Abstract:Pejengkolan farmer group is not only a community for exchanging ideas and experiences, but also has various businesses in the form of goat and cattle farming with a profit-sharing system, plant breeding and sales, and savings…
vings and loans. Having very good economic potential, however, the Pejengkolan village farmer group still has several obstacles and problems. One of the problems is in terms of management and management of financial reports of the Pe-jengkolan village farmer group. This Community Service aims to provide training in the Ireap application to support the sales management system and financial reporting in the Pejengkolan village farmer group. This Community Service method uses a service learning approach that has three stages, namely the preparation, service and reflection stages. The results of this community service are the level of understanding of partners in utilizing application technology increases, more efficient data search time and a better level of accuracy of sales data reports. Search times are more efficient and the level of accuracy of sales data reports is better.
Keywords: implementation; Ireap; management.
Abstrak: Kelompok tani Pejengkolan tidak hanya sebagai komunitas untuk bertukar pikiran dan pengalaman saja, namun memiliki berbagai usaha berupa peternakkan kambing dan sapi dengan sistem bagi hasil, pembibitan dan penjualan tanaman, serta simpan pinjam. Memiliki potensi ekonomi sangat bagus akan tetapi kelompok tani desa Pejengkolan masih memiliki beberapa kendala dan permasalahan. Salah satu permaslahannya yaitu dalam hal manajemen dan pengelolaan laporan keuangan kelompok tani desa Pejengkolan. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan aplikasi Ireap untuk menunjang sistem manajemen penjualan dan pelaporan keuangan pada kelompok tani desa Pejengkolan. Metode pengabdian Masyarakat ini menggunakan pendekatan service learning yang memiliki tiga tahapan yaitu tahap persiapan, layanan dan refleksi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah tingkat pemahaman mitra dalam memanfaatkan teknologi aplikasi meningkat, waktu pencarian data yang lebih efisien dan tingkat akurasi Laporan data penjualan lebih baik.
Kata kunci: implementasi;ireap; manajemen.
Abstract:Healthy behavior is related to efforts to maintain and improve health. One of the healthy behaviors is eating with a balanced menu. A healthy consumption pattern must be applied to meet daily nutrition. The provision of…
special education to adolescents is expected to be able to provide knowledge, especially about nutritious food. Activities to provide education about nutritious food and nutritious food categories, Health Education about the benefits of nutritious food, Health Education about the recommendation to consume instant noodles, and Health education about the dangers of consuming excessive amounts of instant noodles to 33 respondents. The method used is the test work before and after the intervention. The delivery of material using the media continued with questions and answers from the presenters. The data results showed that the level of knowledge before the intervention was 15.2% and after the intervention showed an increase of 54.5%. The purpose of providing this education is expected that respondents will not only understand but also be able to apply it in their personal and family habits.
Keywords: instant noodles; balanced nutrition; msg
Abstrak: Perilaku sehat adalah perilaku yang berkaitan dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Salah satu perilaku sehat adalah makan dengan menu seimbang. Pola konsumsi yang sehat harus diterapkan untuk dapat memenuhi nutrisi sehari-hari. Pemberian edukasi khusus kepada remaja diharapkan mampu memberikan pengetahuan khususnya tentang makanan yang bergizi. Kegiatan pemberian edukasi mengenai makanan bergizi dan kategori makanan bergizi, Pendidikan Kesehatan tentang manfaat makanan bergizi, memberikan Pendidikan Kesehatan tentang anjuran mengonsumsi mie instan, memberikan edukasi Kesehatan tentang bahaya mengonsumsi mie instan dalam jumlah yang berlebih kepada 33 responden. Metode yang digunakan yaitu pengerjaan test sebelum dan sesudah intervensi. Penyampaian materi dengan menggunakan media dan dilanjutkan dengan tanya jawab dari pemateri. Hasil data menunjukkan bahwa Tingkat pengetahuan sebelum diberikan intervensi 15,2% dan setelah dilakukan intervensi menunjukan peningkatan sebesar 54,5%. Tujuan dari pemberian edukasi ini diharapkan responden tidak hanya mengerti, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kebiasaan pribadi maupun keluarga.
Kata kunci: gizi seimbang; mie instan; msg
Abstract:This village is famous as Kampung Pancasila Village. However, the problem in this village is the low level of awareness about how important education is in the future. This is because parents have busy activities all day…
long and when they get home they are tired, causing them to pay less attention to their children, so they sometimes ask their children to work together to earn additional income for the family. So to solve this problem, the PPK ORMAWA UNA service team provides knowledge and information services on non-formal learning based on community needs in the form of books and non-books in literacy corners, equipped with information technology devices, providing information services from sources. access to information to the public related to 6 basic literacies. The methods used in community service activities are conducting initial surveys, identifying regional potential and problems, analyzing community needs, forming programs with the community, determining target audiences, formulating indicators of program success, implementing programs, socializing and publishing them to the community, providing library materials and corners. literacy and providing non-formal education service facilities. The results of this activity resulted in 9 literacy corners in Air Genting Village which developed non-formal learning based on community needs and the operation of literacy corners with different programs and management.
Keywords: reading corner, literacy, Air Genting
Abstrak: Desa ini terkenal dengan Desa Kampung Pancasila. Namun yang menjadi permasalahan di Desa ini adalah rendahnya tingkat kesadaran tentang betapa pentingnya pendidikan di masa depan. Hal ini disebabkan karena padatnya aktivitas orang tua sehari penuh dan setiba di rumah sudah kelelahan membuat kurangnya perhatian terhadap anaknya sehingga terkadang meminta anaknya untuk bekerja bersama mencari penghasilan tambahan keluarga. Maka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Tim pengabdi PPK Ormawa UNA menyediakan layanan pengetahuan serta informasi pada pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat berbentuk buku ataupun non- buku yang ada di pojok- pojok literasi, yang dilengkapi dengan perangkat teknologi informasi, menyediakan layanan informasi dari sumber akses informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan 6 literasi dasar. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah melakukan survei awal, mengidentifikasi potensi daerah dan masalah, menganalisis kebutuhan masyarakat, pembentukan program bersama masyarakat, menetapkan khalayak sasaran, merumuskan indikator keberhasilan program, melaksanakan program, mensosialisasikan dan mempublikasi kepada masyarakat, menyediakan bahan pustaka dan pojok literasi dan mengadakan perlengkapan fasilitas layanan pendidikan non-formal. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan 9 pojok literasi di Desa Air Genting yang mengembangkan pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat serta beroperasinya pojok-pojok literasi dengan program dan kepengurusan yang berbeda-beda.
Kata Kunci: Pojok Baca, Literasi, Air Genting
Abstract:Urban farming is a gardening activity that uses the home yard and can still be done even if the land is small/limited. RW 06 Galur Subdistrict is in an area of Central Jakarta which is relatively densely populated, where…
it is not possible to carry out gardening activities. Hydroponics and aquaponics are solutions to the problem of limited land. This activity aims to introduce, train and assist the public about hydroponic and aquaponic technology. This activity was carried out centrally at the Ceria Command RPTRA, RW 06 Galur Village in collaboration with Working Group 3 Galur Village from August – October 2023. The equipment used included 2 sets of hydroponic frames with a total of 196 holes and 1 set of aquaponic frames with 156 holes. The activity stages start with introducing tools and vegetable seeds, sowing together, monitoring, harvesting with residents, and evaluation. During the activity, vegetables were successfully harvested 3 times with yields of 12 kg per cycle, and 7 kg of catfish were successfully harvested. Some of the harvest is given to residents and stunted toddlers, and the other part is sold to be managed again by the RPTRA.
Keywords: Aquaponics; Hydroponics; Urban Agriculture
Abstrak: Pertanian perkotaan atau dikenal sebagai urban farming merupakan kegiatan berkebun dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan tetap bisa dilakukan walaupun lahan sempit/terbatas. RW 06 Kelurahan Galur berada di daerah Jakarta Pusat yang tergolong padat penduduk, dimana tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan berkebun. Hidroponik dan akuaponik merupakan solusi untuk permasalah keterbatasan lahan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan, melatih dan mendampigi masyarakat tentang teknologi hidroponik dan akuaponik. Kegiatan ini dilakukan secara terpusat di RPTRA Komando Ceria, RW 06 Kelurahan Galur bekerja sama dengan Pokja 3 Kelurahan Galur dari bulan Agustus – Oktober 2023. Alat yang digunakan meliputi 2 set rangka hidroponik dengan total 196 lubang dan 1 set rangka akuaponik dengan 156 lubang. Tahapan kegiatan dimulai dari pengenalan alat dan bibit sayur, menyemai bersama, monitoring, panen bersama warga, dan evaluasi. Selama kegiatan berlangsung sayuran berhasil di panen sebanyak 3 kali dengan hasil panen menghasilkan 12 kg per siklus, dan ikan lele berhasil di panen sebanyak 7 kg. Sebagian hasil panen diberikan untuk warga dan balita stunting, dan sebagian lainnnya dijual untuk dikelola kembali oleh RPTRA.
Kata kunci: akuaponik; hidroponik; pertanian perkotaan
Abstract:The COVID-19 pandemic has had a significant impact on many business sectors throughout the world, both large businesses and MSMEs. Mr. Selamat owns the Asahan Selasih Chips business, a souvenir business in the city of Kisaran…
saran that sells various types of processed chips, such as sweet potatoes, bananas, and other tubers. This company relies on direct sales from its production house and retailing at kiosks, minimarkets, and supermarkets in Kisaran, Asahan Regency. Also, they have to face the impact of the pandemic by surviving and trying to continue producing their products. One of the causes of declining sales during the post-COVID-19 pandemic is the need for promotional media to expand the market. Just expecting regular customers significantly influences declining sales because the economic turnover of the people in Asahan Regency is limited due to the impact of COVID-19. Apart from that, digital business competition is also a challenge for the Kisaran souvenir chips business.
Using observation methods and providing direct training to partner locations, implementing a website and e-catalog is essential for the Selasih Chips business in facing business challenges after the COVID-19 pandemic. Technology can help companies to improve operational efficiency, increase customer trust, and expand their markets in this digital era. Implementing a website and e-catalog can also help Pak Selamat expand its customer reach.
Keywords: website; e-catalog; umkm
Abstrak: Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar bagi banyak sektor bisnis di seluruh dunia, baik bisnis besar maupun UMKM. Bapak Selamat adalah pemilik usaha Keripik Selasih Asahan yaitu usaha oleh-oleh kota Kisaran contohnya yang menjual berbagai jenis olahan keripik seperti ubi, pisang, dan umbi-umbian lainnya, usaha yang mengandalkan penjualan langsung dari rumah produksinya dan mengecer ke kios-kios maupun minimarket dan supermarket yang ada di kota Kisaran Kabupaten Asahan, juga harus menghadapi dampak pandemi dengan bertahan dan berusaha untuk tetap memproduksi produknya. Salah satu penyebab menurunnya penjualan dimasa pasca pandemi COVID-19 dipengaruhi kurangnya media promosi untuk memperluas pasar. Hanya dengan mengharapkan pelanggan tetap, menjadi pengaruh besar terhadap menurunnya penjualan disebabkan perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Asahan menjadi terbatas akibat dampak COVID-19. Selain itu persaingan bisnis secara digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi usaha keripik oleh-oleh Kisaran. Dengan metode observasi dan memberikan pelatihan langsung ke lokasi mitra maka penerapan website dan e-katalog merupakan langkah penting bagi usaha Keripik Selasih dalam menghadapi tantangan bisnis pasca pandemi COVID-19. Dalam era digital ini, teknologi dapat membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan memperluas pasar mereka. Penerapan website dan e-katalog juga dapat membantu Pak Selamat untuk memperluas jangkauan pelanggan mereka.
Kata kunci: website; e-katalog; umkm
Abstract:Abstract: Scientific work can be used by teachers as a facility for communicating new information, ideas, studies, and research results to the general public. The preparation of scientific papers is very meaningful for the…
he professional development of teachers, but in reality, the culture of writing scientific papers among teachers is still low. Meanwhile, the teacher can write scientific papers based on the implementation of the teacher's creativity and criticality in the daily activities that are observed and experienced in creating a better quality of education to achieve maximum learning results. This program aims to conduct training in the preparation of scientific papers in this matter scientific postings for teachers of SMA Kartikatama Metro. This program is carried out using a classical approach which is tried by giving lectures and delivering modules and individual approaches are tried when accompanying participants in writing scientific papers. Achievement of the target number of participants as well as the objectives of this training can be assessed as good. Within 2 weeks as many as 3 teachers have tried to write scientific posts. All the modules that have been planned can be informed to the participants, even though there are many time constraints there are some modules that are informed in an outline. The expertise of the participants can be seen from the ability to compose scientific papers that can be considered good.
Keywords: scientific work; teacher; training.
Abstrak: Karya ilmiah dapat digunakan guru sebagai fasilitas mengomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, serta hasil riset kepada khalayak umum. Penyusunan karya ilmiah sangat berarti untuk pengembangan keprofesionalan guru, tetapi pada kenyataannya budaya menulis karya ilmiah di kalangan guru masih rendah. Sementara itu guru bisa menulis karya ilmiah bersumber pada implementasi kreatifitas serta kekritisan guru terhadap kegiatan tiap hari yang diamati serta dialaminya dalam menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik sehingga menggapai hasil belajar yang maksimal. Tujuan program ini merupakan melakukan pelatihan penyusunan karya tulis ilmiah dalam perihal ini postingan ilmiah untuk guru SMA Kartikatama Metro. Program ini dilaksanakan memakai pendekatan klasikal yang dicoba dengan membagikan ceramah serta penyampaian modul serta pendekatan individual dicoba pada saat mendampingi peserta dalam menulis karya ilmiah. Ketercapaian sasaran jumlah partisipan serta tujuan pelatihan ini bisa dinilai baik. Dalam kurun waktu 2 pekan sebanyak 3 orang guru sudah berupaya menulis postingan ilmiah. Seluruh modul yang sudah direncanakan bisa di informasikan kepada paserta, walaupun terdapat banyak keterbatasan waktu terdapat sebagian modul yang di informasikan secara garis besar. Keahlian paserta dilihat dari kemampuan menyusun karya ilmiah yang dapat dinilai baik.
Kata kunci: guru; karya ilmiah; pelatihan.
Abstract:Abstract: The problem of Dengue Fever (DHF) is not only a public health problem but also an economic burden. Cases that continue to increase both globally, nationally and locally require the role of various parties, especially…
cially in community empowerment in optimizing the 3M Plus PSN through the 1 House 1 Jumantik Movement (G1R1J) which aims to increase ABJ >95% at the family level. It is known that the results of the G1R1J trial in Gheoghoma village can increase ABJ by 84.7%. In connection with this, one of the efforts made is to empower posyandu cadres through Community Service activities. The methods used were training, post-training assistance and advocacy. The implementation time was three months in Gheoghoma village, North Ende sub-district, Ende Regency.Conclusion: this community service contributed to increasing the knowledge of posyadu cadres about G1R1J by 60%, with good knowledge criteria. This human resource potential continues to be maintained so that the community service team provides assistance for a certain period of time before finally releasing the cadres to be able to independently act as G1R1J motivators. The activity ended by advocating to the Head of Gheoghoma Village.
Keywords: Empowerment; Cadre; G1R1J
Abstrak: Persoalan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bukan hanya menjadi masalah kesehatan masyarakat tetapi juga menjadi beban ekonomi. Kasus yang terus meningkat baik secara global, nasional maupun local menuntut peran berbagai pihak terutama dalam pemberdayaan masyarakat dalam mengoptimalkan PSN 3M Plus melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) yang bertujuan meningkatkan ABJ >95% di level keluarga. Diketahui bahwa hasil ujicoba G1R1J di desa Gheoghoma dapat meningkatkan ABJ sebesar 84,7%. Sehubungan dengan itu salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan memberdayakan kader posyandu melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Metoda yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan pasca pelatihan dan advokasi. Waktu pelaksanaan tiga bulan di desa Gheoghoma Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende.Simpulan: pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan kader posyadu tentang G1R1J sebesr 60%, dengan kriteria pengetahuan baik. Potensi SDM ini terus dipertahankan sehingga tim pengabdian kepada masyarakat melakukan pendampingan untuk jangka waktu tertentu sebelum akhirnya melepaskan para kader mampu secara mandiri berperan sebagai motivator G1R1J. Kegiatan diakhiri dengan melakukan advokasi kepada Kepala Desa Gheoghoma.
Kata kunci: Pemberdayaan; Kader; G1R1J
Abstract:Abstract: Competition in today's business world is getting tighter, thus causing increasing competition among business actors in today's very open market era. Whether it's a company that produces the final product or service.…
vice. The pandemic has forced many people to increase their creativity so that the businesses they create can survive and become a support for the economy. Activities and efforts undertaken must be able to have a high selling value and have the creativity to attract the attention of consumers. Sabila Handcraft is a handcraft UKM that sells handcrafted products. It is known that there are still many obstacles that occur in the production process, including rejected products that must be repaired such as wrong designs and wrong cuts, rejects when distributing goods to consumers caused by negligence in the delivery process (items stacked, products not working), as well as PO (Purchase Order) which is quite long takes almost 1 week from the order made. These rejects were caused by errors from operators who were not careful in designing and lack of quality management training for workers at UKM Sabila Handcraft. Through this training, it is hoped that it will have a positive impact, especially improving performance in the Sabila Handcraft UKM so that it can increase the output of the products produced and increase customer satisfaction.
Keywords: quality; hancraft; UKM
Abstrak: Persaingan di dunia bisnis saat ini semakin ketat, sehingga menyebabkan semakin meningkatnya persaingan para pelaku usaha di era pasar yang sangat terbuka saat ini. Baik itu perusahaan yang menghasilkan hasil akhir produk ataupun jasa. Pandemi membuat banyak orang untuk meningkatkan kreativitas agar usaha yang dibuat tetap bisa bertahan dan menjadi penyokong ekonomi. Kegiatan dan usaha yang dilakukan harus bisa memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki kreativitas untuk menarik perhatian konsumen. Sabila Handcraft adalah salah satu UKM handcraft yang menjual produk-produk kreasi pekerjaan tangan. Diketahui masih banyak kendala yang terjadi pada proses produksinya, diantara produk reject yang harus diperbaiki seperti salah desain dan salah potong, reject pada saat pendistribusian barang ke konsumen yang disebabkan karena kelalaian dalam proses pengiriman (barang ditumpuk, produk tidak berfungsi), serta PO (Purchase Order) yang cukup lama membutuhkan waktu hampir 1 minggu dari pemesanan yang dilakukan. Berbagai reject ini disebabkan karena kesalahan dari operator yang kurang teliti dalam mendesain serta kurang adanya pelatihan tentang manajemen kualitas kepada para pekerja di UKM Sabila Handcraft. Untuk itu perlu pelatihan mengenai manajemen kualitas pada UKM Sabila Handcraft untuk mengelola dan memastikan kualitas produk, layanan, atau proses bisnis secara efektif. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif khususnya memperbaiki kinerja di UKM Sabila Handcraft sehingga dapat meningkatkan output dari produk yang dihasilkan serta meningkatkan kepuasan pelanggan.
Kata kunci: kualitas; handcrft; UKM
Abstract:Abstract: Community service activities are carried out to increase awareness of adolescents to consume fiber source foods. These activities include: understanding fiber, the benefits of fiber for the body, types of fiber…
source foods, fiber source food groups (water-soluble and water-insoluble fiber), causes if rarely consume fiber source foods, and recommendations for consumption of fiber source foods in a day. The method is carried out in counseling. Starting with filling out the attendance list, filling out the pre-test, then being given nutritional education interventions about fiber using PowerPoint media, a 15-minute question and answer session, and closing with a post-test. Monitoring and evaluation are carried out 1 week after online counseling via Whatsapp call. It is hoped that students will keep in mind the material that has been delivered and apply it in their daily lives. The results of the assessment of knowledge about fiber-source foods in adolescents before being given counseling were 25% (good category), 65.6% (sufficient category), and 9.4% (less category). Meanwhile, the percentage of knowledge about fiber-source foods after counseling was 65.6% (good category), 31.3% (sufficient category), and 3.1% (less category). The results showed a change in knowledge in respondents before and after being given counseling about fiber source foods. The level of knowledge in adolescents influences the behavior and attitudes of adolescents in choosing the type of food to be consumed.
Keywords: fiber; adolescents; fiber-source foods
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan guna meningkatkan kesadaran remaja untuk mengonsumsi makanan sumber serat. Kegiatan tersebut meliputi: pengertian serat, manfaat serat untuk tubuh, jenis makanan sumber serat, kelompok makanan sumber serat (serat larut dalam air dan tidak larut dalam air), penyebab jika jarang konsumsi makanan sumber serat dan anjuran konsumsi makanan sumber serat dalam sehari. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan. Diawali dengan pengisian daftar hadir, mengisi pre-test, kemudian diberikan intervensi edukasi gizi mengenai serat menggunakan media power point, sesi tanya jawab selama 15 menit dan ditutup dengan post-test. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan 1 minggu setelah penyuluhan secara online melalui Whatsapp call. Diharapkan siswa/i tetap mengingat materi yang telah disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penilaian pengetahuan tentang makanan sumber serat pada remaja sebelum diberikan penyuluhan yaitu sebesar 25% (kategori baik), 65.6% (kategori cukup) dan 9.4% (kategori kurang). Sedangkan persentase pengetahuan tentang makanan sumber serat setelah diberikan penyuluhan yaitu sebesar 65.6% (kategori baik), 31.3% (kategori cukup) dan 3.1% (kategori kurang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada responden sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang makanan sumber serat. Tingkat pengetahuan pada remaja memiliki pengaruh terhadap perilaku dan sikap remaja dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi.
Kata kunci: serat; remaja; makanan sumber serat
Abstract:Abstract: School Brainfor Islamic School is in the town of Kisaran, Asahan District, a school that has only a few classes. However, teaching process activities are minimal and require variations and methods used with material…
erial explanation techniques using book media as well as whiteboards and demonstration tools. With the development of the method of using Ms. PowerPoint aims to be able to help teachers or schools in the use of delivering varied material both in class for presenting material to students and for presentations between school parties to parents of students. This dedication aims at none other than to provide education to the school, and counseling so that they are able to use the Ms. application. Powerpoint. With this activity, counseling also uses socialization, discussion, and training methods as well as assistance to partners so they can operate the Ms. application. Powerpoint. The result to be achieved in this service is that more partners will be able to use familiar application methods or media. Paying attention to supporting the process of delivering teaching material using Ms. Powerpoint to add insight and be able to take advantage of digital media.
Keywords: IT; Material; Ms. Powerpoint
Abstrak: Sekolah Brainfor Islamic School berada di kota Kisaran, Kabupaten Asahan, sekolah yang memiliki hanya beberapa kelas. Akan tetapi Kegiatan proses mengajar yang minim dan membutuhkan variasi serta metode yang menggunakan dengan teknik penjelasan materi menggunakan media buku maupun papan tulis dan alat praga. Dengan adanya perkembangan metode penggunaan aplikasi Ms. powerpoint bertujuan agar dapat membantu bagi guru atau pihak sekolah dalam kegunaan penyampaian materi yang bervariatif baik saat di dalam kelas untuk pemaparan materi ke peserta didik maupun pemaparan rapat antar pihak sekolah ke wali murid. Pengabdian ini bertujuan tidak lain dan tidak bukan untuk memberikan edukasi kepada pihak sekolah, penyuluhan agar mampu menggunakan aplikasi Ms. Powerpoint. Dengan kegiatan ini pula penyuluhan menggunakan metode sosialisasi, diskusi dan pelatihan serta pendampingan kepada mitra agar dapat mengoperasikan aplikasi Ms. Powerpoint. Hasil yang akan dicapai dalam pengabdian ini adalah akan bertambahnya mitra dapat menggunakan metode atau media aplikasi tidak asing lagi. Memperhatikan dalam penunjang proses penyampaian materi pengajaran menggunakan aplikasi Ms. Powerpoint untuk menambah wawasan dan dapat memanfaatkan media digital.
Kata Kunci: IT; Materi; Ms. Powerpoint