang baik, dengan demikian dibutuhkan…
dibutuhkan tablet penambah darah (TTD) yang harus dikonsumsi secara rutin. TTD ini bertujuan untuk mencegah remaja putri terkena anemia, karena hal tersebut akan mempengaruhi proses belajar di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaitf dengan metode deskriptif. Informan nya meliputi pembina PMR, anggota PMR dan seluruh remaja putri di SMP. Hasil penelitian diperoleh bahwa TTD sangat berperan penting untuk remaja putri karena dapat memcegah anemia serta membantu asupan gizi pada siswa. Tak hanya itu apabila ditinjau dari psikologi pendidikan siswa yang anemia akan mengalami beberapa gejala yaitu: 1). Fungsi eksekutif, 2) efikasi diri dan 3). Regulasi emosi.
Abstract:Serabi merupakan jajanan pasar tradisional khas Jawa yang tetap bertahan di tengah modernisasi kuliner. Selain memiliki nilai budaya dan kearifan lokal, serabi berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual…
al di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serabi sebagai jajanan pasar tradisional serta menganalisis potensinya sebagai media pembelajaran geometri di sekolah dasar berbasis pendekatan kontekstual dan etnomatematika. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Objek penelitian adalah serabi yang dikaji dari aspek bentuk geometris, bahan penyusun, proses pembuatan, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serabi memiliki bentuk lingkaran yang dapat digunakan untuk mengenalkan konsep jari- jari, diameter, keliling, dan luas lingkaran secara konkret. Integrasi serabi dalam pembelajaran membantu siswa memahami konsep abstrak melalui pengalaman nyata. Selain itu, serabi mengandung nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan pelestarian tradisi yang relevan dengan pendidikan karakter. Temuan ini menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat diintegrasikan sebagai media pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri sekaligus menanamkan nilai budaya kepada siswa sekolah dasar.
Abstract:Pembelajaran geometri di sekolah dasar seringkali dianggap abstrak karena kurangnya keterkaitan dengan pengalaman nyata siswa, yang berdampak pada rendahnya minat belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat…
angkat pembelajaran berbasis etnomatematika melalui motif kain Ulos Batak guna meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa kelas tinggi. Metode yang digunakan adalah pengembangan produk yang menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan media visual digital menggunakan GeoGebra dan Canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam matematika mampu memvisualisasikan konsep bangun datar, pola berulang, dan simetri secara konkret. Kebaruan proyek ini terletak pada pemanfaatan teknologi digital untuk membedah unsur geometris pada warisan budaya tradisional secara interaktif. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media berbasis etnomatematika efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal. Perangkat ini layak digunakan sebagai inovasi strategi pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna di sekolah dasar.
Abstract:Lingkungan sekolah merupakan faktor eksternal yang berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa. Kondisi sekolah yang kondusif dari aspek fisik, sosial, dan akademik dapat menciptakan rasa nyaman, aman, serta dukungan…
yang mendorong semangat belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan dimensi lingkungan fisik, sosial, akademik, serta motivasi belajar yang mencakup ketekunan dan minat belajar, kemudian dianalisis dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,444 yang termasuk kategori sedang. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,197 menunjukkan bahwa lingkungan sekolah berkontribusi 19,7% terhadap motivasi belajar, sedangkan 80,3% dipengaruhi faktor lain. Nilai signifikansi 0,000 < 0,05 menandakan adanya pengaruh signifikan. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 47,290 + 0,241X. Temuan ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif guna meningkatkan motivasi belajar. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel seperti dukungan keluarga dan self-efficacy serta memperluas responden agar hasil lebih komprehensif.
Abstract:Kajian mengenai ayat-ayat waris dalam Al-Qur’an merupakan bagian integral dari studi hukum Islam (fiqh al-mawārīṯ) yang memiliki posisi strategis dalam membentuk pemahaman keadilan sosial dalam pendidikan Islam. Artikel…
tikel ini membahas secara tematik (mawḍhu’i”) ayat-ayat waris dalam Al-Qur’an dan relevansinya terhadap sistem pendidikan di madrasah dan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik untuk menganalisis empat ayat utama waris: QS. an-Nisā’: 7,11,12, dan 176. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut mengandung nilai-nilai keadilan, tanggung jawab keluarga, dan penghargaan terhadap perempuan yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum madrasah dan pesantren. Pembelajaran faraidh tidak semata-mata berhenti pada aspek hukum dan perhitungan bagian, melainkan juga pada nilai-nilai spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya. Kebaruan (novelty) dari artikel ini terletak pada pengintegrasian tafsir tematik dengan pendekatan pedagogis kontekstual berbasis karakter Qur’ani yang dapat memperkuat literasi hukum Islam di lembaga pendidikan keagamaan.
Abstract:Penghormatan terhadap agama lain merupakan nilai fundamental dalam ajaran Islam yang berakar pada misi kenabian dan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Islam memandang bahwa Allah SWT telah mengutus nabi dan rasul kepada setiap…
iap umat, meskipun tidak seluruhnya disebutkan dalam Al-Qur’an. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep menghormati agama lain sebagai warisan kenabian berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an melalui pendekatan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, serta menganalisis relevansinya dalam konteks pendidikan Islam, khususnya penguatan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode kajian pustaka dan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, seperti QS. An-Nahl: 36 dan QS. Ghafir: 78. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Mishbah menegaskan prinsip universalitas kenabian yang melahirkan sikap teologis moderat, terbuka, dan menghargai keberagaman agama tanpa mengaburkan prinsip tauhid. Dalam konteks pendidikan Islam, nilai ini merupakan bagian dari akhlak profetik yang penting untuk diinternalisasikan melalui pembelajaran, guna membentuk karakter peserta didik yang toleran, berkeadilan, dan mampu hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat plural. Dengan demikian, penghormatan terhadap agama lain tidak dimaknai sebagai relativisme akidah, melainkan sebagai manifestasi nilai-nilai kenabian yang berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan.