Search Articles & Publications

Showing 3074 articles found for "Terhadap"

Pengaruh Studi Independent pada Kurikulum MBKM Terhadap Mahasiswa Komputer

Dhany, Hanna Willa, Izzmi Aulia, Shiddiq Akbar Nugraha, Laila Hasanah, Lola Amalia
Abstract: Program MBKM This of course very beneficial for student in era modern and this program should be continued. Everything just goes with Good However still just there is things Which must fixed so that the future can be much… h better. The University establishes a relationship or cooperation with the organization who are outside the campus for the MBKM Independent Study Program because basically MBKM is a means that is realized so that students can develop self in outside environment campus. Besides expected cooperate more, so that students get rights freedom to choose What Which they Want to capable campus give the best. And what needs to be considered is that cooperation is established long before the student's schedule to carry out the MBKM Program If you pay attention again, it will help success in the program will come. The author hopes the parties Panca Budi Development University Medan can provide a better system for program implementation MBKM related to additional information that is clearer, valid and orderly students can carry out activities more efficiently and guide writer in a manner Good so that create results Work Which more quality expected web profile Which made can beneficial can be used by continuing to periodically update the information And made the more interesting. Hopefully the Program Studies Knowledge Philosophy Unpab can take advantage of the Web Profile of this Study Program well, as a medium information to assist candidate of student Which want to look for information about the world of lectures and make it easier for them to find information Where just and anytime only via the internet.

Workshop E-Learning kepada Guru TK dan SD Excellent Bukittinggi Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Profesional Dan Digital

Khomarudin, Agus Nur, Novita, Rina, Aulia, Romy, Putri, Ega Evinda
Abstract: Selama pandemi covid-19 melanda Indonesia beberapa waktu lalu, para guru harus berjibaku dalam menyediakan dan mengelola pembelajaran secara maya, jarak jauh atau online. Hal ini dilakukan guru agar para pelajar tetap dapat… pat mengikuti pembelajaran yang sebagian besar dilakukan dalam jaringan atau daring dengan menggunakan media e-learning. E-learning adalah suatu proses pembelajaran yang dilakukan dengan mengunakan media internet maupun jaringan komputer lainnya. E-learning merupakan pembelajaran dengan menggunakan media elektronik dan teknologi komputer yang memiliki akses internet. E-learning dapat membawa suasana baru dalam ragam pengembangan pembelajaran. Pemanfaatan e-learning dengan baik dapat meningkatkan hasil pembelajaran dengan maksimal. Selain itu, E-learning juga memudahkan siswa dalam mengakses materi pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar yang beragam. Proses interaksi antara sesama peserta didik dapat terjalin dengan lebih baik dengan memanfaatkan berbagai sistem aplikasi yang dapat lebih memantapkan siswa dalam penguasaan materi yang diberikan baik di dalam maupun di luar kelas. Berdasarkan uraian tentang pemanfaatan e-learning yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran, maka kondisi ini melatarbelakangi timbulnya gagasan kreatif dari pelaksana PkM untuk mengadakan sebuah workshop. Kegiatan workshop dalam PkM ini bertujuan unutk meningkatkan kemampuan IPTEK bagi para guru TK dan SD Excellent Bukittinggi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan melek terhadap kemajuan Teknologi Informasi, memberikan bekal kepada para guru agar dapat mengelola pembelajaran secara daring, pendampingan terhadap para guru untuk dapat meningkatkan kompetensi profesionalnya.

Kajian Dampak Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Berbagai Sektor Industri

Achmad Puariesthaufani N, Sjahril Effendy Pasaribu, Dewi Sri Handayani, Muthi’ah Patuan
Abstract: Keberadaan pelatihan dan pengembangan karyawan menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya memanfaatkan karyawan potensial, tetapi juga pada individu yang dapat berkomitmen untuk mencapai tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi.… inggi. Pelatihan dan pengembangan juga menjadi sangat berdampak terhadap kinerja, bila dari talenta karyawan yang paling diandalkan dalam suatu organisasi dengan melatih mereka dengan baik. Hasil kajian tehadap literatur yang meneliti pengaruh pelatihan dan pengembangan di berbagai sector industry, menegaskan bahwa kedua hal tersebut punya dampak yang cukup signifikan dalam mempengaruhi kompetensi serta kinerja karyawan, bahkan berpengaruh dalam peningkatan keduanya bila disertai dengan metode yang tepat sesuai kebutuhan individu setiap karyawan.

Analisis Beban Kerja Mental Pada Pekerja UMKM Tahu Mtb Menggunakan Metode NASA-TLX

Meri, Mufrida, Fandeli, Hary, Linda, Rozza, Irmayani, Irmayani, Febrian, Rio
Abstract: Kinerja karyawan sangat berpengaruh dalam penentuan produktivitas suatu perusahaan. Apabila kinerja karyawan di sebuah perusahaan baik, maka produktivitas perusahaan tersebut akan meningkat dan hal ini dapat menyebabkan… keuntungan pada perusahaan tersebut bertambah. Begitu pula sebaliknya, apabila kinerja karyawan tersebut buruk, maka produktivitas perusahaan tersebut akan menurun. Salah satu hal yang mempengaruhi kinerja karyawan tersebut yaitu beban kerja mental. Beban kerja mental merupakan sesuatu keadaan yang dialami oleh seseorang yang memberi tekanan dalam hidupnya. Semakin tinggi tekanan yang dirasakan karyawan itu, maka semakin rendah kinerja yang bisa dicapainya. Salah satunya yaitu pada pekerja-pekerja di Pabrik Tahu MTB. Berdasarkan data-data perbandingan nilai rata-rata tiap faktor untuk menghitung beban kerja mental dapat disimpulkan bahwa faktor beban kerja mental yang paling berpengaruh yaitu performansi kerja yang menyatakan tingkat kepuasan yang dirasakan terhadap kinerja yang telah dilakukan yaitu sebesar 85. Rata-rata nilai kebutuhan mental dan kebutuhan fisik bernilai sama yaitu sebesar 80.5 yang menyatakan bahwa beban kerja para pekerja yang membutuhkan fisik dan mental bernilai sama .Terdapat 6 faktor yang mempengaruhi beban kerja para pekerja yaitu Mental Demand,Physical Demand, Temporal Demand,Performance,Frustation, Effort. Berdasarkan hasil dari perhitungan dapat diketahui jumlah karyawan yang memiliki tingkat beban kerja mental kategori tinggi sekali dengan rata-rata WWL 85.66 yang berjumlah 4 orang dan kategori tinggi dengan rata-rata WWL 71.22  yang berjumlah 6 orang.

Studi Kasus Perencanaan Program Diet Dan Aktivitas Fisik Untuk Penderita Diabetes

Hafizah Anjeli Ramadhani, Jessy Ayu Angelia, Putri Fakhira Lubis, Febbry Zahro, Aulia Azahra Hafizh, Rizqy Aulia, Faliza Putri, Nurhidayah, Wulan Suci Ramadani, Debby Widytia, Adinda Naila Apsari, Muhammad Rafly, Khairunsyah, Dewi Agustina
Abstract: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penatalaksanaan diabetes tidak hanya bergantung pada terapi farmakologi, tetapi juga&#8230; uga dipengaruhi oleh pengaturan pola makan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan serta implementasi program diet dan aktivitas fisik pada penderita diabetes mellitus melalui pendekatan studi kasus. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain studi kasus pada satu pasien diabetes mellitus tipe 2. Intervensi yang diberikan berupa pengaturan diet berbasis prinsip 3J (jumlah, jenis, dan jadwal makan) serta aktivitas fisik rutin. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah dari 245 mg/dL menjadi 165 mg/dL dalam waktu 4 minggu. Penurunan ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam membantu pengendalian kadar gula darah serta meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pola hidup sehat. Hypertension is one of the most common noninfectious diseases that affects the elderly. Hypertension is also a leading cause of serious complications such as stroke, heart failure, and kidney disease. Non-pharmacological approaches such as the Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) method have been proven effective in lowering blood pressure by reducing stress and increasing self-awareness. This study aims to determine the effect of relaxation therapy with the MBSR method on reducing blood pressure among elderly patients with hypertension. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The design used was a pre-test post-test design. The sample consisted of 30 elderly selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The study was conducted from April 14th to June 3rd, 2025. The intervention given was an MBSR treatment program for two months, eight sessions, including mindfulness meditation, breathing exercises, and relaxation techniques. Blood pressure measurements were taken before and after the intervention. The data were analyzed using the paired t-test. The results showed a significant decrease in systolic blood pressure of P< 0.000 and diastolic blood pressure with P < 0.011 after intervention. The average reduction in systolic blood pressure was 5.13 mmHg, and in diastolic blood pressure was 4.63 mmHg. These findings indicate that the MBSR therapy is effective in helping elderly individuals manage hypertension through stress reduction and enhanced self-awareness

Hubungan Kualitas Pelayanan dan Fasilitas Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas

Prayani Azzahra, Nadia, Gusni Rahma, Nurul Prihastita Rizyana
Abstract: Kunjungan rawat jalan di Puskesmas mengalami penurunan dari 22.795 kunjungan tahun 2022 menjadi 21.167 tahun 2023, salah satunya dapat disebabkan oleh kualitas pelayanan yang belum memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan&#8230; uan mengetahui hubungan kualitas pelayanan dan fasilitas dengan kepuasan pasien rawat jalan di tahun 2025.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret–Agustus 2025. Sampel 96 responden menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 16 – 26 Juni 2025 menggunakan kuesioner dengan cara wawancara dianalisis secara univariat dan bivariat memakai uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan 53,1% responden tidak puas terhadap pelayanan. Berdasarkan kualitas pelayanan ditemukan persepsi tidak bermutu terhadap kehandalan (80,2%), daya tanggap (70,8%), jaminan (75,0%), empati (75,0%), dan bukti fisik (65,6%). Berdasarkan fasilitas, 56,3% menilai kurang baik. Analisis statistik membuktikan seluruh dimensi kualitas pelayanan dan fasilitas berhubungan signifikan dengan tingkat kepuasan pasien (p-value <0,05). Kualitas pelayanan dan fasilitas berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas. Disarankan agar puskesmas meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas dengan meningkatkan sarana dan prasarana dengan baik serta melakukan monitoring dan evaluasi survey kepuasan pasien.

Hubungan Pendapatan dan Persepsi dengan Kepatuhan Pembayaran Iuran pada Peserta Mandiri BPJS Kesehatan

Zulkhaidah, Reika, Syafrizal, Nursya, Febriyanti
Abstract:   Kepatuhan peserta mandiri BPJS Kesehatan dalam membayar iuran berperan penting dalam menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, tingkat kepatuhan masih rendah, termasuk di Wilayah tertentu dengan&#8230; gan 30.111 peserta mandiri pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pendapatan dan persepsi dengan kepatuhan pembayaran iuran pada peserta mandiri BPJS Kesehatan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini dilaksanakan pada Maret–Agustus 2025 dengan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan cara wawancara dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 53% peserta mandiri BPJS Kesehatan berpendapatan rendah untuk membayar iuran, 32% peserta mandiri memiliki persepsi negatif mengenai pembayaran iuran, 61% peserta mandiri tidak patuh dalam pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Hasil uji statistik diperoleh bahwa terdapat hubungan antara pendapatan (p = 0,0001) dan persepsi (p = 0,0001) dengan kepatuhan pembayaran iuran. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi pola bahwa ketidakpatuhan peserta mandiri tidak selalu dipengaruhi oleh faktor pendapatan, melainkan juga oleh persepsi terhadap pembayaran iuran dan kondisi tanggungan keluarga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi BPJS Kesehatan dalam merancang strategi edukasi dan dukungan finansial agar peserta mandiri lebih patuh membayar iuran.

Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Dengan Pendekatan Servqual

Wilda Tri Yuliza, Gusrianti, Wendi Wahyu Utama
Abstract: Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator utama dalam mengevaluasi kualitas pelayanan rumah sakit. Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari Kemenkes (2023) di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa&#8230; hwa kepuasan pasien rawat jalan umumnya masih di bawah target yang ditetapkan oleh standar pelayanan rumah sakit. Rumah Sakit Bhayangkara Padang yang merupakan rumah sakit umum kelas D, selama satu tahun terakhir mengalami penurunan dan kenaikan jumlah kunjungan pasien rawat jalan setiap bulannya dengan indeks kepuasan pasien rawat jalan masih 75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan pendekatan SERVQUAL di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional, pengumpulan data melalui kuesioner dengan teknik wawancara kepada pasien rawat jalan yang berkunjung ke rumah sakit selama periode pengumpulan data dengan jumlah sampel 96 orang menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien menilai kehandalan (52,1%), daya tanggap (54,2%), jaminan (47,9%), empati (38,5%), dan bukti fisik (51,0%) tidak bermutu. Terdapat pengaruh kehandalan (p-value = 0,012), daya tanggap (p-value = 0,000),  empati (p-value = 0,000), serta bukti fisik (p-value = 0,024) terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Sebaliknya, dimensi jaminan tidak terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan mutu pelayanan terutama pada aspek kehandalan, daya tanggap, empati, dan bukti fisik perlu menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien di rumah sakit.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Bullying Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja di SMPN 1 Curug

Nabila Putri, Suwardiman, Kristina Everentia Ngasu
Abstract: Pendahuluan: Bullying adalah masalah psikososial yang melibatkan menghina dan merendahkan orang lain secara berulang yang berdampak negatif terhadap pelaku dan korban bullying dengan pelaku memiliki kekuatan yang lebih besar&#8230; esar daripada korban. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang bullying dengan perilaku bullying pada remaja di SMPN 1 Curug. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 205 responden yang ditentukan dengan teknik stratified random sampling. Analisa Data: Menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank. Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang bullying dengan perilaku bullying pada remaja di SMPN 1 Curug.

Pengaruh Terapi Relaksasi Dengan Metode Mindfullnes Based Stress Reduction Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia Di UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh

Luthfiyyah Mumtazah, Syarifah Masthura, Dewi Sartika
Abstract: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling umum terjadi pada lansia dan menjadi penyebab utama komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Pendekatan non-farmakologis, seperti&#8230; perti terapi relaksasi dengan metode Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR), telah terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dengan cara mengurangi stres dan meningkatkan kesadaran diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi dengan metode MBSR terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif Pre-Test Post-Test desain. Sampel berjumlah 30 responden lansia yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 April – 03 Juni 2025. Intervensi dilakukan selama 2 bulan dengan 8 kali sesi pertemuan, yang meliputi meditasi kesadaran, latihan pernapasan, dan relaksasi. Pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistol dengan p < 0,000 dan diastol dengan p < 0,011 sesudah intervensi. Rata-rata penurunan sistol sebesar 5,13 mmHg dan diastol sebesar 4,63 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi MBSR efektif dalam membantu lansia mengelola hipertensi melalui pengurangan stres dan peningkatan kesadaran diri.