Abstract:Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas interaksi masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam ruang digital. Namun, rendahnya literasi hukum pidana menyebabkan banyak aktivitas sehari-hari berpotensi menimbulkan…
mbulkan konsekuensi hukum tanpa disadari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran hukum pidana mahasiswa melalui penyuluhan yang dilaksanakan secara daring dan/atau hybrid. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan mengangkat contoh-contoh kasus sederhana yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum pidana mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai perilaku yang berpotensi melanggar hukum pidana serta mendorong kesadaran akan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam aktivitas digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalkan pelanggaran hukum pidana di lingkungan akademik
Abstract:Pengembangan fasilitas umum dapat menjadi bagian penting dari kegiatan pengabdian masyarakat, khususnya untuk mendukung kebutuhan sosial warga. Gedung balai RW di Desa Mergosari, merupakan sarana sosial yang berpotensi untuk…
ntuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan komunitas. Kegiatan pengabdian dilakukan oleh dosen dan mahasiswa melalui tahapan koordinasi dengan perangkat desa, survey lapangan, pengukuran kondisi eksisting, serta perancangan desain arsitektur menggunakan perangkat lunak. Hasil rancangan meliputi denah, tampak depan, samping, belakang, serta visualisasi tiga dimensi. Desain yang disusun menunjukkan fungsi balai RW sebagai ruang pertemuan representatif sekaligus pusat aktivitas sosial, edukasi, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Rancangan ini telah diterima dengan baik oleh perangkat desa dan perwakilan warga, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan balai RW yang lebih fungsional, produktif, dan berkelanjutan.
Abstract: Kepemimpinan merupakan salah satu determinan utama dalam mempengaruhi kinerja perawat di rumah sakit. Peran perawat manajer terutama sebagai pemimpin unit keperawatan, menjadi krusial dalam mengarahkan, memotivasi, dan…
dan mengoptimalkan potensi perawat melalui gaya kepemimpinan yang adaptif. Salah satu gaya kepemimpinan yang semakin relevan dalam konteks organisasi modern adalah kepemimpinan spiritual, yang menekankan nilai-nilai spiritualitas, kebermaknaan kerja, dan kesejahteraan holistik bagi perawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat manajer tentang gaya kepemimpinan spiritual guna mendukung peningkatan kinerja perawat dalam pelayanan keperawatan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukasi interaktif berbasis ceramah (lecture-based talks) dan diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) yang melibatkan 9 orang perawat manajer dari rumah sakit Umum Aisyiyah Padang. Waktu pelaksanaan pada 7 Februari 2025. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk menilai efektivitas kegiatan edukasi. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan skor pengetahuan peserta dari 11,1% (pre-test) menjadi 88,9% (post-test), yang mengindikasikan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dan implementasi kepemimpinan spiritual dalam praktik keperawatan. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan spiritual perawat manajer untuk menciptakan lingkungan kerja yang penuh dengan nilai-nilai, sikap, dan perilaku calling, membership, dan altruism yang mendukung kinerja optimal perawat dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Abstract:Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan publik di BKPSDM Provinsi Gorontalo telah dilaksanakan, namun belum sepenuhnya optimal. Pada prinsip transparansi, penyampaian…
n informasi pelayanan telah dilakukan, tetapi masih terdapat keterbatasan dalam penyebarluasan informasi serta kepastian waktu pelayanan. Pada prinsip akuntabilitas, aparatur telah melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab, meskipun masih ditemukan keterlambatan dalam penyelesaian pelayanan administrasi. Pada prinsip partisipasi, telah tersedia ruang bagi pengguna layanan untuk memberikan saran dan masukan, namun tingkat partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, pada prinsip efektivitas dan efisiensi, pelayanan telah didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi, tetapi belum berjalan secara maksimal sehingga masih diperlukan peningkatan kualitas sistem pelayanan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan publik di BKPSDM Provinsi Gorontalo telah mengarah pada tata kelola pemerintahan yang baik, namun masih memerlukan berbagai upaya perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih transparan, akuntabel, partisipatif, efektif, dan efisien.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah terdapat pengaruh pola interaksi dalam keluarga terhadap kematangan emosi remaja yang tinggal di Kota Kupang. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 35 orang remaja berusia…
erusia 17 hingga 21 tahun yang dipilih secara keseluruhan karena jumlah populasi yang terbatas. Data dikumpulkan melalui daftar pernyataan berjenjang yang diisi langsung oleh responden, kemudian diolah menggunakan program statistik SPSS versi 22. Hasil gambaran umum menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kualitas komunikasi keluarga dan tingkat kematangan emosi keduanya tergolong baik. Pengujian regresi memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,426 yang lebih besar dari batas kesalahan 5%, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Besaran peran pola komunikasi keluarga hanya mencapai 1,9%, sedangkan sisanya sebesar 98,1% dipengaruhi oleh aspek lain di luar ruang lingkup penelitian. Meskipun demikian, arah hubungan yang positif menunjukkan bahwa interaksi keluarga yang baik tetap berperan mendukung perkembangan emosi yang sehat. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada kualitas alat ukur dan jumlah sampel, sehingga disarankan bagi penelitian mendatang untuk menggunakan instrumen yang lebih teruji dan melibatkan jumlah responden yang lebih banyak.
Abstract:Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong meningkatnya jumlah pengguna internet, khususnya di kalangan mahasiswa. Namun, tingginya intensitas penggunaan internet tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas perilaku…
rilaku beretika di ruang siber. Maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, serta pelanggaran privasi menjadi indikator rendahnya literasi digital sebagian pengguna. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual: (1) peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dalam ekosistem digital, (2) kontribusi literasi digital dalam membentuk perilaku beretika dan bertanggung jawab di dunia siber, serta (3) dampak nyata rendahnya literasi digital terhadap keamanan data pribadi dan privasi pengguna. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber relevan terkait literasi digital, etika siber, dan keamanan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital berperan sebagai instrumen kritis yang tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk kesadaran etis, tanggung jawab digital, dan kemampuan proteksi privasi. Mahasiswa, sebagai kelompok pengguna internet yang dominan dan terdidik, memiliki posisi strategis untuk memimpin perubahan budaya digital menuju ekosistem yang lebih sehat, aman, dan beretika.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan…
n Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, kusioner dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis kuantitatif, dengan teknik analisis data bantuan SPSS versi 25. Tahapan analisis meliputi pengujian instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji parsial (uji t) dan uji simultan (uji F), sementara besarnya kontribusi pengaruh variabel diukur menggunakan analisis koefisien determinasi. dengan bantuan SPSS versi 25. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ASN di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bone Bolango yang berjumlah 57 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan budaya kerja masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini didukung oleh nilai koefisien determinasi yang menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan transformasional dan budaya kerja memberikan kontribusi sebesar 58,4% terhadap disiplin kerja, sedangkan 41,6% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya Batak dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai…
gai artikel ilmiah yang relevan mengenai etnomatematika budaya Batak dalam pembelajaran matematika. Data diperoleh melalui proses identifikasi, seleksi, pengkajian, dan sintesis terhadap sumber-sumber pustaka yang membahas pemanfaatan rumah adat Batak, motif ulos, ornamen tradisional, serta media dan model pembelajaran berbasis budaya Batak. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk menemukan tema-tema utama dan kontribusi masing-masing penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya Batak mengandung berbagai konsep matematika, khususnya geometri, seperti bangun datar, bangun ruang, transformasi geometri, simetri, pola, dan numerasi. Integrasi budaya Batak dalam pembelajaran matematika terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep geometri, kemampuan visualisasi, penalaran geometris, motivasi belajar, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran berbasis budaya Batak, seperti komik matematika dan aplikasi GeoGebra, memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran matematika berbasis budaya Batak dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran geometri sekaligus melestarikan budaya lokal.
Abstract:Mata kuliah Psikolinguistik seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih bagi prodi Pendidikan Bahasa Arab karena dengan psikolinguistik sebagai guru ataupun dosen bahasa Arab dapat memanfaatkan bagaimana mengajar bahasa…
Arab dengan baik dan melihat psikologi anak didik. Hasil penelitian pakar psikolinguistik dapat digunakan dalam memahami pemerolehan bahasa pertama maupun dalam pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing. Pasalnya, ruang lingkup kajian psikolinguistik sangat bermanfaat bagi pembelajaran bahasa. Di dalam kurikulum pendidikan bahasa Arab, mata kuliah psikolinguistik dimasukkan dalam kelompok mata kuliah proses belajar-mengajar, bukan pada kelompok mata kuliah linguistik/kebahasaan. Hal ini karena pokok bahasan dalam psikolinguistik sangat erat kaitannya dengan kegiatan proses belajar mengajar bahasa itu. ketika teori pemerolehan bahasa pertama dan kedua atau bahasa asing sudah diketahui untuk mengajarkan bahasa diharapkan tidak ada problem yang sulit ketika dalam proses mengajar. Makanya tidaklah berlebihan jika mengatakan psikolinguistik itu sangat berguna bagi mahasiswa PBA.
Abstract:Nature based curricula are often perceived as mere aimless play, despite their significant potential to meet formal learning targets. This study aims to analyze the role of teacher professionalism in integrating outdoor…
experiences (outbound) into formal learning outcomes for early childhood. The research method employed is descriptive qualitative through a literature study of reputable journals. The findings indicate that teacher professionalism, encompassing pedagogical competence and nature-educator identity, is the key to successful integration. Systematically designed outdoor activities are proven to significantly enhance children's executive functions, self-regulation, and literacy-numeracy skills. The discussion emphasizes that direct experience in nature is not a hindrance but a catalyst for formal academic achievements. In conclusion, effective integration requires teachers capable of mapping nature activities into national curriculum indicators. This study recommends specialized training for early childhood teachers to strengthen reflection and curriculum mapping skills in nature-based settings.