Abstract:Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai dasar perdamaian dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), yang masih terbatas dan tidak sistematis meskipun kurikulum menekankan pembentukan karakter…
akter berbasis Pancasila dan kebhinekaan di tengah tantangan intoleransi serta konflik sosial. Latar belakang masalah didasari oleh kebutuhan mendesak perdamaian multikultural di Indonesia, di mana era digital memperburuk isu seperti cyberbullying, ujaran kebencian berbasis SARA, dan konflik horizontal, sehingga PPKn berperan sebagai wadah utama internalisasi nilai toleransi, keadilan, kerja sama, serta penolakan kekerasan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan bentuk integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PPKn, mengidentifikasi kontribusinya terhadap perilaku siswa dan budaya sekolah damai, serta menganalisis keterbatasan implementasinya untuk memberikan rekomendasi kebijakan. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis konten dengan dari sumber literatur Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar perdamaian telah mulai diimplementasikan melalui pendekatan partisipatif seperti diskusi kelompok, studi kasus konflik, role play, dan proyek sosial, terutama pada aspek toleransi, anti-kekerasan, serta kerja sama; namun, penerapannya masih insidental, terfokus pada nilai terpilih, dan terhambat oleh kurangnya pemahaman guru, perangkat pembelajaran yang tidak standar, serta minimnya dukungan kurikulum eksplisit. Implementasi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan sikap siswa dalam menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, meskipun belum merata di seluruh ranah nilai perdamaian. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya integrasi eksplisit nilai-nilai dasar perdamaian ke dalam kurikulum PPKn melalui modifikasi RPP, pelatihan guru, dan program sekolah ramai anak untuk membangun budaya damai berkelanjutan yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Saran meliputi pengembangan pedoman evaluasi sikap berbasis perdamaian serta penelitian lanjutan berbasis studi kasus empiris
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penafsiran Al-Quran surah An-Nahl ayat 42-43 tentang etika belajar dengan menitikberatkan pada penggunaan kaidah asbabun nuzul dan kaidah kebahasaan (linguistik).…
ik). Kaidah tafsir merupakan fondasi metodologis dan landasan operasional dalam proses menginterpretasi Al-Qur'an guna mengungkap kedudukan serta fungsinya secara komprehensif. Etika belajar dipahami sebagai perangkat nilai moral dalam transmisi keilmuan yang bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan kaidah tafsir yang sistematis, makna etika belajar dalam Surah An-Nahl 42-43 memberikan penekanan pada pentingnya rujukan otoritatif dalam menuntut ilmu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan etika belajar merupakan elemen fundamental dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, baik pendidik maupun peserta didik berkewajiban menjaga integritas etis dan selektif dalam menentukan sumber rujukan guna mencapai kedalaman pemahaman ilmu yang hakiki.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penyelesaian soal cerita matematika pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Pontianak berdasarkan tahapan pemecahan…
masalah Polya (memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali). Rendahnya kemampuan siswa dalam mengaitkan matematika dengan konteks nyata serta banyaknya kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV menjadi latar belakang penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa yang dipilih dari 30 siswa kelas VIII A, mewakili kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berbentuk soal cerita dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi keempat tahapan Polya dengan sangat baik dan konsisten. Siswa berkemampuan sedang mampu memahami masalah dan menyusun rencana, namun kurang teliti dalam perhitungan serta tidak melakukan pemeriksaan kembali. Siswa berkemampuan rendah hanya mampu memahami sebagian informasi soal dan belum mampu merencanakan, melaksanakan, maupun memeriksa kembali penyelesaian. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan penyelesaian soal cerita siswa sangat bervariasi, dengan kelemahan utama pada tahap memeriksa kembali, terutama pada siswa berkemampuan sedang dan rendah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang menekankan berpikir reflektif dan pembiasaan pengecekan hasil akhir.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji rekonstruksi historis kebijakan, institusi, dan praktik pendidikan Islam pada masa kerajaan-kerajaan klasik di Sumatera, khususnya Perlak, Samudra Pasai, Aceh, Minangkabau, dan Siak. Kajian…
ian ini menempatkan perkembangan pendidikan Islam dalam konteks penyebaran dan pendalaman ilmu keislaman di Nusantara. Metode yang digunakan adalah pendekatan historis-komparatif dengan memanfaatkan sumber-sumber seperti naskah klasik, inskripsi, serta literatur sejarah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mengalami institusionalisasi melalui lembaga tradisional seperti dayah, surau, dan madrasah, serta jalur pendidikan informal seperti majelis taklim dan halaqah. Terdapat tiga dimensi utama dalam perkembangan tersebut, yaitu: (1) pembentukan institusi pendidikan Islam, (2) pengembangan materi ajaran, kurikulum, dan metode, serta (3) peran jaringan ulama dalam transformasi sosial-keagamaan.Selain itu, penelitian ini menemukan adanya kesinambungan antara sistem pendidikan Islam pada masa kerajaan klasik dengan perkembangan pendidikan Islam modern, yang tercermin dari integrasi antara tradisi lokal dan ajaran Islam.
Abstract:Masalah dan tujuan penelitian ini adalah membongkar periodesasi pendidikan Islam di Indonesia serta mengkaji bagaimana narasi sejarah keislaman dibentuk melalui kebijakan kurikulum, PSPB, Sejarah Nasional Indonesia, dan…
praktik historiografi. Metode yang digunakan menggabungkan kajian historiografi kritis berbasis studi pustaka-kritis dan analisis wacana terhadap dokumen kebijakan, buku teks sejarah, serta literatur keislaman nasional, dengan fokus pada era Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Hasil menunjukkan adanya kontinuitas motif literasi keislaman yang direkonstruksi melalui kebijakan negara dan kurikulum, meskipun isi materi serta tokoh yang disorot berubah sesuai dinamika politik nasional. Narasi sejarah tidak netral; konstruksi akademi dipengaruhi oleh posisi penulis, institusi penerbitan, dan konteks ideologis masa tertentu, sehingga narasi masa lampau sering dipengaruhi tujuan politik dan budaya akademik yang dominan pada tiap periode. Analisis narasi kurikulum mengungkap bagaimana identitas nasional dibentuk melalui literasi keagamaan dan nilai patriotik; dekonstruksi narasi masa Orde Baru menyoroti potensi bias ideologis dan fragmentasi naratif yang memengaruhi pemahaman masa lampau. Secara global, kerangka wacana kritis menyediakan alat untuk menilai bahasa, metafora, dan framing teks serta membuka peluang narasi alternatif yang lebih inklusif. Celah metodologis utama meliputi keterbatasan integrasi antara analisis periodesasi dengan historiografi kritis serta keterbatasan basis data sumber primer; rekomendasi untuk masa depan adalah desain studi pustaka-kritis dengan analisis wacana terstruktur dan triangulasi sumber. Kontribusi teoretis utama adalah kerangka integratif yang memadukan revisionisme historis, dekonstruksi naratif, dan analisis wacana terhadap teks sejarah dan kurikulum nasional; secara empiris basis data sumber primer (arsip kebijakan, dokumen kurikulum, teks sejarah) memungkinkan rekontruksi periodesasi secara holistik. Implikasi kebijakan menekankan penyajian narasi sejarah Islam yang seimbang dengan konteks budaya lokal dan dinamika historiografi yang beragam, untuk meningkatkan literasi sejarah yang akurat; saran praktis meliputi penguatan arsip digital, akses terbuka terhadap dokumen kebijakan/kurikulum, serta penyelenggaraan forum ilmiah lintas disiplin untuk validasi temuan sebelum publikasi akhir.
Abstract:Alih-alih menggunakan kekerasan untuk menaklukkan kepulauan Indonesia, bukti sejarah menunjukkan bahwa Islam tiba di sana secara damai dan melalui proses akulturasi. Dengan menggunakan metode sejarah sosio-religius, penelitian…
litian ini berupaya menelaah kembali proses Islamisasi di kepulauan Indonesia dengan penekanan pada jalur-jalur yang berkelanjutan, adaptif, dan damai. Analisis literatur kualitatif terhadap karya sastra, publikasi ilmiah, dan penelitian terkini mengenai Islam di Nusantara merupakan metodologi yang digunakan. Kesimpulan utama membuktikan bahwa Islamisasi Nusantara terjadi melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, seni, dan lembaga keagamaan yang berfokus pada akulturasi budaya; penyebarannya berlangsung secara bertahap, damai, adaptif, dan terhubung melalui pusat-pusat peradaban seperti pelabuhan, kerajaan pesisir, pesantren, dan jaringan ulama. Dengan implikasi bagi studi peradaban Islam yang lebih inklusif dan kontekstual, kontribusi tematik artikel ini adalah mengemukakan kembali kerangka konseptual “Islam Tanpa Penaklukan” sebagai narasi global alternatif mengenai penyebaran agama. Kesimpulannya, mengingat dinamika pluralitas sosial-keagamaan, pendekatan damai dan akulturatif tidak hanya memudahkan penerimaan awal tetapi juga mengubah wajah Islam Nusantara, menjadikannya moderat, toleran, dan berkelanjutan.
Abstract:Rendahnya keterlibatan dan motivasi siswa akibat metode pembelajaran konvensional menjadi tantangan utama pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media Game-Based…
Learning (GBL) sebagai inovasi pembelajaran di SD melalui studi kepustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka, di mana data dikumpulkan dari Google Scholar dan Google Books dengan kata kunci "efektivitas", "game based learning", dan "inovasi pembelajaran" dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis terhadap berbagai literatur menunjukkan bahwa integrasi media game seperti wordwall, powtoon, dan flashcard secara signifikan meningkatkan hasil belajar kognitif dan motivasi intrinsik siswa. Temuan empiris mencatat peningkatan hasil belajar matematika dan sains yang tajam serta perbaikan interaksi kelas secara sistemik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GBL merupakan inovasi pembelajaran yang aplikatif dan mampu memodifikasi teori konstruktivisme tradisional menjadi konstruktivisme digital yang relevan bagi generasi alfa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kompetensi digital guru dan dukungan infrastruktur teknologi dalam keberhasilan transformasi pendidikan di SD.
Abstract:Perubahan organisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari, terutama dalam organisasi pendidikan yang berurusan dengan kemajuan teknologi, standar kualitas, dan lingkungan yang terus berubah. Oleh karena itu, organisasi…
si memerlukan proses untuk mendiagnosis perubahan guna mengidentifikasi masalah dan menentukan langkah yang tepat. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji konsep mendiagnosis perubahan organisasi serta beberapa alat yang dapat digunakan untuk menganalisis kondisi organisasi sebelum melakukan perubahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan memanfaatkan berbagai ringkasan buku dan artikel jurnal yang relevan. Temuan studi menunjukkan bahwa diagnosis perubahan organisasi membantu pemimpin memahami kondisi organisasi secara keseluruhan, termasuk strukturnya, proses kerja, hubungan antar karyawan, dan sistem manajemen. Berbagai alat diagnosis seperti Six-Box Model, McKinsey 7-S Framework, Star Model, Congruence Model, Burke-Litwin Model, dan Four-Frame Model. Melalui penggunaan alat diagnosis yang tepat, organisasi dapat menerapkan strategi manajemen perubahan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas organisasi, terutama di lembaga pendidikan.
Abstract:Kepemimpinan memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan suatu organisasi, seperti lembaga pendidikan. Penting untuk memiliki gaya kepemimpinan yang dapat mendorong kerja sama tim dan beradaptasi dengan cepat terhadap…
hadap perubahan. Penulisan ini bertujuan untuk membahas konsep kepemimpinan secara umum dan menjelaskan kepemimpinan kolaborasi (collaborative leadership) dan kepemimpinan agile (agile leadership) dalam konteks implementasinya beserta faktor pendukung dan penghambat di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kepemimpinan agile mendorong fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, kepemimpinan kolaboratif mendorong partisipasi dan kerja sama di antara anggota organisasi. Kedua strategi ini dapat mendorong strategi pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel, dan terfokus.
Abstract:Pesatnya kemajuan teknologi digital menempatkan pesantren di Indonesia pada persimpangan kritis: beradaptasi dan memanfaatkan potensi era digital, atau tetap berada di pinggiran transformasi pendidikan nasional yang tengah…
ah berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka sistematis (systematic literature review) untuk mengkaji peran pesantren dalam mengembangkan literasi digital santri sebagai bagian dari transformasi pendidikan Islam di Indonesia yang lebih luas. Masalah penelitian yang diangkat adalah kesenjangan konseptual dan praktis antara kerangka literasi digital yang dikembangkan dalam konteks pendidikan sekuler dengan karakteristik pedagogis, teologis, dan kultural pesantren yang unik. Dengan mengandalkan 25 sumber primer dari jurnal nasional dan internasional terakreditasi, buku, serta dokumen kebijakan yang terbit antara tahun 2015 hingga 2025, penelitian ini menemukan: (1) pesantren memiliki karakteristik institusional yang khas integrasi tafaqquh ft al-din dengan kehidupan komunal yang dapat dimanfaatkan sebagai aset, bukan hambatan, dalam pengembangan literasi digital; (2) kerangka etika Islam, khususnya prinsip tabayyun, amanah, dan mas’uliyyah, memberikan landasan normatif yang kuat bagi kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab; dan (3) pesantren yang berhasil mengintegrasikan program literasi digital secara konsisten menunjukkan model yang tidak semata-mata tradisionalis maupun modernis tanpa kritik, melainkan bersifat integratif dan kontekstual. Penelitian ini ditutup dengan mengusulkan kerangka konseptual Literasi Digital Berbasis Pesantren (LDBP) yang dapat menginformasikan penelitian akademis maupun pengembangan kebijakan pendidikan Islam.