Abstract:Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat menghadapi permasalahan ketimpangan aksesibilitas antar wilayah yang serius, di mana 15 dari 19 desa terletak di seberang Sungai Kapuas tanpa infrastruktur jembatan permanen,…
ermanen, sehingga lebih dari 60% mobilitas masyarakat sepenuhnya bergantung pada layanan penyeberangan sampan motor tempel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketersediaan layanan transportasi sungai terhadap tingkat aksesibilitas masyarakat antar wilayah. Landasan teori yang digunakan mencakup teori interaksi wilayah Ullman (1956), teori aksesibilitas Hansen (1959) dan Ingram (1971), serta konsep aksesibilitas sosial-ekonomi Litman (2020). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik dengan paradigma positivistik. Penggalian data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, kuesioner terstruktur berskala Likert, dan studi pustaka terhadap 90 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, metode, waktu, dan teori. Analisis mencakup statistik deskriptif, regresi linear berganda, dan analisis Rasio Volume/Kapasitas (V/C). Hasil penelitian menunjukkan model regresi Y = 4,258 − 0,169X₁ + 0,075X₂ − 0,008X₃ + 1,740X₄ − 0,021X₅ dengan R² = 0,883, yang berarti 88,3% variasi aksesibilitas dijelaskan oleh kelima variabel. Dampak sosial-ekonomi (X₄) merupakan prediktor paling dominan (B = 1,740). Analisis V/C menunjukkan seluruh jalur penyeberangan berada dalam kategori Sangat Longgar (V/C agregat = 0,356), mengindikasikan permasalahan bukan pada defisit kapasitas melainkan kemacetan temporal pada jam puncak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan aksesibilitas masyarakat di wilayah berbasis sungai memerlukan perbaikan tata kelola operasional, standarisasi keselamatan, dan integrasi kebijakan transportasi sungai dalam dokumen perencanaan formal seperti RTRW dan Rencana Induk Transportasi Kabupaten.
Abstract:Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keanekaragaman hayati serta mendukung pemanfaatan sumber daya alam melalui kegiatan wisata berbasis konservasi. Namun,…
amun, pengelolaan kawasan konservasi menghadapi berbagai tantangan, seperti ancaman kerusakan lingkungan, gangguan terhadap kawasan, serta perlunya peningkatan keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian ekosistem. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengelolaan kawasan konservasi berbasis ekowisata di TWA Sibolangit dan menganalisis peran ekowisata dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai kondisi, proses, dan praktik pengelolaan kawasan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi di TWA Sibolangit dilakukan melalui perlindungan kawasan, konservasi flora dan fauna, rehabilitasi lingkungan, pengelolaan satwa, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Selain itu, ekowisata berperan sebagai sarana edukasi lingkungan, pendukung konservasi, peningkatan kesadaran lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi kawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi berbasis ekowisata di TWA Sibolangit membentuk model pengelolaan kolaboratif yang mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, rehabilitasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pelestarian ekosistem secara berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan serta mengkaji dampak ekowisata terhadap aspek sosial, ekonomi, dan ekologis secara lebih komprehensif.
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi fundamental dalam pola interaksi sosial, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan memahami makna TikTok dalam interaksi sosial mahasiswa Program…
Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Bone angkatan 2022–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur via WhatsApp dengan 15 informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) dengan teknik triangulasi untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai TikTok secara multifungsi: dominan sebagai sumber hiburan utama, sekaligus berfungsi sebagai sumber informasi singkat, inspirasi kreatif, dan medium observasi praktik komunikasi yang relevan bagi studi mereka. TikTok berperan sebagai fasilitator modal sosial karena konten viral kerap menjadi conversation starter yang memperkuat kedekatan sosial dan mempermudah pertukaran sumber daya akademik (seperti template tugas dan tutorial). Namun, pengaruhnya bersifat ambivalen karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan distraksi, menurunkan kualitas interaksi tatap muka, dan berpotensi mengganggu fokus akademik. Belum ada program literasi media terstruktur di prodi meskipun mahasiswa menyadari perlunya memilah konten, dan variasi intensitas penggunaan antarindividu menuntut strategi komunikasi multi-kanal. Penelitian ini menyarankan prodi menyelenggarakan workshop literasi digital, menyusun pedoman etika penggunaan ponsel, serta memanfaatkan TikTok secara terarah untuk kegiatan edukatif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat terhadap risiko lingkungan dan hubungannya dengan perilaku adaptasi berbasis komunitas dan budaya di Kabupaten Jember. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain…
esain survei, data dikumpulkan dari 235 responden. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji korelasi Spearman, dan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko lingkungan masyarakat Jember berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 37,66, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi risiko dengan perilaku adaptasi budaya (r = 0,042, sig = 0,519). Model regresi juga mengonfirmasi bahwa persepsi risiko, sumber informasi, usia, dan jenis kelamin secara bersama-sama hanya menjelaskan 1,5 persen varians perilaku adaptasi (R² = 0,015, sig = 0,494). Temuan ini menunjukkan bahwa adaptasi budaya berbasis komunitas bergerak dalam logika sosialnya sendiri yang berakar pada habitus kolektif, kearifan lokal, dan solidaritas komunitas, bukan sebagai respons langsung atas persepsi risiko individual. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sosiologi risiko dalam konteks lokal Indonesia dan menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan dan penanggulangan bencana.
Abstract:Perkembangan teknologi digital yang masif telah menggeser lanskap spiritual remaja (digital natives), sehingga model dakwah konvensional satu arah mulai kehilangan relevansinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis…
s strategi manajemen komunikasi penyiaran Islam dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah di kalangan remaja. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan (field research), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang didukung oleh teknik dokumentasi digital. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan perspektif fungsi manajemen (planning, actuating, controlling, dan evaluating) serta teori Uses and Gratifications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah digital di media sosial (Instagram, TikTok, dan YouTube) bertumpu pada perencanaan konten yang visual, estetis, dan berbasis tren (planning), serta gaya penyampaian materi yang persuasif, inklusif, dan adaptif terhadap problem psikologis harian remaja seperti kesehatan mental dan self-love (actuating). Namun, ekosistem digital juga membawa tantangan berat berupa hoaks keagamaan, distorsi informasi, dan disorientasi kredibilitas pendakwah demi viralitas belaka. Oleh karena itu, penguatan fungsi pengawasan (controlling) melalui pencantuman referensi dalil yang sahih serta evaluasi dampak perilaku nyata (evaluating) menjadi pilar krusial untuk mentransformasi media sosial menjadi ruang edukasi Islam yang solutif dan berkelanjutan bagi karakter generasi muda.
Abstract:Permasalahan limbah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang serius di Indonesia karena sulit terurai secara alami dan volumenya terus meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis…
pengolahan limbah plastik menjadi paving block sebagai bentuk edukasi lingkungan dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif dan lingkungan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan praktik langsung bersama masyarakat sekitar TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengolahan limbah plastik dengan memanfaatkan plastik jenis HDPE dan LDPE mampu mengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus menghasilkan produk paving block yang memiliki nilai ekonomis. Edukasi lingkungan yang dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan pelatihan praktik mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan. Selain itu, pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan daur ulang berbasis lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan limbah plastik menjadi paving block dapat menjadi solusi alternatif dalam mengurangi pencemaran lingkungan, mendukung konservasi sumber daya alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Abstract:Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah seringkali menimbulkan dinamika sosial yang kompleks bagi masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak sosial yang ditimbulkan oleh keberadaan…
eradaan dan operasional TPA Klegen terhadap masyarakat Desa Klegen, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengintegrasikan pendekatan Social Impact Assessment (SIA), Stigma Sosial, dan Konflik Sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan teknik purposive sampling, serta studi dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas operasional TPA memicu masuknya sampah dalam skala besar yang menyebabkan dampak lingkungan berupa bau menyengat, pencemaran air, dan gangguan akses jalan. Dampak lingkungan tersebut berkembang menjadi dampak sosial secara langsung, seperti terganggunya aktivitas warga, terhambatnya mobilitas, dan kekhawatiran terkait kesehatan. Lebih lanjut, hal ini memunculkan keluhan dan persepsi negatif di masyarakat, serta ketimpangan distribusi manfaat ekonomi yang hanya dirasakan oleh kelompok tertentu saja (seperti pemulung). Kondisi ini menyebabkan perubahan citra wilayah Desa Klegen dari lingkungan yang alami dan bersih menjadi desa dengan label negatif yang berujung pada terbentuknya stigma sosial di mata masyarakat luar. Kesimpulannya, dampak keberadaan TPA tidak bersifat tunggal, melainkan membentuk rangkaian proses dinamika sosial yang kompleks dan berkelanjutan dari aspek lingkungan hingga sosial kemasyarakatan.
Abstract:Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang merupakan wilayah perbukitan dengan kondisi lereng curam yang rentan mengalami erosi tanah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah,…
, serta pola pemanfaatan lahan yang kurang memperhatikan konservasi tanah. Salah satu upaya mitigasi yang diterapkan masyarakat adalah melalui sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan lahan agroforestri dan non-agroforestri, menganalisis kontribusi pola tanam agroforestri terhadap mitigasi erosi tanah, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi erosi tanah di Desa Sambak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan analisis komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis difokuskan pada kondisi vegetasi, penggunaan lahan, dan karakteristik fisik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola agroforestri di Desa Sambak didominasi oleh sistem agrisilvikultur pola multistrata dengan vegetasi utama berupa pinus, mahoni, kopi, dan tanaman bawah berupa rumput-rumputan. Kawasan agroforestri memiliki penutupan lahan yang lebih rapat dibandingkan lahan non-agroforestri sehingga mampu mengurangi limpasan permukaan, memperkuat struktur tanah, dan menekan erosi tanah. Faktor-faktor yang memengaruhi erosi tanah meliputi kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, vegetasi, dan penggunaan lahan. Dengan demikian, agroforestri berperan penting dalam mitigasi erosi tanah dan mendukung pengelolaan lahan berkelanjutan di Desa Sambak.
Abstract:An appropriate leadership communication strategy should be able to increase employee work motivation. With a leadership communication strategy, a leader can motivate his subordinates to be enthusiastic, disciplined, caring,…
ng, and responsible in carrying out their duties and functions. Where resources are not merely objects in achieving organizational goals, but also become subjects/agents of development. Leadership Communication that makes HR as planners, implementers and controllers who always play an active role in achieving organizational goals, and have thoughts, feelings and desires that can influence their attitudes in work. Conversely, the organization where they are sheltered is expected to provide rewards and awards fairly or objectively so that through these rewards ASN can be motivated to improve the quality and quantity of their work. This study aims to describe the form of leadership communication strategies, employee work motivation, and at the same time determine the effect of leadership communication strategies in increasing employee work motivation at the Medan City Cultural Office. The study used a descriptive qualitative approach and type of research through interviews and observations of informants to obtain research data. The results of the study indicate that the leadership communication strategy of the Cultural Office still needs to be improved in the area of clarity and even distribution of organizational messages that should be adjusted to its main duties and functions. Furthermore, it was found that intrinsic motivational factors, such as recognition, were the dominant factor in driving work motivation. Finally, it was found that the leadership communication strategy implemented influenced the increase or decrease in employee work motivation at the Medan City Cultural Service.
Abstract:Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim melalui kegiatan adaptasi dan mitigasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis…
enganalisis implementasi ProKlim dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ProKlim telah berjalan cukup baik. Komunikasi dan koordinasi yang dilakukan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan lingkungan. Sumber daya, komitmen pelaksana, serta dukungan struktur birokrasi turut mendukung keberhasilan program. Implementasi ProKlim memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, penghijauan, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.