Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disusun sebagai model Klinik Inovasi Desa Cipaeh yang mengintegrasikan pendampingan digitalisasi UMKM, penguatan rumah literasi anak, dan inisiasi bank sampah berbasis Saintek Berdampak.…
rdampak. Program dilaksanakan dalam kerangka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Tahun 2026 Kelompok 99 di Desa Cipaeh, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Latar belakang program bertumpu pada kebutuhan pemberdayaan masyarakat yang meliputi peningkatan kapasitas ekonomi lokal, kualitas pendidikan dan literasi, pengelolaan lingkungan, serta penguatan kolaborasi multipihak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, pendampingan, demonstrasi, monitoring, dan evaluasi. Rancangan kegiatan diarahkan pada tiga klaster utama, yaitu Klinik Digital UMKM, Rumah Literasi Anak, dan Gerakan Pembuatan Bak Sampah Permanen Berbasis RT/RW. Luaran yang ditargetkan mencakup laporan akhir, artikel pengabdian, publikasi media, video kegiatan, dokumen kemitraan, policy brief, model pemberdayaan, dan produk UMKM. Artikel ini menjelaskan rancangan naskah pengabdian yang dapat dilengkapi dengan data aktual setelah kegiatan berlangsung, sehingga dapat menjadi dokumen akademik yang relevan, berdampak, inklusif, dan berkelanjutan bagi pembangunan Desa Cipaeh, Gunung Kaler, Tangerang.
Abstract:The issue of nutritional status among toddlers in Aceh Province, particularly in Kuta Baro Subdistrict, remains a serious concern due to the high prevalence of undernutrition and stunting. This study aims to determine the…
e relationship between parenting practices and children’s nutritional status in Kuta Baro Subdistrict. A descriptive-correlational method with a quantitative approach was used. The study population consisted of all 2,132 toddlers in Kuta Baro Subdistrict, with a sample of 96 toddlers selected using simple random sampling. Data on parenting practices were collected via a questionnaire, while nutritional status was measured using the weight-for-age indicator. Data analysis was conducted using a correlation test to determine the relationship between parenting practices and children’s nutritional status. The results indicate a significant relationship between parental child-rearing practices and children’s nutritional status (p=0.000). Positive and attentive child-rearing practices are correlated with optimal nutritional status, whereas inappropriate child-rearing practices are associated with poor to very poor nutritional status. Based on these findings, it is recommended that the Department of Health and educational institutions enhance parenting education and support programs for parents to improve children’s nutritional status in the region. Future research is expected to examine other factors influencing children’s nutritional status using more comprehensive methods.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi SD Negeri 111 Burau Pantai yang berada di wilayah rawan banjir sehingga berpotensi mengganggu proses pembelajaran dan keselamatan warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk…
k mendeskripsikan upaya sekolah dalam menghadapi banjir di SD Negeri 111 Burau Pantai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, siswa, dan pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu Timur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya sekolah dalam menghadapi banjir telah dilakukan pada tahap pra bencana, saat bencana, dan pascabencana. Upaya tersebut meliputi peningkatan kesiapan warga sekolah melalui pemberian arahan dan pembiasaan menghadapi banjir, pelaksanaan tindakan tanggap darurat dengan mengutamakan keselamatan peserta didik dan pengamanan aset sekolah, serta rehabilitasi dan rekonstruksi melalui pembersihan lingkungan, perbaikan fasilitas, dan perbaikan sarana pendukung setelah banjir. Namun demikian, pelaksanaan upaya tersebut belum didukung oleh sistem kebencanaan yang terstruktur, seperti sistem peringatan dini, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi kebencanaan secara berkala. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa upaya sekolah dalam menghadapi banjir telah dilaksanakan, tetapi masih memerlukan penguatan melalui penyediaan sarana pendukung, peningkatan kapasitas warga sekolah, dan kerja sama dengan instansi terkait agar pelaksanaannya lebih efektif, terencana, dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan Electronic Government Melalui SRIKANDI di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Menggunakan teori e-government yang terdiri dari tiga indikator…
menurut Indrajit dalam (Andi et al., 2025), yaitu Support (Dukungan), Capacity (Kapasitas), dan Value (Nilai/Manfaat). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari indikator Support, dukungan pimpinan dan regulasi sudah tersedia namun masih terdapat keterbatasan sarana pendukung seperti alat pemindai (scanner), perangkat komputer yang jarang mendapat pembaruan dan kualitas jaringan internet yang belum stabil. Dari indikator Capacity, sebagian besar pegawai telah mampu mengoperasikan aplikasi namun masih terdapat kesenjangan kemampuan antarpegawai serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Dari indikator Value, aplikasi SRIKANDI telah memberikan manfaat nyata berupa efisiensi waktu, penghematan biaya operasional, pengurangan penggunaan kertas, serta pengelolaan arsip yang lebih tertib dan terintegrasi. Kesimpulannya, penerapan SRIKANDI telah berjalan cukup baik namun belum sepenuhnya optimal dan memerlukan penguatan terpadu pada ketiga indikator secara berkesinambungan.
Abstract:Philology has been utilized to study Islam which focusing mainly on early texts. Some debates from post-Orientalist, anthropological, and decolonial perspectives not only broaden the discourse but also introduced new challenges,…
llenges, such as separating text from practice and neglecting indigenous from outsider views. This article tries to show that these discourse and debates reveal a bigger issue where there is no clear way to examine how research methods influence our understanding of Islam. This study employs a qualitative method, conceptual approach to review relevant key words in Islamic studies and related fields, such as Orientalism, discursive tradition, lived religion, cosmopolitanism, and self-reflexity method. Instead of commenting methods as appropriate or not, the analysis looks at what each approach helps scholars notice, what it overlooks, and how it fits into larger systems of knowledge and power. Drawing on this analysis, the article introduces a self-reflexive framework with three main parts: epistemological reflexivity, positional reflexivity, and dialogical reflexivity. This framework is meant to help researchers plan and review Islamic studies projects, especially in Muslim-majority and less-explored areas, by encouraging them to consider texts, practices, and local ideas without making them too simple. The article contributes to ongoing debates by offering a new approach that moves beyond basic divisions and encourages a more open and thoughtful study of Islam.
Abstract:Artificial intelligence (AI) integration in language education offers new opportunities to address challenges in English as a Foreign Language (EFL) contexts. This study examines the effectiveness of Copilot in enhancing…
academic English literacy among Indonesian undergraduates. Using a quantitative quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group, 60 students were divided into experimental and control groups. Instruments included comprehension tests, learner autonomy questionnaires, and rubric-based writing assessments. Results showed significant improvements in the experimental group. Academic text comprehension increased, particularly in vocabulary mastery (+12%), rhetorical structures (+15%), and recognition of formal registers (+10%). Copilot usage positively predicted learner autonomy, with gains in goal-setting (+14%), strategy selection (+11%), and self-evaluation (+13%). Writing performance also improved, especially in coherence (+13%), argumentation (+16%), and adherence to conventions (+12%). The findings confirm Copilot’s role as both corrective aid and developmental partner, fostering academic literacy and learner autonomy. Implications suggest integrating AI tools into EFL curricula to strengthen academic discourse and independent learning.
Abstract:Muaro Sentajo possesses the potential to be developed as a production hub for native orchid species due to its location within the natural habitat of orchid species in Kuantan Singingi Regency, directly bordering the Sentajo…
tajo Raya protected forest. Furthermore, the village has an underutilized female labor potential, organized within the Family Welfare Movement (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga / PKK) as the foundational collective for rural women in Muaro Sentajo. This initiative aims to provide knowledge on native orchid species, cultivation techniques, integrated systems with stingless bees (kelulut), and digital marketing. The program implemented a Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of asset mapping, practical cultivation workshops, e-commerce platform development, and four months of intensive mentoring. This empowerment program successfully established an active orchid breeding group managing more than 15 native orchid species. Additionally, 83.66% of the participants demonstrated proficiency in operating digital marketing channels (Instagram and Shopee), resulting in the first independent commercial sales of local orchid products. The integration of local ecological assets with modern digital marketing proved effective in enhancing the economic independence of rural women and promoting sustainable community development.
Abstract:Caring behavior is a fundamental value and the core of professional nursing practice that directly contributes to the quality of patient care and recovery. One of the internal factors associated with caring behavior is spiritual…
piritual intelligence, which enables nurses to find meaning and purpose in the care they provide. However, evidence suggests that both nurses' caring behavior and spiritual intelligence still need improvement. This study aimed to examine the relationship between spiritual intelligence and nurses' caring behavior in inpatient wards. This study employed a quantitative analytical correlational design with a cross-sectional approach. A total of 53 nurses were recruited using a total sampling technique. Data were collected using the Spiritual Intelligence Self-Report Inventory (SISRI-24) and the Caring Behavior Inventory (CBI). Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of p < 0.05. The findings revealed that less than half of the respondents (47.2%) had low spiritual intelligence, while more than half (54.7%) demonstrated poor caring behavior. Statistical analysis showed a significant relationship between spiritual intelligence and nurses' caring behavior (p = 0.001). Nurses with higher levels of spiritual intelligence tended to demonstrate better caring behavior than those with lower levels of spiritual intelligence. Hospital management is encouraged to consider nurses' spiritual intelligence as an important aspect in efforts to enhance caring behavior and improve the overall quality of nursing services.
Abstract:Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik gadung di Desa Arjasa menghadapi tantangan serius dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi…
tegi pemasaran digital melalui WhatsApp Business yang diterapkan oleh pelaku UMKM keripik gadung serta mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima UMKM keripik gadung di Desa Arjasa selama periode Maret hingga Mei 2026. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan masih bersifat dasar dan belum terstruktur secara sistematis, dengan pemanfaatan fitur WhatsApp Business yang belum optimal. Hanya dua dari lima UMKM yang menggunakan WhatsApp Business, itupun dengan pemanfaatan fitur yang terbatas pada katalog produk. Faktor pendukung utama adalah kemudahan penggunaan aplikasi, biaya yang terjangkau, dan dukungan keluarga serta komunitas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan penipuan, kendala infrastruktur internet, dan rendahnya tingkat pendidikan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Business dalam meningkatkan daya saing UMKM keripik gadung.
Gadung chips Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Arjasa Village face serious challenges in utilizing digital technology for product marketing. This study aims to describe in depth the digital marketing strategies through WhatsApp Business implemented by gadung chips MSMEs and to comprehensively identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. A qualitative approach with an instrumental case study type was used in this research. Data collection was conducted through in-depth interviews with 12 informants, participant observation, and documentation of five gadung chips MSMEs in Arjasa Village during the period March to May 2026. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the digital marketing strategies implemented were still basic and not systematically structured, with the utilization of WhatsApp Business features not yet optimal. Only two out of five MSMEs used WhatsApp Business, even then with limited utilization of features to product catalogs. The main supporting factors are the ease of use of the application, affordable costs, and support from family and community. Meanwhile, inhibiting factors include limited digital literacy, concerns about fraud, internet infrastructure constraints, and low levels of formal education. This study concludes that continuous assistance and training tailored to the capacity and characteristics of MSME actors are needed to optimize the use of WhatsApp Business in increasing the competitiveness of gadung chips MSMEs.
Abstract:Kematangan karier merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan…
dengan kematangan karier adalah keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang berasal dari MAN 1 Kota Serang dan MAN 2 Kota Serang, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kematangan karier yang disusun berdasarkan enam aspek kematangan karier yaitu orientasi karier, informasi dan perencanaan karier, konsistensi pilihan karier, pemantapan karakteristik diri, kemandirian dalam memilih karier, serta kebijaksanaan dalam memilih karier. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 194,16. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Sig. = 0,347 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler bukan merupakan faktor yang membedakan tingkat kematangan karier siswa. Kematangan karier diduga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pemahaman diri, dukungan keluarga, pengalaman belajar, layanan bimbingan karier, dan akses terhadap informasi karier.
Career maturity is an important aspect that students need to develop in preparing for future educational and occupational choices. One factor that is assumed to be related to career maturity is participation in extracurricular activities. This study aimed to examine the differences in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not in State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in Serang City. This study employed a quantitative approach using a comparative research design. The sample consisted of 404 students from MAN 1 Serang City and MAN 2 Serang City selected through stratified random sampling. Data were collected using a career maturity questionnaire six dimensions of career maturity: career orientation, career information and planning, consistency of career preferences, crystallization of self-characteristics, career independence, and wisdom in career choice. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and comparative analysis. The results indicated that students' career maturity was generally at a good level, with a mean score of 194.16. However, the hypothesis testing revealed no significant difference in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not (Sig. = 0.347 > 0.05). These findings suggest that participation in extracurricular activities is not a distinguishing factor in students' career maturity. Career maturity is likely influenced by other factors, including self-understanding, family support, learning experiences, career guidance services, and access to career information.