Search Articles & Publications

Showing 208 articles found for "Pasien"

IMPLEMENTASI TERAPI MUROTTAL UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA

Nur Zayyan, Rizal faris, Rahmawati , Arni Nur, Apriliyani , Ita
Abstract: Mental disorders are stressors that can cause changes in a person's thinking, perception, behavior, and feelings. Schizophrenia is a psychotic mental disorder that has positive, negative, and cognitive signs and symptoms.… . The World Health Organization in 2021 stated that the prevalence of schizophrenia in the world increased to 26 million people. Hallucinations are one of the symptoms of mental disorders where a person experiences changes or disturbances in sensory perception involving the five senses. The most common hallucination is auditory hallucination. One of the non-pharmacological treatments that can be done in patients with auditory hallucination is Murottal Therapy. Murottal therapy is a therapy by reading or listening to Al-Qur'an. The purpose of this study was to obtain an overview of the nursing process regarding the application of murottal therapy as an effort to control auditory hallucination. The research method used is a case study with the target of schizophrenia patients with auditory hallucinations at Banyumas Hospital. After Murottal Therapy for 6 days, the results showed that the patient could control his hallucinations as evidenced by the Auditory Hallucination Rating Scale score which decreased, score of 22 on the first day and a score of 10 on the sixth day. Therefore, it can be concluded that Murottal Therapy Surah Ar-Rahman verses 1-78 which is performed once a day for 6 days with a duration of 16 minutes, has proven effective for controlling auditory hallucinations in schizophrenic patients.

IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK UNTUK MENURUNKAN GEJALA HALUSINASI PENDENGARAN

Fina Milatul Husna, Fina Milatul Husna, Sundari , Ririn Isma, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Skizofrenia merupakan salah satu golongan gangguan jiwa berat dengan penyebab yang heterogen baik dari gejala klinisnya, respon dari pengobatan, serta perjalanan penyakitnya yang bervariasi. Tanda dan gejala skizofrenia… terbagi menjadi tiga pengelompokan diantaranya gejala kognitif, gejala negatif dan gejala positif. Gejala positif yang umum pada pasien skizofrenia yaitu halusinasi. Halusinasi merupakan suatu gejala gangguan jiwa di mana pasien merasakan suatu stimulus yang nyatanya hal tersebut tidak ada. Pasien dengan halusinasi mengalami perubahan persepsi sensori, merasakan sensasi palsu misalnya penglihatan, pengecapan, perabaan, dan penciuman. Halusinasi ada beberapa jenis, salah satunya yaitu halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran bermacam-macam bentuknya, dapat berupa bunyi mendenging, suara mengancam, atau suara yang tidak ada makna tetapi sering sekali terdengar sebagai sesuatu kalimat yang berarti. Gangguan halusinasi dapat diatasi dengan cara non farmakologi, terapi non farmakologi bisa lebih aman digunakan karena tidak dapat menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, salah satu terapi non farmakologi yang lebih efektif adalah dengan mendengarkan musik. Tujuan terapi musik yaitu dinilai sangat efektif dalam mengurangi kecemasan dan stres, membantu mendorong relaksasi, mengurangi depresi, pemecahan masalah dan dapat mengontrol halusinasi. Terapi musik dangdut pada studi kasus ini dilakukan selama 4 hari berturut-turut. Penulis menggunakan metode deskriptif di RSUD Banyumas yaitu penerapan studi kasus dengan proses tindakan keperawatan berupa dengan pengkajian, perumusan diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Studi kasus ini diharapkan dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dan dari hasil catatan lembar keperawatan menunjukan pasien mengalami penurunan frekuensi halusinasi pendengaran dengan tanda gejala halusinasi pendengaran yang di awal 6 turun menjadi 2 poin setelah dilakukan terapi musik yang diterapkan oleh penulis

PENILAIAN HASIL CYSTATIN C PADA PASIEN GANGGUAN FUNGSI GINJAL DI LABORATORIUM PRODIA CIBUBUR

Aminah, Aminah, Parwati, Putu Ayu, Pamungkas, Moh. Adreng, Prihatiningsih, Diah
Abstract: Kidney function disorders refer to a condition where the kidneys' ability to filter metabolic waste from the blood and excrete it through urine is compromised. Cystatin C serves as a sensitive and specific biomarker for… measuring glomerular filtration rate, accurately reflecting kidney function. This study aims to evaluate Cystatin C levels based on gender among patients with kidney function disorders at the Prodia Cibubur clinic laboratory. The research was conducted from February to March 2023 using a descriptive cross-sectional approach. The sample comprised 120 patients with kidney function disorders selected through total sampling. The findings indicate that 16 patients (13.3%) had normal Cystatin C levels, while 104 patients (86.7%) had elevated Cystatin C levels. Notably, among males, 61 individuals (50.8%) tended to exhibit higher Cystatin C levels, suggesting a greater potential for kidney function disorders due to factors such as activity intensity, body mass influence, and hormonal factors.

ANALISIS KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN (SDMK) DI KLINIK LKC DOMPET DHUAFA (DD) PALEMBANG

Fatimah, Mustika, Anisah, Harry Wahyudhy Utama, Miko, Devi Susanti
Abstract: Pengelolaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) khususnya perencanaan kebutuhan SDMK selama ini masih bersifat admisistratif dan belum sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dampak kekurangan pemenuhan kebutuhan SDM… dapat memberikan efek beban kerja yang tinggi kepada tenaga kerja yang berakibat menurunkan kualitas pelayanan kepada pasien. Sebaliknya dampak kelebihan pemenuhan memberikan ketidakefisienan dalam pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan SDMK Klinik LKC DD Palembang menggunakan Metode Beban Kerja (Workload Indicators Staff Needs, WISN). Penelitian deskriptif obervasional ini dilakukan pada tahun 2020, dengan teknik pengambilan data primer melalui observasi kegiatan pelayanan kesehatan di klinik dan data sekunder dengan melihat surat kontrak kerja semua SDMK klinik dan catatan jumlah kunjungan pasien setiap harinya selama 1 bulan. Data dianalisis dengan Metode WISN untuk menentukan rasio SDMK dan angka kebutuhan SDMK. Hasil analisis rasio SDMK dengan metode WISN di Klinik LKC DD adalah jumlah dokter umum dan perawat poli umum masing-masing kurang 1 (satu) orang dan jumlah bidan berlebih 1 (satu) orang, sedangkan jumlah dokter gigi, perawat poli gigi, dan apoteker/asisten apoteker sudah sesuai. Kekurangan pemenuhan kebutuhan SDM memberikan efek beban kerja yang tinggi kepada tenaga kerja yang berakibat menurunkan kualitas pelayanan kepada pasien sedangkan kelebihan pemenuhan kebutuhan SDM akan menimbulkan ketidakefisienan dalam pengelolaan keuangan.

HUBUNGAN PEMERIKSAAN SARS-COV2 RNA DENGAN D-DIMER PADA PASIEN YANG DIDIAGNOSA COVID-19 DI LABORATORIUM KLINIK PRODIA SUMEDANG

Prasetya, Didik, Juariah, Ade, Candrawati, Sang Ayu Ketut, Yanti, Ni Luh Gede Puspita
Abstract: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV2. Selain menyebabkan gangguan pernapasan, virus ini juga menyebabkan hiperkoagulasi yang ditandai dengan peningkatan kadar D-Dimer.… -Dimer. Salah satu pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi penyakit Covid-19 adalah pemeriksaan SARS-CoV2 RNA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemeriksaan SARS-CoV2 RNA dengan kadar D-Dimer pada pasien yang didiagnosa Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 30 data sekunder pasien yang melakukan pemeriksaan D-Dimer dan SARS-CoV2 RNA atau pun pasien yang melakukan pemeriksaan D-Dimer dengan data rekam medis SARS- CoV2 RNA yang didiagnosa Covid-19 periode Januari 2021 sampai Juli 2022. Hasil penelitian ini didapatkan responden dengan hasil SARS-CoV2 RNA terdeteksi sebanyak 25 (83,3%) dan tidak terdeteksi sebanyak 5 (16,7%). Kadar D-Dimer normal sebanyak 7 (23,3%) dan abnormal 23 (76,7%). Hasil uji Chi Square penelitian ini tidak ada hubungan antara pemeriksaan SARS-CoV2 RNA dengan D- Dimer pada pasien yang didiagnosa Covid-19 dengan nila Asymp. Sig 0,334. Dapat disimpulkan bahwa kadar D-Dimer pada pasien yang didiagnosa Covid-19 dengan hasil SAR-CoV2 RNA terdeteksi tergantung dari tingkat derajat keparahan penyakit.

AKIBAT HUKUM DOKTER MALAPRAKTIK DAN KELUARGA PASIEN YANG MEMBIARKAN KELUARGANYA DITANGANI OLEH DOKTER TANPA SIP

Amallia, Sabrina Difa, Nugroho, Guritno Adi, Anggarini, Adelina Damayanti
Abstract: Berdasarkan UU Nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, pembangunan medis bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, keinginan, dan kemampuan individu untuk hidup sehat demi mencapai tingkat kesehatan optimal, yang merupakan… erupakan bagian dari kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tindakan malapraktik mengakibatkan kerugian baik secara materiil maupun immateriil bagi pasien atau keluarganya sebagai korban. Metode penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Jenis dan sumber bahan hukumnya mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang diperoleh melalui studi dokumentasi atau studi kepustakaan dengan meneliti, mencatat, dan merujuk pada literatur, peraturan perundang-undangan terkait, pendapat ahli, skripsi, serta materi lain yang relevan dengan topik penelitian. Disimpulkan bahwa hukum yang mengatur persyaratan izin praktik yang diperlikan untuk menjalankan praktik kedokteran berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran mengatur bahwa setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki surat izin praktik. Sedangkan untuk penerapan sanksi pidana terhadap praktik kedokteran tanpa izin diatur dalam pasal 75, pasal 76, pasal 79 Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004. Dan untuk pertanggungjawaban dokter yang melakukan perbuatan melawan hukum terhadap kerugian pasien, bentuk pertanggungjawaban dokter disini bisa dipertanggungjawabkan jika ada unsur kelalaian sebenarnya mengandung dua hal yaitu, kelalaian yang diakibatkan karena melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak dilakukan dan kelalaian yang diakibatkan karena tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya dilakukan.   Kata Kunci : Malapraktik, Hukum, Tanggungjawab  

Edukasi Pentingnya Menggunakan Masker untuk Mencegah Infeksi Nosokomial pada Pengunjung di Poli Rawat Jalan RSUD Bahteramas

Sri Tungga Dewi, Hilda Harun, Harleli, Andi Nur Taqfiyatul Rizka Toaso, Astrifatih A.Daulat
Abstract: Infeksi yang berkaitan dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) ialah permasalahan kesehatan yang bersifat global, termasuk di Indonesia yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,74%. Kondisi tersebut menegaskan bahwasannya&#8230; wasannya pelaksanaan upaya pencegahan serta pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit menjadi hal yang sangat krusial, salah satunya melalui penerapan penggunaan masker secara tepat serta benar sesuai prosedur. Sementara itu, kegiatan pengabdian ini dimaksudkan guna meningkatkan kesadaran serta pengetahuan pengunjung terkait penggunaan masker yang benar, sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap penularan infeksi nosokomial di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026, dengan sasaran pasien serta keluarga atau pendamping pasien di Instalasi Rawat Jalan, sehingga didapatkan sebanyak 60 pengunjung. Pada studi ini metode yang dipakai ialah edukasi kesehatan secara langsung (tatap muka) dengan media leaflet. Dari hasil Hasil pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai P-Valeu=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hal tersebut, mengindikasikan bahwasannya sehinga ada perbedaan pengetahuansignifikan sebelum serta sesudah edukasi.

Hubungan Kadar Hemoglobin terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien Rawat Inap Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Eksaserbasi Akut di RSUD dr. Suhatman Mars Kota Dumai

Octariany, Surya Arfa
Abstract: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a progressive chronic respiratory disease that has become a global health concern due to its high morbidity and mortality rates and its impact on patients’ quality of life.&#8230; e. In acute exacerbation conditions, impaired oxygenation becomes a major problem that may be influenced by various factors, including hemoglobin levels as the primary component of oxygen transport in the blood. However, the relationship between hemoglobin levels and oxygen saturation in patients with acute exacerbation COPD remains inconsistent, particularly in populations exposed to high environmental risk factors. This study aimed to determine the relationship between hemoglobin levels and oxygen saturation in patients with acute exacerbation COPD hospitalized at RSUD dr. Suhatman MARS Dumai, Kota Dumai. This research employed an analytic observational design with a cross-sectional approach involving 73 patients selected through total sampling based on medical record data. Bivariate analysis using the Spearman correlation test showed no significant relationship between hemoglobin levels and oxygen saturation (r = 0.098; p = 0.412), indicating a very weak and statistically insignificant correlation. The study concluded that hemoglobin levels do not directly influence the oxygenation status of patients with acute exacerbation COPD, where impaired oxygenation is more strongly affected by respiratory factors such as ventilation-perfusion imbalance and structural lung damage. The novelty of this study lies in its empirical evidence demonstrating the limited role of hemoglobin as a predictor of oxygenation in patients with acute exacerbation COPD within a population with specific environmental characteristics, thereby providing a basis for developing more comprehensive clinical approaches in monitoring and managing COPD patients.

Edukasi Cerdas Memilih Obat Herbal untuk Meningkatkan Literasi Keamanan Produk Herbal

Rifa'atul Mahmudah, Nurramadhani A.Sida, Nur Hijrianti Akib, Nur Illiyyin Akib, Halik, Rifa’atus Shalihah
Abstract: Peningkatan penggunaan obat herbal di masyarakat tidak selalu diikuti pemahaman yang memadai mengenai aspek keamanan, mutu, dan potensi interaksi dengan obat medis. Kondisi ini menyebabkan masyarakat rentan mengonsumsi produk&#8230; roduk yang tidak memiliki izin edar, mengandung klaim berlebihan, atau bahkan berisiko secara kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai pemilihan obat herbal yang aman melalui penyuluhan langsung dan distribusi leaflet edukatif. Kegiatan dilaksanakan kepada pasien dan keluarga pasien di Apotek rawat jalan RSUD Bahteramas kota Kendari. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi cara memverifikasi izin edar BPOM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran peserta dalam menilai legalitas, keamanan, dan klaim produk herbal, termasuk pemahaman terhadap potensi interaksi dengan obat medis. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat melakukan swamedikasi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

Pelatihan Pengoperasian Aplikasi Pendaftaran Dan Pengambilan Nomor Antrian Berbasis Android Pada Klinik THS Pematangsiantar

Siregar, Nur Hamida, Napela, Asyah
Abstract: Klinik anak THS yang berlokasi di Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar merupakan klinik anak yang cukup terkenal di Jalan Sudirman dan sekitarnya. Salah satu pembeda Klinik THS dengan klinik anak lainnya adalah&#8230; komitmen terhadap keamanan obat. Klinik sangat selektif dalam memilih obat-obatan yang diberikan kepada anak-anak. Klinik juga tidak menerima resep obat dari luar. Klinik THS sudah berdiri sejak 2016 dan mendapatkan kepercayaan dari banyak orang tua yang tinggal di lokasi Klinik dan sekitar. Permasalahannya adalah terjadi peningkatan jumlah pasien secara signifikan pada tiga bulan terakhir. Sementara sistem pelayanan untuk pendaftaran dan pengambilan nomor antrian masih dilakukan dilakukan secara manual dan melalui WhatsApp sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan ketidakefisienan pelayanan terhadap pasien. Solusi terhadap masalah ini berupa tawaran pelatihan aplikasi pendaftaran dan pengambilan nomor antrian berbasis Android. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil dari pengabdian masyarakat terbukti dapat meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan kepada pasien. Admin Klinik THS secara mandiri mampu mengontrol dan mengelolah data pasien. Pasien juga dimudahkan dalam proses pendaftaran dan pengambilan nomor antrian.