Abstract:Latar belakang: Gangguan pola tidur sering terjadi pada pasien paliatif dengan karsinoma mamae akibat nyeri, kecemasan, dan kelelahan, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Pendekatan nonfarmakologis seperti relaksasi…
ksasi napas dalam dan hipnosis lima jari dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui efektifitas tindakan hipnosis lima jari dan teknik relaksasi napas dalam untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien post operasi mastektomi. Metode: studi kasus pada pasien berusia 58 tahun dengan diagnosa gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan meliputi observasi pola tidur, modifikasi lingkungan, serta edukasi teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari selama dua hari. Hasil: Pasien melaporkan tidur lebih nyenyak, tidak mudah terbangun, dan mampu melakukan teknik relaksasi secara mandiri.Skor indikator tidur meningkat dari 3 menjadi 5 pada seluruh aspek. Simpulan: Penerapan teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari efektif meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan pasien paliatif dengan karsinoma mamae. Saran: Disarankan agar perawat menerapkan teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari sebagai intervensi rutin dalam manajemen gangguan tidur pasien paliatif
Abstract:Berdasarkan data BPBD Kota Padang, tercatat 198 kasus kebakaran pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 245 kasus pada tahun 2024. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memegang peran penting dalam pencegahan, penanggulangan,…
angan, hingga penyelamatan korban kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemadam Kebakaran Kota Padang dalam manajemen bencana kebakaran tahun 2025, yang mencakup aspek input (personel, sarana prasarana, pendanaan, dan kebijakan), proses (pra, saat, dan pasca bencana), serta output yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi, dilaksanakan pada Maret–Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan, yaitu Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Kasi Pengawasan, Kasi Pencegahan, Kasi Operasional, Kasi Sarana dan Prasarana, dan Komandan Plenton. Data juga diperkuat melalui observasi lapangan dan telaah dokumen. Teknik analisis data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen kebakaran oleh Pemadam Kebakaran Kota Padang telah berjalan cukup efektif, dengan koordinasi lintas instansi yang optimal. Kebijakan yang diterapkan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun demikian, masih terdapat beberapa sarana yang belum terpenuhi, serta banyak peralatan yang sudah tidak layak pakai dan sulit mendapatkan suku cadangnya. Ketersediaan dana juga terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan operasional. Penanganan saat bencana berlangsung cukup terarah, namun tetap menghadapi kendala seperti keterbatasan armada dan alat, akses jalan yang sempit, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Secara keseluruhan, peran Pemadam Kebakaran Kota Padang dinilai cukup efektif dalam menjalankan tugasnya. Meski demikian, kendala terkait keterbatasan armada, alat rescue, akses jalan, dan partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan. Diharapkan petugas pemadam kebakaran dapat meningkatkan kedisiplinan dan kesiapsiagaan personel dalam setiap tahapan manajemen bencana.
Abstract:Kecelakaan dan penyakit akibat kerja, terutama pada sektor informal seperti bengkel las yang memiliki risiko tinggi. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi upaya penting untuk meminimalkan risiko tersebut. Namun, tingkat…
ingkat kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada pekerja bengkel las di Kecamatan Koto Tangah Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bengkel las di Kecamatan Koto Tangah sebanyak 399 orang, dengan sampel 80 orang yang diambil menggunakan teknik kuota sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner dan checklist, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,8% pekerja tidak menggunakan APD secara lengkap, 36,3% memiliki pengetahuan rendah, 76,3% memiliki sikap negatif, dan 42,5% pengawasan kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan Tingkat pengetahuan dengan penggunaan APD (p-value = 0,000), Sikap dengan penggunaan APD (p-value = 0,012), Pengawasan dengan penggunaan APD (p-value = 0,026). Terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan pengawasan dengan penggunaan APD pada pekerja bengkel las. perlunya peningkatan edukasi dan pelatihan K3 secara berkala, pengadaan APD yang sesuai standar, serta pengawasan yang lebih ketat dan konsisten dari pemilik bengkel maupun pihak terkait untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD.
Abstract:Konsumsi buah dan sayur di Indonesia masih rendah, dengan data SKI (2023) menunjukkan lebih dari 96% masyarakat, khususnya di Sumatera Barat, kurang mengonsumsi keduanya. Perilaku ini pada anak usia sekolah sangat dipengaruhi…
aruhi oleh lingkungan keluarga dan teman sebaya, serta paparan media. Rendahnya asupan buah dan sayur dapat menghambat tumbuh kembang anak dan meningkatkan risiko penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SDN 35 Pagambiran Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian berlokasi di SDN 35 Pagambiran pada bulan Maret-Agustus 2025. Informan terdiri dari siswa kelas 4 dan 5, serta orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, dengan analisis data menggunakan triangulasi teknik untuk validitas temuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki pengetahuan baik tentang manfaat buah dan sayur, namun perilaku konsumsinya masih bervariasi. Faktor-faktor yang memengaruhinya meliputi ketersediaan di rumah, preferensi pribadi, dan tren makanan viral. Ketersediaan sayur di rumah lebih rutin dibanding buah. Dukungan teman sebaya juga signifikan, di mana siswa cenderung mengikuti kebiasaan makan teman-temannya.Perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SDN 35 Pagambiran dipengaruhi oleh pengetahuan, dukungan keluarga, dan lingkungan teman sebaya. Meskipun pengetahuan sudah baik, tantangan dalam implementasi menjadi kebiasaan rutin masih ada. Edukasi berkelanjutan dan ketersediaan pangan sehat dari keluarga dan sekolah sangat penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat.
Abstract:Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 juga menunjukkan adanya puskesmas dengan kinerja farmasi rendah, termasuk Puskesmas Ambacang. Kondisi ini mengindikasikan kendala dalam pemenuhan standar pelayanan…
an minimum, terutama keterbatasan SDM farmasi dan sarana sesuai Permenkes No. 26 Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang Tahun 2025. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan tabel checklist. Penelitian dilakukan bulan Maret–Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan 11 Juni–31 Agustus 2025. Data dianalisis melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian didapatkan input pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang sudah memenuhi standar minimal Permenkes No. 26 Tahun 2020. Meski demikian, kinerja apoteker belum maksimal dan sarana gudang penyimpanan masih belum sempurna karena beberapa alat belum tersedia. Proses perencanaan dilakukan di awal dan akhir tahun. Penyimpanan obat menggunakan metode FIFO dan FEFO. Penyerahan obat dilaksanakan bulanan dan triwulanan. Pencatatan serta pelaporan dilakukan setiap hari. Output penelitian ini menyimpulkan pengelolaan logistik obat sudah terlaksana. Pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang telah berjalan sesuai standar minimal Permenkes No. 26 Tahun 2020 tentang pelayanan kefarmasian di puskesmas. Diharapkan puskesmas segera mengadakan rapat evaluasi kinerja pegawai, memperjelas tupoksi tiap program, mengadakan pelatihan tenaga farmasi, serta melengkapi sarana dan prasarana gudang obat.
Abstract:Gizi kurang atau stunting masih menjadi tantangan utama bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, kekurangan gizi juga berdampak terhadap kondisi kesehatan serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan…
yang bergizi atau seimbang, Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat prevalensi gizi buruk, stunting 21,5%, mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir, tetapi belum mencapai target nasional 14% pada tahun 2024 . Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program peningkatan gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Padang tahun 2025.Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada 8 informan yang di pilih secara purposive sampling yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Pj program gizi, PJ Promosi kesehatan, Pj KIA, Kader 2 orang dan Ibu balita 2 orang. Data di kumpulkan melalui wawancara terstruktur, Observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan program gizi meliputi pemberian makanan tambahan (PMT), penyuluhan tentang gizi seimbang dan pemantauan status gizi balita akan tetapi program tersebut masih belum berjalan dengan maksimal,untuk tenaga pelaksana masih belum mencukupi, dan dana masih kurang dalam melakukan penyuluhan dan untuk monitoring dan evaluasi masih belum berjalan dengan lancar karena untuk monitoring dan evaluasi ke masyarakat tidak di lakukan hanya di Puskesmas saja yaitu dengan melakukan PKP Penilaian Kinerja Puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan perlunya peningkatan status gizi balita untuk meningkatkan tumbuh kembang balita.
Abstract:Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan kebijakan nasional untuk meningkatkan mutu pelayanan dan tertib administrasi di fasilitas kesehatan. Di Sumatera Barat, sebagian besar dari 270 Puskesmas telah menggunakan…
RME, namun sekitar 10 belum mengimplementasikannya. Puskesmas Ambacang mulai menerapkan RME pada 1 Januari 2023 dengan aplikasi ePuskesmas, diperbarui menjadi ePuskesmas NG, dan sejak 1 Juni 2024 beralih ke ePuskesmas Klaster. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan RME pasien rawat jalan di Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025. Menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif melalui wawancara, observasi, dan checklist terhadap lima informan (Kepala Tata Usaha, dokter, perawat, kepala unit, dan petugas rekam medis), penelitian dilakukan pada Maret–Agustus 2025. Hasil menunjukkan penerapan RME berjalan cukup baik dengan dukungan seluruh tenaga kesehatan, ketersediaan sarana, prasarana, dan kebijakan, meski terkendala jaringan dan server. Pendanaan bersumber dari anggaran rutin. Pencatatan dan pelaporan dilakukan melalui ePuskesmas Klaster, namun pencatatan manual masih digunakan saat sistem bermasalah. Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan. Kelengkapan data pasien dalam RME baru mencapai 62,58%, belum memenuhi target nasional. Kendala utama meliputi keterbatasan SDM, gangguan teknis, dan kelengkapan data. Disarankan peningkatan pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur, dan optimalisasi jaringan agar penerapan RME lebih efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Dinas Kesehatan Sumatera Barat Tahun 2022 ditemukannya kasus DBD hampir diseluruh wilayah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mencatat sebanyak 4.024% kasus DBD. Kasus DBD tertinggi…
yaitu Kota Padang 824% kasus. Berdasarkan data Dari Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, dari 24 Puskesmas di Kota Padang Puskesmas Air Dingin adalah Puskesmas tertinggi kasus DBD yaitu terdapat 38 kasus DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Determinan Perilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Tahun 2025.Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional.Penelitian ini di laksanakan pada bulan Maret – September 2025 di Puskesmas Air Dingin. Populasi penelitian ini adalah kepalakelurga di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin yang berjumlah 10.771 orang, dan sampel yang di ambil sebanyak 95 responden menggunakan Teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis yang di lakukan secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 44,2% perilaku yang kurang baik dalam pencegahan demam berdarah dengue,54,7% masyarakat memilki pengetahuan yang kurang,38,9% masyarakat memilki sikap negatif 38,9% kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana,43,2% masyarakat yang tidak mendapatkan dukungan petugas kesehatan.terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p-value= 0,001) sikap masyarakat (p-value =0,029) ketersediaan sarana dan prasarana ( p-value = 0,029) dukungan petugas kesehatan (p value = 0,025) Terdapat hubungan antara perilaku masyarakat dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue dengan tingkat pengetahuan, sikap, ketersediaan saranan dan prasarana, dukungan petugas kesehatan di harapkan bagi puskesmas meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang demam berdarah dengue dan pemantauan tentang kondisi kesehatan masyarakat.
Abstract:Latar belakang Abses punggung scapula pada anak merupakan masalah infeksi kulit dan jaringan lunak yang berdampak signifikan terhadap kondisi fisik, psikologis, dan kualitas hidup pasien. Dampak utama yang dirasakan adalah…
ah nyeri akut, demam, gangguan tidur, dan ketidaknyamanan yang berpotensi mengganggu aktivitas harian anak. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan komprehensif pada pasien anak dengan abses scapula yang mengalami nyeri akut serta mengevaluasi efektivitas intervensi nonfarmakologis berupa teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari dalam manajemen nyeri. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik,,analisis rekam medis dengan menggunakan SDKI,SLKI dan SIKI. Hasil menunjukkan bahwa setelah intervensi selama tiga hari, skala nyeri pasien menurun dari 6 menjadi 3, pasien tampak lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan mulai kembali beraktivitas ringan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi manajemen nyeri farmakologis dan nonfarmakologis mampu menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan kenyamanan, serta mempercepat proses pemulihan. Saran bagi rumah sakit adalah memperkuat program pelatihan perawat dalam penggunaan intervensi nonfarmakologis, serta melakukan standarisasi protokol manajemen nyeri berbasis SDKI, SIKI, dan SLKI untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada kasus infeksi pediatrik.
Abstract:Keluarga Berencana (KB) adalah upaya mengatur persalinan, jarak dan usia melahirkan, serta dukungan berdasarkan hak reproduksi. Menurut Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, capaian terendah program KB terdapat di beberapa…
rapa Puskesmas kota padang. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program KB di Puskesmas Kota Padang tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam pada 6 informan, yaitu kepala puskesmas, pemegang program KB, penanggung jawab promosi kesehatan, kader KB, dan 2 akseptor KB. Penelitian dilakukan dari Maret hingga Agustus 2025, dengan pengumpulan data pada 17 Juni–17 Juli 2025 menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan tenaga kesehatan yang terlibat dalam program KB adalah 3 bidan bersertifikat CTU (Contraception Technology Update). Dana program bersumber dari BOK dan BKKBN. Sarana prasarana meliputi ruangan KB, alat kontrasepsi, dan komputer. Pelaksanaan kebijakan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 17 Tahun 2024 dan Peraturan BKKBN No. 1 Tahun 2023. Penyuluhan KB dilakukan oleh puskesmas, namun diperlukan jadwal tetap agar masyarakat lebih mudah mengikuti penyuluhan. Konsultasi dan penggunaan alat kontrasepsi berjalan baik dengan masyarakat aktif bertanya di puskesmas. Penilaian program KB dilakukan saat lokakarya bulanan/tribulanan. Kesimpulan: tenaga kesehatan dan dana cukup, pelaksanaan dan monitoring program KB sudah baik. Saran: puskesmas perlu menyediakan jadwal penyuluhan tetap dan edukasi lebih lanjut tentang alat kontrasepsi kepada masyarakat.