Search Articles & Publications

Showing 1157 articles found for "Belum"

Pemanfaatan Google Drive Sebagai Alternatif Media Penyimpanan Secara Online Pada SMK Negeri 4 Tanjungbalai

sahren, sahren, irianto, irianto, Afrisawati, Afrisawati, Mahyudin, Dimas
Abstract: The data storage system is designed to keep data neatly and safely stored and conveniently accessible when needed. Teachers were not used to utilizing Google Drive and instead saved material on cellphones, which clogged… storage and made it difficult to access files when they were needed. Data was frequently left behind since it was saved on a separate flash drive or laptop. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) is an activity that intends to deliver knowledge training on Google Drive cloud storage technology as an alternative to the online storage medium. Tanjung Balai 4 SMKN was involved as a PkM partner in the activity, which focused on introducing and training in using Google Drive.  Among the tactics employed is teaching instructors about the characteristics and benefits of Google Drive as an online storage medium. Tanjung Balai SMKN4 instructors in the 20-teacher group improved their understanding of Google Drive features and functionalities, as well as their capacity to handle files efficiently, after attending the session. Because cooperation partners and instructors at SMKN 4 Tanjung Balai may utilize the information learned to maximize the usage of Google Drive in school activities, using Google Drive has a beneficial influence on PkM activities. Keywords: cloud_storage; google_drive; smkn4_tanjung_balai; PkM Abstrak: Sistem penyimpanan data tidak hanya bertujuan agar tersimpan secara rapi dan aman namun dapat juga diakses dengan mudah saat data dibutuhkan. Sebelumnya para guru belum terbiasa menggunakan google drive dan lebih sering menyimpan data dismartphone  sehingga membebani penyimpanan serta kesulitan dalam menemukan file saat akan digunakan dan data yang sering tertinggal karena disimpan dimedia flashdisk atau dilaptop yg berbeda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pelatihan kepada guru-guru tentang pengetahuan teknologi cloud storage google drive sebagai alternatif media penyimpanan  online. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan SMKN4 Tanjung Balai sebagai mitra dalam PkM yang fokus pada pengenalan dan pelatihan penggunaan google drive. Metode yang digunakan meliputi pelatihan kepada guru-guru mengenai fitur dan manfaat google drive sebagai media penyimpanan online. Setelah mengikuti pelatihan, guru SMKN4 Tanjung Balai  yang mengikuti 20 guru mengalami peningkatan pengetahuan tentang fitur dan fungsi google drive, serta kemampuan mereka dalam mengelola file secara efektif. Pemanfaatan google drive juga memberikan dampak positif dalam kegiatan PkM sebagai kolaborasi mitra dan guru SMKN 4 Tanjung Balai dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengoptimalkan penggunaan google drive dalam kegiatan sekolah. Kata kunci: cloud_storage; google_drive; smkn4_tanjung_balai; PkM

Social Customer Relationship Management Bagi UMKM Kube Kuliner Asahan

Rahayu, Elly, Kifti, Wan Mariatul, santoso, santoso, Lubis, Syafaat Sufi
Abstract: The Asahan Culinary Joint Business Group (KUBE) is an MSME actor engaged in the culinary business in Kisaran City, Asahan Regency, and its surroundings who are members of a joint business group. Asahan Culinary KUBE is running… unning its business from promotions to sales transactions through social media WhatsApp and Facebook. KUBE Asahan Culinary which has 4,093 members are sellers and buyers who transact and communicate through Facebook social media. The problem faced by KUBE Kuliner Asahan is Customer Relationship Management or customer management. Business actors have not been able to utilize customer data from social media to build better relationships with their customers, especially for retargeting and remarketing. This activity aims to provide understanding and knowledge about managing customers through social media and utilizing CRM data to identify potential customers, and prospective customers, identify customer journeys, and create promotional content according to customer characteristics. The activity participants are business actors who are members of the Asahan Culinary KUBE, totaling 25 people and the activities are carried out in the STMIK Royal meeting hall. The method used is community education through counseling and exposure to material with the help of power points. The results of its activities are the implementation of PkM activities and increased understanding and knowledge of business actors.            Keywords: CRM, KUBE; Culinary; MSMEs Abstrak: Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kuliner Asahan merupakan pelaku UMKM yang bergerak dalam bidang usaha kuliner di Kota Kisaran Kabupaten Asahan  dan sekitarnya yang tergabung dalam kelompok usaha bersama. KUBE Kuliner Asahan dalam menjalankan usahanya dari promosi sampai transaksi penjualan melalui sosial media whatsaap dan Facebook. KUBE Kuliner  Asahan yang memiliki anggota 4.093 anggota merupakan penjual dan pembeli yang bertransaksi serta berkomunikasi melalui  social media faceebook. Permasalahan yang dihadapi KUBE Kuliner Asahan adalah  Customer Relationhip Management atau pengelolaan pelanggan. Pelaku usaha belum mampu    memanfaatkan data-data pelanggan dari sosial media untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggannya terutama untuk retargeting dan remarketing atau pemasaran ulang. Kegiatan  ini bertujuan memberikan pemahaman serta pengetahuan tentang pengelolaan pelanggan melalui  media sosial serta  pemanfaatan data CRM untuk melakukan identifikasi pelanggan potensial, calon pelanggan,  melakukan identifikasi perjalanan pelanggan serta membuat konten promosi sesuai dengan karakteristik pelanggan. Peserta kegiatan adalah pelaku usaha yang tergabung dalam KUBE Kuliner Asahan yang berjumlah 25 orang dan kegiatan dilakukan di Aula pertemuan STMIK Royal. Metode yang digunakan pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dan paparan materi dengan bantuan power point.  Hasil kegiatannya adalah terlaksananya kegiatan PkM serta peningkatan pemahaman dan pengetahuan pelaku usaha. Kata kunci: CRM, KUBE; Kuliner; UMKM

Pelatihan Desain Kemasan Produk Menggunakan Aplikasi Canva Pada UMKM KUBE (Kuliner Usaha Bersama) Asahan

Ramdhan, William, Yusda, Riki Andri, Nurwati, Nurwati
Abstract: Abstrak: Kemasan produk yang unik mampu memberikan pengaruh minat terhadap konsumen. Hal ini dikarenakan kemasan produk merupakan hal pertama yang dilihat oleh konsumen sebelum mereka membeli produk para pelaku usaha. Sehingga… hingga desain kemasan produk ini seharusnya dapat menjadi perhatian lebih bagi para pelaku usaha/UMKM agar mereka semakin kreatif dan inovatif dalam membuat kemasan produk mereka agar lebih menarik perhatian konsumen. KUBE Asahan merupakan UMKM yang bergerak pada sektor kuliner. Permasalahan yang di hadapi oleh KUBE Asahan sulitnya mendesain kemasaran produk dalam meningkatkan citra produk dimata konsumen. Saat ini desain kemasan produk masih sangat sederhana sehingga kurang menarik yang memberikan dampak turunnya minta beli dikarenakan keragu-raguan konsumen dalam membeli produk yang tidak memiliki desain kemasan produk yang memberikan informasi produk. Desain grafis penerapan teknologi pada sektor ekonomi dan pemasaran, dimana desain grafis diterapkan guna membrandingkan suatu produk sehingga memberikan informasi secara visual sebagai upaya pemasaran untuk mencapai tujuan salah satunya dengan menggunakan software desain grafis salah satunya Canva. Aplikasi Canva yang merupakan aplikasi yang dapat diakses secara online dan gratis untuk membuat desain grafis untuk berbagai keperluan serta juga dapat digunakan untuk mengubah foto dan membuat ikon produk dengan banyak pilihan gambar dan template desain yang menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM yakni KUBE Asahan tentang pentingnya desain kemasan produk karena kemasan produk yang merupakan suatu peluang dalam memberikan pengaruh penting serta mempertahankan atau meningkatkan penjualan sehingga produk yang ditawarkan guna meningkat nilai tambah produknya. Kata kunci: KUBE Asahan, Canva, Desain, Kemasan Produk

Pemulihan Kesehatan Dan Fasilitas Pendidikan Pasca Gempa Cianjur Di Wilayah Cugenang

Soenandi, Iwan Aang, Peranginangin, Prasasti, Silalahi, Malianti, Mokorowu, Yanny Yeski, Ginting, Meriastuti
Abstract: Abstract: The Community Service Program, LDDIKTI 3 in collaboration with DITJENDIKTIRISTEK and Universities launched an Incentive Program for Assignment to Private Universities for the Implementation of Community Service… in the Cianjur Earthquake Area based on Key Performance Indicators with a focus on the goal of Recovery for Victims of the Cianjur Earthquake Natural Disaster, West Java. From the results of observations made in the Cianjur and surrounding areas which were affected by the earthquake, many locations in Wangunjaya Village, Cugenang Regency, have not been touched and received assistance. Many people in this area experience health problems due to unbalanced nutritional intake and unclean lifestyle, damage to learning tools in schools and early childhood education, especially at SMPN 2 Cugenang and in early childhood education. The aim of the activity is to improve public health from a physical and mental perspective and to help restore education using digital learning. The activities carried out included conducting free examinations and treatment, teaching Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy to reduce anxiety in the community, distributing healthy food parcels, providing trauma healing for school children, and providing school facilities for schools.   Keywords: cianjur earthquake; cugenang; community service; educational facilities; health recovery.   Abstrak: Program Pengabdian Masyarakat, LDDIKTI 3 bekerjasama dengan DITJENDIKTIRISTEK dan Perguruan Tinggi mencanangkan Program Insentif Penugasan kepada Perguruan Tinggi Swasta untk Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat di Wilayah Gempa Cianjur berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama dengan fokus tujuan Pemulihan Korban Bencana Alam Gempa Cianjur Jawa Barat. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di daerah Cianjur dan sekitarnya yang terkena dampak gempa, lokasi Desa Wangunjaya Kabupaten Cugenang masih banyak yang belum tersentuh dan mendapatkan bantuan. Para masyarakat didaerah ini banyak yang mengalami masalah kesehatan karena asupan gizi yang tidak seimbang serta perilaku hidup yang tidak bersih, kerusakan alat-alat pembelajaran di sekolah dan PAUD khususnya di SMPN 2 Cugenang dan di PAUD. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dari segi jasmani serta mental dan membantu memulihkan Pendidikan menggunakan pembelajaran digital. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis, mengajarkan terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) untuk menurunkan ansietas pada masyarakat,  membagikan parcel makanan sehat, memberikan trauma healing bagi anak sekolah, serta memberikan bantuan fasilitas sekolah bagi sekolah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan perasaan bahagia siswa dan masyarakat (+52%), siswa menjadi bisa merasakan pembelajaran digital (+34%) dan masyarakat menjadi lebih merasakan jasmani yang lebih sehat (+17%).   Kata kunci: cugenang; fasilitas pendidikan; gempa cianjur; pemulihan kesehatan; pengabdian masyarakat.

Pengembangan Usaha Kelompok Peternak Lebah Trigona Ampel Mesari Banjar Bebali Desa Berembeng

Wijaya, I Gusti Ngurah Satria, Ciptahadi, Ketut Gus Oka, Ayuningsih, Ni Putu Meina, Narindro, Laser
Abstract: Abstract: The Trigona Beekeepers Group "Ampel Mesari" is a Trigona beekeeping group that accommodates breeders in the Be-bali Banjar area, Berembeng Village. The problems faced by this group are that the group's production… on process is still very minimal, and the method of packaging catfish honey products (trigona) still uses used bottles from other products and does not yet use product label packaging. The solution offered from this service activity is to provide production training to increase colonies from competent experts, provide superior bee colonies assistance, and packaging training with labeling. This community service project will be carried out through socializing exercises, core training activities, and monitoring and evaluation. Implementation of production training activities to increase bee colonies and product packaging and labeling training went well. It can be concluded that there was an increase in understanding, especially about the production of Trigona beekeeping and for an increase in understanding of product packaging and labeling, indicated due to the training participants' enthusiasm and happiness, the pretest and posttest values increased, and participants had no trouble understanding the material during the training process.             Keywords: trigona bee; production training; packaging and labeling training     Abstrak: Kelompok Peternak Lebah Trigona “Ampel Mesari” merupakan kelompok peternak lebah trigona yang mewadahi peternak-peternak yang berada diwilayah Banjar Bebali, Desa Berembeng. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah proses produksi kelompok masih sangat minim sekali, dan cara pengemasan produk madu   trigona (kele) masih mempergunakan botol bekas produk lain serta belum menggunakan kemasan label produk. Pemecahan masalah yang diberikan dari program pengabdian ini adalah menawarkan pelatihan produksi untuk memperbanyak koloni dari pakar berkompeten, pemberian bantuan koloni lebah unggul, dan pelatihan kemasan dengan labeling. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah melalui kegiatan sosialisasi, kegiatan inti berupa pelatihan, dan monitoring serta evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan produksi untuk memperbanyak koloni lebah dan pelatihan pengemasan produk dan labeling berjalan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa terjadi transfer pengetahuan khususnya tentang produksi budidaya lebah trigona, pengemasan dan labeling produk diindikasikan dengan hasil tes yang menunjukkan peningkatan, serta peserta menyambut baik dan berse-mangat untuk mengikuti pelatihan ini sehingga tidak menemui kendala un-tuk memahami isi materi pelatihan kedua pelatihan.   Kata kunci: lebah trigona; pelatihan produksi; pelatihan kemasan dan labeling

Gemar Konsumsi Makanan Sumber Serat (GEMAS) Pada Remaja di SMA Santo Bellarminus, Bekasi

Cahya, Aloysius Prima, Nugrohojati, Mateus Bagas
Abstract: Abstract: Community service activities are carried out to increase awareness of adolescents to consume fiber source foods. These activities include: understanding fiber, the benefits of fiber for the body, types of fiber… source foods, fiber source food groups (water-soluble and water-insoluble fiber), causes if rarely consume fiber source foods, and recommendations for consumption of fiber source foods in a day. The method is carried out in counseling. Starting with filling out the attendance list, filling out the pre-test, then being given nutritional education interventions about fiber using PowerPoint media, a 15-minute question and answer session, and closing with a post-test. Monitoring and evaluation are carried out 1 week after online counseling via Whatsapp call. It is hoped that students will keep in mind the material that has been delivered and apply it in their daily lives. The results of the assessment of knowledge about fiber-source foods in adolescents before being given counseling were 25% (good category), 65.6% (sufficient category), and 9.4% (less category). Meanwhile, the percentage of knowledge about fiber-source foods after counseling was 65.6% (good category), 31.3% (sufficient category), and 3.1% (less category). The results showed a change in knowledge in respondents before and after being given counseling about fiber source foods. The level of knowledge in adolescents influences the behavior and attitudes of adolescents in choosing the type of food to be consumed.        Keywords: fiber; adolescents; fiber-source foods   Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan guna meningkatkan kesadaran remaja untuk mengonsumsi makanan sumber serat. Kegiatan tersebut meliputi: pengertian serat, manfaat serat untuk tubuh, jenis makanan sumber serat, kelompok makanan sumber serat (serat larut dalam air dan tidak larut dalam air), penyebab jika jarang konsumsi makanan sumber serat dan anjuran konsumsi makanan sumber serat dalam sehari. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan. Diawali dengan pengisian daftar hadir, mengisi pre-test, kemudian diberikan intervensi edukasi gizi mengenai serat menggunakan media power point, sesi tanya jawab selama 15 menit dan ditutup dengan post-test. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan 1 minggu setelah penyuluhan secara online melalui Whatsapp call. Diharapkan siswa/i tetap mengingat materi yang telah disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penilaian pengetahuan tentang makanan sumber serat pada remaja sebelum diberikan penyuluhan yaitu sebesar 25% (kategori baik), 65.6% (kategori cukup) dan 9.4% (kategori kurang). Sedangkan persentase pengetahuan tentang makanan sumber serat setelah diberikan penyuluhan yaitu sebesar 65.6% (kategori baik), 31.3% (kategori cukup) dan 3.1% (kategori kurang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada responden sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang makanan sumber serat. Tingkat pengetahuan pada remaja memiliki pengaruh terhadap perilaku dan sikap remaja dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi. Kata kunci: serat; remaja; makanan sumber serat

Pembuatan Peta Tematik Berkeselamatan Wilayah Kelurahan Margadana

Aprianto, Rizal, Prasetyo, Ramadhan Dwi
Abstract: Abstrak: Margadana Urban Village is part of the government structure in Tegal City. Lack of spatial information about urban village boundaries, neighborhood boundaries, and other important information deemed necessary. Realizing… ealizing this, the Margadana Kelurahan thematic maps need to be realized for information disclosure, and the need to optimize the potential of the region for the short, medium, and long term. There is a need for integration between RW and RT in order to provide data and information to make it more efficient. In community service, remote sensing is used, followed by FGDs with local community leaders, namely the urban village administration and RW representatives. The purpose of community service apart from facilitating the sharing and exchange of data/information between Community Leaders can also assist in making safe thematic maps which can be used as the basis for spatial planning based on their potential. The people of the Margadana Urban Village can also participate in the process of planning, utilizing, and controlling the spatial use of their urban village area based on their potential. Keywords: margadana urban village; road transportation safety polytechnic; thematic map   Abstract: Kelurahan Margadana merupakan salah satu wilayah adminstratif yang berada di Kota Tegal. Belum tersedianya informasi spasial tentang batas kelurahan, batas RW, dan informasi penting lainnya yang dianggap perlu. Menyadari hal ini, maka peta tematik Kelurahan Margadana perlu diwujudkan keterbukaan informasi, dan kebutuhan pengoptimalan potensi wilayah untuk jangka pendek, menengah maupun panjang. Diperlukan adanya keterpaduan antar RW dan RT dalam rangka penyediaan data dan informasi agar lebih efisien. Dalam pengabdian kepada masyarakat ini metode yang digunakan dengan cara melakukan penginderaan jauh, dilanjutkan dengan FGD dengan tokoh masyarakat setempat, yakni pihak kelurahan dan perwakilan RW. Tujuan pengabdian masyarakat selain dengan memfasilitasi sharing dan tukar data/informasi antar Tokoh Mayarakat juga dapat membantu dalam pembuatan peta tematik berkeselamatan yang dapat dijadikan sebagai dasar penataan ruang berdasarkan potensinya. Masyarakat Kelurahan Margadana juga dapat berperan serta dalam proses perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kelurahannya berdasarkan potensi yang dimiliki. Kata kundi: kelurahan margadana; peta tematik; politeknik keselamatan transportasi jalan

Pembelajaran Penggunaan Microsoft Office Yang Baik Dan Terorganisir

Joosten, Joosten, Caroline, Caroline, Elly, Elly
Abstract: Abstract: One of the IT applications utilized by the community is Microsoft Office. This application helps various parties in supporting the learning process in schools and is used by various parties for office work needs… s in processing words, numbers and presentations. Understanding and mastering this application is a basic ability that must be owned by every individual in the present. As is the case with students at SMA Letjen Haryono MT while studying at school. However, the use of Office has not been maximized by them. They were only introduced to Microsoft Office applications but did not understand how to use them. Therefore, students need to be equipped with additional learning that focuses on using Microsoft Office as a medium to assist student learning and also prepares students to take advantage of this application in the future. The features available in Microsoft Word, Microsoft Excel, and Microsoft Power Point are also less known by students. Departing from this, it is necessary to equip students with learning about Microsoft Office applications. Learning activities provide a range of 77% through questionnaires filled out by students which means that the training provided provides good knowledge benefits to the 28 students who take part in the training. The target planned by the implementation team was achieved where students were assisted in understanding and learning to use Microsoft Word, Microsoft Excel and Microsoft Power Point applications.            Keywords: education; information technology; microsoft office   Abstrak: Salah satu penerapan TI yang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah Microsoft Office. Aplikasi ini membantu berbagai pihak dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah serta dimanfaatkan berbagai pihak untuk kebutuhan pekerjaan kantoran dalam pengolahan kata, angka serta presentasi. Pemahaman dan penguasaan aplikasi ini merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh tiap individu di masa sekarang. Seperti halnya dengan murid-murid di SMA Letjen Haryono MT selama belajar di sekolah. Tetapi, penggunaan Office belum dimaksimalkan oleh mereka. Mereka hanya diperkenalkan aplikasi Microsoft Office tetapi kurang memahami cara penggunaannya. Oleh karena itu, maka murid perlu dibekali dengan pembelajaran tambahan yang berfokus pada penggunaan Microsoft Office sebagai media untuk membantu pembelajaran murid dan juga mempersiapkan murid manfaatkan aplikasi ini di masa mendatang. Fitur-fitur yang tersedia di Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point juga kurang diketahui oleh murid-murid. Berangkat dari hal tersebut, maka perlu melengkapi murid dengan pembelajaran akan aplikasi Microsoft Office. Kegiatan pembelajaran memberikan nilai range 77% lewat kuesioner yang diisi murid yang berarti pelatihan yang diberikan memberikan manfaat pengetahuan yang baik kepada 28 murid yang mengikuti pelatihan. Target yang direncanakan tim pelaksana tercapai di mana murid-murid terbantu dalam memahami dan mempelajari penggunaan aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point. Kata kunci: pendidikan; teknologi informasi; microsoft office

Cakrawala“Cegah Kolesterol Dengan Waspada Konsumsi Lemak”

Marlina, Paramitha Wirdani Ningsih, Wulandari, Agnes Maharani Puji
Abstract:   Abstract: Based on the results of National Basic Health Research in 2018 according to the proportion of total cholesterol levels in the population aged ≥45 years, 5 stated that as many as ≥10.5% of people had high&#8230; had high cholesterol levels. The factors that cause hypercholesterolemia are nutritional status, especially obesity. Obesity is associated with lipoprotein, decreased High-Density Lipoprotein (HDL), and increased triglycerides and LDL, especially in central obesity. People who have a high percentage of body fat tend to have higher total cholesterol, LDL, and triglycerides compared to people who have normal weight. Nutrition counseling activities are carried out at the Johar Baru District Health Center which will be held on November 7, 2022. Respondents will be given a pre-test form containing 10 true and false statements for 10-15 minutes and then counseling will be carried out through poster media. After that, the respondent was given a post-test form. After 3 days of giving the material, monitoring, and evaluation were carried out on 5 respondents. This Monitoring and Evaluation will be carried out via telephone or the Whatsapp app. Based on the results of bivariate analysis, the results of knowledge obtained were p-value = 0.055 (p-value <0.05) so that it could be concluded that there was no difference in knowledge before and after nutritional education counseling using poster media in PTM patients at the Johar Baru District Health Center, Central Jakarta.         Keywords: cholesterol; fat consumption Abstrak: Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional pada tahun 2018 menurut proporsi kadar kolesterol total pada penduduk umur ≥45 tahun, 5 menyebutkan bahwa sebanyak ≥10,5% masyarakat memiliki kadar kolesterol tinggi. Adapun faktor penyebab hiperkolesterolemia adalah status gizi terutama obesitas. Terdapat keterkaitan antara obesitas dengan lipoprotein, peningkatan trigliserida dan LDL, penurunan High Density Lipoprotein (HDL), terutama pada obesitas sentral. Individu dengan persen lemak tubuh yang tinggi cenderung memiliki total kolesterol, LDL dan trigliserida yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu dengan berat badan normal. Kegiatan penyuluhan gizi dilakukan di Puskesmas Kecamatan johar Baru yang dilaksanakan pada tanggal 7 November 2022. Responden akan diberikan form pre test yang berisikan 10 pernyataan benar dan salah selama 10-15 menit dan selanjutnya akan dilakukan penyuluhan melalui media poster. Setelah itu responden diberikan form post test. Setelah 3 hari pemberian materi dilakukan monitoring dan evaluasi kepada 5 responden. Monitoring dan Evaluasi ini akan dilakukan melalui telepon ataupun app Whatsapp. Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan hasil pengetahuan nilai p value = 0.055 (p-value < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan edukasi gizi menggunakan media poster pada pasien PTM di Puskesmas Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat.  Kata kunci: kolesterol; konsumsi lemak

Strategi Pengembangan Dan Peningkatan Literasi Numerasi Dari Sudut Negeri Di SD Negeri 016406

Maha Putra, Guntur, Kurnia, Melni, Ardianty Harahap, Nur Rizky, Novianti, Devi, Sitorus, Agustina
Abstract: Abstract: Campus teaching activities are motivated by various sectors, one of which is to prepare Indonesian student competencies to face social, cultural, work and technological advances / rapid times, as well as to improve&#8230; rove the quality of education for the better. The problems found with partners are focused on the lack of adaptation of technology in management and the learning process in the classroom. The stages/methods of carrying out activities include starting with pre-assignment, assignment to post-assignment. Based on the results of the implementation of activities aimed at increasing students' literacy and numeracy that have been carried out for approximately 5 months, this third campus teaching program received a positive response from the principal, school committee, teacher council, students and guardians of SD Negeri 016406 Gonting Malaha. This is evidenced from the initial acceptance of the campus teaching team which was greeted with pleasure by school stakeholders and the enthusiasm of students in participating in each lesson. Class teachers are also greatly helped by having campus students teach in managing classes and assisting in the use of learning technology. Not only in the learning sector, schools are also greatly helped by the existence of campus students teaching in organizing and managing school administration in the form of reactivating previously abandoned school libraries, compiling correspondence archives and implementing routine gymnastics programs every morning which has not been done before. The results obtained in the technology adaptation of the students also introduced teachers and students directly to the use of information technology and learning resources that are useful in the development and improvement of student literacy and numeracy, for example the use of YouTube and other learning resources. Keywords: campus teaching; administration; technology; literacy; numeration   Abstrak: Kegiatan kampus mengajar salah satunya adalah untuk menyiapkan kompetensi mahasiswa indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi / zaman yang pesat, serta guna untuk meningkatkan mutu pendidikan menjadi lebih baik (Khotimah et al., 2021). Permasalahan yang ditemukan  pada mitra dititikberatkan pada kurangnya adaptasi teknologi dalam manajemen maupun proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa yang telah dilakukan selama kurang lebih 5 bulan, program kampus mengajar angkatan 3 ini mendapatkan respon positif baik dari kepala sekolah, komite sekolah, dewan guru, siswa serta wali murid SD Negeri 016406 Gonting Malaha. Hal ini dibuktikan dari awal penerimaan tim kampus mengajar yang disambut dengan rasa senang oleh stakeholder sekolah dan antusiasme siswa dalam mengikuti setiap pembelajaran. Tahapan/metode pelaksanaan kegiatan diantaranya diawali dengan pra-penugasan, penugasan sampai dengan pasca penugasan. Guru kelas juga sangat terbantu dengan adanya mahasiswa kampus mengajar dalam mengelola kelas dan membantu pendampingan dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Tidak hanya pada sektor pembelajaran, sekolah juga sangat terbantu dengan adanya mahasiswa kampus mengajar dalam menata dan mengelola administrasi sekolah berupa pengaktifan kembali perpustakaan sekolah yang terbengkalai sebelumnya, penyusunan arsip surat menyurat dan program pelaksanaan senam rutin setiap pagi yang belum ada dilakukan sebelumnya. Hasil yang diperoleh dalam adaptasi teknologi para mahasiswa juga memperkenalkan kepada guru maupun siswa secara langsung mengenai pemanfaatan teknologi informasi maupun sumber-sumber pembelajaran yang berguna dalam pengembangan dan peningkatan literasi serta numerasi siswa misalnya penggunaan youtube maupun sumber belajar lainnya. Kata kunci: kampus mengajar; administrasi; teknologi; literasi; numerasi