Search Articles & Publications

Showing 1001 articles found for "Kurang"

PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA MELALUI PROGRAM MANAJEMEN STRES AKADEMIK DI UNIVERSITAS NURUL HASANAH KUTACANE, ACEH TENGGARA

Siska Putri Belangi
Abstract: Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami permasalahan kesehatan mental akibat berbagai tuntutan akademik dan tekanan psikososial di lingkungan perguruan tinggi. Beban tugas, tuntutan prestasi akademik, manajemen… n waktu yang kurang efektif, serta tekanan adaptasi lingkungan dapat memicu stres akademik yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres akademik guna memperkuat kesehatan mental. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Nurul Hasanah Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, dengan sasaran mahasiswa aktif dari berbagai program studi. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan mental, pelatihan manajemen stres akademik, diskusi interaktif, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai stres akademik dan kesehatan mental, meningkatnya kesadaran akan pentingnya strategi koping adaptif, serta perubahan sikap mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dan promotif yang berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.  

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Revitalisasi Pasar Buah Berastagi

Jimmy Roy Tampubolon, Sufrial Hendri, Muhammad Afifuddin Bangun, Ricky Rajanta Ginting
Abstract: Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi masih sering menghadapi kendala berupa rendahnya kepatuhan pekerja, kurangnya pemahaman terhadap potensi bahaya, serta minimnya budaya keselamatan. Kondisi… ndisi tersebut juga teridentifikasi pada Proyek Revitalisasi Pasar Buah Berastagi, sehingga diperlukan intervensi berupa sosialisasi yang lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi K3 dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku aman pekerja konstruksi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui pembelajaran, demonstrasi APD, simulasi identifikasi bahaya, observasi lapangan, serta pengukuran pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada pemahaman pekerja terkait konsep dasar K3, prosedur kerja aman, dan penanganan bahaya di lapangan. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen dalam menerapkan K3 secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif bagi upaya pencegahan kecelakaan kerja serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. Dengan demikian, sosialisasi K3 sebagai strategi pembinaan keselamatan pada proyek konstruksi berskala menengah seperti Revitalisasi Pasar Buah Berastagi. Simpulan penelitian dengan melakukan sosialisasi K3 dalam memperkuat budaya keselamatan di proyek revitalisasi berskala menengah dan dapat direkomendasikan sebagai model pembinaan K3 berkelanjutan pada proyek konstruksi revitalisasi bangunan lainnya.

PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK UNGGULANDESA PEGAJAHAN MELALUI STRATEGIBRANDING DAN PEMASARAN DIGITAL

Chon Cho Reynols Manday, Nani Sri Rezeki
Abstract: Desa Pegajahan memiliki potensi produk unggulan lokal yang signifikan, namun menghadapi tantangan dalam hal daya saing di pasar yang lebih luas. Permasalahan utama yang teridentifikasi adalah lemahnya identitas merek (branding)… anding) yang kuat dan kurangnya pemanfaatan saluran pemasaran digital, yang menghambat pertumbuhan ekonomi UMKM dan BUMDes setempat. Metode kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan menggunakan metode pendampingan dan pelatihan intensif. Sasaran utama adalah pelaku UMKM dan pengelola BUMDes di Desa Pegajahan. Kegiatan PkM mencakup tiga tahap: 1) Asesmen Kebutuhan dan Potensi Produk, 2) Pelatihan Perancangan Branding (penetapan nama, logo, dan narasi produk), dan 3) Pendampingan Pemasaran Digital (penggunaan media sosial dan e-commerce). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan implementasi strategi pemasaran oleh mitra. Unit usaha berhasil menyusun pedoman branding yang baru dan lebih terarah, serta terjadi peningkatan pada jangkauan pasar produk setelah diimplementasikannya teknik foto produk dan konten digital yang lebih profesional. Pelatihan ini secara langsung berkontribusi pada penciptaan nilai tambah, diferensiasi produk, dan peningkatan daya saing produk unggulan Desa Pegajahan di tingkat regional. Program PkM ini berhasil mentransformasi cara pandang mitra terhadap manajemen pemasaran modern, khususnya branding dan digitalisasi. Direkomendasikan adanya tindak lanjut berupa inkubasi bisnis digital untuk memastikan keberlanjutan strategi yang telah diterapkan dan memantau dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat.

PENTINGNYA 100 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK DI DESA BINJAI (KERJA SAMA PUSKESMAS DESA BINJAI)

Dika Saraswati, Whynda Myke Nola Manik
Abstract: Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) adalah masa emas pertumbuhan anak, namun 100 hari pertama setelah kelahiran menjadi periode kritis yang sangat menentukan status gizi dan perkembangan optimal. Di Desa Binjai, masih… ih ditemukan masalah gizi kurang pada balita yang dipengaruhi oleh pola asuh, pemberian ASI, dan pengetahuan orang tua tentang gizi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil dan menyusui, mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 100 hari pertama kehidupan anak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan gizi bersama tenaga kesehatan Puskesmas Desa Binjai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 45% berdasarkan pre-test dan post-test, serta adanya komitmen ibu-ibu untuk memberikan ASI eksklusif dan makanan pendamping yang bergizi. Kesimpulannya, promosi kesehatan yang terencana dan melibatkan tenaga medis setempat dapat meningkatkan kesadaran gizi masyarakat, yang berkontribusi pada perbaikan status gizi anak di Desa Binjai.

SIMEDIS (Sistem Tombol Panik Darurat Untuk Tindakan Medis Cepat) pada Poliklinik Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku

Jonathan Mendrofa, Manuel Panjaitan, Markus Marselinus Soge
Abstract: Pelayanan kesehatan merupakan hak mendasar setiap manusia, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Namun, pelaksanaannya di Lembaga Pemasyarakatan… syarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku menghadapi berbagai kendala, seperti kekurangan tenaga medis, keterbatasan fasilitas, serta prosedur darurat yang lambat dan manual. Sistem penanganan medis yang panjang dan tidak efisien meningkatkan risiko keterlambatan penanganan, terutama pada malam hari. Sebagai solusi, teknologi Tombol Panik Darurat diusulkan untuk mempercepat penyampaian informasi kondisi darurat langsung dari WBP ke petugas terkait tanpa perantara. Sistem ini memungkinkan notifikasi real-time yang mencantumkan lokasi dan waktu kejadian, sehingga petugas dapat merespons lebih cepat dan tepat. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penanganan darurat dan menjamin pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan secara optimal.

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN E-BOOK TPT (TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS) PADA KELUARGA PASIEN TB, WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CAKUNG JAKARTA TIMUR TAHUN 2025

Intan Puspa Pratiwi, Emi Yuliza, Saiful Gunardi
Abstract: Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan penularan TBC adalah pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah&#8230; rumah pasien TBC. Namun, cakupan TPT masih rendah, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga mengenai manfaat dan tujuan TPT. Pendidikan kesehatan melalui media e-book merupakan salah satu media edukasi yang mudah diakses dan berpotensi meningkatkan pengetahuan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan melalui media e-book Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang TPT diberikan satu kali intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan sebelum intervensi sebesar 70,75% dan meningkat menjadi 99,00% setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media e-book. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan kesehatan melalui media e-book efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan keluarga pasien tuberkulosis mengenai Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Hubungan Tingkat Pengetahuan Wali Murid dengan Kejadian Infeksi Cacing Kremi pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar di Jawa Timur

Pratiwi, Indah, Ishartadiati, Kartika, Sudibya, Akhmad
Abstract: Enterobius vermicularis atau cacing kremi merupakan nematoda usus yang sering menginfeksi anak usia sekolah dasar dan ditularkan melalui jalur fekaloral akibat tertelannya telur infektif dari lingkungan yang terkontaminasi.&#8230; si. Pengetahuan wali murid berperan penting dalam pencegahan infeksi ini melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan wali murid kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional dilakukan pada Juni–Juli 2025 terhadap 39 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 25 responden (64,1%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 14 responden (35,9%) memiliki pengetahuan kurang baik. Sebanyak 7 anak (17,9%) terindikasi mengalami gejala infeksi cacing kremi dan 32 anak (82,1%) tidak menunjukkan gejala. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan wali murid dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur.

GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ULKUS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO

Agus Sarwanto, Anjar Nurrohmah
Abstract: Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang sering menimbulkan komplikasi, salah satunya ulkus diabetik yang dapat menyebabkan infeksi, amputasi, serta penurunan kualitas hidup. Risiko terjadinya ulkus diabetik meningkat&#8230; ngkat akibat kurangnya pengetahuan mengenai perawatan kaki dan upaya pencegahan ulkus. Tingginya jumlah penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Grogol  Kabupaten Suokaharjo menunjukkan pentingnya pengetahuan penderita dalam mencegah terjadinya ulkus. Tujuan : bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pencegahan ulkus pada penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah penderita DM yang berkunjung ke Puskesmas Grogol, dengan jumlah sampel 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil : Mayoritas responden berusia ≥ 60 tahun 50 orang (54,3%), berjenis kelamin perempuan 71 orang (77,2%), berpendidikan menengah 43 orang (46,7%), lama menderita DM < 5 tahun 53 orang (57,6%), tidak bekerja sebanyak 62 orang (67,4%). Tingkat pengetahuan penderita DM tentang pencegahan ulkus sebagian besar berada pada kategori baik yaitu 51 orang (55,4%), diikuti kategori sedang 29 orang (31,5%) dan kategori buruk 12 orang (13,0%). Mayoritas penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan ulkus diabetik, namun masih diperlukan upaya lebih lanjut pada kelompok yang berpengetahuan sedang dan buruk guna mencegah terjadinya ulkus diabetik.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MI NURUL HUDA PENDEM SUMBERLAWANG

Ajeng Maulana Hapsari, Ida Nur Imamah
Abstract: Latar Belakang : Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih sering terjadi, terutama karies gigi yang dipengaruhi oleh perilaku menyikat gigi. Anak usia 6–8 tahun berada pada fase gigi campuran dengan&#8230; n kemampuan motorik dan pemahaman yang belum optimal, sedangkan anak usia 9–12 tahun memiliki kemampuan yang lebih baik namun tetap berisiko karies akibat kebiasaan konsumsi makanan manis dan kurangnya konsistensi menyikat gigi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan menyikat gigi pada anak usia sekolah. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 59 anak dari total populasi 143 siswa yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta dianalisis secara univariat. Hasil : Mayoritas responden berusia 6–8  tahun sebanyak 35 responden (59,3%) dan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan menyikat gigi kategori sedang sebanyak 38 responden (64,4%). Kesimpulan : Tingkat pengetahuan menyikat gigi pada anak usia sekolah di MI Nurul Huda Pendem Sumberlawang mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 36 responden (61%).

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMK NEGERI 3 SUKOHARJO

Arnetta Ekaputri Nareswari, Ida Nur Imamah
Abstract: Latar Belakang : Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena pengaruh pergaulan, perilaku berisiko, serta kurangnya pemahaman yang benar mengenai penularan dan pencegahan. Meskipun informasi&#8230; masi tentang HIV/AIDS sudah banyak tersedia, kesenjangan antara pengetahuan dan sikap pencegahan pada remaja masih sering ditemukan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 91 siswa yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif. Namun, masih ditemukan beberapa responden dengan pemahaman yang kurang pada aspek jalur penularan dan upaya pencegahan. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif.