Search Articles & Publications

Showing 363 articles found for "Tumbuhan"

Penerapan Asas Non-Diskriminasi Dalam Perjanjian Kerja Part Time

Lulu Lutfiyah, Yasmine Erlisa MW, Oksya Salma, Nabila Izzaba
Abstract: Ketenagakerjaan di Indonesia mengalami perubahan yang dinamis seiring perkembangan perekonomian dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun terjadi pertumbuhan ekonomi, hal ini tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan… n lapangan kerja baru. Angka pengangguran tetap tinggi disebabkan oleh tingginya angka kelahiran dan meningkatnya harapan hidup. Masalah lain yang dihadapi adalah rendahnya kualitas tenaga kerja, yang dapat diukur melalui tingkat pendidikan. Rendahnya produktivitas kerja di Indonesia disebabkan oleh kurangnya penguasaan teknologi dan pengetahuan, yang pada gilirannya mempengaruhi besarnya kompensasi yang diterima oleh karyawan. Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja dan penguasaan teknologi menjadi kunci untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia. Kebutuhan akan pekerjaan paruh waktu di Indonesia muncul dari aspek operasional perusahaan dan kebutuhan masyarakat. Namun, perkembangan masyarakat yang cepat tidak selalu sejalan dengan perkembangan aturan dan hukum, sehingga penerapannya menjadi sulit. Peraturan perundang-undangan yang ada sering kali tidak dapat mengatur kehidupan masyarakat secara menyeluruh, mengakibatkan ketidaklengkapan dan kurangnya jaminan kepastian hukum. Oleh karena itu, penting untuk meninjau dan memperbarui regulasi yang ada agar lebih komprehensif dan dapat menjamin kepastian hukum bagi masyarakat, khususnya dalam konteks pekerjaan paruh waktu. Hasil penelitian ini yaitu penerapan asas non-diskriminasi dalam perjanjian kerja part time memiliki dampak yang signifikan terhadap hubungan kerja dan perilaku antara karyawan dan perusahaan. Adanya non-diskriminasi dalam perjanjian kerja membantu menciptakan hubungan kerja yang adil, harmonis, kondusif, dan bermartabat di lingkungan kerja. Dengan tidak adanya diskriminasi, karyawan merasa dihargai dan diperlakukan secara adil tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, atau aliran politik.

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Kinerja Perbankan Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia

Fina Diantasari, Rini Puji Astuti, Fica Aulia, Ach. Zidani Mubarok, Elsa Zahrotul Afidah
Abstract: Kebijakan moneter yang diimplementasikan oleh Bank Indonesia mempunyai dampak yang mendasar atau signifikan terkait kinerja perbankan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tujuan utama dari kebijakan tersebut ialah untuk… mencapai stabilitas nilai tukar, inflasi yang rendah, serta pertumbuhan ekonomi yang berlangsung secara berkelanjutan. Dampak positif adanya kebijakan moneter terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia terbukti melalui stabilitas sistem keuangan, stabilnya suku bunga, dan nilai tukar yang terjaga. Selain itu, kebijakan moneter ini juga mempengaruhi kinerja perbankan melalui profitabilitas bank, penyaluran kredit, serta kualitas aset bank. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh kebijakan moneter melalui investasi, konsumsi, dan juga perdagangan, dimana suku bunga yang rendah dan nilai tukar yang stabil memiliki peran sentral dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka panjang maupun pendek.

Konsep Uang Dan Lembaga Keuangan

Siti Horirin, Rini Puji Astuti, Moh Khoirul Anam, Ria Ananda Putri Arviani
Abstract: Sebelum adanya uang, manusia melakukan pertukaran barang dan jasa melalui sistem barter, di mana barang atau jasa ditukar langsung dengan barang atau jasa lainnya. Namun, sistem barter memiliki keterbatasan karena sulit… menemukan kesesuaian kebutuhan antara dua pihak yang ingin bertukar. Seiring dengan perkembangan masyarakat, uang berkembang dari bentuk barang-barang komoditas yang memiliki nilai intrinsik, seperti gandum, garam, dan ternak. Barang-barang ini digunakan sebagai alat tukar yang diterima secara luas. Lembaga keuangan merupakan entitas yang menyediakan berbagai layanan keuangan kepada individu, perusahaan, dan pemerintah. Seiring dengan pertumbuhan lembaga keuangan, regulasi keuangan juga berkembang untuk mengatur industri ini dan melindungi konsumen serta menjaga stabilitas sistem keuangan. Badan pengawas keuangan, seperti bank sentral dan otoritas regulasi, memiliki peran penting dalam memastikan kepatuhan terhadap aturan dan standar. Lembaga keuangan sentral, yang sering disebut sebagai bank sentral, adalah entitas yang bertanggung jawab atas pengaturan kebijakan moneter, pengelolaan mata uang suatu negara, dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Kajian ini bertujuan untuk mendiskripsikan konsep uang menurut perspektif perekonomian Islam. Di antara hal yang dibahas adalah definisi uang, sejarah uang, jenis uang, dan fungsi uang serta ketentuan-ketentuan Islam mengenai uang.

Kebijakan Moneter Di Indonesia

Sarifatus Sakdiya, Rini Puji Astuti, Laila Zuhro, Mar’i Muhammad Yudha
Abstract: Kebijakan moneter merupakan salah satu komponen penting dalam sistem ekonomi yang kondisinya selalu tidak pasti. Sebelum krisis moneter Asia pada tahun 1997, Indonesia menerapkan kebijakan moneter yang cenderung longgar.… Bank Indonesia, sebagai bank sentral negara, lebih fokus pada pertumbuhan ekonomi daripada menjaga stabilitas harga. Saat krisis moneter melanda Asia pada tahun 1997, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Bank Indonesia terpaksa mengubah kebijakan moneternya secara drastis untuk mengatasi gejolak ekonomi yang terjadi. Upaya stabilisasi mata uang rupiah dilakukan melalui intervensi pasar valuta asing dan peningkatan suku bunga acuan secara signifikan. Setelah krisis 1997, Indonesia melakukan reformasi sistem keuangan dan moneter untuk memperbaiki ketahanan ekonominya. Bank Indonesia mulai menerapkan kebijakan inflasi targeting dengan fokus utama pada stabilitas harga. Kebijakan kuantitatif juga pernah digunakan di Indonesia dalam kebijakan moneter. Untuk menstabilkan pasar keuangan dan meningkatkan likuiditas sistem perbankan. Pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi adalah tujuan dari kebijakan ini. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, bank Indonesia dapat intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan. Cadangan devisa yang besar juga memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan negara terhadap ancaman internasional. Sejak krisis moneter 1997, kebijakan moneter Indonesia telah mengalami perubahan besar. Fokus dari pertumbuhan ekonomi menuju stabilitas harga dan peningkatan ketahanan ekonomi melalui instrumen kebijakan kuantitatif dan pengaturan nilai tukar dan devisa.

Bank Sentral Dan Neraca Pembayaran Internasional

Susilawati, Lilik Munawaroh, Nurkholifah Husna, Rini Puji Astuti
Abstract: Bank sentral memainkan peran penting dalam mengelola neraca pembayaran internasional suatu negara. Neraca pembayaran internasional mencatat semua transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain… dalam periode waktu tertentu. Bank sentral bertanggung jawab untuk memantau dan mengelola neraca pembayaran melalui berbagai kebijakan moneter dan nilai tukar.Defisit neraca pembayaran yang berkepanjangan dapat menyebabkan tekanan pada cadangan devisa dan nilai tukar suatu negara. Dalam situasi ini, bank sentral dapat mengambil langkah-langkah seperti menaikkan suku bunga untuk menarik aliran modal masuk atau memperketat kebijakan moneter untuk meredam permintaan domestik dan impor. Di sisi lain, surplus neraca pembayaran yang besar dapat menyebabkan apresiasi nilai tukar yang berlebihan, yang dapat merugikan sektor ekspor.Bank sentral juga berperan dalam mengelola cadangan devisa negara, yang digunakan untuk memfasilitasi perdagangan internasional dan melindungi nilai tukar dari guncangan eksternal. Dengan mengawasi arus masuk dan keluar mata uang asing, bank sentral dapat mengambil tindakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan menjaga keseimbangan neraca pembayaran.Secara keseluruhan, pengelolaan neraca pembayaran internasional yang efektif oleh bank sentral sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi makro, mempromosikan perdagangan dan investasi internasional, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Peran Bank Sentral Dalam Mengatur Perekonomian Negara

Fadilatul Najah Afrylia, Rini Puji Astuti, Iga Ilya Dewi, Angelica Permatasari
Abstract: Bagian tepenting pada negara perekomian ini salah satunya adalah bank sentral. Bank sentral berperan penting dalam menjaga kestabilan keuangan Negara. Bank Sentral juga  memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur… perekonomian suatu negara. Peran ini meliputi pengaturan kebijakan moneter, pengawasan perbankan, pengawasan lender of last resort, pengaturan sistem pembayaran, pengawasan stabilitas sistem keuangan, pengawasan kebijakan fiskal, dan pengawasan kebijakan moneter internasional. Dalam sintesis, Bank Sentral memainkan peran kunci dalam menjaga kestabilan perekonomian negara dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.

Peran Kreditur Dalam Pengembangan Usaha Mikro Di BPR Nur Semesta Indah

Friecillia Eka Setyawati, Alisah Marselia Saputri, Siti Alfiyah
Abstract: Laporan ini secara rinci membahas bagaimana Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di PT. BPR Nur Semesta Indah Kantor Kas Balung memainkan peran kunci dalam memajukan usaha mikro. Melalui Program Pengalaman Lapangan, mahasiswa Prodi… rodi Perbankan Syariah terlibat langsung dalam beragam kegiatan operasional BPR, mulai dari pendataan nasabah hingga proses pengajuan kredit. Proses pengajuan kredit melibatkan serangkaian tahapan, termasuk analisis kelayakan dan pencairan dana. Pentingnya modal kerja, baik dalam aspek kuantitatif maupun kualitatif, disoroti sebagai faktor krusial dalam menjalankan operasional perusahaan. Laporan juga mengulas secara mendalam proses administrasi kredit, persyaratan pengajuan kredit, jenis-jenis kredit yang tersedia, dan peran BPR dalam meningkatkan pendapatan bagi usaha kecil menengah. Di bagian akhir, kesimpulan dan saran ditawarkan untuk memperbaiki pemahaman masyarakat tentang layanan perbankan serta manajemen modal kerja. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang betapa pentingnya peran BPR dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.

Peluang Dan Tantangan Masa Depan Terhadap Perbankan Syariah Di Indonesia

Alviatus Soleha, Rini Puji Astuti, Riski Febri Yanti
Abstract: Abstrak ini mengkaji prospek dan kesulitan yang akan dihadapi industri perbankan di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan perbankan syariah. Perdebatan mengenai ledakan pertumbuhan bank syariah di Indonesia terfokus… s pada penggunaan Financial Technology (Fintech) sebagai faktor penentu keberhasilan. Fintech menghadapi sejumlah kendala, termasuk kepatuhan syariah, keamanan data, literasi digital, dan integrasi sistem, meskipun terdapat janji peningkatan efisiensi operasional, aksesibilitas layanan, dan inovasi produk. Perbankan syariah diharapkan dapat mengatasi hambatan-hambatan ini dan memaksimalkan keuntungan adopsi Fintech dengan menerapkan pendekatan terintegrasi yang mencakup peningkatan keamanan siber, inisiatif pendidikan konsumen, dan integrasi sistem. Untuk sepenuhnya mewujudkan potensi Fintech dan mengembangkan lanskap keuangan yang lebih fleksibel dan inklusif, kerja sama antara startup Fintech dan bank syariah dianggap penting Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam terhadap dampak teknologi finansial dalam perbankan syariah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menggali persepsi dan pengalaman berbagai pemangku kepentingan dalam perbankan syariah terkait dengan perubahan paradigma dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan untuk pemahaman kita tentang peran teknologi finansial dalam transformasi perbankan syariah

Kerangka Operasional Dan Analisis Makro Ekonomi Moneter

Vipta Riani Okta Fianti, Rini Puji Astuti, Lailatul Qomariyah, Ma’rifatul Amalia
Abstract: Pemerintah memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara. pemerintah mempunyai peranan untuk membuat kebijakan yang disebut dengan kebijakan makroekonomi. Sebagaimana diketahui , kebijakan moneter merupakan salah… lah satu bagian integral dari kebijakan ekonomi makro yang mempunyai peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut kita dapat melakukan Serangkaian langkah Kerangka operasional Dalam rangka mencapai sasaran akhir kebijakan moneter. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan telaah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerangka operasional dan analisis makroekonomi kebijakan moneter adalah alat yang digunakan oleh bank sentral untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan moneter. Tujuannya adalah mencapai stabilitas harga, mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat, dan menjaga stabilitas keuangan. Dengan menggunakan instrumen kebijakan yang tepat dan analisis yang akurat, bank sentral dapat mempengaruhi faktor-faktor ekonomi yang penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Analisis Penanganan Risiko Kredit Macet Di PT. BPR Anugerahdharma Yuwana Jember

Fina Diantasari, Diana, Denis Oktaviana, Hersa Farida Qoriani
Abstract: Kredit macet menjadi momok bagi industri perbankan, termasuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Risiko kredit macet dapat menghambat pertumbuhan BPR dan berakibat pada kerugian finansial. Oleh karena itu, diperlukan analisis… dan strategi yang tepat untuk menangani risiko kredit macet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kredit macet di PT BPR ADY dan merumuskan strategi penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak BPR dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan risiko kredit macet di PT BPR ADY, antara lain : Keterbatasan sumber daya manusia: BPR memiliki keterbatasan dalam jumlah dan kualitas SDM yang menangani kredit. Proses penyaluran kredit yang kurang prudent: BPR kurang cermat dalam menilai kelayakan kredit debitur. Kurangnya edukasi kepada debitur : Debitur kurang memahami hak dan kewajibannya dalam kredit. Berdasarkan hasil penelitian, dirumuskan beberapa strategi untuk menangani risiko kredit macet di PT BPR ADY, antara lain : Peningkatan kualitas SDM : BPR perlu meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan pengembangan.Penerapan proses penyaluran kredit yang lebih prudent: BPR perlu menerapkan proses analisis kredit yang lebih cermat dan mendalam. Peningkatan edukasi kepada debitur : BPR perlu memberikan edukasi kepada debitur tentang hak dan kewajibannya dalam kredit. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi PT BPR ADY dalam menangani risiko kredit macet dan meningkatkan kualitas kreditnya.