Abstract:Integritas merupakan nilai dasar yang membentuk karakter dan fondasi moral generasi muda di Indonesia. Sebagai calon pemimpin masa depan bangsa, generasi muda harus memiliki prinsip etika yang kuat, rasa tanggung jawab,…
serta konsistensi dalam sikap dan perilaku. Artikel ini membahas pentingnya integritas dalam pengembangan generasi muda, tantangan yang muncul akibat globalisasi dan digitalisasi, serta peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memperkuat pembentukan karakter berbasis integritas. Melalui tinjauan pustaka dari sumber-sumber ilmiah nasional dan internasional, penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter, keteladanan, dan lingkungan sosial yang berlandaskan nilai berkontribusi secara signifikan dalam membangun generasi muda Indonesia yang berintegritas. Penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi hal penting agar integritas dapat melekat dalam jati diri generasi muda dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
Abstract:Penelitian ini mengkaji kesadaran tanggung jawab mahasiswa dalam organisasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) di Kampus IBN Tegal berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Penelitian juga menganalisis faktor-faktor…
ktor yang memengaruhi kesadaran tersebut serta peran bimbingan dan konseling dalam meningkatkannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada anggota DEMA, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran tanggung jawab mahasiswa sangat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan dasar menurut Maslow, mulai dari fisiologis hingga aktualisasi diri. Mahasiswa yang kebutuhannya terpenuhi cenderung lebih aktif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas organisasi. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain lingkungan organisasi, sistem manajemen, komunikasi antaranggota, serta dukungan layanan bimbingan dan konseling. Layanan ini membantu mahasiswa mengenali potensi diri, meningkatkan motivasi, dan membentuk sikap tanggung jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu bimbingan dan konseling di konteks organisasi mahasiswa, serta rekomendasi praktis bagi lembaga pendidikan untuk memperkuat program pembentukan karakter dan kepemimpinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan konseling yang efektif.
Abstract:UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia namun terus menghadapi keterbatasan modal. Pembiayaan syariah hadir sebagai alternatif yang adil dan transparan, tetapi pemanfaatannya dipengaruhi oleh berbagai…
faktor multi-dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi UMKM dalam menggunakan pembiayaan syariah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic literature review, penelitian ini mensintesis temuan empiris dari berbagai jurnal akademik dan laporan penelitian sejak tahun 2015 ke atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan UMKM dalam mengadopsi pembiayaan syariah didorong secara signifikan oleh literasi keuangan syariah, persepsi kemudahan prosedur, kualitas pelayanan, religiusitas, serta dukungan sosial. Sebaliknya, hambatan struktural seperti rendahnya pemahaman mendalam tentang akad, kerumitan prosedur administratif, dan persyaratan agunan fisik yang kaku masih menjadi kendala utama, terutama bagi usaha skala mikro. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perluasan akses UMKM terhadap pembiayaan syariah memerlukan kombinasi antara intervensi edukasi yang intensif, inovasi produk dan skema penjaminan, serta peningkatan kualitas pelayanan dari lembaga keuangan syariah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan strategi pemasaran jasa pendidikan melalui bauran pemasaran 7P di Madrasah Ibtidaiyah Ahliyah 2 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik…
k pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui penerapan unsur Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta daya tarik madrasah di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran jasa pendidikan di madrasah telah berjalan dengan baik dan efektif. Pada aspek product, madrasah memiliki program unggulan seperti tahfidz Al-Qur’an, karate, tari, dan futsal yang mampu mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik peserta didik. Pada aspek price, madrasah menerapkan biaya pendidikan yang terjangkau serta menyediakan program pendidikan gratis bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Aspek place didukung oleh lokasi madrasah yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Pada aspek promotion, madrasah memanfaatkan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut melalui alumni dan wali murid. Selanjutnya, aspek people menunjukkan bahwa tenaga pendidik memiliki kompetensi yang baik sesuai bidangnya. Pada aspek process, madrasah telah memperoleh akreditasi A dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Adapun aspek physical evidence didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran. Dengan demikian, strategi pemasaran jasa pendidikan berbasis bauran pemasaran 7P mampu meningkatkan citra positif, kualitas layanan, serta minat masyarakat terhadap madrasah..
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Ibtidaiyah Ahliyah 2. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu…
sarana penting dalam mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta didik di luar kegiatan akademik. Dalam pelaksanaannya, kepala madrasah memiliki peran strategis dalam merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengevaluasi program ekstrakurikuler agar dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, pembina ekstrakurikuler, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik dilakukan melalui penyediaan berbagai program ekstrakurikuler sesuai minat peserta didik, peningkatan kualitas pembina, penyediaan sarana dan prasarana, pelaksanaan kegiatan secara rutin, serta pemberian motivasi dan dukungan terhadap peserta didik dalam mengikuti perlombaan. Kegiatan ekstrakurikuler memberikan dampak positif terhadap perkembangan bakat, peningkatan prestasi non-akademik, pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, serta rasa percaya diri peserta didik. Dengan demikian, strategi kepala madrasah melalui pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler mampu menjadi upaya efektif dalam mengembangkan bakat peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Ahliyah 2.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan media sosial sebagai strategi pemasaran pendidikan di SD Negeri 158 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi…
udi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan media sosial sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial di SD Negeri 158 Palembang dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Pada tahap perencanaan, sekolah menentukan jenis informasi, jadwal publikasi, serta dokumentasi yang akan digunakan dalam media sosial sekolah. Pada tahap pengorganisasian, pengelolaan media sosial dilakukan melalui kerja sama antar guru dan pihak sekolah dalam proses dokumentasi, penyusunan konten, dan publikasi informasi sekolah. Pada tahap pelaksanaan, media sosial dimanfaatkan untuk mempublikasikan kegiatan pembelajaran, prestasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, serta informasi akademik sekolah sebagai sarana promosi pendidikan dan komunikasi publik. Sedangkan pada tahap pengawasan, sekolah melakukan pengecekan konten sebelum dipublikasikan serta memantau respon masyarakat terhadap unggahan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting sebagai strategi pemasaran pendidikan dalam membangun citra positif sekolah, memperluas penyebaran informasi, serta meningkatkan komunikasi antara sekolah dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang terencana dan terstruktur, media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana promosi pendidikan di era digital.
Abstract:Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai dasar perdamaian dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), yang masih terbatas dan tidak sistematis meskipun kurikulum menekankan pembentukan karakter…
akter berbasis Pancasila dan kebhinekaan di tengah tantangan intoleransi serta konflik sosial. Latar belakang masalah didasari oleh kebutuhan mendesak perdamaian multikultural di Indonesia, di mana era digital memperburuk isu seperti cyberbullying, ujaran kebencian berbasis SARA, dan konflik horizontal, sehingga PPKn berperan sebagai wadah utama internalisasi nilai toleransi, keadilan, kerja sama, serta penolakan kekerasan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan bentuk integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PPKn, mengidentifikasi kontribusinya terhadap perilaku siswa dan budaya sekolah damai, serta menganalisis keterbatasan implementasinya untuk memberikan rekomendasi kebijakan. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis konten dengan dari sumber literatur Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar perdamaian telah mulai diimplementasikan melalui pendekatan partisipatif seperti diskusi kelompok, studi kasus konflik, role play, dan proyek sosial, terutama pada aspek toleransi, anti-kekerasan, serta kerja sama; namun, penerapannya masih insidental, terfokus pada nilai terpilih, dan terhambat oleh kurangnya pemahaman guru, perangkat pembelajaran yang tidak standar, serta minimnya dukungan kurikulum eksplisit. Implementasi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan sikap siswa dalam menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, meskipun belum merata di seluruh ranah nilai perdamaian. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya integrasi eksplisit nilai-nilai dasar perdamaian ke dalam kurikulum PPKn melalui modifikasi RPP, pelatihan guru, dan program sekolah ramai anak untuk membangun budaya damai berkelanjutan yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Saran meliputi pengembangan pedoman evaluasi sikap berbasis perdamaian serta penelitian lanjutan berbasis studi kasus empiris
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penyelesaian soal cerita matematika pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Pontianak berdasarkan tahapan pemecahan…
masalah Polya (memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali). Rendahnya kemampuan siswa dalam mengaitkan matematika dengan konteks nyata serta banyaknya kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV menjadi latar belakang penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa yang dipilih dari 30 siswa kelas VIII A, mewakili kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berbentuk soal cerita dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi keempat tahapan Polya dengan sangat baik dan konsisten. Siswa berkemampuan sedang mampu memahami masalah dan menyusun rencana, namun kurang teliti dalam perhitungan serta tidak melakukan pemeriksaan kembali. Siswa berkemampuan rendah hanya mampu memahami sebagian informasi soal dan belum mampu merencanakan, melaksanakan, maupun memeriksa kembali penyelesaian. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan penyelesaian soal cerita siswa sangat bervariasi, dengan kelemahan utama pada tahap memeriksa kembali, terutama pada siswa berkemampuan sedang dan rendah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang menekankan berpikir reflektif dan pembiasaan pengecekan hasil akhir.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji rekonstruksi historis kebijakan, institusi, dan praktik pendidikan Islam pada masa kerajaan-kerajaan klasik di Sumatera, khususnya Perlak, Samudra Pasai, Aceh, Minangkabau, dan Siak. Kajian…
ian ini menempatkan perkembangan pendidikan Islam dalam konteks penyebaran dan pendalaman ilmu keislaman di Nusantara. Metode yang digunakan adalah pendekatan historis-komparatif dengan memanfaatkan sumber-sumber seperti naskah klasik, inskripsi, serta literatur sejarah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mengalami institusionalisasi melalui lembaga tradisional seperti dayah, surau, dan madrasah, serta jalur pendidikan informal seperti majelis taklim dan halaqah. Terdapat tiga dimensi utama dalam perkembangan tersebut, yaitu: (1) pembentukan institusi pendidikan Islam, (2) pengembangan materi ajaran, kurikulum, dan metode, serta (3) peran jaringan ulama dalam transformasi sosial-keagamaan.Selain itu, penelitian ini menemukan adanya kesinambungan antara sistem pendidikan Islam pada masa kerajaan klasik dengan perkembangan pendidikan Islam modern, yang tercermin dari integrasi antara tradisi lokal dan ajaran Islam.
Abstract:Rendahnya keterlibatan dan motivasi siswa akibat metode pembelajaran konvensional menjadi tantangan utama pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media Game-Based…
Learning (GBL) sebagai inovasi pembelajaran di SD melalui studi kepustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka, di mana data dikumpulkan dari Google Scholar dan Google Books dengan kata kunci "efektivitas", "game based learning", dan "inovasi pembelajaran" dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis terhadap berbagai literatur menunjukkan bahwa integrasi media game seperti wordwall, powtoon, dan flashcard secara signifikan meningkatkan hasil belajar kognitif dan motivasi intrinsik siswa. Temuan empiris mencatat peningkatan hasil belajar matematika dan sains yang tajam serta perbaikan interaksi kelas secara sistemik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GBL merupakan inovasi pembelajaran yang aplikatif dan mampu memodifikasi teori konstruktivisme tradisional menjadi konstruktivisme digital yang relevan bagi generasi alfa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kompetensi digital guru dan dukungan infrastruktur teknologi dalam keberhasilan transformasi pendidikan di SD.