Search Articles & Publications

Showing 1635 articles found for "Kualitatif"

Analisis Nilai-Nilai Dakwah Dalam Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 16 Episode 30 Di SCTV

Rifyatul Azizah, Abdul Fattah, Muhammad Yasin
Abstract: Dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan nilai-nilai dakwah dalam tayangan sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 16 episode 30. Para Pencari Tuhan merupakan salah satu sintreon yang diproduksi oleh PT. Gisellah Citra Sinema… inema dan tayang di SCTV sejak tahun 2007 hingga sekarang. Sinetron dengan judul Para Pencari Tuhan ini merupakan salah satu sinetron yang banyak menampilkan berbagai nilai-nilai ajaran Islam dengan gaya masa kini. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti ingin membahasnya dalam skripsi dan mengambil judul “Analisis Nilai-Nilai Dakwah Dalam Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 16 Episode 30 Di SCTV.” Menggunakan metode Analisis Isi (content analysis) dan menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan bahan yang dianalisis berupa dialog, perilaku, maupun syair lagu  dalam sinetron. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu cara yang digunakan untuk membahas objek penelitian secara apa adanya berdasarkan data yang diperoleh. Dari hasil penelitian yang didapatkan peneliti, dapat disimpulkan bahwa nilai dakwah yang terdapat dalam tayangan sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 16 episode 30 dikelompokkan menjadi tiga aspek materi dakwah seperti aqidah, ibadah, dan akhlak. Nilai yang disampaikan tentang wajib mengingat Allah Swt., dan mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati, tidak berputus asa, mengenai mahar pernikahan, menjaga amanah, dan lain sebagainya.

Program Penugasan Di Unit Usaha Dalam Membentuk Karakter Mandiri Santri Kelas 6 Putri (Setara Kelas 12 SMA) Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Musthafa Zahir, M. Yogi Saputra, Tutik Hanifiyah
Abstract: Kemandirian merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap siswa dalam melakukan hal apapun agar tidak bergantung kepada orang lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Informan… an dalam penelitian ini adalah Wakil Direktur Pengasuahan Santri, Direktur Departemen Usaha, Kepala Divisi Usaha, Pembimbing Santri OSDC bagian Tata Usaha dan Santri OSDC bagian Tata Usaha. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Dengan diadakanya program penugasan santri OSDC di unit usaha, terdapat beberapa hal yang menunjang kemandirian serta pengetahuan yang bersumber dari program penugasan yang diberikan tersebut. Faktor pendukung dan penghambat yang ada bersumber dari eksternal serta internal unit usaha, Faktor pendukungnya antara lain adanya dukungan berupa motivasi dari wali kamar, guru-guru serta pembimbing bagian, faktor penghambatnya adalah masih adanya sifat ketergantungan antara santri kepada orang tua  

Evaluasi Program Imunisasi Anak di Wilayah Pedesaan Tantangan dan Solusi

Darsal Zulfakar Dafid, Wa Ode Nadziyran Urufia, Wa Ode Nurhidayati, Muhamad Subhan, Eky Endriana Amiruddin
Abstract: Program imunisasi anak di wilayah pedesaan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, termasuk akses terbatas terhadap layanan kesehatan, kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih, dan faktor sosial-budaya. Penelitian ini… ni bertujuan untuk mengevaluasi tantangan utama dalam implementasi program imunisasi anak di wilayah pedesaan serta untuk mengidentifikasi solusi yang memungkinkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif berdasarkan studi pustaka yang relevan dengan topik ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa akses terbatas terhadap layanan kesehatan merupakan hambatan utama dalam program imunisasi anak di pedesaan. Jarak yang jauh antara pemukiman penduduk dengan fasilitas kesehatan, kurangnya infrastruktur kesehatan, dan transportasi yang tidak memadai mempersulit orang tua untuk membawa anak-anak mereka untuk divaksinasi secara teratur. Kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih juga menjadi tantangan serius dalam implementasi program imunisasi. Banyak desa yang tidak memiliki jumlah petugas kesehatan yang memadai untuk memberikan layanan imunisasi kepada masyarakat. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan tentang imunisasi juga dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Faktor sosial dan budaya juga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam program imunisasi. Kepercayaan, mitos, dan praktek budaya lokal seringkali memengaruhi keputusan orang tua dalam mengimunisasi anak-anak mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berbasis budaya dalam mensosialisasikan program imunisasi. Berbagai solusi yang memungkinkan telah diidentifikasi, termasuk memperkuat infrastruktur kesehatan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan melibatkan komunitas secara aktif dalam program imunisasi. Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini secara holistik dan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi anak di wilayah pedesaan dan meningkatkan kesehatan anak-anak secara keseluruhan.

Pendekatan Psikologi Komunikasi Dakwah Dalam Membina Akhlak Mahasantri Markaz Tahfidz Al-Birr

Naslah, Abbas, Abdul Fattah, Muhammad Yasin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam membina akhlak, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam membina… akhlak mahasantri Markaz Tahfidz Al-Birr. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian dengan cara mengumpulkan sumber data secara primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dokumen dan jurnal. Observasi dilakukan secara langsung ke lokasi yang menjadi objek penelitian, dengan hasil penelitian yang menggambarkan sesuai fakta yang ada di lapangan, wawancara dengan melibatkan koordinator tahfidz, para pembina, dan beberapa mahasantri sebagai informan, dokumentasi dari beberapa tabel di markaz tahfidz yang berkaitan dengan pokok pembahasan.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan Psikologi Komunikasi Dakwah dalam Membina Akhlak Mahasantri, dengan menggunakan pendekatan struktural (mempelajari pengalaman dengan kategori tertentu), fungsional (mempelajari tentang bagaimana agama membawa pengaruh dalam kehidupan), dan psiko-analisis (yang membahas tentang perkembangan bentuk kepribadian manusia). Beberapa faktor pendukung yang dapat dilihat dalam membina akhlak mahasantri seperti motivasi dari pembina, kesadaran atau faktor internal mahasantri, dukungan orang tua dan pengaruh lingkungan. Juga dapat dilihat beberapa faktor yang menghambat dalam membina akhlak mahasantri seperti mahasantri yang mulai futur, pengaruh orang tua, faktor kesehatan, dan metode menghafal. Meskipun masih ditemui beberapa hambatan dalam membina akhlak mahasantri, akan tetapi pembina tetap berusaha semaksimal mungkin agar para mahasantri memiliki akhlatul karimah.

Strategi Dakwah Pengurus Masjid Al-Furqaan Di Kelurahan Maradekaya Kecamatan Makassar Dalam Memakmurkan Masjid

Fauzan Abdul Rozzaq, Muhammad Yasin, Muh. Ramli
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah Pengurus Masjid Al-Furqaan dalam memakmurkan masjid, untuk mengetahui program kerja yang dibuat, dan juga apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam upaya… paya memakmurkan masjid Al-Furqaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pada penelitian ini di temukan bahwa pengurus masjid Al-Furqaan sangat berperan penting dalam meningkatkan kemakmuran masjid Al-Furqaan dibuktikan dengan adanya program kerja yang disusun dan dilaksanakan yakni program kerja utama dan program kerja pendukung. Program kerja utamanya adalah program Jum’at Berkah dan program Tabungan Qurban, dan program kerja pendukungnya adalah pelaksanaan peringatan hari-hari besar dalam Islam. Strategi dakwah Pengurus Masjid Al-Furqaan di Kelurahan Maradekayya, Kecamatan Makassar terbagi menjadi dalam beberapa bidang yakni, bidang Idarah (administrasi), Strategi bidang Imarah (program-program), Strategi bidang Ri’ayah (tata kelola program). Faktor pendukung yang dihadapi oleh Pengurus Masjid Al-Furqaan yaitu dengan adanya kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), Majelis Taklim, dan Kegiatan musyawarah. Adapun faktor penghambat yang dihadapi oleh Pengurus Masjid Al-Furqaan yaitu kesadaran masyarakat dalam beribadah yang masih rendah, komunikasi dan kerjasama antar pengurus yang masih kurang, dan pendanaan yang minim.

Strategi Mengajar Guru Berdasarkan Gaya Belajar Siswa Kelas 3 Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor

Tiska Dianti, Nur Rochmat, Abdul Saipon
Abstract: Guru dalam pelaksanaan belajar mengajar cenderung membosankan dan monoton, menyebabkan peserta didik mengantuk dan tidak mendengarkan penjelasan serta tidak memahami materi yang disampaikan. Metode yang diterapkan dalam… penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana peneliti mengambil sampel atau data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti bahwa Strategi Mengajar Guru Berdasarkan Gaya Belajar Siswa Kelas 3 di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor sangatlah penting dengan program-program yang telah diadakan oleh kepala sekolah sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar yang efektif, menyenangkan dan kreatif dengan pengelolaan kelas yang sudah tersusun rapih, walaupun ada faktor-faktor penghambat tetapi didukung dengan faktor-faktor pendukungnya. Gaya belajar siswa kelas 3 di MTs Darunnajah 2 Cipining yaitu audio visual dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi serta metode ta’lim wa mutaa’lim.

Implementasi Gerakan Literasi Dalam Meningkatkan Minat Membaca Dan Menulis Santriwati Di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Siti Marfuah, Abdul Saipon, M. Irfanudin Kurniawan
Abstract: Gerakan literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, menyimak dan menggunakan suatu cara melalui mengimpelementasikan berbagai aktivitas yaitu membaca dan menulis untuk berfikir dan berwawasan luas dengan… engan pengembangan santri menjadikan gemar dalam minat baca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua Wardan, Guru, Ketua OSDC, dan beberapa santri. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Santri bisa mengimplementasi gerakan literasi ini dengan cara mengadakan pelatihan, mengadakan kunjungan, wajib berkunjung ke perpustakaan, membuat majalah dinding, berpastisipasi membuat buku-buku. faktor pendukung dan penghambat implementasi gerakan literasi yaitu: dukungan sebuah gerakan membaca, Kewajiban santri berkunjung datang ke perpustakaan seminggu tiga kali, Kewajiban membuat karya tulis, Pembekalan dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Penghambatnya yaitu: buku bacaan belum cukup banyak, kesadaran dalam gerakan literasi secara individu untuk mau membaca masih rendah, sehingga untuk berkunjung ke perpustakaan harus terjadwal agar individu mau datang ke perpustakaan.

Analisis Unsur Intrinsik Cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas Karya Maulana Ar Rosyid Dan Pemanfaatannya Untuk Pembuatan Bahan Ajar Kelas XI SMA

Rifki Ramadhan, Irfan Efendi, Khoirul Fajri
Abstract: Penelitian ini di latarbelakangi oleh permasalahan di Kelas dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik cerita pendek dan pemanfaatanya untuk pembuatan bahan ajar. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana analisis… sis unsur intrinsik cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rosyid? dan bagaimana pemanfaatan bahan ajar yang dibuat dengan analisis unsur intrinsik cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rosyid? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis unsur intrinsik dan mengetahui pemanfaatan bahan ajar yang dibuat dengan menganalisis unsur intrinsik cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rosyid. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Ditinjau dari permasalahan yang ada peneliti menggunakan metode kualitatif dan menggunakan teknik sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian yang dianalisis melalui beberapa cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rasyid telah ditemukan terdapat unsur intrinsik di dalam masing-masing cerpen yang di analisis diantaranya yaitu 3 tema, 3 alur yaitu alur maju dan alur maju mundur, 11 tokoh, 5 latar, 3 sudut pandang dengan menggunakan sudut pandang ketiga, 3 gaya bahasa dengan menggunakan gaya bahasa kiasan, dan 3 amanat. Hasil temuan tersebut dapat dijadikan bahan ajar pada pembelajaran cerpen khususnya analisis unsur intrinsik kelas XI SMA. Bahan ajar tersebut berupa modul pembelajaran analisis unsur intrinsik cerpen untuk siswa kelas XI SMA yang uji kelayakan tersebut didapat dari empat aspek penilaian yaitu dari aspek kelayakan isi, aspek kelayakan penyajian, aspek kelayakan bahasa dan aspek kelayakan kegrafikan. Bahan ajar Modul tersebut diperkuat dengan validasi oleh empat ahli yaitu dua Dosen dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan dua Guru Bahasa Indonesia.

Analisis Struktur Dan Kebahasaan Pada Surat Kabar Kompas Edisi 29 Juli 2023 Serta Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Teks Berita Kelas VIII SMP

Muhammad Agung Imam Santoso, Ahmad Maskur Subaweh, Muji Zain Naufal
Abstract: Analisis Struktur dan Kebahasaan Teks Berita pada Surat Kabar Kompas (Edisi 29 Juli 2023) sebagai Bahan Ajar Teks Berita Kelas VIII SMP. Teks berita merupakan salah satu teks yang harus dikuasai oleh peserta didik SMP kelas… las VIII yaitu pada KD 3.2. Melalui wawancara yang dilakukan penulis kepada pendidik salah satu permasalahan yang dihadapi ketika mengajarkan teks berita adalah variatif bahan ajar teks berita yang memotivasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan dapat atau tidaknya teks berita dari Surat Kabar Kompas digunakan sebagai bahan ajar di SMP/MTs kelas VIII. Penulis mengambil sampel sebanyak 10 teks berita dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik validasi yang penulis gunakan pada penelitian ini yaitu angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) sampel teks berita yang penulis analisis memiliki struktur yang lengkap. Sehingga teks berita tersebut dapat digunakan untuk membantu peserta didik memahami materi teks berita pada kompetensi dasar 3.2 dalam bentuk bahan ajar, 2) sampel teks berita yang penulis analisis memiliki kebahasaan yang lengkap sesuai dengan kebahasaan teks berita. Sehingga teks berita tersebut dapat digunakan untuk membantu peserta didik memahami materi teks berita pada kompetensi dasar 3.2 dalam bentuk bahan ajar, 3) sampel teks berita yang penulis analisis dari segi kriteria bahan ajar, hasilnya menunjukan teks berita tersebut dapat digunakan oleh peserta didik kelas VIII. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa 10 teks berita dapat dijadikan sebagai bahan ajar buku modul pembelajaran analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks berita untuk SMP/MTs kelas VIII.  

Pembentukan Karakter Islami Melalui Kurlkulum Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah Di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Ina Usniati, Abudzar Al Ghifari, Nur Rochmat
Abstract: Kata Karakter menurut Bahasa Indonesia pada tahun 2008, artinya sifat- sifat atau kejiwaan pada akhlak seseorang yang dapat membedakan dari seseorang yang lainnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwasanya individu yang baik adalah… alah yang memiliki karakter yang baik yang selalu berusaha untuk bersungguh- sungguh dalam menerapkan hal- hal yang terbaik terhadap Allah Subhana Wa Ta’ Ala. Dalam pementukan karakter dapat dengan cara pada sistem di pesantren yaitu TMI (Tarbiyatul Mu’allimin Al- Islamiyah) yang menjadi sistem pembelajaran mengikuti Gontor. Namun, TMI yang dipakai adalah gabungan dari kurikulum Gontor dengan kurikulum pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Informan dalam ini adalah Direktur Kurikulum, Penjamin Mutu, Kepala Sekolah, Direktur Pengasuhan Santri, Wali Murid/ Masyarakat Sekitar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunujukan bahwa: Pengertian kurikulum TMI, Perbedaan kurikulum TMI dan KMI, kemampuan kurikulum TMI dalam pembentukan karakter Islami, Langkah- langkah pembentukan kurikulum TMI oleh Pengasuhan dan kurikulum TMI, kendala- kendala dalam pembentukan karakter Islami oleh kurikulum TMI.