Search Articles & Publications

Showing 1197 articles found for "Namu"

Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Pattalassang Melalui Manajemenisasi Umbi Menjadi Keripik Singkong

Gunawan, Gunawan, Sjahruddin, Herman, Zaury, Muhammad Akil, Purnama, Putri, syukri, Muhammad
Abstract: Abstract: The wide area of the community's cassava garden in Pattalasang village, Pattalasang district, Gowa regency resulted in an abundance of community cassava yields, but on the other hand these results are not managed… ed properly, the community only sells to traditional markets and collectors while demand for cassava is very limited, as a result, a lot of cassava is damaged (rot). This condition is the reason for adding the economic value of the people's crops. Efforts are made for this purpose, namely by increasing the use of cassava through the manufacture of chips to minimize cassava that is not absorbed by the market and collectors so as to increase the economic income of the community. This method of community service begins with observations and interviews then continues with socialization to explain to farmers that cassava can be processed into a high economic value product, demonstrations by involving the community (farmers) so that they can make crispy and savory cassava chips. The results of this community service in collaboration with SMEs as partners with this activity have an impact on the emergence of new knowledge and skills and their application in utilizing and developing cassava products by adding value and usefulness.   Keywords: cassava chips; pattallassang village; tubers     Abstrak: Luasnya area kebun singkong masyarakat Desa Pattalasang Kecamatan Pattalasang Kabupaten Gowa mengakibatkan melimpahnya hasil panen singkong masyarakat, namun pada sisi lain  hasil tersebut tidak dikelola dengan baik, masyarakat hanya menjual ke pasar tradisional dan pengumpul sementara permintaan terhadap singkong sangat terbatas, akibatnya banyak singkong yang rusak (membusuk). Kondisi ini menjadi alasan dilakukannya penambahan nilai ekonomis dari hasil panenan masyarakat. Upaya yang dilakukan untuk maksud tersebut, yaitu dengan cara menambah daya guna singkong melalui pembuatan keripik untuk meminimalisir singkong yang tidak terserap oleh pasar dan pengumpul sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini diawali dengan observasi dan wawancara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi untuk menjelaskan kepada petani bahwa singkong dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi, demonstrasi dengan melibatkan masyarakat agar mereka dapat membuat keripik singkong yang renyah dan gurih. Hasil pengabdian masyarakat ini berkolaborasi dengan UKM sebagai mitra yang dengan kegiatan ini berdampak pada  munculnya pengetahuan dan ketarampilan baru serta mengaplikasikannya dalam memanfaatkan dan mengembangkan produk singkong dengan menambah nilai dan kegunaannya.   Kata kunci: keripik singkong; pattallassang; umbi

Sosialisasi Ilmu Statistik dalam Penelitian Bagi Mahasiswa Di Kota Palembang

Ulum, Muhammad Bahrul, Syaputri, Ayu Geby Gisela
Abstract: Abstract: Statistics and research are two things that cannot be separated. Although there are types of research that do not require the dominant role of statistics (qualitative research), but to be able to produce conclusions… sions that can be generalized to a wider population, statistics is needed. Such research is quantitative research with a positivistic paradigm, ie a phenomenon is real if it can be seen, measured, and classified. The application of statistical science which is generally needed by students in writing research such as theses and theses, will have a positive impact, especially in improving the quality of the research. To achieve this goal, it is necessary to conduct socialization to students. The socialization was carried out to several students from both state universities and private universities in the city of Palembang. The socialization was done by introducing and giving tutorials on how to use statistical applications such as SPSS and Eviews, because several lecturers at several universities in Palembang complained about the poor quality of research and some said that their students did not really understand how to use SPSS and Eviews. The first result of this service is that students' understanding of SPSS and Eviews can be seen from discussions and questions and answers, second, namely the ability of students to apply the use of SPSS and Eviews in research. Keywords: research; socialization; statistics Abstrak: Statistik dan penelitian merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Meskipun ada jenis penelitian yang tidak membutuhkan peranan statistika yang dominan (penelitian kualitatif), namun untuk dapat menghasilkan kesimpulan yang dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas diperlukan ilmu statistika. Penelitian yang demikian adalah penelitian kuantitatif dengan paradigma yang positivistik, yakni suatu gejala itu adalah nyata jika bisa dilihat, diukur, dan diklasifikasikan. Penerapan ilmu statistik yang umumnya dibutuhkan mahasiswa dalam penulisan penelitian seperti skripsi dan tesis, akan berdampak positif terutama dalam meningkatan kualitas penelitian tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu diadakan sosialisasi kepada mahasiswa. Sosialisasi dilakukan pada beberapa mahasiswa baik dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di Kota Palembang. Sosialisasi dilakukan dengan cara mengenalkan dan memberikan tutorial bagaimana penggunaan aplikasi statistic seperti, SPSS dan Eviews, karena beberapa dosen di beberapa universitas di Palembang mengeluhkan buruknya kualitas penelitian dan ada juga yang mengatakan bahwa mahasiswa mereka tidak begitu mengerti cara penggunaan SPSS dan Eviews. Hasil dari pengabdian ini yang pertama adalah pemahaman mahasiswa mengenai SPSS dan Eviews dapat dilihat dari diskusi dan tanya jawab, kedua yaitu kemampuan mahasiswa dalam menerapkan penggunaan SPSS dan Eviews dalam penelitian. Kata Kunci: penelitian; sosialisasi; statistik

Pemantapan Karang Taruna dan Pekan Ambyar Desa Morang Kec. Kare Kab. Madiun

Dessyarti, Robby Sandhi, Ari Kadi, Dian Citaningtyas, Apriyanti, Apriyanti
Abstract: The organization is a social entity that consciously coordinates and has boundaries and has an ongoing identity to achieve organizational goals. One of them is Karang Taruna Village Morang which is a forum that has a function… ction as guidance and development of the village's economic potential. The youth organization in Village Morang has a superior program in the form of pekan ambyar. However, the lack of understanding and knowledge in terms of organization, administration, and finance meant that this program was limited to planning. This makes the reason for the need to strengthen youth organizations. The method used in community service programs is in the form of community education training in the form of an understanding of organization, administration, and finance. The results achieved in this activity were that youth organizations could understand in terms of organization, administration, and financial aspects. The implementation of the flagship program pekan ambyar is one of the iconic activities that are competitive and makes the Village Morang Maju. Keywords: administration; financial; karang taruna; organization Abstrak: Organisasi merupakan sebuah entitas sosial yang secara sadar melakukan koordinasi dan memiliki batasan serta memiliki identitas yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan organisasi. Salah satunya adalah karang taruna desa Morang dimana merupakan sebuah wadah yang memiki fungsi sebagai pembinaan dan pengembangan potensi perekonomian desa. Karang taruna yang berada di desa Morang memiliki sebuah program unggulan berupa pekan ambyar. Namun kurangnya pemahaman dan pengetahuan dalam segi organisasi, administrasi dan keuangan menjadikan program ini sebatas perencanaan. Hal ini menjadikan alasan perlunya dilakukan pemantapan karang taruna. Metode yang digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pendidikan masyarakat berupa pemahaman akan organisasi, administrasi, dan keuangan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah karang taruna dapat memahami dalam segi organisasi, segi administrasi, dan segi keuangan. Terlaksananya program unggulan pekan ambyar sebagai salah satu kegiatan yang iconic berdaya saing serta menjadikan desa Morang Maju. Kata kunci: administrasi; keuangan; karang taruna; organisasi

Meningkatkan Kemampuan Speaking dan Writing Bahasa Inggris Melalui Kompetisi Spelling Bee

Amna, Shally, Gusta, Wienda, Primawati, Yeng
Abstract: Abstract: Spelling Bee is a word spelling game which assessed the accuracy of words and the pronunciation of the letters in English. MTSN 7 Bungus, Padang was chosen as PKM partners due to the students’ low English language… h language skills and interest. Therefore, through the Spelling Bee competition, the team tried to improve the students’ skills and interest in learning English language, especially their ability to write and spell words correctly. In this competition, there were 280 students previously trained before join the competition. This competition is divided into three rounds, namely the preliminary round, the semi-final round and the final round.  In addition, the English teachers also helped to coordinate the competition. During the activity, students were also given lessons on writing and spelling correctly. As a result, students’ enthusiasm in participating in competition can be one of the factors that triggers the enthusiasm and interests in learning so that they get more satisfying learning outcomes. During the competition, students were guided by the English teachers and given clear instructions. After participating in Spelling Bee competition, the students were not only given rewards but also some improvement in their English writing and spelling skills. Key Words: Spelling Bee, writing, spelling.   Abstrak : Spelling Bee merupakan permainan mengeja kata dengan menilai keakuratan kata dan ketepatan pengucapan huruf yang disebutkan dalam Bahasa Inggris. MTSN 7 Bungus, Padang dipilih sebagai mitra PKM karena kemampuan dan minat Bahasa Inggris siswanya yang sangat rendah. Oleh karena itu, lewat kompetisi Spelling Bee, Tim PKM berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan minat siswa terhadap Bahasa Inggris terutama pada kemampuan menulis dan mengeja kata. Dalam Kegiatan Spelling Bee ini, sebanyak 280 siswa dilatih sebelum mengikuti kompetisi Spelling Bee yang terbagi atas tiga babak, yaitu preliminary Round, Semi Final Round dan yang terakhir Final round. Selain itu, guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut turut membantu demi kelancaran kegiatan kompetisi ini. Siswa diberikan pelajaran tentang menulis dan mengeja bahasa Inggris dengan benar. Antusias siswa dalam mengikuti kompetisi dapat merupakan salah satu faktor yang memicu semangat dan daya tarik siswa dalam belajar sehingga memperoleh hasil belajar yang jauh lebih memuaskan. Selama kompetisi, siswa dipandu oleh guru bahasa Inggrisnya dan diberikan instruksi yang jelas. Setelah mengikuti kompetisi Spelling Bee ini, siswa siswi MTSN 7 Bungus tidak hanya diberikan reward namun juga dapat meningkatkan kemampuan menulis dan mengeja Bahasa Inggrisnya. Kata Kunci: spelling bee; writing; spelling.  

Konvergensi Media dalam Pemasaran Produk Kerajinan Masyarakat desa Wisata Pariangan

Arsyah, Rahmatul Husna, Juwita, Astri Indah
Abstract: Abstract: Nagari Pariangan as the most beautiful tourist village in the world has a place to help the community's economy, increase local revenue (PAD). Local industrial products that have been owned by the community can… become souvenirs for visiting tourists. However, in fact Nagari Pariangan does not have the media to promote it. This study aims to analyze the convergence of media in marketing the local industrial handicraft products of the community. This research approach is descriptive qualitative, with data collection methods, namely by means of observation and interviews and literature review. The results of this study reveal that Nagari Pariangan is an area with tourism potential that has become the spotlight of the world, there is a need for a media that helps the community in introducing local Nagari products in order to increase local community income. The main key to convergence is digitization, Nagari Pariangan does not yet have digital media as a forum for supporting community industrial output. Based on the 3C technology dimension (Communication, Compute and Contents), which consists of the IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, and the Content Industry. Nagari Pariangan is considered capable of building a digitalized medium, in order to be able to make the economy of the people in areas that have tourism potential much better.      Keywords: convergence; craft produk; media   Abstrak: Nagari Pariangan sebagai desa wisata terindah dunia memiliki wadah untuk membantu perekonomian masyarakat, menambah pendapatan asli daerah (PAD). Hasil Industri lokal yang selama ini dimiliki oleh masyarakat bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung. Namun, pada kenyataanya Nagari pariangan belum memiliki media dalam mempromosikannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis konvergensi media dalam memasarkan produk kerajinan industri lokal masyarakat. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara serta kajian literatur. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Nagari Pariangan merupakan daerah dengan potensi wisata yang sudah menjadi sorotan dunia, dan perlu adanya sebuah media yang membantu masyarakat dalam memperkenal produk lokal nagari agar bisa menambah pendapatan masyarakat setempat. Kunci utama konvergensi adalah digitalisasi, Nagari Pariangan belum memiliki media digital sebagai wadah dalam mendukung hasil industri masyarakat. Berdasarkan dimensi teknologi 3C (Communication, Compute and Contents), yang terdiri dari IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, serta Content Industry. Nagari Pariangan dirasa mampu untuk membangun sebuah media yang digitalisasi, agar mampu menjadikan ekonomi masyarakat di daerah yang memiliki potensi wisata jauh lebih baik. Kata kunci: konvergensi; media; produk kerajinan

Tanggap Siaga Dalam Masa Pandemi Covid-19 Desa Tempursari Kabupaten Magelang

Nuraini, Paramita, Pratiwi, Atri, Gusti, Kevin, Silvita, Novina, Fauziah, Arinda
Abstract: Abstract:Corona virus is a type of influenza virus or a common virus that causes infection of the nose, sinuses or upper throat. The Covid-19 virus in humans is most commonly transmitted from an infected person to another… r in a number of ways. This virus can be transmitted easily through the air by coughing and sneezing. However, it can also be through direct contact such as shaking hands, touching objects and so on. Indonesia is one of the countries where the spread of the corona 19 virus is relatively fast. This virus also causes the death of victims, therefore education is needed related to preparedness during the Covid 19 Pandemic. This activity was held in Tempursari village, Magelang Regency for 1 month (June 2020) involving 1 assistant lecturer and 4 students of the Guidance and Counseling study program. Muhammadiyah University of Magelang as a companion for counseling and simulations related to proper hand washing and the use of proper masks. This service activity is expected for the community to have insight into the dangers of Covid 19 and have skills related to proper hand washing procedures and the use of proper masks so that they can reduce the spread of Covid 19, especially in Magelang district. Keywords: alert response; covid pandemic 19; wash hands   Abstrak:Virus Corona merupakan sejenis virus influenza atau virus umum yang menyebabkan infeksi pada hidung, sinus atau tenggorokan bagian atas.Virus Covid-19 pada manusia paling umum menular dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui berbagai cara. Virus ini dapat menular dengan mudah melalui udara dengan batuk dan bersin. Namun, bisa juga melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, menyentuh benda dan lain sebagainya. Indonesia merupakan salah satu negara yang penyebaran Virus Covid-19 terhitung cepat. Virus ini juga  menyebabkan kematian terhadap korban, karena itu perlu adanya edukasi terkait tanggap siaga dalam masa Pandemi Covid 19. Kegiatan ini dilaksankan di desa Tempursari Kabupaten Magelang selama 1 bulan ( juni 2020) dengan melibatkan 1 dosen pendamping dan  4 mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Magelang sebagai pendamping penyuluhan dan simulasi terkait cuci tangan yang benar dan penggunaan masker yang tepat. Kegiatan pengabdian ini diharapkan masyarakat memiliki wawasan terkait bahaya covid 19 dan memiliki ketrampilan terkait tata cara cuci tangan yang benar dan penggunaan masker yang tepat sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19 khususnya di kabupaten Magelang. Kata kunci: cuci tangan; pandemi covid-19; tanggap siaga

Pelatihan Komunikasi Asertif Bagi Kader ASI Hebat Jejaring Kesehatan Purwokerto Utara

Turistiati, Ade Tuti, Nurcandrani, Prita Suci, Putri, Rahmawati, Nurkhalida, Endah
Abstract: Abstract: The exclusive breastfeeding coverage in the work area of North Community Health Center (Puskesmas Purwokerto Utara) 2 had only reached 76% by mid-2020. To pursue the target of achieving 90% by the end of the year,… ar, cross-sectoral cooperation is needed. Lecturers of The Communication Science Study Program of Universitas Amikom Purwokerto took the initiative as facilitators by partnering with North Community Health Center staff to conduct a community service as an implementation of the Tri Dharma of Higher Education. In this event, the facilitators conducted socialization and training methods for health cadres on how to communicate assertively with breastfeeding mothers by emphasizing acceptance, empathy, support and openness. The training was carried out for one week, included four villages within the Community Health Center working area, namely Grendeng, Bancarkembar, Sumampir and Pabuwaran. This community service has a good impact to the health cadres and The Community Health Center.  The 90% target of exclusive breastfeeding will be reviewed by the end of 2021.  However, the health cadres and The Community Health Center have more self-confidence to convince breastfeeding mothers to look after their children better by giving them the exclusive breastfeeding.  In turn, the target will be achieved. Keywords: assertive communication; cross sectorial cooperation; exclusive breastfeeding. Abstrak:  Cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara 2 baru mencapai 76% pada pertengahan tahun 2020. Untuk mencapai target 90% cakupan ASI Eksklusif pada akhir tahun, dibutuhkan kerjasama lintas sektoral. Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto berinisiatif menjadi fasilitator dengan bermitra dengan Puskesmas dalam melakukan pengabdian masyarakat sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada kegiatan ini fasilitator menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan kepada kader kesehatan tentang bagaimana berkomunikasi secara asertif dengan mengedepankan penerimaan, empati, dukungan dan keterbukaan kepada ibu menyusui. Pelatihan dilakukan selama satu minggu, dan meliputi empat desa yang berada dalam wilayah kerja puskesmas, yaitu Grendeng, Bancarkembar, Sumampir dan Pabuwaran. Pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai dampak baik terhadap kader kesehatan dan Puskesmas.  Target 90% ibu menyusui memberikan ASI eksklusif akan direview pada akhir tahun 2021. Namun, para kader kesehatan dan Puskesmas merasa lebih percaya diri dapat meyakinkan kepada para ibu menyusui untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada anak-anaknya dan pada gilirannya target tersebut dapat tercapai.  Kata kunci: ASI eksklusif; kerja sama lintas sektoral; komunikasi asertif

Pelatihan Mendeley dan Grammarly Dalam Penulisan Riset Bagi Mahasiswa Di Kota Palembang

Wulandari, Try, Emilda, Emilda, Lazuarni, Shafiera
Abstract: Abstract: Writing is an activity to express ideas or ideas that are in someone's mind. everyone must have an idea or idea, but not everyone is able to write down these ideas. some even think that writing requires a high… educational background. students, for example, because they are deemed to have taken higher education and are accused of writing from assignments given by the lecturer. The low number of writers in Indonesia means that scientific publications in Indonesia are still inadequate. In 2019, Indonesia succeeded in publishing the most scientific papers when compared to other ASEAN countries such as Singapore, Malaysia and Thailand. However, this figure is still insufficient, so that efforts are needed to increase the number and quality of good research writing. This activity aims to help make it happen. The target of this activity is students, both from public and private universities in Palembang City. The methods used in this PkM activity were material presentation, practical assistance, and discussion together. Based on the results of the questionnaire answers from 36 participants, the majority of participants agreed that this activity provided new knowledge and information in the topic of research writing. In addition, most of the participants also found this training interesting and made them excited to write a good research. So it can be concluded that the majority of students are not proficient in using Mendeley and Grammarly software and feel that both software can make writing their research easier.    Keywords: grammarly; mendeley; research; training; writing Abstrak: Menulis merupakan suatu kegiatan untuk mengungkapkan gagasan atau gagasan yang ada di benak seseorang. setiap orang pasti punya ide atau ide, tapi tidak semua orang mampu menuliskan ide-ide tersebut. bahkan ada yang beranggapan bahwa menulis membutuhkan latar belakang pendidikan yang tinggi. mahasiswa, misalnya, karena dianggap telah menempuh pendidikan tinggi dan dituduh menulis dari tugas-tugas yang diberikan dosen. Rendahnya jumlah penulis di Indonesia membuat publikasi ilmiah di Indonesia masih kurang mencukupi. Pada tahun 2019, Indonesia berhasil menerbitkan karya ilmiah terbanyak jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Namun angka tersebut masih belum mencukupi, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas penulisan penelitian yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mewujudkannya. Sasaran kegiatan ini adalah para mahasiswa, baik dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah Pelatihan. Berdasarkan hasil jawaban kuisioner dari 36 peserta, mayoritas peserta sepakat bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan dan informasi baru dalam topik penulisan penelitian. Selain itu, sebagian besar peserta juga menganggap pelatihan ini menarik dan membuat mereka bersemangat untuk menulis penelitian dengan baik. Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa belum mahir menggunakan software Mendeley dan Grammarly dan merasakan bahwa kedua software tersebut dapat mempermudah penulisan riset mereka. Kata kunci: grammarly; mendeley; pelatihan; penulisan; riset

Desain Pelatihan Menggambar Ornamen Bali Sebagai Implementasi Nilai Pendidikan Agama Hindu

Gunada, I Wayan Agus, Yoga Pramana, Ida Bagus Kade
Abstract: Abstract: The community service part of Tri Dharma Higher Education, through devotion then theory in the education process is implemented through activities in the community that benefit and supports community development.… t. The purpose of this writing is to describe one of the programs in community service implemented by the Hindu Religious Education Study Program, STAHN Gde Pudja Mataram in Pasraman Amerta Sanjiwani, Rincung Village which is training to draw Balinese ornaments. Hindus in Rincung Village is still bloody and of Balinese descent, so it certainly still brings Balinese culture in the daily life of its people, based on the results of interviews that children know Balinese ornaments but are not yet adept at drawing them so that through the training process of drawing Balinese ornaments on children in Rincung village to introduce and preserve Hindu cultural values namely Balinese ornaments as ancestral art heritage. The methods used in this service include the process of planning implementation and evaluation wherein the planning emphasizes the strengthening of the design of learning design. Based on this devotional activity, it was obtained as a result that the children in the training to draw Balinese ornaments were very enthusiastic and began to generate motivation to continue preserving the cultural heritage of their ancestors. Through training activities on community service, this can be used as insight and source of information and can be resumed in the next devotional activities.   Keywords : learning, drawing, ornament, Hindu, devotion   Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui pengabdian maka teori dalam proses Pendidikan  diimplementasikan melalui kegiatan di masyarakat yang bermanfaat dan menunjang pembangunan masyarakat. Tujuan penulisan ini adalah menggambarkan salah satu program dalam pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh program studi Pendidikan Agama Hindu, STAHN Gde Pudja Mataram di Pasraman Amerta Sanjiwani Desa Rincung yaitu pelatihan menggambar ornamen Bali. Umat Hindu di Desa Rincung masih berdarah dan keturunan suku Bali sehingga tentu masih membawa budaya Bali dalam keseharian masyarakatnya, berdasarkan hasil wawancara bahwa anak-anak mengenal ornamen Bali namun belum mahir untuk menggambarnya sehingga melalui proses pelatihan menggambar ornamen Bali pada anak-anak di desa Rincung  untuk mengenalkan dan melestarikan kembali nilai-nilai budaya yang bernuansa Hindu yaitu ornamen Bali sebagai warisan kesenian leluhur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah meliputi proses perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dimana dalam perencanaannya menekankan kepada penguatan perancangan desain pelatihan. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini maka didapatkan hasil bahwa anak-anak dalam pelatihan menggambar ornamen Bali sangatlah antusias dan mulai timbul motivasi untuk terus melestarikan warisan budaya leluhurnya. Melalui kegiatan pelatihan pada pengabdian kepada masyarakat ini dapat dijadikan sebagai suatu wawasan dan sumber informasi dan dapat dilanjutkan kembali dalam kegiatan pengabdian selanjutnya.   Kata Kunci : pembelajaran, menggambar, ornamen, hindu, pengabdian

Pendampingan Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat dengan Konsep 3R Di desa Sukaluyu

Natalia, Lia, Wihardja, Hany, Ningsih, Paramitha Wirdani
Abstract: Abstract: Reuse, Reduce and Recycle (3R) is the behavior of waste management into a valuable material that can increase the economic benefits of the community and reduce environmental damage affecting global warming. This… s behavior is often used as a solution to improve the environment that has waste management problems. The purpose of this paper is to identify strategies for optimizing Community Based Independent Waste Management with the 3 R Concept (Reuse, Reduce, Recycle) in Sukaluyu Village, Karawang. This strategy is planned to be able to explore community participation that is bottom-up, starting from the identification of problems and needs of the community, socialization of the concept of 3 R in the household so that people can feel the benefits economically and preserve the environment.The implementation method consists of surveys, hearings, focus group discussions, training, and waste sorting self-practices. This activity is expected to not only improve the environmental quality of the Sukaluyu Village community, but also can change the perceptions and behavior of the community and local stakeholders regarding waste reduction and management. The most important conclusion of this community services is the emphasis on awareness and high involvement motivation of the community in waste management to create culture in the community.             Keywords: community participation; reuse reduce recycle; waste management     Abstrak: Reuse, Reduce dan Recycle (3R) adalah perilaku pengelolaan sampah menjadi bahan bernilai yang dapat meningkatkan manfaat ekonomis masyarakat dan mengurangi kerusakan lingkungan yang berdampak terhadap pemanasan global. Konsep 3 R ini sering dijadikan solusi untuk memperbaiki lingkungan yang memiliki masalah dalam pengelolaan sampah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi strategi optimalisasi Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Masyarakat dengan konsep 3 R (Reuse, Reduce, Recycle) di Desa Sukaluyu, Karawang. Strategi ini direncanakan untuk menggali partisipasi masyarakat yang bersifat bottom-up, dimulai dari identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat, sosialisasi konsep 3R di rumah tangga sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat secara ekonomis dan menjaga kelestarian lingkungan. Metode pelaksanaan terdiri dari survei, audiensi, focus group discussion, pelatihan, dan praktik mandiri pengolahan-pemilahan sampah. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat Desa Sukaluyu, namun juga dapat mengubah persepsi dan perilaku masyarakat dan stakeholder setempat terkait pengurangan dan pengelolaan sampah. Kesimpulan penting dari pengabdian ini adalah adanya kesadaran dan motivasi keterlibatan masyarakat yang baik dalam pengelolaan sampah hingga dapat menciptakan budaya di masyarakat.   Kata kunci: partisipasi masyarakat; pengelolaan sampah; reuse reduce recycle