Search Articles & Publications

Showing 616 articles found for "Menghadapi"

PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI KEJUJURAN PADA SISWA

Meita Pakpahan
Abstract: Penelitian ini mengkaji peran guru dalam menanamkan nilai kejujuran pada siswa di lingkungan pendidikan. Pendidikan karakter, khususnya kejujuran, dianggap penting dalam membentuk akhlak siswa dan mempersiapkan mereka untuk… tuk menghadapi tantangan di era global. Dalam konteks ini, peran guru sangat krusial sebagai pengajar yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga sebagai teladan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur, di mana peneliti menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan. Penelitian menunjukkan bahwa untuk menanamkan nilai kejujuran, guru harus mengintegrasikan prinsip-prinsip akhlak dalam pembelajaran melalui keteladanan, pembiasaan, dan komunikasi yang terbuka. Hasil penelitian mengidentifikasi langkah-langkah pentig dalam internalisasi nilai kejujuran seperti penggunaan contoh nyata, memberikan nasihat, dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman akan pentingnya nilai kejujuran dan mendorong guru untuk lebih aktif dalam proses pendidikan karakter.

Implementasi Aplikasi Exambppp Dalam Pelaksanaan Ujian PPG di SD Narwastu Pekanbaru

Nona Nabila, Dinda Ayuni, Elly Nielwaty
Abstract: Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan upaya peningkatan profesionalisme guru melalui pembelajaran berbasis kompetensi, workshop perangkat ajar, praktik mengajar di sekolah, serta evaluasi kompetensi melalui ujian… an berbasis aplikasi. Salah satu instrumen evaluasi yang digunakan adalah Aplikasi Exambppp, yang berfungsi untuk menyelenggarakan ujian PPG secara daring dan terstandar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program sertifikasi dan PPG, termasuk penggunaan Aplikasi Exambppp, serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi guru di UPT SD Narwastu Pekanbaru.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi guru peserta PPG dan sertifikasi, kepala sekolah, serta pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PPG dan sertifikasi, termasuk pelaksanaan ujian melalui Exambppp, berjalan cukup baik meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas teknologi, jaringan internet, dan dukungan pelatihan lanjutan mengenai penggunaan aplikasi ujian.Penggunaan Exambppp turut meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi evaluasi berbasis teknologi, serta mendorong kedisiplinan dalam memahami materi sebelum ujian. Guru yang mengikuti program mengalami peningkatan pada kemampuan perencanaan pembelajaran, penguasaan materi, serta penerapan strategi pembelajaran aktif. Secara keseluruhan, sertifikasi, PPG, dan implementasi Exambppp terbukti berkontribusi dalam memperkuat kompetensi profesional guru serta mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih berkualitas di sekolah.

PENGARUH PERGAULAN BEBAS DAN TEKANAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU REMAJA DI DESA HELVETIA KECAMATAN LABUHAN DELI

Anggun Syahfitri, Minna Bella, Naila Nafisah Zulfa, Riwati Amelia, Sani Susanti
Abstract: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh pergaulan bebas dan tekanan teman sebaya terhadap perilaku remaja di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara… cara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pergaulan remaja cenderung bebas dan tidak terkontrol, ditandai dengan kebiasaan nongkrong malam, mencoba rokok atau minuman beralkohol, serta mengikuti tren media sosial tanpa pengawasan. Tekanan teman sebaya memperkuat kecenderungan tersebut melalui ajakan, bujukan, dan rasa takut dikucilkan. Proyek penyuluhan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut penelitian membantu meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pergaulan bebas dan strategi menghadapi tekanan sebaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk perilaku remaja yang positif dan mencegah penyimpangan sosial.

PROBLEMATIKA LITERASI DALAM PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR

Farikhatul Atiqoh, Nova Khoirun Nisa, Adzin Eka Lindi, Yuliyati, Luthfa Nugraheni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan literasi dalam pembelajaran siswa sekolah dasar, khususnya siswa kelas V di SDN 1 Rahtawu, dan untuk mengusulkan solusi yang tepat untuk meningkatkan… gkatkan kemampuan literasi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan guru, observasi langsung di kelas, dan tinjauan pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa masih menghadapi kesulitan dalam membaca dan memahami materi pembelajaran karena faktor internal, seperti potensi pribadi yang belum berkembang, motivasi rendah, dan kurangnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal, termasuk dukungan dan bimbingan orang tua yang terbatas dan sumber belajar yang tidak memadai di sekolah. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan pembelajaran literasi melalui pendekatan kontekstual dan interaktif, penyediaan bahan bacaan yang beragam dan menarik, pemberian bimbingan dari guru dan orang tua, serta menumbuhkan kebiasaan literasi yang konsisten baik di sekolah maupun di rumah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru, sekolah, dan orang tua dalam mengembangkan budaya literasi yang efektif di pendidikan dasar.

Analisis Perancangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Abad ke-21 (HOTS dan TPACK) sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman dan Pengalaman Lapangan Mahasiswa Calon Guru

Siti Hajar Sahari, Nur Holila Nasution, Joni Tua Pasaribu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Adapun tujuan penelitian ini  yaitu bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan  pembelajaran pada evaluasi pelajaran Geografi di sekolah MAN 2 MODEL MEDAN. Didalam penelitian kami melakukan… kan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru pada mata pelajaran Geografi. Adapun hasil dari penelitian yang kami dapat yaitu yang  menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru juga memanfaatkan beberapa berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, juga guru evaluasi ini juga masih ada beberapa menghadapi masalah/kendala.Adapun masalah atau kendala yang sering dihadapi guru yaitu seperti: Keterbatasan Kompetensi Digital dan Pedagogik, Kurangnya Pelatihan Profesional, Minimnya Fasilitas Sekolah, Resistensi terhadap Perubahan, Waktu yang Terbatas.Selain itu, ada juga beberapa penerapan soal yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa yang selalu memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Jadi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi kendala harus memerlukan pendukung untuk evaluasi pembelajaran Geografi, supaya dapat lebih efektif, terstandar, dan relevan dalam evaluasi pembelajaran abad ke-21 berbasis HOTS dan TPACK.

Analisis Kendala Yang Dihadapi Guru Dalam Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran Geografi Di Kelas XI Di SMA N 12 Medan

Aisyah Dwi Ramadhani, Silvia Novelina Simanullang, Tungunedo Manalu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran Geografi di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui… pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru mata pelajaran Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemampuan analisis siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas sekolah (laboratorium SIG, peta tematik, jaringan internet), serta belum adanya standar baku dari Kemendikbud terkait komposisi soal berdasarkan level kognitif. Selain itu, penerapan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa turut memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung evaluasi pembelajaran Geografi yang lebih efektif, terstandar, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

ANALISIS KENDALA DAN SOLUSI GURU GEOGRAFI DALAM PELAKSANANN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 11 MEDAN

Rizky Ahmadani, Amanda Anggraini, Juni Paramita Nababan, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Geografi di SMA Negeri 11 Medan. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran dengan narasumber utama Ibu Nurbaiti Panggabean, S.Pd, penelitian… litian ini menemukan bahwa proses evaluasi mencakup tiga aspek utama yaitu penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara sistematis dan berkesinambungan, namun masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam perencanaan instrumen penilaian, pelaksanaan observasi lapangan, dan penilaian autentik. Kendala tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, fasilitas pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa. Guru menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kendala tersebut, antara lain peningkatan kompetensi melalui MGMP, penerapan teknologi seperti Google Form dan Quizizz, penilaian proyek berbasis autentik, serta penggunaan rubrik penilaian yang lebih objektif. Selain itu, guru mulai mengintegrasikan pendekatan HOTS dan TPACK dalam evaluasi, meskipun masih pada tahap awal. Hasil evaluasi juga dimanfaatkan untuk memberikan umpan balik, perbaikan metode pembelajaran, dan penentuan tindak lanjut akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi evaluasi masih membutuhkan dukungan sistemik dari sekolah, seperti penguatan fasilitas digital, pengembangan bank soal HOTS, peningkatan literasi data guru, dan penyediaan waktu khusus untuk refleksi pedagogik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran Geografi akan lebih efektif apabila didukung oleh kompetensi guru, fasilitas memadai, serta sistem kolaboratif yang berkelanjutan..

Analisis Tingkat Pemahaman Mahasiswa mengenai Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK

Inna Umi Fadillah, Julia Agnesia Harianja, Wan Saskia Putri, M. A. Jaya Damanik
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara sekaligus landasan moral memiliki peran penting dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) agar tetap selaras dengan nilai etika, kemanusiaan, dan kesejahteraan bangsa.… angsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi modern, pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila menjadi aspek yang penting untuk memastikan penggunaan IPTEK berjalan secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 1–5 dengan 14 pernyataan yang dianalisis melalui klasifikasi skor menjadi tiga kategori tingkat pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi sebanyak 42 orang, kategori sedang sebanyak 8 orang, dan tidak ada responden pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hal ini mencerminkan efektivitas pendidikan Pancasila di perguruan tinggi dalam menanamkan nilai moral dan etika dalam pemanfaatan IPTEK. Meskipun demikian, masih diperlukan penguatan pembelajaran kontekstual dan aplikatif agar seluruh mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan teknologi di era digital.

Strategi Pengelolaan Aset Wakaf Untuk Pemberdayaan Ekonomi Di BWI Sumatera Utara

Faadihilah, Arif, Salsabila Br Damanik, Nadiva, Alzura, Zenaris, Samri Julianti Nasution, Yenni
Abstract: Wakaf merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, pengelolaan aset wakaf di Indonesia masih menghadapi berbagai… tantangan, seperti keterbatasan manajemen, rendahnya produktivitas aset, dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai wakaf produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan aset wakaf yang diterapkan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Sumatera Utara dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara kepada narasumber dari BWI Sumatera Utara serta studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BWI Sumatera Utara menerapkan strategi berupa pendataan dan sertifikasi aset wakaf, penguatan kapasitas nazir, pengembangan wakaf produktif, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf. Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai manfaat aset wakaf sehingga tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan wakaf yang profesional dan produktif menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis syariah.

Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Sebagai Instrumen Fiskal Dalam Pembangunan Daerah

Indri, Shofiyah, Fahira Alzattin, Rizka, Vientiany, Dini
Abstract: Pajak“Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu instrumen fiskal yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan daerah dan mendukung pembangunan infrastruktur. Dalam era desentralisasi fiskal, pengelolaan… an PBB sektor perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) menjadi kewenangan pemerintah daerah, sehingga berkontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PBB sebagai instrumen fiskal dalam pembangunan daerah serta mengidentifikasi kendala dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBB memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah, namun masih menghadapi kendala seperti ketidakakuratan data, rendahnya kepatuhan wajib pajak, dan keterbatasan sistem administrasi. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pengelolaan PBB melalui digitalisasi dan peningkatan”kesadaran masyarakat.