Abstract:Kematangan karier merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan…
dengan kematangan karier adalah keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang berasal dari MAN 1 Kota Serang dan MAN 2 Kota Serang, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kematangan karier yang disusun berdasarkan enam aspek kematangan karier yaitu orientasi karier, informasi dan perencanaan karier, konsistensi pilihan karier, pemantapan karakteristik diri, kemandirian dalam memilih karier, serta kebijaksanaan dalam memilih karier. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 194,16. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Sig. = 0,347 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler bukan merupakan faktor yang membedakan tingkat kematangan karier siswa. Kematangan karier diduga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pemahaman diri, dukungan keluarga, pengalaman belajar, layanan bimbingan karier, dan akses terhadap informasi karier.
Career maturity is an important aspect that students need to develop in preparing for future educational and occupational choices. One factor that is assumed to be related to career maturity is participation in extracurricular activities. This study aimed to examine the differences in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not in State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in Serang City. This study employed a quantitative approach using a comparative research design. The sample consisted of 404 students from MAN 1 Serang City and MAN 2 Serang City selected through stratified random sampling. Data were collected using a career maturity questionnaire six dimensions of career maturity: career orientation, career information and planning, consistency of career preferences, crystallization of self-characteristics, career independence, and wisdom in career choice. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and comparative analysis. The results indicated that students' career maturity was generally at a good level, with a mean score of 194.16. However, the hypothesis testing revealed no significant difference in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not (Sig. = 0.347 > 0.05). These findings suggest that participation in extracurricular activities is not a distinguishing factor in students' career maturity. Career maturity is likely influenced by other factors, including self-understanding, family support, learning experiences, career guidance services, and access to career information.
Abstract:Beban Ganda Malnutrisi (Double Burden of Malnutrition) terbesar bagi dunia dalam hal gizi yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Kejadian ini telah menjadi perhatian dunia dan membutuhkan solusi yang tepat, salah satu…
tu kelompok yang rentan terhadap masalah gizi yaitu usia dewasa dengan masa usia > 18 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan status gizi antara mahasiswa yang tinggal di rumah dengan Mahasiswa Rantau di Diploma Tiga Keperawatan Universitas Abulyatama. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 150 orang mahasiswa dan mahasiswi Diploma Tiga Keperawatan Universitas Abulyatama, sampel sebanyak 60 orang mahasiswa dan mahasiswi yang terdiri 30 orang yang tinggal dirumah dan 30 orang tinggal dirantau, teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 17 s/d 22 Juni 2025, analisa data yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji independen t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tinggal dirumah rata-rata nilai IMT (status gizi) adalah 21,22, sedangkan responden yang tinggal dirantau rata-rata nilai IMT (status gizi) 20,16 dengan nilai perbedaan sebesar 1,06 dan p- value 0,042. Kesimpulan status gizi mahasiswa yang tinggal di rumah lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tinggal dirantau. Diharapkan pada mahasiswa dan mahasiswi untuk menjaga status gizi tetap normal dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan pengaturan pola makan yang baik, sehingga dapat mencegah terjadinya gizi kurang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam makna etika bisnis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon melalui pendekatan kualitatif fenomenologi. Fokus utama penelitian difokuskan pada…
ada pemahaman moral, pengalaman menghadapi dilema etis, internalisasi nilai kearifan lokal, serta peran kepercayaan dalam menjamin keberlangsungan usaha. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) secara semi-terstruktur terhadap informan pemilik UMKM di Kota Ambon yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data didasarkan pada prosedur fenomenologi Moustakas yang mencakup tahapan epoché, horisonalisasi, klaster tema, hingga deskripsi struktural-tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika bisnis dimaknai bukan sekadar sebagai instrumen kepatuhan hukum normatif, melainkan sebagai manifestasi integritas personal dan spiritualitas kerja. Hubungan interaktif bisnis sangat dipengaruhi oleh modal sosial kearifan lokal (seperti semangat kebersamaan berbasis trans-komunitas). Kepercayaan konsumen diidentifikasi sebagai jembatan kritis yang mengaitkan perilaku etis dengan keberlanjutan hidup usaha di Tengah tingginya volatilitas pasar. Temuan ini menyimpulkan pentingnya integrasi nilai moral kultural ke dalam manajemen UMKM guna menciptakan ekosistem bisnis lokal yang resilien dan berkelanjutan.
Abstract:Pasar modal merupakan industri berbasis kepercayaan (trust-based industry) yang idealnya mengedepankan prinsip transparansi dan keadilan publik. Namun, realitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun 2026 diwarnai oleh…
leh sanksi berat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap emiten PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) akibat kesalahan material laporan keuangan dan transaksi abnormal. Berbeda dengan riset terdahulu yang mengkaji kecurangan pasar secara parsial, penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan praktik manajemen laba (earnings management), transaksi orang dalam (insider trading), dan manipulasi pasar (saham gorengan) sebagai satu kesatuan mata rantai kejahatan kerah putih (white-collar crime), sekaligus membedahnya melalui tinjauan etika bisnis normatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menerapkan teknik analisis konten (content analysis) dan studi literatur komparatif terhadap data sekunder rilis resmi regulator serta laporan keuangan emiten. Pisau analisis yang digunakan mencakup Fraud Diamond Theory, Teori Keagenan (Agency Theory), Asimetri Informasi, serta Paradigma Integritas Manusia Utuh. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinkronisasi kecurangan yang terstruktur dari hulu ke hilir. Tahap hulu (the setup) diawali dengan rekayasa akuntansi melalui penyalahgunaan kapabilitas manajemen. Ketimpangan informasi di hulu kemudian dimanfaatkan di tengah jalan (the leak) untuk membocorkan informasi material kepada jaringan afiliasi, yang bermuara pada transaksi semu di hilir (the execution) guna menjebak psikologi investor ritel demi keuntungan egoistik sepihak. Dari tinjauan etika utilitarianisme dan deontologi Immanuel Kant, mata rantai kejahatan finansial ini dinilai cacat moral secara mutlak karena mencederai kewajiban moral kejujuran (duty of honesty) dan mengeksploitasi investor publik semata-mata sebagai alat komersial (means to an end). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem deteksi dini terintegrasi oleh regulator untuk memutus rantai kecurangan finansial di bursa nasional, Indonesia terutama ketika penerapannya masih bersifat formalitas dan belum didukung oleh budaya organisasi yang berintegritas. Perbedaan hasil juga dipengaruhi oleh sektor industri dan tingkat kematangan tata kelola masing-masing organisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan lintas sektor dan metode yang memperlihatkan bahwa efektivitas GCG dan audit internal sangat bergantung pada komitmen nyata dari manajemen serta internalisasi nilai-nilai etis dalam organisasi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji variabel moderasi seperti budaya organisasi dan komitmen manajemen, serta memperluas cakupan sektor penelitian agar hasilnya lebih representatif.
Abstract:Waste management has become one of the most persistent environmental challenges confronting rapidly growing urban areas in Indonesia. While previous studies have primarily explained waste management through technical infrastructure,…
rastructure, environmental awareness, or public policy, relatively little attention has been given to the interaction between environmental ethics and everyday social practices in shaping environmental behaviour. This study aims to examine how environmental ethics are translated into community waste management practices in Kendari City from the perspective of environmental sociology. A qualitative case study approach was employed using field observations, semi-structured interviews with 30 informants representing community members, religious leaders, community leaders, sanitation workers, and officials from the Kendari City Environmental Agency, as well as document analysis. The data were analysed using thematic analysis and interpreted through the analytical perspectives of Environmental Sociology, Social Practice Theory, Public Sphere Theory, and Political Ecology. The findings reveal that environmental ethics constitute an important normative foundation for environmental responsibility; however, their implementation in everyday waste management practices is mediated by socially embedded habitus, community values, institutional capacity, public discourse, and local governance. Waste management behaviour is therefore shaped not only by individual awareness but also by continuous interactions among social norms, institutional arrangements, and collective practices. The study concludes that sustainable urban waste management requires integrated approaches combining environmental ethics, community participation, participatory governance, and institutional collaboration. By integrating environmental ethics with environmental sociology, this study contributes to a broader understanding of the social dimensions of urban waste management and offers practical insights for strengthening community-based environmental governance in Indonesia.
Abstract:Cigarette smoke exposure is a significant health threat that may trigger lipid metabolism disorders, particularly by increasing serum triglyceride levels through nicotine-stimulated production of Very Low-Density Lipoprotein…
tein (VLDL). This study aimed to analyze the correlation between cigarette smoke exposure levels and serum triglyceride levels in students to identify cardiovascular risks among the productive age group. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 83 participants were selected using a purposive sampling technique. Participants' levels of exposure to cigarette smoke were assessed, and their serum triglyceride levels were analyzed using the GPO-PAP enzymatic method. Statistical analysis was performed to determine the significance of the association between smoke exposure levels and serum triglyceride levels. The findings indicate no statistically significant correlation between the level of cigarette smoke exposure and serum triglyceride levels among the study participants (Spearman's rho, p = 0.882). Most participants were classified as having mild cigarette smoke exposure and exhibited serum triglyceride levels within the normal reference range. Furthermore, the relatively homogeneous exposure levels and the young age of the participants may have contributed to the limited variability observed in the study. In conclusion, mild cigarette smoke exposure was not significantly associated with serum triglyceride levels among young adults.
Abstract:This study aims to analyze in depth the implementation of islamic business ethics in the sale and purchase of classic Vespa motorcycles at Garage Scooter krangkeng, Indramayu Regency, trough the perspective of Sharia Economic…
nomic Law. As part of sociological phenomenon and contemporary automotive creative economy, transactions of used motorcycles with high historical value are often faced with technical information asymmetry between business actors and consumers. This study uses a qualitative-descriptive method with a normative-empirical case study approach. Primary data were collected directly from the field through participatory observation and in-depth interviews with Garage Scooter owners and consumers, while secondary data were obtaied through participatory observastion and-depth interviews with Garage Scooter owners and consumers, national regulitions. The result of the study indicate thet transaction practices at Garage Scooter Kangkeng are carried out through a direct sale and purchase scheme (bal’ musawamah) and an indent system for ordering modification restorations. Business actors have implemened basic islamic business ethics values such as honesty (shiddiq0, trustworthiness, transparancy, and reponsibility for product qualit. However, crucial loopholes are still found in the form of weak black and white doumentation (written contracts), which opens up the potential fo uncertainty (gharar) and manipulation of minor information (tadlis)related to detalled machine specifacitions and the accuracy of restoration times. Viewed form Shari Economic La, the validity of The pillar and conditions of commodity objects requires strengthening after-sales technical tansparancy through written instruments (al-kitabah) to uphold the principle of mutual consent (an-tardhin) and the right to choose (khiyar al-‘aib) in order to achieve tru benefit (maslahah).
Abstract:Kasus posisi yang terjadi adalah pada putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 358/PDT/2019/PT DKI memutuskan untuk menerima permohonan banding dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Amar putusan ini menetapkan…
netapkan sahnya perjanjian kredit, menyatakan tergugat cedera janji, dan menghukum tergugat melunasi utang atau merelakan objek jaminan dieksekusi. Permasalahannya adalah bagaimana tanggung jawab debitor yang wanprestasi terhadap perjanjian utang dan apa implikasinya putusan pengadilan tersebut terhadap para pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif normatif yang merupakan pendekatan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis fenomena tanggung jawab debitur atas hak tanggung terhadap perjanjian kredit yang bermasalah. Hasil penelitian ini menjelaskan, bahwa putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 358/Pdt/2019/PT.DKI, tanggung jawab debitor yang melakukan wanprestasi (cedera janji) dalam perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan meliputi kewajiban melunasi seluruh sisa utang pokok beserta bunga, serta menghadapi konsekuensi eksekusi objek jaminan oleh kreditor demi memulihkan kredit bermasalah.
Abstract:Perubahan komunikasi yang dipicu oleh media sosial tidak hanya terbatas pada kecepatan dan aksesibilitas, tetapi juga mencakup perubahan dalam bahasa, gaya komunikasi, dan norma sosial. Namun, di sisi lain, penggunaan media…
dia sosial yang intens juga dapat memengaruhi kemampuan komunikasi langsung, seperti kemampuan berbicara secara tatap muka atau memahami isyarat nonverbal, yang merupakan elemen penting dalam komunikasi tradisional. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penurunan kualitas interaksi sosial secara langsung di kalangan remaja (Khairiah et al., 2025). Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Random Sampling dengan total sampel sebanyak 111 remaja. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kueioner durasi penggunaaan media sosial dan komunikasi interpersonal. Hasil: Penelitian ini menunjukan mayorirtas durasi penggunaan media sosial instagram tinggi sebanyak 51 responden (46,%). Dan hasirl penenlitian mayorirtas mengalami pola komunikasi interpersonal berpengaruh sebanyak 64 responden (57.7%). Hasil uji Chi-square tets menunjukan nilai p-value 0,001 < α 0,005 serhirngga Ha dirterrirma dan Ho dirtolak yang artirnya ada pengaruh durasi penggunaan sosial media instagram terhadap perubahan komunikasi remaja di SMK Az Zahra Sepatan.
Abstract:Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan proses penting dalam menentukan mahasiswa yang memiliki kompetensi terbaik untuk memimpin organisasi kemahasiswaan. Namun, proses seleksi yang masih bergantung pada…
da popularitas dan penilaian subjektif berpotensi menghasilkan keputusan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) untuk membantu proses pemilihan Ketua BEM secara objektif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pembina BEM untuk menentukan kriteria dan bobot penilaian. Lima kriteria yang digunakan meliputi kepemimpinan, kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, integritas, dan indeks prestasi kumulatif (IPK). Tahapan metode MOORA terdiri atas penyusunan matriks keputusan, normalisasi, perhitungan nilai optimasi, dan proses perangkingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif K1 memperoleh nilai optimasi tertinggi sebesar 0,473 sehingga direkomendasikan sebagai Ketua BEM terpilih. Penerapan metode MOORA mampu menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, sistematis, transparan, dan akurat sehingga dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan Ketua BEM berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
The selection of the Student Executive Board (BEM) President is an important process in determining the most qualified student to lead the student organization. However, conventional selection processes often rely on popularity and subjective judgments, which may lead to less optimal decisions. This study aims to develop a Decision Support System (DSS) using the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method to support a more objective selection process. Research data were collected through interviews with BEM advisors to determine the assessment criteria and their corresponding weights. Five criteria were used, namely leadership, communication skills, organizational experience, integrity, and grade point average (GPA). The MOORA method consists of decision matrix construction, normalization, optimization value calculation, and ranking. The results indicate that candidate K1 achieved the highest optimization value of 0.473 and was therefore recommended as the selected BEM President. The implementation of the MOORA method provides a more objective, systematic, transparent, and accurate decision-making process, making it an effective tool for supporting the selection of the most suitable BEM President based on predetermined criteria.