Search Articles & Publications

Showing 1325 articles found for "Luas"

DETEKSI GERAKAN KEPALA DAN KEDIPAN MATA DENGAN HAAR CASCADE CLASSIFIER CONTOUR DAN MORFOLOGI DALAM PENGOPERASIAN KOMPUTER UNTUK KAUM DIFABLE

Buana, I Komang Setia
Abstract: Abstrack: Diffable or the word that has  defenition is “ Different Abled People” the term for disabled people. One example of disabled is people who do not have hands, so to write even have to use their feet. Along with… . Along with the increasingprogress of computer technology, the role of computer technology has also increased for the benefit of humans. One of them is the field of human and computer interaction ( IMK)  or also called Human Computer Interaction ( HCI) . Although computer technology equipment is accurate and reliable, but the interaction model that is carried out is not natural as humans interact with each other, the use of such equipment to operate it requires direct contact between user and the computer. For people who dissabilities who do not have hands, it will be difficult to do so. Computer vision based interaction techniques are candidates for natural interaction techniques. The human head can also be used to replace the function of a mouse that can be used to move the cursor up and down left or right for and to click on the mouse using the blik an eye. Detection using head movements has been widely applied including in the fields of entertainment, education, and security. The camera is a tool used to make head recognition. The camera is used as a sensor to detect head movements. Head motion detection is implemented by using opency phython.  Keyword: difabel, head, webcame, opencv python Abstrak: Difabel  atau  kata  yang  memiliki  definisi “Different  Abled People” ini adalah sebutan bagi orang cacat. Salah satu contoh kaum difabel adalah orang yang tidak mempunyai tangan, sehingga untuk menulispun harus menggunakan kaki. Seiring meningkatnya kemajuan teknologi komputer, peranan teknologi komputer juga semakin meningkat yang digunakan untuk kepentingan manusia. salah satunya adalah bidang interaksi manusia dan komputer (IMK), atau sering disebut Human Computer Interaction (HCI). Keyboard, mouse, dan joystick merupakan salah satu perangkat keras yang sering digunakan untuk interaksi antara manusia dan komputer yang bersifat mekanis. Meskipun peralatan-peralatan tersebut akurat dan handal (reliable), tetapi model interaksi yang dilakukan tidak bersifat alami sebagaimana manusia berinteraksi dengan sesamanya, penggunaan peralatan-peralatan tersebut untuk mengoperasikannya membutuhkan adanya  kontak langsung antara user dengan komputer. Untuk kaum difabel yang tidak mempunyai tangan, akan susah melakukan hal tersebut. Teknik interaksi berbasis visi komputer menjadi kandidat teknik interaksi yang bersifat alami. kepala manusia bisa juga digunakan untuk menggantikan fungsi mouse yang bisa digunakan untuk menggerakan cursor keatas kebawah kekiri maupun kekanan dan untuk melakukan klik pada mouse menggunakan kedipan mata. Pendeteksian menggunakan gerakan kepala telah diaplikasikan secara luas diantaranya pada bidang hiburan, pendidikan serta keamanan. Kamera  (webcam) merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pengenalan kepala. Kamera ini digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi pergerakan kepala. Pendeteksian gerakan kepala diimplementasikan dengan menggunakan opencv python.

Media Informasi Pengenalan Penyakit Demam Berdarah Dengue Berbasis Android

Ciptahadi, Gus Oka
Abstract: Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever, or commonly abbreviated as DHF, is a disease that has always been anxious in the community, especially during the rainy season, dengue disease outbreaks are increasing As in the northern… rn city of Denpasar, the number of people affected by DHF, especially those aged 7-12 years is increasing. Coupled with the lack of information media facilities that can cause still many people, especially those aged 7-12 years who have not fully understood the dengue epidemic. the authors chose the location of the study, namely in one elementary school in the northern Denpasar area was SDN Negeri Tulang Ampiang. The problem found in this study is that it is less efficient and interesting for an information media about the dangers of dengue fever found in SDPN Negeri Tulang Ampiang school. Seeing the problem at the location of the study, the writer in this study will make an information media in the form of 3D animation, the introduction of Dengue Hemorrhagic Fever Based on Android. The author also in completing this research will use the approach through the Research and Development method, because in the final results of this study will produce a product. Testing in this study using the Black Box method that will test the functional requirements of the software that is built and use cousionary testing to test the information and visual aspects of the author's application. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, 3D Animation, Android, Research and Development. Abstrak: Demam Bedarah Dengue, atau biasa disingkat DBD adalah penyakit yang selalu menjadi keresahan pada masyarakat, apalagi pada saat musim hujan wabah penyakit DBD semakin meningkat Seperti pada kota Denpasar wilayah utara, jumlah masyarakat yang terkenana DBD, khususnya yang berusia 7-12 tahun semakin meningkat. Ditambah lagi dengan kurangnya sarana media informasi yang dapat megakibatkan masih banyaknya masyarakat khususnya yang berusia 7-12 tahun yang belum memahami betul terkait wabah penyakit DBD. Dikarenakan lebih banyaknya masyarakat di denpasar utara yng berusia 7-12 tahun yang terkena kasus DBD, penulis memilih lokasi penelitian yaitu pada salah satu sekolah dasar di wilayah Denpasar utara adalah SDPN Negeri Tulang Ampiang. Permaslahan yang terdapat pada penelitian kali ini adalah kurang efisien dan menariknya sebuah media informasi mengenai bahaya DBD yang terdapat pada sekolah SDPN Negeri Tulang Ampiang. Melihat permasalahan pada lokasi penelitian tersebut maka penulis dalam penelitian kali ini akan mebuat sebuah media informasi berupa animasi 3D pengenalan Penyakit Demam Berdarah Dengue Berbasis Android,. Penulis juga dalam menyelesaikan penelitian ini akan menggunakan pendekatan melalui metode Research and Development, dikarenakan pada hasil akhir penelitian ini akan menghasilkan sebuah produk. Terakhir adalah angket pengujian untuk proses evaluasi didalam pengeimplementasian media informasi yang dibuat. Pengujian pada penelitian ini menggunakan metode Black Box yang akan menguji dari persyaratan fungsional dari perangkat lunak yang dibangun serta menggunakan pengujian kousioner untuk menguji aspek informasi dan visual pada aplikasi penulis. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Animasi 3D, Android, Research and Development.

IMPLEMENTASI METODE FUZZY LOGIC UNTUK SISTEM PENGUKURAN KUALITAS UDARA DI KOTA MEDAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)

Prayudha, Jaka, Pranata, Ardianto, Al Hafiz, Afdal
Abstract: Kualitas udara mengambil peran penting bagi kehidupan mahkluk hidup di permukaan bumi ini terutama untuk manusia, pada masa ini penurunan kualitas udara di beberapa kota di wilayah Indonesia terus meningkatkan diakibatkan… n beberapa hal diantaranya pertumbuhan industri dan perkembangan kendaraan bermotor yang semakin pesat sebanding dengan pertumbungan penduduk yang makin meningkat dan tidak sebanding dengan pertumbungan ruang terbuka hijau dan pelestarian kawasan hijau khususnya pada wilayah perkotaan. Sistem pemrosesan dari hasil akuisisi yang didapatkan dari penggunaan beberapa kombinasi sensor (multisensor) yaitu sensor yang dapat mendeteksi gas buang kendaraan bermotor, partikel debu, asap dari hasil industri, dan kadar oksigen dalam udara. Hasil dari proses akuisisi data sensor kemudian akan diproses dengan kecerdasan buatan fuzzy yang ditanamkan pada sebuah chip mikrokontroler. Sistem pengukur kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) ini akan dapat digunakan sebagai media penyebar luasan informasi terkait kualitas udara pada suatu wilayah, sehingga akan memberikan penurunan dampak kesehatan bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas diluar rumah.

PENERAPAN E-SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIFITAS DAN PEMASARAN PRODUK PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DALA PERSAINGAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI

Syafnur, afdhal, Anwar, Khairil
Abstract: Dengan pemanfaatan teknologi,industri rumah tangga yang kecil dapat berkembang ke dalam bentuk usaha yang lebih luas lagi seperti usaha kerupuk kulit ini. Kerupuk kulit merupakan usaha yang berkembang cukup baik di kabupaten… aten asahan. Selain itu usaha kerupuk kulit di Asahan sangat beragam, tidak hanya berbahan dari hewan namun juga tumbuhan. Kualitas kerupuknya sangat baik sehingga kerupuk tersebut memiliki pemasaran yang bagus di daerah asahan dan sekitarnya. Oleh karena itu semakin hari permintaan akan kerupuk kulit semakin bertambah. Hal tersebut mengakibatkan rantai pasokan antara pemasok bahan baku terhadap produsen dan pasokan hasil produk pada konsumen menjadi tidak seimbang. Untuk mengatasi hal tersebut produsen kerupuk kulit, khususnya Usaha Kerupuk kulit bunda menggunakan sistem informasi dalam pengolahan rantai pasokan bahan baku danpemasaran produk kerupuk kulit. Salah satu cara yang digunakan adalah E-Supply Chain Manajemen, dimana rantai pasokan baku diatur dan di kontrol sedemikian rupa mulai dari pemasok bahan baku (supplier) ke produsen serta pemasaran produk jadi kepada konsumen.Sehingga dengan adanya E- Supply Chain Manajemen produktivitas hasil industri rumah tangga dapat di kontrol mulai dari pemasokan bahan baku sampai pada proses penjualan kepada konsumen

PENENTUAN PRIORITAS KPI UNTUK PERFORMANCE MEASUREMENT PEMELIHARAAN PLTA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP)

Meri, Mufrida, Dila, Vera
Abstract: Abstract : Currently hydropower is a power plant that has a high potential to be developed in Indonesia because it has an adequate water source. Evaluation of plant maintenance performance becomes one important factor because… cause it is one of the company's strategy to achieve its goals. For that we need a method to determine the priority of KPI where the company prioritized that can provide a balanced point of view of the overall system performance one of them is by implementing Analytical Hierarcy Process (AHP). Based on the AHP method of 16 KPIs consisting of 6 KPIs for Corporate Level, 6 KPIs for Strategic Level and 4 KPIs for Functional Level. From the results of the assessment of respondents involved KPI is the most prioritized PLTA LubukGadang Power Plant, South Solok Regency is known that the most priority factor companies at corporate level that is the number of kWh produced with a weight of 0.420. For strategic level that is capacity factor with weight 0,478 while for functional level that is rework maintenance with weight equal to 0,540. KeyWord :Decision Support System, KPI, AHP,CompanyStrategy, Weighting Abstrak :Saat ini PLTA merupakan pembangkit listrik yang memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki sumber air yang memadai.Evaluasi kinerja pemeliharaan pembangkit menjadi salah satu faktor yang penting karena merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mencapai tujuannya.Untuk itu diperlukan suatu metode untuk menentukan prioritas KPI mana yang diprioritaskan perusahaan yang dapat memberikan sudut pandang yang seimbang terhadap keseluruhan system kinerja salah satu diantaranya adalah dengan mengimplementasikan Analytical  Hierarcy Process (AHP). Berdasarkan metode AHP dari 16 KPI yang terdiri dari 6 KPI untuk Corporate Level, 6 KPI untuk Strategic Level dan 4 KPI untuk Functional Level. Dari hasil penilaian responden yang terlibat didapatkan KPI  yang paling diprioritaskan PLTA Unit Pembangkit Listrik Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan  diketahui bahwa faktor yang paling diprioritaskan perusahaan pada corporate level yaitu banyaknya kWh yang diproduksi dengan bobot 0,420. Untuk strategic level yaitu capacity factor dengan bobot 0,478 sedangkan untuk functional level yaitu maintenance rework dengan bobot sebesar 0,540. KeyWord :Sistem Pengambilan Keputusan, KPI, AHP, strategi perusahaan, pembobotan

Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai di STMIK Royal Menggunakan Metode Simple Additive Weighting

afrisawati, Afrisawati
Abstract: Abstract: Based on the current employee recruitment system HR STMIK Royal has difficulty in selecting and evaluating the competent employees. To overcome this made a decision support system of new employee acceptance especially… ecially part of laboratory assistant. For determine employees who will be accepted, then built a computerized decision-making system that is able to facilitate the process of receiving new employees. the determination and identification of labor by using SAW method (Simple additive weighting) is a method that can find a best alternative from various alternatives based on predetermined criteria. The point is that the method determines the weight value for each criterion. The best alternatives are those who are eligible to be employees based on predetermined criteria. Assessment is done by finding the value of weight for each criterion, then conducted the ranking process that will determine the optimal alternative that is the employee who will be considered by the decision maker to become employees at the company. This decision support system will be able to assist the human resources in determining the recruitment of new employees, especially the assistant laboratory at STMIK Royal.   Keywords: assessment criteria, SAW method, decision support system.     Abstrak: Berdasarkan sistem penerimaan pegawai yang berjalan saat ini SDM mengalami kesulitan dalam menyeleksi dan mengevaluasi pegawai yang berkompeten. Untuk mengatasinya dibuat suatu sistem pendukung keputusan penerimaan pegawai baru khususnya bagian asisten laboraturium.Untuk menentukan pegawai yang akan diterima, maka dibangun sebuah sistem pengambilan keputusan terkomputerisasi yang mampu memudahkan proses penerimaan pegawai baru. penentuan dan identifikasi tenaga kerja dengan menggunakan metode SAW (Simple additive weighting) adalah metode yang dapat mencari suatu alternatif terbaik dari berbagai alternatif berdasarkan kriteria – kriteria yang telah ditentukan. Intinya bahwa metode tersebut menentukan nilai bobot pada setiap kriteria. Alternatif terbaik yang dimaksud adalah yang berhak menjadi pegawai berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Penilaian dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap kriteria, kemudian dilakukan proses perangkingan yang akan menentukan alternatif optimal yaitu para pegawai yang akan dipertimbangkan oleh pengambil keputusan untuk menjadi pegawai pada perusahaan tersebut. Sistem pendukung keputusan ini nantinya dapat mambantu pihak SDM dalam menentukan perekrutan karyawan baru khususnya asisten laboraturium di STMIK Royal.   Kata kunci: kriteria penilaian, metode SAW, sistem pendukung keputusan.

Analisis Konten Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Dalam Buku Matematika Kelas VII Kurikulum Merdeka

Juwita, Nazwa Alyanda Putri, Luri Nursucita, Nita Kurnia Sari, Hera Azhari Bangun, Maisahara Dalimunthe, Elfira Ramhadani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten latihan dan soal yang merepresentasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada buku teks Matematika kelas VII SMP terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,… et, dan Teknologi sebagai bahan ajar Kurikulum Merdeka. Anifarka & Rosnawati (2023) menyatakan bahwa buku teks yang berkualitas seyogianya mampu memfasilitasi perkembangan kognitif peserta didik selaras dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen analisis merujuk pada dimensi kognitif C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Menciptakan) berdasarkan revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl (2001). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari total 485 butir soal dan aktivitas yang tersebar pada enam bab, sebanyak 147 butir (30,31%) tergolong dalam kategori HOTS. Distribusi HOTS tertinggi ditemukan pada Bab 5 tentang Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (38,46%), sedangkan terendah pada Bab 1 tentang Bilangan (22,80%). Level kognitif yang paling dominan adalah C4-Menganalisis (58,50%), diikuti C5-Mengevaluasi (28,57%), dan C6-Mencipta (12,93%). Temuan ini mengindikasikan bahwa buku teks Kurikulum Merdeka telah mengintegrasikan HOTS secara lebih sistematis dibandingkan kurikulum sebelumnya (Fanani, 2018)meskipun proporsinya perlu ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21. This study aims to analyze the content of exercises and questions representing higher-order thinking skills (HOTS) in the Mathematics textbook for grade VII junior high school published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as teaching materials for the Independent Curriculum. Anifarka & Rosnawati (2023) stated that a quality textbook should be able to facilitate students' cognitive development in line with the established learning outcomes. The method applied in this study is content analysis with a qualitative descriptive approach. The analysis instrument refers to the cognitive dimensions C4 (Analyzing), C5 (Evaluating), and C6 (Creating) based on the revised Bloom's taxonomy by Anderson & Krathwohl (2001). The research findings indicate that of a total of 485 questions and activities spread across six chapters, 147 items (30.31%) are classified as HOTS. The highest HOTS distribution was found in Chapter 5 on Linear Equations and Inequalities with One Variable (38.46%), while the lowest was in Chapter 1 on Numbers (22.80%). The most dominant cognitive level is C4-Analyzing (58.50%), followed by C5-Evaluating (28.57%), and C6-Creating (12.93%). This finding indicates that the Independent Curriculum textbooks have integrated HOTS more systematically than the previous curriculum (Fanani, 2018), although the proportion needs to be increased to meet the demands of 21st-century learning. 

Persepsi Hadis Taqwa Dengan Metode Tematik

Abustani Ilyas, Erwin Hafid, Fahruddin Fahruddin, Sitti Khadijah Amran, Haswani Ansar, Nana Nur Zulaikha
Abstract: Taqwa secara epistemologi berasal dari bahasa Arab "waqa-yaqi-wiqayah" yang berarti memelihara atau melindungi diri dari bahaya, khususnya siksaan Allah SWT dengan mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,  atau menjaga… menjaga diri dari sesuatu yang membahayakan. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Bagaimana konsep taqwa dalam Al-Qur'an dan Hadis jika dikaji secara tematik (mawdhui)? Apa implikasi praktisnya bagi kehidupan Muslim”? Penelitian ini bertujuan untuk “Menyajikan gambaran menyeluruh tentang taqwa melalui pendekatan tafsir tematik, menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW secara sistematis”.  Penelitian ini menggunakan metode  tafsir mawdhui yaitu pengumpulan ayat dan hadis bertema taqwa, analisis linguistik, kajian asbabun nuzul, dan sintesis konsep secara integratif. Al-Qur'an & Hadis Saling Melengkapi, Metode mawdhu'i mengungkap keselarasan sempurna antara wahyu dan sunnah dalam membangun konsep taqwa. Konsep Taqwa Mawdhu'i adalah  sistem proteksi bertingkat hati→fisik→sosial→negara) yang Allah janjikan 3 kemudahan: jalan keluar (At-Talaq:2), rezeki tak disangka (hadis Bukhari), surga luas (Ali Imran:133). Munasabah ayat-hadis tunjukkan tahapan wahyu: Makkah (takwa iman) → Madinah (takwa sosial) → wasiat Nabi (takwa mutlak). Inti: Taqwa bukan "takut doang", tapi proaktif jalankan perintah + jauhi larangan sebagai sekat azab menuju falah dunia-akhirat. Sintesis Akhir yaitu Kajian Syarh Taqwa Al-Mawdhui membuktikan bahwa taqwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan sebuah sistem nilai hidup yang komprehensif — mencakup dimensi spiritual, ritual, sosial, dan kenegaraan.

Transformasi Pemaknaan Al-Ba’ah dalam Perspektif Marriage Readiness pada Generasi Z

Khoiriyah, Fadilla Nur, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Fenomena waithood pada generasi Z menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap kesiapan menikah (marriage readiness) di tengah dinamika sosial kontemporer. Jika dalam tradisi Islam kemampuan menikah dirumuskan melalui… lui konsep al-ba’ah, masyarakat modern cenderung mengembangkan konstruksi marriage readiness yang lebih kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas hadits anjuran menikah tentang al-ba’ah, mengkaji pemaknaannya dalam literatur klasik, serta menjelaskan transformasi konstruksi marriage readiness pada Generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui library research yang dianalisis menggunakan metode takhrij hadits, yakni kritik sanad dan matan, serta analisis fiqh al-hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis anjuran menikah mengenai al-ba’ah berstatus sahih dan dapat dijadikan hujjah dalam hukum Islam. Secara klasik, al-ba’ah dipahami sebagai kemampuan biologis dan kemampuan finansial yang menjadi prasyarat seseorang untuk memasuki kehidupan perkawinan. Sementara itu, konstruksi marriage readiness pada generasi Z berkembang menjadi konsep multidimensional yang mencakup kesiapan ekonomi, emosional, psikologis, relasional, dan sosial. Penelitian ini menemukan bahwa transformasi tersebut tidak menunjukkan pertentangan dengan substansi konsep al-ba’ah, melainkan berupa perluasan indikator operasional mengenai kemampuan menikah sebagai respons terhadap perubahan sosial pada era disrupsi. Dengan demikian, marriage readiness dapat dipahami sebagai bentuk aktualisasi kontemporer dari konsep al-ba’ah yang tetap berorientasi pada terwujudnya kemaslahatan keluarga.

Analisis Fikih Hadis Shahih (Sunan Abu Daud No 3571) Tentang Batasan Isbal Dan Larangan Memanjangkan Pakaian Dalam Berbusana Dengan Unsur Kesombongan Khuyala

Nanda Aidil Fitrah, Nasrullah Nasrullah
Abstract: Di antara permasalahan etika berpakaian dalam Islam memanjangkan pakaian sampai ke bawah mata kaki bahkan hingga menyapu jalan. Dalam Islam, isbal diperbolehkan secara mutlak bagi wanita. Namun, bagi laki-laki masih menjadi… adi perbincangan di kalangan ulama karena praktik tersebut dapat berkaitan dengan sikap kesombongan. Terdapat banyak hadis yang menjelaskan tentang perkara isbal dengan berbagai bentuk redaksi dan penjelasan.Sementara itu, sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa inti larangan tersebut bukan terletak pada panjang pakaian semata, melainkan pada unsur kesombongan yang melatarbelakanginya. Larangan memanjangkan pakaian melebihi batas isbal bagi laki-laki kerap menimbulkan perdebatan yang reduksionis karena hanya berfokus pada media celana atau sarung. pembahasan isbal dalam Hadis Sunan Abu Dawud nomor 3571 memberikan redaksi yang lebih komprehensif dengan memperluas cakupan isbal pada jenis pakaian lain serta mengaitkannya dengan aspek teologis berupa kesombongan (khuyala).Hadis tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama yang mendapat perhatian dalam ajaran Islam adalah sikap batin seseorang ketika berpakaian, bukan sekedar bentuk lahiriahnya.Oleh karena itu, kajian terhadap hadis ini menjadi penting untuk memahami hubungan antara etika berpakaian, nilai moral, dan tujuan syariat Islam.Dengan demikian, kajian hadis tentang isbal tidak hanya relevan dalam fikih, tetapi juga dalam pembentukan karakter Muslim yang menjunjung nilai kesederhanaan, kerendahan hati, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari