Search Articles & Publications

Showing 80 articles found for "Varian"

THE EFFECT OF HAND PUPPET MEDIA ON THE SPEAKING SKILLS OF SECOND GRADE STUDENTS AT MI AS-SYAFI’IYAH 10 GUNUNG SINDUR

Lu'luil Maknun, Fitriyana, Nia
Abstract: The purpose of this study is to determine the significance level of the effect of using hand puppet media on the speaking skills of second-grade students at MI As-Syafi’iyah 10 Gunung Sindur. This research employed a quasi-experimental&#8230; uasi-experimental method with a quantitative approach. The sampling technique used was non-random purposive sampling, with two classes selected as samples, each consisting of 32 students. The data collection technique used in this study was an oral test instrument, designed using a non-equivalent control group design. The results showed that the average score of the experimental class was 45.31 in the pre-test and 67.81 in the post-test. Meanwhile, the control class scored an average of 44.84 in the pre-test and 46.56 in the post-test. The data were tested for normality and found to be normally distributed. The homogeneity test results showed a significance value of 0.308 > 0.05, indicating that the data are homogeneous or have the same variance. The findings revealed that the use of hand puppet media had a significant effect on students' speaking skills. The hypothesis testing using a Paired Sample T-Test showed a significance level of 0.000 < 0.05, indicating that the result is statistically significant. Therefore, the null hypothesis (H₀) is rejected, and the alternative hypothesis (H₁) is accepted, meaning there is a significant difference in students’ speaking skills before and after being taught using hand puppet media.

PENGARUH PELATIHAN DAN KOMPETENSI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT TRIMITRA AGRO JAYA KOTA PEKANBARU

Muhammad Zul Padri, Resti Riandi, Desi Susanti
Abstract: The data analysis techniques used in this research are descriptive analysis techniques and inferential statistics which use the validity test formula, reliability test, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity&#8230; sticity test, multiple linear regression, t test, F test and coefficient of determination. The research results concluded that training partially influences work performance with a calculated t value of 5.085> t table 2.009 and a sig value of 0.000 < 0.05. Partially, competency has no effect on work performance with a calculated t value of 0.223 < t table 2.009 and a sig value of 0.824 > 0.05. Simultaneously training and competency influence performance. This can be seen from the F test results which show that the calculated F value is 27.522> F table 3.18 and the sig value is (0.000 <0.05). Then it was discovered that based on the coefficient of determination test, the adjusted R square value was 0.510 or 51%. This can be explained by the fact that the training and competency variables have 51% of the ability to explain the work performance variable and there is still 49% of the variance explained by other variables.

HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN TIMBULNYA DAMPAK BIOLOGIS PADA REMAJA PUTRI DI POSKESDES DESA DALAM

Sri Gusniyati, Tahun, Omega DR.
Abstract: Remaja merupakan suatu kondisi peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang usianya terbagi menjadi 3 kelompok yaitu remaja awal (Early Adoloscence) usia 10-12 tahun, remaja madya (Middle Adoloscence) usia 13-15 tahun dan&#8230; remaja akhir (Late Adoloscence) usia 16-19 tahun Fase ini merupakan masa penentuan seseorang sebelum menginjak ke usia dewasa, pada masa ini individu akan mengalami banyak perubahan pada aspek perkembangan dan pertumbuhan, serta membutuhkan segala sesuatu untuk melewati masa perkembangannya .Tujuan Penelitian Mengetahui adanya hubungan pernikahan dini dengan dampak biologis bagi remaja putri di Poskesdes Desa Dalam. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif yaitu suatu desain yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotetsis yang telah ditetapkan. Hasil Analisis univarian dalam penelitian ini menyajikan usia saat responden pertama kali menikah, kejadian anemia dan perdarahan saat persalinan. distribusi frekuensi berdasarkan usia remaja saat pertama kali menikah didapatkan bahwa dari 25 responden yang diteliti, persentase tertinggi adalah usia 16-19 tahun yaitu 20 responden (80%) sedangkan usia 10-15 tahun sebanyak 5 responden (20%). Kesimpulan  Sebagian besar pernikahan dini dilakukan pada usia 16-19 tahun yaitu sebanyak 20 jiwa dan 10-15 tahun sebanyak 5 jiwa, Sebagian besar ibu yang melakukan pernikahan dini mengalami anemia sebanyak 8 jiwa (16-19 tahun) dan 5 jiwa (10-15 tahun). Sedangkan ibu yang melakukan pernikahan dini melewati proses persalinan dengan perdarahan sebanyak 15 jiwa (16-19 tahun) dan 1 jiwa (10-15 tahun)

Literasi Dan Respon Masyarakat Terhadap Media Audiovisual Sebagai Promosi Kesehatan Mulut Dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)

Sidabutar, Manginar, Ratih Variani, Aleksandra Daku Lodo
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi dan respon masyarakat terhadap media audiovisual berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai promosi kesehatan mengenai hubungan kesehatan mulut dengan Infeksi Saluran&#8230; Pernapasan Atas (ISPA). Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan pretest-posttest pada 50 pengguna media sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data literasi diperoleh melalui kuesioner sebelum dan sesudah menonton video audiovisual yang disebarkan melalui Instagram dan YouTube. Respon masyarakat diukur melalui indikator jumlah like, share, komentar positif, dan durasi tontonan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan literasi yang signifikan setelah menonton video audiovisual. Sebelum intervensi, responden dengan kategori literasi rendah sebesar 46%, kategori sedang 46%, dan kategori tinggi 8%. Setelah intervensi, kategori literasi tinggi meningkat menjadi 86%, sedangkan kategori rendah menurun menjadi 2%. Rata-rata skor literasi meningkat dari 55,6% menjadi 92,6%. Respon masyarakat terhadap media audiovisual menunjukkan hasil positif dengan jumlah like 100%, share 66%, dan komentar positif 78%. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan media audiovisual berbasis AI sebagai sarana promosi kesehatan mulut yang dikaitkan dengan ISPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audiovisual berbasis AI berpotensi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat secara digital.

Peran Budaya Organisasi dan Disiplin Kerja dengan Mediasi Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar

Ni Kadek Lisnayanti, Ni Made Yudhaningsih, Ni Luh Indiani
Abstract: This study is motivated by the importance of understanding the factors that influence employee performance within governmental organizations, particularly in the National Unity and Political Agency (Bakesbangpol) of Denpasar&#8230; asar City. The primary objective of this research is to analyze the effects of organizational culture and work discipline on employee performance, while also examining the mediating role of work motivation. Employing a quantitative approach and path analysis method, the study involved all employees of Bakesbangpol Denpasar using a saturated sampling technique. The findings reveal that organizational culture does not have a significant direct effect on employee performance, whereas work discipline exerts a positive and significant influence. Work motivation emerges as a crucial factor affecting performance, with a path coefficient of β = 0.440 and a significance value of 0.000. Although organizational culture significantly influences work motivation, it does not directly impact performance. In contrast, work discipline does not significantly affect motivation. Notably, work motivation significantly mediates the relationship between organizational culture and employee performance, but not the relationship between work discipline and performance. These findings underscore the pivotal role of work motivation as a mediating variable that enhances the impact of organizational culture on performance improvement. With an R value of 0.695 and an Adjusted R² of 0.683, the model explains 68.3% of the variance in employee performance, with the remaining 31.7% attributed to other factors outside the model. The novelty of this study lies in mapping the structural relationships among organizational culture, work discipline, and motivation as a mediating variable within the context of a local governmental institution an area that has been empirically understudied.

Pendampingan Penyusunan Strategi Peningkatan Daya Saing UMKM Kue Balok Boga Rasa Melalui SWOT dan QSPM

Sofi Esha Putri, Alia Angginie, Nenden Nur Asiah Jamil, Herwati Fuji Lestari, Febrianti Enjelina Dewi, Ridlwan Muttaqin
Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Kue Balok Boga Rasa dalam menyusun strategi peningkatan daya saing melalui pendekatan analisis SWOT dan Matriks QSPM. UMKM Kue Balok Boga Rasa merupakan&#8230; salah satu pelaku usaha oleh-oleh khas Bandung yang membutuhkan pendampingan strategis agar mampu menghadapi dinamika persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendampingan langsung berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta penyusunan analisis strategis. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Kue Balok Boga Rasa memiliki kekuatan pada kualitas produk premium, variasi rasa lebih dari 20 varian, dan citra sebagai oleh-oleh khas Bandung. Nilai Matriks IFE sebesar 3,04 dan Matriks EFE sebesar 3,00 mengindikasikan kondisi internal dan eksternal yang kuat. Berdasarkan Matriks IE, usaha berada pada posisi pertumbuhan intensif. Melalui analisis QSPM, strategi penetrasi pasar direkomendasikan sebagai prioritas utama dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,47. Pendampingan ini menghasilkan rekomendasi strategis yang siap diterapkan untuk memperluas pangsa pasar, mengoptimalkan pemasaran digital, dan memperkuat branding sebagai oleh-oleh khas Bandung.

Penerapan Strategi E-Crm Pada Usaha Banana Chips By Risa

Afnida, Riska Fadila, Anggraeni, Dewi, Apridonal M, Yori
Abstract: Abstract: In today's digital era, small businesses like Banana Chips By Risa face significant challenges in enhancing relationships and services to customers. This research identifies various issues related to technology&#8230; adoption, including the lack of an online purchasing system, minimal product information, and limited flavor variations. In an increasingly competitive context, the application of information technology becomes crucial to meet the ever-evolving customer expectations. This study aims to design an E-CRM system that can support more effective customer relationship management. E-CRM is a technology-based tool that collects and stores customer data, enhances communication, personalizes services, and analyzes data for better decision-making. Additionally, this system integrates a digital loyalty program expected to increase customer engagement. Several questions arise from the issues faced, including: how to effectively implement an online purchasing system, steps to improve product information, and how to develop new flavor variations that align with customer preferences. The research results indicate that the implementation of E-CRM not only enhances operational efficiency but also strengthens long-term relationships between the business and customers, supporting success in a business environment increasingly influenced by technology.      Keywords: e-crm; digital technology; customer loyalty; product Information. Abstrak: Di era digital saat ini, usaha kecil seperti Banana Chips By Risa menghadapi tantangan signifikan dalam meningkatkan hubungan dan pelayanan kepada pelanggan. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai masalah terkait adopsi teknologi, termasuk kurangnya sistem pembelian daring, minimnya informasi produk, dan keterbatasan varian rasa. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat, penerapan teknologi informasi menjadi krusial untuk memenuhi harapan pelanggan yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem E-CRM yang dapat mendukung pengelolaan hubungan pelanggan secara lebih efektif. E-CRM adalah alat berbasis teknologi yang mengumpulkan dan menyimpan data pelanggan, meningkatkan komunikasi, mempersonalisasi layanan, serta menganalisis data untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Selain itu, sistem ini juga mengintegrasikan program loyalitas berbasis digital yang diharapkan dapat meningkatkan keterikatan pelanggan. Beberapa pertanyaan yang muncul dari masalah yang dihadapi termasuk: bagaimana cara mengimplementasikan sistem pembelian daring yang efektif, langkah-langkah untuk meningkatkan informasi produk, serta cara mengembangkan varian rasa baru yang sesuai dengan preferensi pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-CRM tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat hubungan jangka panjang antara usaha dan pelanggan, mendukung keberhasilan dalam lingkungan bisnis yang semakin dipengaruhi oleh teknologi. Kata kunci: e-crm; teknologi digital; loyalitas pelanggan; informasi produk

Strategi Pengembangan Produk Kerupuk Opak Minang Yolanda

Agustini, Fauzia, Amanah, Dita, Harahap, Dedy Ansari
Abstract: Abstract: This activity was carried out on SMEs producing snacks from sweet potatoes, namely opaque located in Medan under the name UD. Opak Minang Yolanda. Based on the observations, several problems were found, namely&#8230; the texture is too fragile so it breaks easily, the taste has only one taste (original taste), the size is too large and the packaging is too simple. This activity is intended to assist UD. Opak Minang Yolanda in solving the main problems as described previously.The specific target in this activity is to improve product by diversifying products including texture, taste, size, packaging. The methods used in this activity are observations, interviews and seeking information from various literatures in the form of books, articles in journals, newspapers, relevant magazines and searching online. This activity also used a coaching pattern. The achievement of this study is the idea of opaque diversification for improvement in the sustainability of UD. Opak Minang Yolanda is an improvement in texture by thickening the volume of the opaque when formed, flavors made into various variants that are tailored to consumer tastes, sizes are made into two variants, namely large and small, making the packaging more attractive. Keywords: observation; opaque; snacks   Abstrak: Studi ini dilakukan pada UMKM di Medan yang menghasilkan opak yaitu makanan ringan dari ubi dengan nama UD. Opak Minang Yolanda. Berdasarkan hasil observasi ditemukan beberapa permasalahan yaitu tekstur (permukaan) yang terlalu rapuh sehingga mudah pecah, hanya satu rasa yaitu original, ukuran (bentuk) yang terlalu besar dan kemasan (bungkus) yang terlalu sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing UD. Opak Minang Yolanda dalam menyelesaikan kesulitan utamanya seperti yang diuraikan sebelumnya. Sasaran utama kegiatan ini adalah membenahi produk dengan diversifikasi produk meliputi tekstur, cita rasa, ukuran, kemasan. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah melangsungkan pengamatan, tanya jawab, dan menggali fakta-fakta dari berbagai referensi seperti buku, artikel pada jurnal, surat kabar, majalah yang relevan dan juga pencarian informasi secara online. Selain itu dilakukan pembinaan untuk merubah kualitas produk UD. Opak Minang Yolanda. Capaian luaran kegiatan ini adalah buah pikiran melalui diversifikasi opak untuk memperbaharui dan keberlanjutan UD. Opak Minang Yolanda yaitu pada tekstur dengan cara lebih menambah volume opak ketika dibentuk, cita rasa yang lebih bervarian yang disesuaikan dengan selera konsumen, ukuran menjadi 2 (dua) varian yaitu besar dan kecil serta menciptakan kemasan menjadi lebih menarik. Kata kunci: makanan ringan; observasi; opak  

Pemanfaatan Social Advertising Sebagai Media Promosi Produk Puan Makanan Khas Palembang

Sartika, Dewi, Saluza, Imelda, Roswaty, Roswaty
Abstract: Abstract: The Gulo Puan Business Group, Bangsal village, Pampangan sub-district, Ogan Komering Ilir district, is a producer of products in the form of gulo-puan, sagon-puan and tapel-puan. After the implementation of the&#8230; PKMS activity, a product innovation in the form of Mrs. Candy was obtained, while in the PKM activity, a product innovation in the form of Mrs. yogurt was obtained. Based on this, partners have been able to compete with similar business actors because they already have a variety of product variants, both in the form of food and beverages. However, this certainly needs to be strengthened again by utilizing technology to introduce products to the wider community. Social advertising is a promotional media that is carried out through social media. This promotional media is considered far more effective, efficient and on target compared to conventional promotional media such as flyers, banners and so on. Partners in PKMS activities have been able to utilize social media as a marketing medium. Therefore, in PKM activities, the implementing team provides training on the use of social advertising as a promotional media for women's products produced by partners. Based on the results of social advertising that has been done 5 times, the results show that as many as 96,212 accounts were successfully reached, of which 98.2% were not followers of accounts with demographics 48.2% male and 51.8% female. As many as 55% of the target to open a profile from Mrs. Candy and from a total of 4,018 accounts that liked ads were obtained.            Keywords: competitive advantage; puan candy; puan yogurt; social advertising; Abstrak: Kelompok Usaha Gulo Puan desa Bangsal kecamatan Pampangan kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan penghasil produk berupa gulo puan, sagon puan dan tapel puan. Setelah pelaksanaan kegiatan PKMS diperoleh inovasi produk berupa puan candy, sedangkan pada kegiatan PKM diperoleh inovasi produk berupa puan yogurt. Berdasarkan hal tersebut  mitra telah mampu bersaing dengan pelaku usaha sejenis karena telah memiliki varian produk puan yang beragam, baik berupa makanan maupun minuman. Namun, hal tersebut tentu perlu diperkuat lagi dengan memanfaatkan teknologi guna mengenalkan produk ke Masyarakat luas. Sosial advertising merupakan media promosi yang dilakukan melalui sosial media. Media promosi ini dianggap jauh lebih efektif, efisien dan tepat sasaran dibandingkan dengan media promosi konvensional seperti selebaran, banner dan sebagainya. Mitra pada kegiatan PKMS telah mampu memanfaatkan sosial media sebagai media pemasaran. Oleh karena itu, pada kegiatan PKM tim pelaksana memberikan pelatihan pemanfaatan sosial advertising sebagai  media promosi produk puan yang dihasilkan oleh mitra. Berdasarkan hasil sosial advertising yang telah dilakukan sebanyak 5 kali diperoleh hasil bahwa sebanyak 96.212 akun yang berhasil dijangkau, dimana 98,2%nya bukan pengikut dari akun dengan demografi 48,2% berjenis kelamin laki-laki dan 51,8% perempuan. Sebanyak 55% dari sasaran membuka profil dari puan candy serta dari total keseluruhan diperoleh 4.018 akun yang menyukai iklan. Kata kunci: competitive advantage; puan candy; puan yogurt; social advertising

EFFICIENTNET MODEL FOR BONE AGE PREDICTION

Hastomo, Widi, Sestri, Elliya, Ningsih, Silvia
Abstract: Abstract: Accurate bone age estimation is essential for monitoring pediatric growth, diagnosing endocrine disorders, and supporting clinical decision-making. Although deep learning has improved prediction accuracy, limited&#8230; ed studies have systematically examined how increasing model depth affects performance and reliability. This study evaluates the effectiveness of progressively deeper convolutional neural networks, specifically EfficientNet variants B0 to B5, for bone age estimation from hand radiographs. Experiments were conducted using 12,611 hand X-ray images from the RSNA Pediatric Bone Age Challenge dataset on Kaggle. To ensure fair comparison, all models were trained using a unified and consistent training pipeline. Model performance was evaluated using Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), Concordance Correlation Coefficient (CCC), and Pearson correlation coefficient. The results show a consistent improvement in prediction accuracy as model depth increases. Among the evaluated models, EfficientNet-B5 achieved the best performance, with an MAE of 21.5 months, MAPE of 6.23%, CCC of 0.9148, and Pearson’s r of 0.9203. These findings confirm that model scaling plays a critical role in enhancing prediction robustness and clinical reliability. Future work should emphasize external validation across diverse populations and incorporate interpretability techniques, such as Grad-CAM, to improve clinical transparency and trust.             Keywords: bone age prediction; deep learning; model evaluation; clinical validation     Abstrak: Estimasi usia tulang yang akurat sangat penting untuk memantau pertumbuhan anak, mendiagnosis gangguan endokrin, dan mendukung pengambilan keputusan klinis. Meskipun pembelajaran mendalam telah meningkatkan akurasi prediksi, studi yang secara sistematis meneliti bagaimana peningkatan kedalaman model memengaruhi kinerja dan keandalan masih terbatas. Studi ini mengevaluasi efektivitas jaringan saraf konvolusional yang semakin dalam, khususnya varian EfficientNet B0 hingga B5, untuk estimasi usia tulang dari radiografi tangan. Eksperimen dilakukan menggunakan 12.611 gambar sinar-X tangan dari dataset RSNA Pediatric Bone Age Challenge di Kaggle. Untuk memastikan perbandingan yang adil, semua model dilatih menggunakan alur pelatihan yang terpadu dan konsisten. Kinerja model dievaluasi menggunakan Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), Concordance Correlation Coefficient (CCC), dan koefisien korelasi Pearson. Hasil menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam akurasi prediksi seiring dengan peningkatan kedalaman model. Di antara model yang dievaluasi, EfficientNet-B5 mencapai kinerja terbaik, dengan MAE sebesar 21,5 bulan, MAPE sebesar 6,23%, CCC sebesar 0,9148, dan Pearson’s r sebesar 0,9203. Temuan ini menegaskan bahwa penskalaan model memainkan peran penting dalam meningkatkan optimasi prediksi dan keandalan klinis. Penelitian selanjutnya dapat menekankan validasi eksternal di berbagai populasi dan menggabungkan teknik interpretasi, seperti Grad-CAM, untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan klinis.   Kata kunci: prediksi usia tulang; deep learning; evaluasi model; validasi klinis