Search Articles & Publications

Showing 25 articles found for "Disorders"

EXPERT SYSTEM TO DIAGNOSE DIGESTIVE DISEASES USING CERTAINTY FACTOR

Aditia, Mellya Rindhani, Djesmedi, Dinda, Firdalius, Fitri, Marfalino, Hari
Abstract: Abstract: Tract disorders are disorders caused by abnormalities in the digestive system. This disorder is triggered by food or a person's physical condition. Digestive disorders cannot be diagnosed quickly, but mostly occur… cur in the digestive system. Because the knowledge that will be suspected as a disease is still lacking, it takes experts or doctors to diagnose digestive disorders. The goal is to help produce a diagnosis of the disease experienced by the patient based on the symptoms experienced. The research data is processed based on the symptoms felt by the patient. Patient data using the Certainty Factor method or the value of disease certainty. This Certainty Factor method is a system that is able to run according to needs and produces a high percentage of accuracy results. The system design stage is implemented in the Hypertext Preprocessor programming language and My SQL database. The results of the diagnosis with this method produce a level of confidence in the patient's disease. From the results of the tests carried out, it can produce information about the diagnosis of the disease and help patients and medical personnel in knowing the condition of the disease that is being experienced.             Keywords: certainty factor; digestive tract disorders; expert system,     Abstrak: Gangguan saluran merupakan gangguan yang disebabkan oleh kelainan pada sistem pencernaan. Gangguan ini dipicu oleh makanan atau kondisi fisik seseorang. Gangguan pencernaan ini tidak bisa dilakukan diagnosa dengan cepat, tetapi sebagian besar terjadi pada sistem pencernaan. Dikarenakan pengetahuan yang akan diduga sebagai penyakit masih kurang, maka dibutuhkan tenaga ahli atau dokter untuk mendiagnosis gangguan pencernaan. Tujuannya untuk membantu menghasilkan diagnosa penyakit yang dialami pasien berdasarkan gejala yang dialami. Data penelitian diolah berdasarkan gejala yang dirasakan oleh pasien. Data pasien menggunakan metode Certainty Factor atau nilai kepastian penyakit. Metode Certainty Factor ini merupakan sistem yang mampu berjalan sesuai dengan kebutuha serta menghasilkan persentase akurasi hasil yang tinggi. Tahapan perancangan sistem diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor dan database My SQL. Hasil diagnosa dengan metode ini menghasilkan tingkat kepercayaan terhadap penyakit pasien. Dari hasil pengujian yang dilakukan  sudah dapat menghasilkan informasi tentang diagnosa penyakit dan membantu pasien serta tenaga medis dalam mengetahui kondisi penyakit yang sedang dialami.   Kata kunci: certainty factor; gangguan saluran pencernaan; sistem pakar  

Analisis Risiko Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) Pada Petugas Kebersihan RSUD Ngimbang

Shinta Kurnia Febriliani, Bayu Prastowo
Abstract: Latar  Belakang: Petugas kebersihan merupakan kelompok pekerja yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap terjadinya Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) akibat karakteristik pekerjaan mereka yang menuntut aktivitas… ktivitas fisik berulang dan postur kerja tidak ergonomis. Tujuan: Menganalisis adanya risiko keluhan Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) Pada Petugas Kebersihan RSUD Ngimbang. Metode: menggunakan deskriptif analitik dengan metode observasional dan pendekatan cross sectional pada petugas kebersihan RSUD Ngimbang. Subyek: 20  petugas kebersihan RSUD Nimbang. Hasil: risiko keluhan WMSDs pada petugas kebersihan 80% berisiko rendah dan 20% berisiko sedang Kesimpulan:  Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat risiko WMSDs pada petugas kebersihan RSUD Nimbang menggunakan NBM berisiko rendah ke arah sedang.

A Bibliometric Analysis Of Psychological Measurement In Sports: Mapping Global Trends, Collaborations, Thematic Developments

Noor Akhmad
Abstract: Psychological measurement tools are fundamental in sports psychology for assessing mental toughness, performance anxiety, motivation, and resilience in athletes. Despite increasing research in this field, a comprehensive… bibliometric analysis of global trends, collaboration networks, and thematic developments remains limited. This study conducts a bibliometric analysis of 489 Scopus-indexed articles published between 1977 and 2025 to examine publication trends, key contributors, and thematic structures. Results indicate that the United States (32.5%), United Kingdom (15.8%), Germany (9.6%), and Canada (7.3%) are the leading contributors, with emerging research from Slovenia (2.1%) and Uruguay (1.7%). Institutional collaborations highlight strong interdisciplinary ties, particularly between the Center for Addictive Disorders and the Faculty of Medicine and Health. Co-authorship analysis identifies Nikos Ntoumanis (98 publications) and Jennifer Cumming (76 publications) as pivotal researchers, while citation network analysis highlights influential clusters led by Joan L. Duda (4,532 citations) and Andreas Ivarsson (3,215 citations). Bradford’s Law identifies Psychology of Sport and Exercise and Journal of Applied Sport Psychology as core journals. Thematic mapping reveals that mental toughness (18.4%) and resilience (14.7%) are dominant topics, while psychometrics (6.3%) and competitive anxiety (5.1%) remain underexplored. These findings provide strategic insights for enhancing global research collaboration, bridging psychological theory and practice, and guiding future research directions in sports psychology.

Analisis Faktor Risiko Penyebab Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Konstruksi : Literatur Review

Rahmi Vovo, Susilawati
Abstract: Keluhan musculoskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeleton yang dirasakan oleh seorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai… gai sumber dari jurnal-jurnal yang dipublikasi antara tahun 2019-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa faktor risiko penyebab Musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja. Secara keseluruhan, analisis faktor risiko menunjukkan bahwa terdapat kompleksitas dalam penyebab MSDs pada pekerja konstruksi. Upaya untuk mengurangi insiden MSDs harus mencakup pengendalian faktor-faktor risiko yang berasal dari individu, pekerjaan, dan organisasi secara komprehensif.

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi Terjadwal  Diruangan Imam Bonjol Rumah Sakit TK. 111 Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2025

Narlis Maharani, Rebbi Permata Sari, Hidayatul Rahmi
Abstract: Meningkatnya tekanan darah pada pasien sebelum operasi disebabkan oleh gangguan psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan pada pasien pre operasi dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat… jika tidak diatasi dapat menyebabkan komplikasi selama dan setelah pembedahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi Terjadwal Diruangan Imam Bonjol Rumah Sakit Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 341 orang dengan jumlah sampel 77 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik proposive sampling. Instrumen yang digunakan kecemasan dengan Hamilton anxiety rating scale (HARS) dan untuk tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer dengan menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square p-value ≤ 0,05. Hasil analisis univariat didapatkan data lebih dari separoh 50 (64.9%) responden mengalami peningkatan tekanan darah, dan 35 (45.5%) responden memiliki tingkat kecemasan sedang pada pasien pre operasi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah (p-value = 0,000). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan Ada Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi Terjadwal Diruangan Imam Bonjol Rumah Sakit Tk. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Increased blood pressure in patients before surgery is caused by psychological disorders, one of which is anxiety. Anxiety in preoperative patients can increase blood pressure. Elevated blood pressure if left untreated can lead to complications during and after surgery. The purpose of this study is to determine the relationship between anxiety level and increased blood pressure in scheduled pre-surgery patients in the room of Imam Bonjol Hospital Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang. This study is aquantitative research with a cross sectional design. The population in this study is 341 people with a sample of 77 people. The sampling technique is the proposive sampling technique. The instrument used anxiety with the Hamilton anxiety rating scale (HARS) and for blood pressure using a Sphygmomanometer using an observation sheet, then analyzed univariate and bivariate with the Chi-Square p-value test ≤ 0.05. The results of the univariate analysis obtained data from more than half of 50 (64.9%) respondents experienced an increase in blood pressure, and 35 (45.5%) respondents had moderate levels of anxiety in preoperative patients. The results of the Chi-Square test showed a significant association between anxiety levels and increased blood pressure (p-value = 0.000). The results of this study can be concluded that there is a relationship between anxiety level and increased blood pressure in scheduled pre-surgery patients in the Imam Bonjol room, Tk. III Dr. Reksodiwiryo Hospital Padang.