Abstract:Perubahan suhu permukaan daratan menjadi isu kritis dalam menghadapi perubahan iklim global. Kabupaten Buru Selatan, sebagai salah satu wilayah yang rawan terhadap dampak perubahan iklim, membutuhkan penanganan yang tepat…
t untuk mengidentifikasi dan memahami perubahan suhu permukaan daratan secara efisien. Penelitian ini menggunakan Google Earth Engine sebagai platform cloud computing untuk mengidentifikasi perubahan suhu permukaan daratan di Kabupaten Buru Selatan. Data citra satelit MODIS digunakan untuk analisis perubahan suhu permukaan pad tahun 2018 dan 2023. Pendekatan pemrosesan citra berbasis cloud computing memungkinkan analisis data yang cepat dan akurat tanpa memerlukan spesifikasi leptop atau komputer yang tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2018 suhu permukaan daratan Kabupaten Buru Selatan dimana suhu terendah yaitu 13, 027℃ dan tertinggi yaitu 29, 138℃ dan mengalami peningkatan suhu ditahun 2023 yaitu 14,143℃ pada suhu terendah dan 33,955℃ pada suhu permukaan tertinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan suhu permukaan daratan di Kabupaten Buru Selatan. Suhu permukaan di di Kabupaten Buru Selatan mengalami peningkatan yang sangat singnifikan di Kecamatan Leksula, Namrole dan Kecamatan Waesama, hal ini disebabkan oleh meningkatnya ekspansi lahan permukiman disana Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim di Kabupaten Buru Selatan dan memberikan kontribusi pada pemahaman global tentang perubahan iklim yang terjadi.
Abstract:Ketidakhadiran siswa merupakan masalah kritis yang memengaruhi kualitas pembelajaran, keterlibatan akademis, dan tanggung jawab belajar. Dalam konteks sekolah menengah pertama swasta, masalah ini sering dipengaruhi oleh…
faktor internal dan eksternal yang saling terkait, sehingga memerlukan intervensi khusus melalui layanan konseling individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana konseling individual dapat meningkatkan kehadiran siswa di SMP Erlangga di Pematangsiantar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tiga siswa dengan tingkat ketidakhadiran tinggi, serta konselor bimbingan, guru wali kelas, dan orang tua sebagai informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual diimplementasikan melalui tahapan terstruktur, dimulai dari membangun hubungan yang mendukung antara konselor bimbingan dan siswa, eksplorasi mendalam terhadap sumber masalah, dan perencanaan langkah-langkah untuk perubahan perilaku. Ketidakhadiran siswa diketahui berhubungan dengan motivasi belajar yang rendah, tekanan emosional, kondisi keluarga, dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Proses konseling juga menghadapi hambatan seperti keterbatasan waktu, penolakan awal dari siswa, dan keterlibatan orang tua yang kurang optimal. Meskipun demikian, layanan konseling menghasilkan perubahan positif dalam pola kehadiran siswa, motivasi, dan pengaturan diri. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa konseling individual, jika dilakukan secara konsisten dan disertai dengan kolaborasi aktif dengan guru wali kelas dan orang tua, dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kehadiran siswa dan mendukung perkembangan pribadi mereka secara keseluruhan
Abstract:Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan dalam kehidupan anak-anak, termasuk siswa sekolah dasar. Minimnya pemahaman akan literasi digital dan keamanan internet di kalangan siswa usia dini menjadi…
adi tantangan yang perlu segera diatasi untuk mencegah risiko digital seperti perundungan siber, pencurian data, hingga penyalahgunaan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep literasi digital dasar serta membentuk pemahaman siswa terhadap keamanan penggunaan internet. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest dan posttest. Edukasi dilakukan kepada siswa kelas V SD Negeri 024 Rambah Samo dalam dua sesi, masing-masing berdurasi 90 menit, menggunakan modul ringkas dan video edukatif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa. Instrumen berupa kuesioner divalidasi melalui expert judgment dan diuji cobakan kepada 45 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat capaian skor pemahaman dan paired sample t-test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan rata-rata total skor pemahaman siswa mencapai 84,18%, dengan peningkatan signifikan dari pretest (X̄ = 55,20) ke posttest (X̄ = 68,90) dengan nilai t-hitung = 9,452 dan p-value = 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi literasi digital efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan internet. Kesimpulannya, pendidikan literasi digital dasar merupakan strategi preventif yang penting untuk diterapkan sejak dini guna membekali siswa menghadapi dunia digital secara aman dan bertanggung jawab.
Abstract:Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah 11 orang mahasiswa, Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara semi struktur, dan dokumentasi. Hasil…
penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pribadi mahasiswa dalam menggunakan aplikasi TOEIC gratis dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dalam mengerjakan soal-soal tes TOEIC. Aplikasi TOEIC gratis sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama dari segi fleksibilitas waktu dan biaya. Namun, untuk memaksimalkan efektivitasnya, mahasiswa perlu memiliki disiplin diri yang tinggi, karena aplikasi mungkin tidak selalu menawarkan materi yang komprehensif atau bimbingan langsung. Diperlukan juga keseimbangan antara penggunaan aplikasi dengan metode belajar lain, seperti diskusi atau latihan dengan teman sekelas, untuk mencapai persiapan TOEIC yang lebih optimal. Hasil yang dicapai oleh mahasiswa sangat bervariasi. Bagi mahasiswa yang rutin berlatih, aplikasi gratis bisa menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan skor TOEIC mereka. Namun, untuk mereka yang hanya mengandalkan aplikasi tanpa upaya ekstra (seperti belajar dengan pengajaran atau simulasi tes yang lebih mendalam), hasil yang optimal akan sulit dicapai.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji guru sejarah sebagai profesi yang akan membentuk peradaban dan sumber daya manusia yang maju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan dua pendekatan…
katan yaitu studi kasus dan studi literatur. Data ini saya dapat dari hasil observasi di sekolah menengah atas, beberapa buku maupun jurnal terbitan tahun 2000 hingga 2022 dan juga melihat beberapa berita di media online. Guru sejarah memiliki peran penting dalam pembentukan peradaban dan pengembangan sumber daya manusia yang maju. Melalui pengajaran sejarah, guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan tentang masa lalu, tetapi juga membentuk pemahaman kritis terhadap dinamika sosial, politik, dan budaya. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana guru sejarah berkontribusi dalam menciptakan generasi yang memiliki kesadaran historis, kemampuan berpikir analitis, dan sikap toleran. Selain itu, artikel ini membahas tantangan yang dihadapi oleh guru sejarah di era globalisasi dan digitalisasi, serta strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan menekankan pentingnya profesi guru sejarah, artikel ini menyoroti peran strategis mereka dalam membentuk peradaban yang berkelanjutan dan mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berwawasan luas untuk menghadapi tantangan masa depan
Abstract:Masyarakat Batak memiliki jaringan kekerabatan yang kuat, berpusat pada klan dan diatur oleh adat Dalihan Na Tolu. Inti dari struktur ini adalah tradisi Martarombo, sebuah praktik komunikasi yang bertujuan untuk menelusuri…
ri garis keturunan (tarombo) guna membangun hubungan kekerabatan yang tepat antara individu Batak yang baru berkenalan. Saat ini, Martarombo menghadapi tantangan serius di kalangan mahasiswa Batak yang telah bermigrasi karena kurangnya pengajaran tradisional dari orang tua mereka dan pengaruh kuat individualisme perkotaan. Situasi ini membuat banyak anak muda Batak bingung atau tidak menyadari garis keturunan mereka, sehingga membahayakan pelestarian budaya dan solidaritas komunitas. Studi ini menggunakan desain kualitatif, deskriptif-fenomenologis untuk mengungkap dan menganalisis makna Martarombo di kalangan mahasiswa Batak. Tujuannya adalah untuk menyelidiki implementasinya, tingkat pemahaman tentang garis keturunan, dan efektivitasnya dalam memperkuat ikatan kekerabatan Batak di tengah dinamika kehidupan di luar negeri. Diharapkan hasil studi ini akan memberikan solusi praktis dan strategi pelestarian bagi organisasi dan komunitas mahasiswa Batak untuk memastikan keberlanjutan tradisi penting ini..
Abstract:Tujuan penelitian ini membahas tentang pembelajaran bagi mahasiswa sejarah yang nantinya ingin menjadi calon Guru Sejarah diberbagai sekolah khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA), Agar ketika menjadi guru sejarah nanti…
dapat memahami siswa/siswi nya dalam proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh dari berbagai sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya, seperti jurnal, buku, dan artikel, hal ini bertujuan agar dapat memahami tema serta konsep yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merujuk pada era revolusi industri yang menjadi bagian terpenting dalam menyikapi tantangan dan strategi calon guru sejarah terhadap perkembangan zaman, khususnya ditahun 2024 ini, banyaknya perubahan dan gaya pimikiran modern anak didik di berbagai sekolah menjadi poin penting dalam penelitian ini, beberapa poin pentinya adalah (1) tantangan calon guru sejarah, (2) strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran (3) perkembangan zaman yang memicu pemikiran modern peserta didik. Beberapa poin penting ini akan menjadi referensi bagi para mahasiswa sejarah yang ingin menjadi calon guru sejarah. Secara spesifik perkembangan zaman juga dapat dilihat dari berbagai sisi diantaranya sistim cyber-fisik, komputasi awan dan internet. Hal ini menjadi sebuah tantangan terbesar bagi calon guru sejarah dalam menyikapi perkembangan zaman sekaligus didalam dunia pendidikan. Seorang calon guru tentu harus bisa memahami berbagai tantangan dan strategi dalam menghadapi perkembangan zaman, hal ini bertujuan agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam praktik supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan berbasis teknologi menjadi salah satu pendekatan…
n strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas supervisi berbasis teknologi dalam mengoptimalkan proses pembelajaran inovatif di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam supervisi, seperti penggunaan platform digital, aplikasi monitoring, dan komunikasi daring, mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pembinaan guru. Selain itu, supervisi berbasis teknologi mendorong guru untuk lebih kreatif dan adaptif dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital pendidik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, pelatihan, serta pengembangan sistem yang berkelanjutan agar supervisi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan optimal.
Abstract:Abstrak Artikel ini memberikan gambaran tentang sejarah reformasi kurikulum di Indonesia, kondisi kurikulum saat ini, proses reformasi kurikulum, serta tantangan dan implikasi penerapan Kurikulum baru. Artikel tersebut berpendapat…
erpendapat bahwa reformasi kurikulum sangat penting bagi sistem pendidikan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan siswanya dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21.
Sistem pendidikan Indonesia menghadapi beberapa tantangan, khususnya di bidang kurikulum. Salah satu permasalahan utamanya adalah tidak adanya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Selain itu, sistem pendidikan telah dikritik karena penekanannya yang berat pada hafalan dan hafalan, yang dipandang sebagai penghalang pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah di kalangan siswa.
Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, telah dilakukan berbagai upaya untuk mereformasi kurikulum selama bertahun-tahun. Reformasi kurikulum terbaru, Kurikulum 2013, bertujuan untuk meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad ke-21.
Namun, penerapan Kurikulum baru menghadapi beberapa tantangan, termasuk pelatihan guru yang tidak memadai, kurangnya sumber daya, dan penolakan dari pemangku kepentingan. Artikel ini diakhiri dengan menyoroti perlunya upaya berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum baru dan memaksimalkan potensi dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Abstract
This article provides an overview of the history of curriculum reform in Indonesia, the current state of the curriculum, the process of curriculum reform, and the challenges and implications of implementing the new Curriculum. The article argues that curriculum reform is crucial for Indonesia's education system to meet the needs of its students and prepare them for the challenges of the 21st century.
The Indonesian education system has been facing several challenges, particularly in the area of curriculum. One of the main issues is the lack of alignment between the curriculum and the needs of the workforce, resulting in a mismatch between the skills taught in schools and those required by the labor market. Moreover, the education system has been criticized for its heavy emphasis on rote learning and memorization, which has been seen as a barrier to the development of critical thinking and problem-solving skills among students.
To address these challenges and improve the quality of education in Indonesia, there have been multiple attempts to reform the curriculum over the years. The most recent curriculum reform, the 2013 Curriculum, aims to improve the relevance of the curriculum to the needs of the workforce, promote critical thinking and problem-solving skills, and equip students with the skills required for the 21st century.
However, the implementation of the new Curriculum has faced several challenges, including inadequate teacher training, lack of resources, and resistance from stakeholders. The article concludes by highlighting the need for continued efforts to ensure the successful implementation of the new Curriculum and maximize its potential impact on the quality of education in Indonesia.
Abstract:Perkembangan digitalisasi perpajakan di Indonesia mendorong hadirnya sistem administrasi Coretax sebagai upaya pembaharuan layanan perpajakan yang terintegrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ketaatan wajib pajak…
k dalam implementasi Coretax dengan menekankan pada peran persepsi kemudahan penggunaan sistem dan pengaruh sanksi perpajakan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara mendalam kepada wajib pajak orang pribadi karyawan yang memanfaatkan sistem Coretax dalam melaporkan SPT Tahunan. Temuan pada penelitian ini membuktikan bahwa mayoritas wajib pajak masih menghadapi kendala pada tahap awal penggunaan sistem, khususnya dalam memahami fitur-fitur yang tersedia serta alur pelaporan pajak. Namun, setelah memperoleh pendampingan dan pengalaman penggunaan, wajib pajak mulai merasakan kemudahan dari layanan yang terintegrasi dalam satu platform. Selain itu, sanksi perpajakan dan tuntutan administratif dari lingkungan kerja juga menjadi faktor yang mendorong kepatuhan wajib pajak dalam pelaporan pajak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan wajib pajak dalam implementasi Coretax dipengaruhi oleh interaksi antara penerimaan teknologi dan faktor perilaku.
The development of tax digitalization in Indonesia has encouraged the implementation of the Coretax administrative system as an effort to modernize and integrate tax services. This study aims to examine taxpayer compliance in the implementation of Coretax by emphasizing the role of perceived ease of use of the system and the influence of tax sanctions. The research employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with individual employee taxpayers who utilized the Coretax system to file their Annual Tax Returns. The findings reveal that the majority of taxpayers still encountered difficulties during the initial stage of system usage, particularly in understanding the available features and the tax reporting procedures. However, after receiving assistance and gaining experience in using the system, taxpayers began to perceive the convenience offered by the integrated services within a single platform. In addition, tax sanctions and administrative demands from the workplace environment were also identified as factors encouraging taxpayer compliance in tax reporting. This study indicates that taxpayer compliance in the implementation of Coretax is influenced by the interaction between technology acceptance and behavioral factors..