Search Articles & Publications

Showing 1001 articles found for "Kurang"

Optimalisasi MPLS Berbasis Outdoor Learning untuk Penguatan Nilai Sosial Siswa Pulau Terpencil

Rozaq, Dawamur
Abstract: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan tahapan penting guna mendukung siswa baru mengenal lingkungan sekolah sekaligus mengembangkan kemampuan sosial pada tahap awal pendidikan dasar. Namun, pelaksanaan MPLS… di wilayah kepulauan dan pulau terpencil sering menghadapi keterbatasan sarana serta pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan outdoor learning dalam kegiatan MPLS sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri dan interaksi sosial siswa di SDN 12 Kapoposang. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah campuran (mix method) dan deksriptif dengan cara mengukur sebelum dan sesudah MPLS berbasis outdoor learning. Subjek penelitian adalah siswa kelas I yang mengikuti kegiatan MPLS selama satu minggu dengan pengamatan lanjutan selama tiga minggu. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diteliti, yaitu kepercayaan diri, interaksi sosial, partisipasi kegiatan, dan adaptasi sekolah. Skor rata-rata kelas meningkat dari 1,57 sebelum kegiatan menjadi 3,78 setelah kegiatan dengan selisih peningkatan sebesar 2,21 poin. Selain itu, secara kualitatif siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih aktif, berani berinteraksi, serta lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan outdoor learning dapat menjadi strategi pembelajaran kontekstual yang efektif dalam mendukung proses adaptasi serta pengembangan kemampuan sosial siswa, khususnya pada sekolah dasar di wilayah pulau terpencil.

PENYULUHAN KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA PULONAS BARU, KECAMATAN LAWE BULAN KABUPATEN ACEH TENGGARA

Yessy Syahradesi Br Tambunan, Siska Putri Belangi, Yen Risa Sanputri, Nia Afnita Rizana
Abstract: Masa remaja adalah periode perkembangan kritis yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang kompleks yang memengaruhi perilaku kesehatan seksual dan reproduksi (KSR). Remaja semakin sering menghadapi… i tantangan kesehatan seksual dan reproduksi yang rumit, termasuk aktivitas seksual prematur, kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), dan kekerasan berbasis gender, yang seringkali saling terkait dengan faktor psikologis seperti sikap, efikasi diri, kesehatan mental, dan keterampilan komunikasi. Kesehatan seksual dan reproduksi yang baik adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Tujuan kegiatan ini adalah memberi pengetahuan dan menumbuhkan sikap yang terarah tentang kesehatan seksualitas dan reproduksi dari segi ilmu pengetahuan dan pendekatan keagamaan. Bentuk kegiatan adalah penyuluhan. Sasaran kegiatan yaitu remaja usia 12-15 tahun, dengan jumlah peserta 30 orang. Kegiatan berlangsung kurang lebih selama 60 menit, di Balai Desa Pulonas Baru. Hasil evaluasi kegiatan diketahui tingkat pengetahuan remaja yang diukur dengan rentang baik (80%). Keaktifan remaja dalam interaksi selama kegiatan berlangsung juga menjadi indikator yang baik sebagai respon dimensi sikap peduli pada kesehatan reproduksi. Saran kegiatan selanjutnya adalah pendidikan kesehatan jiwa untuk menghadapi perubahan hormonal yang mengakibatkan perubahan mental dan perilaku pada remaja.

EDUKASI LITERASI KEUANGAN DAN PERENCANAAN KEUANGAN BAGI MASYARAKAT DAN GENERASI MUDA

Wasesa, Supar
Abstract: Literasi keuangan merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki masyarakat dan generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital. Kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menyebabkan… banyak individu mengalami kesulitan dalam mengatur pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan investasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan generasi muda mengenai konsep literasi keuangan, perencanaan keuangan, serta pengambilan keputusan finansial yang bijak. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan edukasi, diskusi interaktif, simulasi perencanaan keuangan, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran peserta dalam mengelola keuangan secara lebih terstruktur. Peserta juga menunjukkan minat dalam melakukan pencatatan keuangan dan investasi sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat secara berkelanjutan.

SOSIALISASI PERATURAN MENTERI PUPR TERKAIT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) NOMOR 10 TAHUN 2021 PADA PAKET PEKERJAAN REVITALISASI STADION TELADAN MEDAN

Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis, Alexander Tuahta Sihombing, Fithriyah Patriotika, Mei Brilian Harefa
Abstract: Keselamatan kerja merupakan aspek fundamental dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja dan kerugian material yang tinggi. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor… 10 Tahun 2021 menetapkan Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sebagai kerangka kerja wajib dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Artikel ini membahas kegiatan sosialisasi Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 pada Paket Pekerjaan Revitalisasi Stadion Teladan Medan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemangku kepentingan proyek, meliputi kontraktor, konsultan pengawas, manajemen proyek, dan tenaga kerja, dalam penerapan SMKK di lapangan. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, telaah dokumen SMKK, diskusi evaluatif, serta pemantauan implementasi keselamatan konstruksi secara langsung. Hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip, komponen, dan mekanisme pelaksanaan SMKK, meskipun masih ditemukan beberapa kekurangan dalam konsistensi dokumentasi dan pelaporan implementasi di lapangan. Secara umum, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendukung pelaksanaan proyek revitalisasi stadion yang aman, efisien, berkualitas, dan berkelanjutan.

Sosialisasi Pengetahuan Mengenai Pencegahan Bullying  pada Siswa di SMAN 10 Kota Bengkulu.

Ine Cyntia, Bella Feristika, Tiara Nelva, Putri Padillah, Desti Anggraini, Fenti Ariosita, Ika Pasca Himawati, Rany Caludia
Abstract: Bullying merupakan masalah sosial yang masih banyak dijumpai di lingkungan sekolah, terutama dalam bentuk verbal yang berpengaruh besar terhadap kondisi psikologis korban sekaligus memicu perilaku agresif pada pelaku. Penelitian… nelitian ini bertujuan untuk menguraikan definisi serta jenis-jenis bullying, mengidentifikasi faktor penyebabnya, dan menyusun strategi pencegahan maupun penanggulangan melalui keterlibatan sekolah, keluarga, masyarakat, serta pemerintah. Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan ceramah, penyuluhan, dan sosialisasi kepada 28 siswa kelas X di SMA Negeri 10 Kota Bengkulu. Tujuannya adalah agar siswa memahami materi penelitian dan mengumpulkan data menggunakan angket skala Likert sebagai alat bantu dalam penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bullying dipengaruhi oleh perbedaan status sosial, budaya senioritas, disharmoni keluarga, kurangnya pengawasan sekolah, serta karakter individu. Kesimpulan menunjukkan pentingnya kerja sama lintas pihak dalam mengatasi bullying melalui pendidikan karakter, pengawasan intensif, komunikasi yang baik, serta penerapan aturan dan sanksi tegas untuk mewujudkan suasana belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.

Peningkatan Kapasitas UMKM “Sedekat Kopi” melalui Pelatihan Pembuatan Konten Iklan Media Sosial di Kabupaten Jember

Deddy Suprapto, Mustika Ningrum, Rara, Rania Nur Latifa, Yesita Mandasari
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM “Sedekat Kopi” di Kabupaten Jember melalui pelatihan pembuatan konten iklan media sosial. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan literasi… literasi digital, kurangnya keterampilan produksi konten kreatif, serta belum optimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui pelatihan dan pendampingan praktik langsung meliputi fotografi produk, pembuatan video promosi, serta penulisan caption persuasif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mitra dalam perencanaan konten, teknik fotografi, produksi video pendek, serta penyusunan pesan promosi yang lebih komunikatif. Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri mitra dalam memproduksi konten iklan secara mandiri. Program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas promosi digital UMKM sektor kuliner berbasis kopi dan berpotensi direplikasi pada UMKM sejenis.

Edukasi Kesehatan Pemanfaatan Probiotik untuk Terapi Insomnia pada Remaja di SMA/SMK Amanah Nusantara Makassar

Ade Irma, Juniati Binti Lukman, Wahdaniar, Hijral Aswad
Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa di SMA/SMK Amanah Nusantara Makassar mengenai terapi non-farmakologis untuk menangani insomnia di kalangan remaja. Insomnia adalah gangguan… n tidur berupa kesulitan untuk memulai tidur. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan fungsi kognitif (seperti kurang fokus), labilitas emosi, gangguan suasana hati (mood) dan kesehatn fisik serta penurunan kualitas hidup. Berbasis pada bukti ilmiah terkini yang mengaitkan gangguan tidur dengan disfungsi sumbu usus-otak (gut-brain axis). Metode pelaksanaan berupa penyuluhan kesehatan yang diselenggarakan di Gedung Aula Sekolah SMA/SMK Amanah Nusantara Makassar yang melibatkan 50 peserta. Materi mencakup konsep insomnia, hubungan sumbu usus-otak (gut-brain axis), serta bukti ilmiah peran probiotik. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait mekanisme di mana probiotik memodulasi mikrobiota usus, menghasilkan metabolit seperti asam lemak rantai pendek dan neurotransmitter (GABA dan serotonin), yang dapat mengurangi peradangan sistemik dan memperbaiki sinyal tidur. Kegiatan ini berhasil memberikan pengetahuan kesehatan terkait pendekatan yang aman dan mudah diakses dalam penanganan insomnia melalui optimasi kesehatan pencernaan atau modulasi mikrobiota usus. Oleh karena itu, edukasi berbasis bukti ilmiah efektif meningkatkan kesadaran akan peran probiotik sebagai strategi penunjang terapi insomnia.

Terapi Tasawuf: Penerapan Konsep Sabar, Syukur, dan Tawakal dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Pasien Penyakit Kronis

Misbachul Munir, Bayu Fermadi, Aina Noor Habibah, Moch. Bashori Alwi, Moh. Hasan Fauzi, Akhmad Ali Said, Yuni Pangestutiani
Abstract: Pasien penyakit kronis sering mengalami tekanan psikologis berat, terutama kecemasan, yang dapat memperburuk kondisi fisik dan menurunkan kualitas hidup. Pendekatan medis konvensional terkadang kurang menyentuh aspek spiritual-emosional&#8230; ritual-emosional yang mendalam. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi tasawuf berbasis konsep sabar, syukur, dan tawakal sebagai intervensi psiko-spiritual untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien penyakit kronis. Kegiatan dilaksanakan di Komunitas Pasien Ginjal Kronis “Sehati” dan Poli Penyakit Dalam RSUD Kota Y, melibatkan 25 pasien (gagal ginjal kronis, diabetes, hipertensi). Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan pendekatan eksperimen kuasi (one group pre-test post-test). Intervensi berupa delapan sesi terstruktur yang mengintegrasikan psikoedukasi, praktik dzikir, muhasabah terpandu, dan diskusi kelompok untuk menginternalisasi nilai sabar (dalam menghadapi ujian), syukur (atas nikmat yang tersisa), dan tawakal (berserah diri kepada Allah). Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan *DASS-42* subskala anxiety. Hasil analisis statistik paired sample t-test menunjukkan penurunan skor kecemasan yang signifikan (p < 0,05). Peserta juga melaporkan peningkatan penerimaan terhadap penyakit, ketenangan batin, dan optimisme. Diskusi menyimpulkan bahwa konsep tasawuf yang diterapkan secara terstruktur berfungsi sebagai mekanisme koping religius yang efektif, meningkatkan resiliensi spiritual, dan mengurangi distres psikologis. Model terapi tasawuf ini direkomendasikan sebagai terapi komplementer yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kronis.

PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2025

Mutiara Hikmah, Nur Triningtias P, Nelly Masna Barus, Khalikul Fadli
Abstract: Merokok merupakan kebiasaan yang berdampak buruk pada kesehatan, terutama bagi remaja yang sedang berada pada masa perkembangan. Penelitian menunjukkan bahwa pelajar SMP mulai terpapar rokok akibat pengaruh teman sebaya,&#8230; lingkungan, serta kurangnya pemahaman tentang bahaya rokok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi SMP di Kabupaten Aceh Tenggara agar memahami bahaya rokok, serta membekali mereka dengan strategi penolakan terhadap rokok. Metode kegiatan meliputi kunjungan langsung ke lima sekolah, pemberian materi melalui ceramah, presentasi visual, leaflet, serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian siswa laki-laki pernah mencoba merokok karena pengaruh teman, dan sebagian besar siswa belum memahami dampak jangka panjang rokok. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa akan bahaya merokok dan pentingnya menciptakan lingkungan tanpa asap rokok. Diperlukan tindak lanjut berupa edukasi berkala dan keterlibatan keluarga serta kader kesehatan.

PENGUATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KAMPUS UNIVERSITAS DEZTRON INDONESIA

Henni Safrida, Halimatussakdiyah Lubis, Inneke Mutiara Amelia
Abstract: Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan kesehatan nasional karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Mahasiswa sebagai kelompok remaja akhir berada&#8230; ada pada fase transisi yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, seperti kurangnya pengetahuan yang komprehensif, pengaruh lingkungan sosial, paparan media digital, serta stigma budaya yang masih melekat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Universitas Deztron Indonesia dalam menjaga kesehatan reproduksi secara bertanggung jawab. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui edukasi kesehatan, diskusi interaktif, konseling, serta penguatan peran pendidik sebaya (peer educator). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan mahasiswa, perubahan sikap ke arah positif, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya perilaku reproduksi sehat. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program kesehatan kampus guna menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan berdaya saing.