Search Articles & Publications

Showing 274 articles found for "Kesejahteraan"

Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di MI Nurul Anwar Sumber Pandan Prenduan Pragaan Sumenep

Mohammad Firdaus, Efafatus Sa’adah
Abstract: Kepala sekolah memiliki peranan penting untuk ikut mewujudkan kesejahteraan manusia. Hal tersebut tidaklah lepas dari kecakapan dan  kebijakan seorang pemimpin. Kepala sekolah bertugas mengatur semua sumber organisasi dan… an bekerja sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan Pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1. Peran kepala sekolah di Mi Nurul Anwar di desa Sumber Pandan Prenduan, dan 2. Faktor pendukung dan Penghambat bagi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Nurul Anwar Sumber Pandan Prenduan.Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik wawancara, obervasi dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepalasekolah, guru dan sumber lain yang memungkinkan dapat memberikan informasi yang akurat. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kasus tunggal (single casedesign) dengan model analisis data yang diperkenalkan oleh Miles dan Hiberman, yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian dataserta verifikasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menyetakan bahwa peran kepala sekolah mempunyai peran sebagai supervisor, manajer dan administrator, leader of  educator, innovator. Peran-peran tersebut di jalankannya dengan baik guna mewujudkan visi dan misi sekolah MI Nurul Anwar. Adapun Faktor penghambat dan pendukung kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Nurul Anwar Sumber Pandan Prenduan yaitu; a. Faktor pendukung berupa 1) Guru yang mempunyai kedisiplinan dan keteladanan 2) Siswa yang mempunyai prestasi dan bakat3) Sumber daya manusia di lingkungan sekolah 4) Adanya fasilitas Musholla. b.Faktor penghambat di MI Nurul Anwar terlihat dari keberadaan sarana dan prasarana yang sangat minim, terbukti dari kurangnya buku-buku bacaan diperpustakaan serta terbatasnya dana sekolah.

Bullying Di Sekolah Dan Pemecahannya Menurut Teori Belajar Sosial Albert Bandura

Yuriko Pulung Nugroho, Zulfa Hafidzah, Novia Firdayanti
Abstract: Bullying merupakan permasalahan signifikan dalam dunia pendidikan yang berdampak buruk pada kesejahteraan fisik, mental, dan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena bullying di sekolah berdasarkan teori… ori belajar sosial Albert Bandura, yang menekankan pengaruh observasi dan imitasi terhadap pembentukan perilaku. Metodologi yang digunakan adalah library research dengan mengkaji berbagai literatur relevan, termasuk teori belajar sosial dan data empiris terkait bullying. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman komprehensif mengenai faktor penyebab bullying, seperti pengaruh lingkungan, media, dan pola asuh, serta menawarkan solusi praktis. Pemecahan mencakup pengawasan konten media oleh orang tua, keteladanan guru, penguatan nilai agama, dan penciptaan lingkungan keluarga yang harmonis. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar kebijakan preventif dan kuratif, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan karakter siswa.

Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Tingkat Depresi Pada Remaja Di Islamic Centre Kota Tangerang

Nabila Mutiara Fasha, Siti Rochmani, Ida Faridah
Abstract: Dalam era yang dipenuhi dengan tekanan sosial, kesejahteraan mental remaja menjadi semakin penting untuk dipahami dan ditangani dengan serius. Dukungan sosial yang diterima oleh remaja dianggap sebagai faktor kunci dalam&#8230; memengaruhi tingkat depresi yang mereka alami. Kurangnya dukungan sosial dapat membuat remaja merasa terisolasi dan rentan terhadap depresi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada remaja di SMP Islamic Centre Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan Stratified Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 188 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner Student Social Support Scale (SSSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II) untuk mengukur tingkat depresi remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 101 remaja (53,7%) memiliki dukungan sosial berkategori sedang, 76 remaja (40,4%) memiliki dukungan sosial tinggi, dan terdapat 11 remaja (5,9%) yang memiliki dukungan sosial rendah. Sedangkan untuk tingkat depresi, menunjukkan bahwa sebanyak 109 remaja (58%) tidak mengalami depresi, 32 remaja (17,0%) mengalami depresi ringan, 29 remaja (15,4%) mengalami depresi sedang, dan 18 remaja (9,6%) mengalami depresi berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat depresi pada remaja di SMP Islamic Centre Kota Tangerang dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05).

Pengaruh Perilaku Personal Hygiene Habits Terhadap Kejadian Flour Albus Pada Remaja Putri

Aulia Hayatul Kamilah, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Latar Belakang: Personal hygiene habits merupakan perilaku yang mendukung pelestarian kebersihan pribadi, meningkatkan kesehatan, dan mencegah penyakit untuk mencapai kesejahteraan fisik dan mental. Salah satu kegiatan Personal&#8230; ersonal hygiene adalah perawatan genetalia. Banyak remaja yang belum mempraktikan perilaku personal hygiene khususnya perawatan genetalia dengan baik, Perilaku tersebut menjadi salah satu faktor timbulnya kejadian Flour albus pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruh personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja putri. Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Random Sampling dengan total sampel sebanyak 231 siswi. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kueioner personal hygiene habits dan kejadian flour albus. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan siswi yang mengalami personal hygiene habits kurang sebanyak 103 responden (63,6%), yang mengalami personal hygiene habits cukup sebanyak 42 responden (25,9%), yang mengalami personal hygiene habits baik sebanyak 17 responden (10,5%).  Dan kejadian flour albus sebanyak 124 responden (76,5%) dan yang tidak mengalami flour albus 38 responden (23,5%). Hasil uji korelasi menunjukan nilai p-value 0,002 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara pengaruh perilaku personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja. Kesimpulan: kurangnya kegiatan personal hygiene habits terutama pada organ genetalia menjadi salah satu faktor remaja mengalami flour albus.

Hubungan Pet Attachment Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja Yang Memiliki Hewan Peliharaan

Azzahra Ma`ruf Fiana, Dian Perwita, Jaenudin Saputra
Abstract: Pendahuluan: Pada era modern hewan peliharaan menjadi pilihan untuk menghibur manusia. Hubungan dekat dengan hewan peliharaan secara positif berperan dalam ikatan sosial, dan ini mungkin alasan mengapa ditemukan terkait&#8230; peningkatan pengasuhan, tampilan kasih sayang, dan empati bahkan terhadap anggota spesies lainnya. Ini menunjukkan bahwa manusia berevolusi bersama dalam hubungan dengan hewan peliharaan dan bahwa hubungan ini bermanfaat bagi keduanya. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Pet Attachment terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Remaja yang Memiliki Hewan Peliharaan di RW 12 Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan yaitu non probability sampling dengan total sampling. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 74 responden. Analisa Data: Menggunakan uji statistik spearman correlation. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di RW 12 Kota Tangerang didapatkan P-Value 0,001 (P < 0.05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pet attachment terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja yang memiliki hewan peliharaan.

Terapi Aktivitas Kelompok Terapi Musik Klasik Dengan Lansia Gangguan Tidur Di Panti Werdha Marfati Wisma Belakang Kota Tangerang

Rina Puspita Sari, Astika Nisa Putri, Dina Alvionita, Dwi Anjani
Abstract: Latar Belakang : Lanjut usia merupakan seseorang yang usianya mencapai lebih dari sama dengan 60 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Kemenkes, 2016). Salah  satu  permasalahan &#8230; ermasalahan  kesehatan  terkait  pada lansia yaitu dengan  gangguan  tidur  atau yang bisa disebut insomnia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur (insomnia) menurut  penelitian  yang  dilakukan Walanda, 2023 adalah  dengan  pemberian  terapi musik. Tujuan : Lansia dapat berespon terhadap stimulus yang di berikan oleh perawat yaitu music klasik.Metode Kegiatan : Kegiatan ini dilakukan di Panti Werdha Marfati wisma belakang dengan mendengarkan musik klasik menggunakan speaker. Hasil : Para lansia sangat merespon dengan baik dalam mendengarkan musik klasik dengan cara bernyanyi dan berjoget.

Kontribusi Sosial Di Panti Asuhan Harapan Remaja : Satu Langkah Kecil, Satu Perubahan

Sayyidah Ummu Kalzum, Widyastuti
Abstract: PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) adalah program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Universitas&#8230; ersitas Al-Azhar Indonesia adalah salah satu kampus yang terlibat dalam mendukung PMM dengan visi untuk membentuk manusia unggul dengan nilai-nilai Islami. Mahasiswa PMM dapat mengalami keberagaman budaya melalui Modul Nusantara dan melakukan kontribusi sosial di Panti Asuhan sebagai bagian dari program ini. Peran panti asuhan dalam memberikan perlindungan dan perawatan bagi anak-anak terlantar sangat penting untuk kesejahteraan sosial. Kontribusi sosial di panti asuhan membantu anak-anak mengatasi tantangan dan membangun masyarakat yang inklusif. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa PMM, memberikan harapan kepada anak-anak untuk menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Pengenalan Wakaf Uang Pada Pimpinan Ranting Muhammadiyah Mulyoharjo Pemalang

Effendi, Bahtiar, Tegar Subangkit
Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan mengenai Wakaf Uang kepada masyarakat yang tergabung dalam jamaah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Mulyoharjo, Pemalang. Wakaf merupakan salah satu instrumen keuangan&#8230; uangan yang sangat berguna dalam membangun ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini wakaf diperkenalkan mulai dari sejarah wakaf, definisi wakaf, tujuan wakaf, cara pendanaan wakaf dan bagaimana model pengembangan wakaf uang. Metode yang dilakukan adalah ceramah dan diskusi secara interaktif dengan melibatkan jamaah untuk mau ikut bertanya mengenai wakaf. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat diketahui bahwa masyarakat awalnya belum banyak mengetahui mengenai mengenai apa itu wakaf uang. Pemahaman wakaf yang ada ditengah masyarakat masih banyak berkutat pada wakaf yang tidak bergerak seperti bangunan, makam, madrasah, masjid, mushola. Wakaf juga masih dipahami sebagai sebuah bentuk sedekah yang mahal dan sulit dilakukan. Karenanya dengan adanya pengabdian masyarakat ini masyarakat lebih mengetahui mengenai seluk beluk wakaf uang serta bagaimana cara pendayagunaannya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat.

Budidaya Jamur Tiram Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga di Nagari Tanjung Alai

Linda, Rozza, Juwita, Isna, Meri, Mufrida, Rauf, Rosnita, Desriyenti, Desriyenti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan implementasi budidaya jamur tiram sebagai strategi pengembangan ekonomi masyarakat di Nagari Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak. Melalui pendekatan penyuluhan&#8230; uhan dan pelatihan, kami berusaha meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknik budidaya yang efektif, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan. Metode penelitian mencakup serangkaian kegiatan penyuluhan, pelatihan praktis, dan pendampingan teknis kepada petani dan masyarakat setempat. Informasi diperoleh melalui survei partisipatif, observasi lapangan, dan wawancara dengan petani. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengevaluasi dampak program terhadap peningkatan produksi jamur tiram dan pendapatan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budidaya jamur tiram memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan keluarga di Nagari Tanjung Alai. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya jamur tiram secara signifikan berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas hasil panen. Selain itu, adopsi teknik budidaya yang baik juga mendorong terbentuknya jaringan kerjasama antarpetani, memperkuat aspek sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran praktis tentang potensi budidaya jamur tiram sebagai alternatif pengembangan ekonomi lokal. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak terkait lainnya, budidaya jamur tiram dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nagari Tanjung Alai dan daerah sekitarnya. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan, diharapkan program ini dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan.

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Gen Z Di Universitas Yatsi Madani

Muhamad Jeri, Swardiman, Kristina Everintina Ngasu
Abstract: Latar belakang: Kualitas tidur merupakan aspek penting yang berperan dalam menjaga kesehatan mental, terutama pada mahasiswa yang rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan gaya hidup yang tidak teratur. Tujuan:&#8230; Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kesehatan mental pada mahasiswa Gen Z Universitas Yatsi Madani angkatan 2021. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik: Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 168 mahasiswa semester 6. Instrumen:  Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) untuk mengukur kesehatan mental (sampel dan instrumen). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan ditemukan adanya proporsi mahasiswa dengan kesehatan mental terganggu. Uji statistik memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kesehatan mental mahasiswa (p-value = 0,000; p < 0,05), yang berarti semakin buruk kualitas tidur seseorang, semakin besar risiko terganggunya kesehatan mental. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dengan kesehatan mental pada mahasiswa Gen Z Universitas Yatsi Madani. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan lebih memperhatikan pola tidur sehat, sementara pihak kampus disarankan untuk memberikan edukasi terkait manajemen stres dan pentingnya tidur berkualitas sebagai upaya mendukung kesejahteraan mental mahasiswa.