Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek substantif dari pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam (PAI), khususnya tentang bahan, konten, dan sumber pembelajaran. Penelitian ini terutama berkonsentrasi…
rasi pada komponen penting dalam pengembangan bahan dan konten PAI, pengembangan sumber PAI untuk mendudkung pencapaian tujuan kurikulum, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan bahan dan konten PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian dengan nilai-nilai Islam, relevansi dengan kehidupan peserta didik dan kemudahan pemahaman adalah komponen penting dalam pembuatan materi dan konten pembelajran PAI. Sumber pembelajaran PAI dapat dikembangkan dengan menggunakan media digital seperti e-book, video pembelajaran, platfrom e-learning, dan kemajuan teknologi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan bahan dan konten PAI termasuk kebijakan pemerintah, kemajuan teknologi, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan siswa. Penelitian ini memberikan saran untuk pengembangan kurikulum PAI yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang peran tes sumatif dalam memantau keberhasilan belajar siswa. Tes sumatif adalah evaluasi yang diberikan kepada siswa setelah mereka menyelesaikan satu unit pembelajaran atau pada akhir periode…
iode waktu tertentu, seperti akhir semester atau tahun ajaran. Tes sumatif digunakan untuk menilai pemahaman siswa tentang materi pelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini, dibahas baik manfaat atau kelemahan penggunaan tes sumatif. Meskipun tes sumatif memberikan gambaran yang luas tentang apa yang dipelajari siswa dan seberapa baik memahami materi, ada juga beberapa kelemahan dengan menggunakannya. Tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi adalah salah satu masalah yang muncul. Masalah lain adalah ketidakmampuan te sumatif untu menilai kreativitas, kemampuan berpikir analitis, dan keterampilan kritis siswa. Untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. diharapkan penelitian ini akan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan tes sumatif dalam sistem pendidikan dan menunjukkan cara terbaik untuk memanfaatkannya.
Abstract:Penelitian ini membahas peran neurosains dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan belajar. Komunikasi yang efektif antara pendidik dan peserta didik memegang peran penting dalam mencapai…
tujuan pendidikan. Pembelajaran kolaboratif merupakan pendekatan yang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung interaksi antar siswa. Komunikasi dan kolaborasi merupakan aspek penting dalam pendidikan abad ke-21. Namun, keterampilan komunikasi dan kolaborasi sering kali sulit dikembangkan di kelas. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman konsep neurosains dalam pembelajaran untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Neuroscience adalah cabang ilmu yang mempelajari otak dan sistem saraf. Dengan memahami bagaimana otak merespons informasi dan berinteraksi dengan orang lain, kita dapat merancang lingkungan belajar yang lebih baik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Memasukan konsep ilmu saraf ke dalam pembelajaran juga telah menghasilkan teori pembelajaran yang didasarkan pada pemahaman tentang cara kerja otak. Meneliti hubungan antara ilmu saraf dan keterampilan komunikasi dan kolaborasi di sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk masa depan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana ilmu saraf dapat berkontribusi pada pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan pembelajaran.
Abstract:This study examines the implementation of the Local Tax on Certain Goods and Services (PBJT) in hotels in Bogor Regency and its impact on Regional Original Revenue (PAD) after Law No. 1 of 2022. Using a quantitative approach…
oach based on Edward III’s model, the study analyzes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Data from 684 respondents were analyzed using multiple linear regression. Results show PBJT significantly increases PAD (R²: 71.7%–76.0%; p < 0.001), with bureaucratic structure and resources as the most influential factors. However, challenges remain, including unclear communication, limited resources, and low taxpayer compliance. Strengthening institutional capacity, improving coordination, and enhancing taxpayer compliance are recommended to optimize PAD.
Abstract:Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam perkembangan psikososial yang sering terabaikan di lingkungan sekolah. Rendahnya aktivitas fisik dan meningkatnya tekanan akademik dapat memicu stres, kecemasan, serta…
a penurunan kesejahteraan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik senam kebugaran jasmani terhadap kesehatan mental remaja di SMA Negeri 1 Sragen. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan control group pretest-posttest design. Sebanyak 40 responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok kontrol. Pengukuran kesehatan mental dilakukan menggunakan instrumen Mental Health Continuum–Short Form (MHC–SF). Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kelompok kontrol (p = 0,524), sedangkan pada kelompok intervensi terdapat peningkatan signifikan (p = 0,000). Selain itu, hasil Independent Sample t-Test menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan intervensi (p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik senam kebugaran jasmani berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesehatan mental remaja, khususnya dalam menurunkan stres dan meningkatkan suasana hati. Dengan demikian, senam kebugaran jasmani dapat dijadikan intervensi promotif dan preventif dalam menjaga kesejahteraan mental di lingkungan sekolah.
Abstract:Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang berkaitan dengan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas pangan bagi masyarakat. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, perempuan memiliki peran penting sebagai…
bagai pengelola pangan rumah tangga, pelaku usaha pertanian, serta agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis lingkungan melalui berbagai praktik pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan mengenai perempuan, ketahanan pangan, dan lingkungan. Analisis penelitian menggunakan Teori Optimalisasi (Siagian, 2014; Heizer et al., 2020) sebagai kerangka utama, dengan lima indikator yaitu efektivitas, efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan, yang dilengkapi oleh Teori Pemberdayaan Perempuan (Women Empowerment Theory) yang dikembangkan oleh Naila Kabeer (1999) sebagai teori pendukung. Teori pemberdayaan ini menekankan bahwa akses terhadap sumber daya, kemampuan mengambil keputusan, dan pencapaian kesejahteraan menjadi faktor pelengkap dalam meningkatkan kapasitas perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan berkontribusi signifikan dalam menjaga ketahanan pangan melalui pengelolaan pekarangan pangan, diversifikasi konsumsi pangan keluarga, pengembangan pertanian ramah lingkungan, serta pemanfaatan teknologi sederhana berbasis sumber daya lokal, sebagaimana tercermin dari pencapaian indikator efektivitas, efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan dalam Teori Optimalisasi. Namun demikian, optimalisasi peran perempuan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses terhadap lahan, modal, teknologi, dan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan, akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran perempuan yang didukung oleh pemberdayaan berbasis lingkungan merupakan strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
I Gusti Made Darmadhyaksa Ariwijaya, Jessica Anindita Putri, Alma Daiva Danendra, Dewa Gede Raka Sugiarta, I Wayan Sastra Pramadana, Yosafat Parlindungan Sitorus, Haura Zayyan Humaira, Gihon Josean, Bryan L. Emmanuel Mantino
Abstract:Luka terbuka pada hewan berisiko menimbulkan infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Povidone iodine merupakan antiseptik konvensional yang umum digunakan, namun pemakaian berulang dapat bersifat sitotoksik dan menghambat…
ghambat proses penyembuhan luka. Oleh karena itu, diperlukan alternatif berbahan alami yang lebih aman dan efektif. Daun sirih dan daun binahong diketahui mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, serta mempercepat regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas povidone iodine dengan ekstrak daun sirih dan daun binahong dalam penyembuhan luka terbuka pada tikus putih galur Wistar. Penelitian memakai 4 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok: kelompok kontrol (S0), kelompok ekstrak daun sirih (S1), kelompok ekstrak daun binahong (S2), dan kelompok povidone iodine 10% (S3), masing-masing diberikan perlakuan satu kali sehari selama 7 hari. Panjang luka diukur setiap hari dan dianalisis menggunakan uji Morton. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari daun sirih memberikan efek penyembuhan luka yang lebih optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga berkaitan dengan aktivitas antimikroba dan antiinflamasi yang mendukung proses regenerasi jaringan. Dengan demikian, ekstrak daun sirih berpotensi dikembangkan sebagai alternatif alami dalam perawatan luka terbuka.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Value Engineering sebagai upaya optimalisasi biaya produksi dan peningkatan nilai produk pada UMKM meubel milik Pak Budiono di Bandar Lampung. Persaingan industri…
tri meubel yang semakin ketat serta keterbatasan sumber daya pada usaha kecil menimbulkan permasalahan efisiensi dalam penggunaan material, proses produksi, dan strategi pemasaran. Melalui penerapan tahapan rekayasa nilai, penelitian ini meninjau aspek fungsi, biaya, serta alternatif material dan proses yang dapat meningkatkan nilai produk tanpa mengurangi kualitas. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Value Engineering pada UMKM Meubel Pak Budiono mampu meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas. Berdasarkan data keuangan, omzet mingguan mencapai Rp10.000.000 dengan laba bersih sekitar Rp2.000.000 dan biaya tenaga kerja antara Rp800.000–Rp1.500.000 per orang. Melalui alternatif terbaik berupa pemasaran digital, simplifikasi desain, dan investasi mesin, diperoleh potensi peningkatan penjualan hingga 40%, efisiensi biaya tenaga kerja sebesar 20%, serta peningkatan kapasitas produksi hingga 50%. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar UMKM meubel menerapkan evaluasi berkala terhadap komponen biaya dan fungsi produk untuk memastikan keberlanjutan efisiensi serta peningkatan daya saing di pasar lokal maupun regional.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Malalui penerapan Model Pembelajaran “Problem Based Learning” siswa SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara tahun pelajaran…
pelajaran 2025/2026 Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mana menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencarian datanya menggunakan tes hasil belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai 69,90 meningkat menjadi 73,12 rata- rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 81,40. Ketuntasan belajar juga terjadi peningkatan dari awalnya 64,00 % menjadi 72,00 % pada siklus I dan 92,00 % pada siklus II. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang direncanakan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu siswa SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara tahun pelajaran 2025/2026
Abstract:Perkembangan industri kreatif di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan, namun sebagian besar produk dekoratif seperti buket artificial masih menggunakan bahan sintetis yang sulit terurai sehingga menimbulkan masalah…
ah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Quality Function Deployment (QFD) dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan menerjemahkannya ke dalam karakteristik teknis produk buket artificial ramah lingkungan pada UMKM Bouquet Flower and Gift Sukarame, Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan kualitatif untuk menggali voice of customer dan kuantitatif untuk menentukan prioritas pengembangan produk melalui matriks House of Quality (HoQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut layanan dengan skor tertinggi adalah Desain fungsional, Kepercayaan dan keberlanjutan, serta Kemudahan, masing-masing sebesar 20%, diikuti Layanan cepat dan komunikatif sebesar 19%, Produk berkualitas 12%, dan Ekonomis 8%. Nilai tertinggi pada kebutuhan konsumen diperoleh pada atribut Produk Cantik dan Unik sebesar 3,9%. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi utama bagi UMKM adalah meningkatkan aspek kemudahan penggunaan, memperkuat keandalan layanan, serta memaksimalkan penggunaan bahan daur ulang agar produk lebih kompetitif dan berkelanjutan di pasar dekoratif lokal.