Search Articles & Publications

Showing 616 articles found for "Menghadapi"

Kajian Literatur mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Dampaknya bagi Kehidupan Sosial dan Pendidikan

Ali Anhar Syi’bul Huda, Aghnia, Abid Nurhuda, Walid In’am Ahmad, Hamdi, Dena Sri Anugrah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan pendidikan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh… peroleh dari berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui platform Google Scholar serta didukung oleh artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa MBG merupakan program strategis yang berperan dalam meningkatkan status gizi, konsentrasi belajar, kehadiran, serta prestasi akademik siswa. Dari aspek sosial, program ini berkontribusi dalam mengurangi beban ekonomi keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat interaksi sosial. Namun demikian, implementasi MBG masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, distribusi yang belum optimal, serta lemahnya pengawasan. Secara keseluruhan, MBG memiliki relevansi tinggi dan potensi keberlanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan sumber literatur yang masih terbatas pada satu platform sehingga perlu perluasan kajian. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian secara multidisipliner, termasuk dalam bidang hukum, ekonomi, kesehatan, kebijakan publik, dan moral.

Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin Melalui Moderasi Beragama di Mas Hidayatul Muslimin

Agung Wibosono
Abstract: Implementasi moderasi beragama dalam membentuk profil pelajar rahmatan lil alamin di MAS Hidayatul Muslimin 2 menghadapi tantangan serius akibat belum adanya regulasi institusional yang ajek. Penelitian ini bertujuan untuk… uk mengeksplorasi strategi penguatan karakter tersebut, mengidentifikasi kendala sistemik, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai praktik pembelajaran di madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan kebijakan resmi menyebabkan internalisasi nilai moderasi berjalan sporadis dan sangat bergantung pada inisiatif personal guru, sehingga aspek afektif siswa seringkali terabaikan oleh dominasi orientasi kognitif. Secara kontribusi teoritis, penelitian ini memperluas penerapan teori moral kolektif Emile Durkheim dengan memosisikan moderasi beragama sebagai fakta sosial yang harus dilembagakan untuk menciptakan integrasi sosial di lingkungan pendidikan. Sementara itu, secara kontribusi kebijakan, penelitian ini merekomendasikan perlunya formalisasi moderasi beragama ke dalam standar operasional prosedur madrasah serta restrukturisasi sistem penilaian karakter yang lebih autentik guna memastikan keberlanjutan program. Dengan demikian, sinergi antara otoritas kebijakan dan peningkatan kompetensi pedagogis guru menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi muslim yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman plural.

Peran Pengurus Panti dalam Pengembangan Keterampilan Anak dengan Trauma Masa Lalu untuk Mendukung Pendidikan Sepanjang Hayat (Studi Kasus di Panti Asuhan Melvin Sejahtera Indonesia)

Sani Susanti, Afiza Aulia, Anna Yudhita Simanullang, Nadhira Hafidza, Rasenda, Putri Inaya Darmayana, Joyce Inori Siregar, Nurul Afifah, Michael Yudha Pratama, Mario Timothy Napitupulu
Abstract: Pendidikan sepanjang hayat menekankan bahwa proses belajar berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Anak-anak di panti asuhan umumnya memiliki latar belakang kehidupan yang sulit yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis… logis dan pendidikan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus panti dalam membimbing anak yang mengalami trauma masa lalu, mengidentifikasi bentuk pendidikan keterampilan yang diberikan, serta menjelaskan kontribusinya terhadap pendidikan sepanjang hayat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus dan anak-anak panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus panti berperan penting dalam memberikan bimbingan, motivasi, dan dukungan emosional. Pendidikan keterampilan yang diberikan mampu meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak, serta menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang mendukung penerapan pendidikan sepanjang hayat. Simpulan penelitian ini adalah bahwa peran pengurus dan pendidikan keterampilan memiliki kontribusi nyata dalam membentuk kesiapan anak menghadapi kehidupan secara mandiri dan berkelanjutan.

Analisis Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran: Studi Kasus di SMP Medan

Astrida Joice Angelica Batubara, Judika Adventis Maleakhi Sihite, Imelda Situmorang
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidik dan tenaga kependidikan dalam mendukung efektivitas pembelajaran di salah satu SMP negeri di Kota Medan. Penelitian menggunakan metode studi kasus kualitatif… dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkap adanya kesenjangan antara teori manajemen ideal dan praktik di lapangan, terutama dalam perencanaan karena sistem penempatan guru yang tersentralisasi sehingga membatasi otonomi sekolah. Hal ini mengakibatkan ketidaksesuaian (mismatch) di mana guru sering mengajar mata pelajaran di luar keahliannya, yang menyebabkan beban kerja berlebih. Meskipun menghadapi tantangan tersebut, sekolah menerapkan strategi adaptif, termasuk evaluasi kinerja berbasis teknologi (e-kinerja) dan budaya berbagi pengetahuan melalui lokakarya. Kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor krusial dalam mengatasi keterbatasan yang ada. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kendala sistemik menghambat manajemen yang optimal, strategi internal yang proaktif dan kepemimpinan yang kuat menjadi kunci dalam menjaga kualitas pendidikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggambaran empiris tentang bagaimana sebuah sekolah negeri beradaptasi dengan keterbatasan birokrasi untuk memastikan pembelajaran yang efektif.

OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN GENAP MELALUI PEMANFAATAN MEDIA MANIPULATIF BERBASIS BENDA KONKRET PADA SISWA KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR

Dwi Zahra Pratiwi, Safrida Napitupulu, Dra Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar sering kali masih menghadapi kendala dalam hal pemahaman konsep, khususnya pada materi bilangan genap. Siswa cenderung menghafal tanpa memahami makna konsep secara mendalam… ndalam karena pembelajaran yang masih bersifat abstrak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pemahaman konsep bilangan genap melalui pemanfaatan media manipulatif berbasis benda konkret pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Penulisan ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan mengkaji berbagai teori dan literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media manipulatif, seperti kancing, stik es krim, dan benda konkret lainnya, mampu membantu siswa memahami konsep bilangan genap secara lebih nyata dan bermakna. Selain itu, penggunaan media ini juga dapat meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa. Dengan demikian, pemanfaatan media manipulatif berbasis benda konkret sangat efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar.

EKSPOLRASI ETNOMATEMATIKA PADA BANGUN DATAR DALAM BUDAYA LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOMETRI  SISWA SEKOLAH DASAR

Wan Muthia Habiby, Safrida Napitupulu, Amanda Syahri, Isnan Nasution, M. Faisal Husna
Abstract: Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep akibat sifat materi yang abstrak dan kurang kontekstual. Etnomatematika merupakan pendekatan yang mengintegrasikan konsep… p matematika dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi konsep bangun datar dalam budaya lokal Indonesia serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar geometri di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional yang relevan dengan topik etnomatematika dan pembelajaran geometri. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, reduksi, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai unsur budaya lokal seperti motif batik, rumah adat, permainan tradisional, dan kerajinan anyaman mengandung konsep bangun datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, dan belah ketupat. Integrasi etnomatematika dalam pembelajaran geometri terbukti meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar. Dengan demikian, eksplorasi etnomatematika pada bangun datar dapat dijadikan alternatif sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran geometri.

PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI NON-RUTIN: STUDI KUALITATIF TENTANG STRATEGI DAN HAMBATAN SISWA SD

Hilwa Salsabila Daulay, Safrida Napitupulu, Umar Darwis, Putri Juwita, Lia Afriyanti Nasution
Abstract: Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan prosedural yang berorientasi pada penggunaan rumus secara mekanis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya fleksibilitas berpikir siswa ketika menghadapi… pi masalah geometri nonrutin yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah serta mengidentifikasi hambatan kognitif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal geometri non-rutin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 siswa kelas V sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui tes geometri non-rutin, wawancara berbasis tugas, dan dokumentasi lembar kerja siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual-representatif dan strategi mencoba-coba (trial and error) merupakan strategi yang paling dominan digunakan siswa. Hambatan yang ditemukan meliputi miskonsepsi atribut, miskonsepsi spasial, serta ketergantungan pada hafalan rumus tanpa pemahaman konseptual. Mayoritas siswa masih berada pada Level 0 (Visualisasi) dan Level 1 (Analisis) berdasarkan teori perkembangan berpikir geometri Pierre van Hiele. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi masalah non-rutin secara sistematis dalam pembelajaran geometri untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi numerasi siswa.

TRANSFORMASI PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN MENUJU SEKOLAH UNGGUL

Rara Amelia, Sri Anggih Fauziah, Chairyzan Shauma Rafa, Bilqis Syakilla Maryadi, Zahrotul Munawaroh
Abstract: Keberhasilan sebuah sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna sangat bergantung pada bagaimana sarana dan prasarana di dalamnya dikelola. Penelitian ini menggali lebih dalam mengenai perjalanan transformasi pengelolaan… engelolaan fasilitas di MTs Nurul Hikmah Pondok Aren dalam cita-citanya menjadi madrasah unggul. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti berinteraksi langsung dengan narasumber dan mengamati kondisi lapangan untuk memahami realitas yang ada. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meski kebutuhan dasar fasilitas telah terpenuhi, MTs Nurul Hikmah masih berjuang menghadapi tantangan birokrasi yayasan yang sentralistik, keterbatasan dana, serta sistem perawatan yang belum terpadu. Namun, semangat perubahan mulai terlihat melalui langkah-langkah nyata, seperti pendataan aset yang lebih tertib, penyediaan ruang kelas yang nyaman dengan pendingin udara (AC), serta tumbuhnya rasa memiliki di kalangan warga sekolah untuk menjaga fasilitas bersama. Perubahan ini secara perlahan menciptakan suasana belajar yang lebih hangat dan kondusif bagi siswa. Akhirnya, penelitian ini menegaskan bahwa untuk menjadi sekolah unggul, bukan hanya fisik bangunan yang perlu dibenahi, melainkan juga penguatan tata kelola yang lebih mandiri dan modern demi masa depan pendidikan yang lebih baik.

PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER DI ERA MODREN

Sri Virgin Octavia
Abstract: Era modern ditandai oleh perkembangan teknologi, globalisasi dalam perubahan sosial yang cepat. Kondisi ini membawa peluang sekaligus tantangan bagi pembentukan dalam karakter generasi muda. Pendidikan memiliki peran yang… g dalam untuk menanam nilai moral dan tanggung jawab sosial agar peserta didik mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan jati diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur untuk mengkaji peran pendidikan dalam membentuk karakter di era modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter perlu diintegrasikan dalam kurikulum, didukung oleh kompetensi guru, serta diperkuat melalui kolaborasi di antaranya sekolah, keluarga, masyarakat. Pendidikan memiliki peran dalam mengubah karakter pada generasi muda yang penuh banyak tantangan di era globaliasi pada masa modern ini.banyak dinera modern ini membuat generasi anak muda hanya bergantung pada teknologi,dan dalam era ini dapat juga saraa dalam pembentukan karakter dan yang berdaya saing.Pendidikan dalam di era modren ini banyak menghadapi tantangan dalam menggunakan teknologi,dan juga pada generasi muda juga memiliki sikapkarakter yang sopan,empati,dan bertanggungjawab pada Masyarakat.

Peran Self- Efficacy pada Mahasiswa yang berkerja paruh waktu

Monica Budi Saraswati, Safiinatun Najah
Abstract: Mahasiswa yang bekerja paruh waktu dihadapkan pada tuntutan ganda berupa kewajiban akademik dan tanggung jawab pekerjaan, yang berpotensi menimbulkan tekanan fisik maupun psikologis. Kondisi ini menuntut kemampuan adaptasi… si dan keyakinan diri yang kuat agar mahasiswa mampu menjalankan kedua peran secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-efficacy pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu dalam menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa berusia 24 tahun yang menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus pekerja paruh waktu. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengacu pada model analisis interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting sebagai modal psikologis dalam membantu mahasiswa mengelola waktu, menghadapi kelelahan, serta mempertahankan motivasi akademik. Self-efficacy tercermin melalui tiga aspek utama, yaitu kemampuan menilai tingkat kesulitan tugas (magnitude), kekuatan keyakinan dalam menghadapi hambatan (strength), dan penerapan kepercayaan diri pada berbagai konteks akademik maupun pekerjaan (generality). Temuan ini menunjukkan bahwa self-efficacy mendukung ketahanan, regulasi diri, dan keberlanjutan peran ganda mahasiswa pekerja paruh waktu. Dengan demikian, penguatan self-efficacy menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesejahteraan mahasiswa yang bekerja paruh waktu.