Abstract:Through customer satisfaction at Marinar Café Makassar City, this study aims to analyze the effect of store atmosphere, service quality, and product variants on consumer loyalty. This study uses a quantitative approach to…
to collect data from 100 respondents who are customers of Marinor Café in Makassar City. Participants in this study were all visitors to the Marinor Cafe in Makassar City. Path analysis (Path analysis) is the data analysis method used. The findings show that customer satisfaction at Marinor Café Makassar City is positively and significantly influenced by store atmosphere, service quality, and product variants. Therefore, it can be said that customer satisfaction can mediate the effect of service quality and product variety on customer loyalty, but does not mediate the effect of store atmosphere on customer loyalty.
Abstract:Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Ponggi, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara, dengan tujuan untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak melalui penerapan pendekatan partisipatif…
f berbasis komunitas. Desa Ponggi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensisosial dan semangat gotong royong yang tinggi, namun masih menghadapi berbagai persoalan seperti kurangnya kesadaran terhadap perlindungan anak, rendahnya partisipasi perempuan dalam kegiatan publik, serta minimnya kegiatan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan aman. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Program utama yang dilaksanakan meliputi pembenahan taman kanak-kanak (TK), Festival Anak Ceria, senam sehat mingguan, penyuluhan anti-bullying dan KDRT, serta kampanye kesehatan reproduksi yang seluruhnya dilaksanakan secara kolaboratif dengan perangkat desa, guru, dan ibu-ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran sosial masyarakat terhadapi superlindungan anak dan kesetaraan gender. Ibu-ibu mulai aktif berpartisipasi dalam kegiatan publik, anak-anak menjadi lebih percaya diri dan peka terhadap empati sosial, serta lingkungan belajar menjadi lebih bersih dan nyaman. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam memperkuat kohesisosial, menumbuhkan rasa memiliki terhadap program, serta menciptakan keberlanjutan kegiatan setelah PKM berakhir. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi mampu menjadi strategi efektif dalam mewujudkan desa yang inklusif, aman, dan ramah bagi perempuan dan anak.
Abstract:Peningkatan pendapatan melalui produk permen pinang (PERANG) di Desa Teluk Sentosa bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang potensi besar produk lokal, terutama pinang, yang dikenal memiliki…
i manfaat kesehatan dan nilai ekonomi yang tinggi. Dalam sosialisasi ini, masyarakat diberikan pelatihan pembuatan permen pinang yang dilakukan secara partisipatif, di mana seluruh proses pengolahan dilakukan bersama-sama dengan panduan dari para ahli. Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan manfaat pinang, baik dari sisi kesehatan seperti kandungan antioksidan yang tinggi, maupun dari sisi ekonomi, yang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Melalui kegiatan pelatihan ini, warga desa diajak untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam menciptakan varian produk yang lebih menarik dan bernilai jual tinggi. Sebagai langkah selanjutnya, diharapkan produk permen pinang ini dapat masuk ke dalam jaringan distribusi yang lebih besar, termasuk pasar modern dan online, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi masyarakat Desa Teluk Sentosa. Program ini juga berencana untuk melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat dalam pelatihan lanjutan, sehingga lebih banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat ekonomi dari produk inovatif.
Abstract:This study aimed to analyze the effect of brand image and perceived quality on willingness to pay premium for local Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) products. Amid increasingly intense market competition with…
imported goods and national brands, local MSMEs are required to build strong brand image and good perceived quality so that consumers are willing to pay a premium price. A quantitative approach with a causal research design was employed. The study population consisted of consumers who had purchased local MSME products within the past three months in Sukabumi and its surrounding areas. A total of 220 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 24 software. The results show that brand image has a positive and significant effect on willingness to pay premium with a coefficient of 0.45 (p<0.01), and perceived quality has a positive and significant effect with a coefficient of 0.39 (p<0.01). Simultaneously, both variables explain 54.2% of the variance in willingness to pay premium. These findings confirm that strengthening brand image and improving consumer-perceived product quality are key strategies for MSME actors to increase the selling value and competitiveness of local products
Abstract:Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi dampak strategi penetapan harga dan kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen di Cabang Mie Gacoan yang berlokasi di Kota Sukabumi. Investigasi menggunakan metodologi…
etodologi kuantitatif yang bersifat asosiatif, mencakup 96 peserta yang dipilih menggunakan rumus Lemeshow dalam hubungannya dengan teknik pengambilan sampel yang bertujuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan menjadi sasaran analisis menggunakan berbagai metodologi statistik, termasuk regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa penetapan harga memberikan kontribusi positif dan signifikan secara statistik pada kepuasan konsumen, di samping kualitas layanan, yang meningkatkan kepuasan melalui dimensi kemanfaatan, presisi, dan persahabatan. Secara kolektif, harga dan kualitas layanan menyumbang 47,1% dari varians dalam kepuasan konsumen, sedangkan porsi sisanya disebabkan oleh faktor penentu lainnya. Hasil ini mendukung gagasan bahwa kepuasan konsumen berasal dari interaksi harga yang tepat dan kualitas layanan yang optimal, sehingga menggarisbawahi perlunya peningkatan di kedua dimensi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan Mie Gacoan.
Abstract:Artikel ini mengkaji penggunaan varian qira’at dalam penafsiran Ibnu Kaṡir terhadap frasa Māliki/Maliki Yawm al-Dīn (QS. Al-Fātiḥah [1]: 4). Fokus penelitian meliputi identifikasi riwayat qira’at yang dikutip, status kesahihannya,…
status kesahihannya, serta metode Ibnu Kaṡir dalam menyikapi keragaman bacaan—apakah beliau menggabungkan (jam‘) seluruh qira’at sahih atau cenderung (tarjīḥ) pada salah satunya. Dengan menggunakan metode analisis konten kualitatif terhadap kitab Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm dan didukung literatur qira’at primer, ditemukan bahwa Ibnu Kaṡir menyebutkan lima varian bacaan: māliki, maliki, malīki, malikī (isybā‘ Nāfi‘), dan malaka (Abū Ḥanīfah). Dua yang pertama ditegaskan sebagai ṣaḥīḥ mutawātir dalam Qirā’āt Sab‘ah, bacaan ketiga dan keempat tidak dikritik serta merupakan bagian dari qira’at sahih lainnya, sedangkan bacaan kelima dinilai syāż gharīb jiddan. Ibnu Kaṡir tidak mentarjīḥ antara māliki dan maliki, melainkan menerapkan metode jam‘ dengan menghimpun makna “Pemilik” dan “Raja” sekaligus sebagai cerminan otoritas mutlak Allah di Hari Pembalasan. Sikap ini sekaligus mendamaikan klaim historis tentang bacaan Marwān bin al-Ḥakam, menunjukkan bahwa Ibnu Kaṡir mengakui autentisitas kedua qira’at tanpa terjebak polemik politik. Temuan ini memperkuat posisi Ibnu Kaṡir sebagai mufasir yang mengintegrasikan keragaman qira’at mutawatir tanpa harus menjatuhkan pilihan, serta menawarkan model harmonisasi qira’at dalam tafsir bi al-ma’ṡūr.
Abstract:Penetrasi ajaran Salafi ke dalam struktur organiasasi Muhammadiyah menjadi realitas yang terus mengemuka. Ini adalah fenomena yang mengkhawatirkan, mengingat secara faktual pemahaman dan amalan yang dianut dan dilaksanakan…
an aktivis Persyarikatan sudah tidak sama dalam beberapa hal dengan faham dan amalan Muhammadiyah peristiwa ini kemudian dikenal dengan varian “Musa” (Muhammadiyah-Salafi). Penelitian ini berusaha untuk menganalisis penetrasi gerakan Salafi terhadap Persyarikatan Muhammadiyah yang berdampak pergeseran pemahaman pada Pengurus, Anggota dan Aktivis Muhammadiyah Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif naturalistik. Temuan penelitian ini mengungkap terdapat personil dalam struktur organisasi Muhammadiyah, namun mempraktikkan dakwah dan ideologi salafi. Penulis merekomendasikan beberapa upaya yang harus dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah: Pertama, Kepemimpinan. Pimpinan Muhammadiyah harus bersikap tegas terhadap faham Salafisme yang melalui kebijakan atau aturan-aturan yang telah ditetapkan. Kedua, Dialog penguatan faham Muhammadiyah. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan jalan dialog keilmuan atau pengajian khusus manhaj Muhammadiyah di struktur Organisasi Muhammadiyah Paser, dan wilayah strategis Muhammadiyah yaitu Amal Usaha dan Organisasi Otonom. Ketiga Pemberdayaan internet, gerakan pemahaman tentang Muhammadiyah lewat perangkat internet harus dimasifkan. Akun-akun media sosial Muhammadiyah Paser harus aktif termasuk menggelar kegiatan edukasi online yang populer seperti podcast.
Abstract:This service responds to the challenges of traditional dodol entrepreneurs in Melaka, Malaysia: weak branding strategies, lack of product innovation, and low competitiveness in the midst of the modern food industry. Using…
g a participatory service learning approach based on qualitative methods (in-depth interviews, field observations, FGDs), students are actively involved in business assistance including packaging design, flavor variant development, improvement of hygiene standards, and the use of digital media for promotion. This program aims to strengthen the Melaka dodol brand identity, encourage product innovation, and increase the capacity of MSME actors. Its contribution lies in the university-community collaboration model that strengthens the local economy while preserving culinary heritage through the documentation of cultural values. The results show an improvement in branding quality, more attractive packaging, the emergence of variant innovations, and an increase in the digital marketing capabilities of business actors. This activity also strengthens student-community social relations and opens up opportunities for community innovation hubs for sustainable collaboration. The findings affirm the effectiveness of service learning as an empowerment strategy that integrates cultural preservation with the strengthening of the local economy, as well as making a theoretical-practical contribution to community-based entrepreneurship.
Abstract:The Indonesian telecommunication industry is currently experiencing saturation in the Business-to-Consumer (B2C) market segment, prompting PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk to aggressively execute business transformation…
by shifting toward a Business-to-Business (B2B) Digital model to maintain relevance amidst increasingly competitive and dynamic global business competition. This shifting phenomenon demands comprehensive internal readiness, particularly regarding resource orchestration and marketing ambidexterity maturity to balance traditional connectivity business with the exploration of high-value digital service innovation. This research employs a quantitative methodology with descriptive and causal approaches to dissect and objectively measure the level of organizational readiness in facing such market disruptions. Primary data collection was conducted with 385 respondents consisting of employees and strategic stakeholders involved in the transformation process at PT Telkom Indonesia using a nonprobability sampling technique with a purposive sampling method. All collected data were subsequently processed and tested using the SmartPLS version 4 analysis tool to ensure accuracy in modeling the complex relationships between the variables. The data analysis techniques utilized include descriptive statistics to provide a general overview of the data and variance-based Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the significance of relationships between latent variables within the research model. The research findings project that corporate strategy significantly and positively influences business transformation success and B2B Digital model development, while simultaneously providing a strong direct impact on strengthening the company's competitiveness at the global level. The analysis results also indicate that internal transformation effectiveness and the implementation of B2B digital solutions are primary determinants capable of substantially enhancing the company's ability to compete across borders in the digital platform era. Furthermore, the mediating roles of business transformation and B2B Digital model variables have proven to be crucial in reinforcing the link between corporate strategic orientation and the achievement of sustainable international competitive advantage. Overall, this study provides an empirical foundation regarding the importance of precise resource orchestration for Telkom Indonesia to realize its vision as a preferred digital telco capable of winning competition in international markets.
Abstract:The complexity of modern healthcare services has led nursing personnel to face high workloads, intensive emotional demands, and dynamic, high-risk working environments. These conditions make nursing resilience an essential…
al psychological factor in maintaining the effectiveness and efficiency of nursing performance. This study aimed to analyze the determinant factors influencing nursing resilience and its impact on nursing work efficiency at King Fahad Specialist Hospital in 2026. This study employed a quantitative cross-sectional design using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) approach. The study population consisted of all active nurses at the Qassim Health Cluster, totaling 4,425 nurses. A total of 356 respondents were selected using stratified random sampling. Data were collected using the Nursing Resilience Scale, Nursing Work Efficiency Scale, Utrecht Work Engagement Scale, and Perceived Organizational Support Scale, all of which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using SmartPLS 4. The results showed that organizational support (β = 0.431; p < 0.001), work engagement (β = 0.388; p < 0.001), psychological well-being (β = 0.362; p < 0.001), and a supportive work environment (β = 0.295; p < 0.001) had significant positive effects on nursing resilience. Conversely, high workload negatively affected nursing resilience (β = -0.276; p < 0.001). Nursing resilience was also found to have a significant positive effect on nursing work efficiency (β = 0.614; p < 0.001). The R-square value of 0.71 indicated that the research model explained 71% of the variance in nursing work efficiency. Nursing resilience is a strategic psychological resource influenced by organizational, psychological, and work environment factors in improving nursing work efficiency. This study is expected to provide theoretical contributions to the development of nursing management and healthcare organizational behavior literature, as well as practical contributions for hospitals in designing strategies to strengthen healthcare workers’ psychological resilience based on human-centered healthcare management.