Abstract:Abstract: Getting a job is a goal by graduates after completing their studies. But in this process, getting a job inevitably requires waiting time. If one measure of success in the field of education of a tertiary institution…
ution is the number of graduates entering the workforce. So to implement this goal, alumni data is needed that can be used in decision making. Existing tracer study data at the STMIK Royal Career Service Center (LPLK) have not been utilized optimally by the campus. If we dig deeper, we will get some knowledge from this data by applying data mining techniques. Therefore, it is clear that using data mining to predict alumni waiting time is important for a university to determine its strategy. The purpose of this study is to predict the waiting time for alumni to get a job using data mining by applying the Naive Bayes algorithm. Training and testing data were taken from 193 data tracer study alumni of STMIK Royal in 2021 who had graduated and were working. The criteria used to predict alumni waiting time are gender, major, year of entry, year of graduation, GPA, and length of time getting a job. The results of modeling using the Naive Bayes algorithm produce an accuracy of 94%.
Keyword: data mining; naive bayes; waiting time
Abstrak: Mendapatkan pekerjaan merupakan tujuan oleh lulusan setelah menyelesaikan studi mereka. Tetapi dalam proses ini, mendapatkan pekerjaan pasti membutuhkan waktu tunggu. Jika salah satu ukuran keberhasilan di bidang pendidikan suatu perguruan tinggi adalah banyaknya lulusan yang masuk ke dunia kerja. Maka untuk menerapkan tujuan itu, maka diperlukan data alumni yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Data tracer study yang ada di Lembaga Pusat Layanan Karir (LPLK) STMIK Royal belum dimanfaatkan secara optimal oleh kampus. Jika kita gali lebih dalam, kita akan mendapatkan suatu pengetahuan dari data ini dengan menerapkan teknik data mining. Oleh karena itu, jelas bahwa menggunakan data mining untuk memprediksi waktu tunggu alumni penting bagi suatu perguruan tinggi untuk menentukan strateginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi waktu tunggu alumni mendapatkan pekerjaan menggunakan data mining dengan menerapkan algoritma naive bayes. Data training dan testing diambil dari 193 data tracer study alumni STMIK Royal tahun 2021 yang sudah lulus dan bekerja. Kriteria yang digunakan untuk memprediksi waktu tunggu kerja alumni yaitu jenis kelamin, jurusan, tahun masuk, tahun lulus, IPK, dan lama mendapatkan pekerjaan. Hasil pemodelan dengan menggunakan algoritma naive bayes menghasilkan akurasi sebesar 94%.
Kata Kunci: data mining; naive bayes; waktu tunggu
Abstract:Abstract : The Central Bureau of Statistics (BPS) is a non-departmental government agency established as a provider of data or information based on Law No. 6/1960 on Census and Law No. 7/1997 on Statistics. The Central Statistics…
tatistics Agency (BPS) recorded the number of motorized vehicles such as cars, buses, trucks, and motorcycles in the provinces of North Sumatra and West Sumatra in 2020-2021 reaching 3,043,892 million units. The purpose of this study is to classify the number of motorized vehicles in the form of cars, motorcycles, buses and trucks. This research uses quantitative research with Naive Bayes Algorithm analysis model. The data used in this study is data from several regions in North Sumatra Province and West Sumatra Province in 2020-2021. Evaluation of model performance is based on accuracy parameters, precision and total recall of the confusion-matrix. The results of testing the dataset and calculating the model performance parameters have obtained an accuracy value of 100%. With the percentage value of the description of each dataset class, namely a little 70.6%, moderate 21.6%, and a lot 7.8%.
Keywords :classification;confusion-matrix; data; motor vehicles; naive bayes
Abstrak : Badan Pusat Statistik (BPS) adalah lembaga pemerintahan non-departemen yang dibentuk sebagai penyedia data atau informasi berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan UU Nomor 7 Tahun 1997 tentang Statistik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kendaraan bermotor seperti mobil, bus, truk, dan sepeda motor di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada tahun 2020-2021 mencapai 3.043.892 juta unit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengklasifikasikan jumlah kendaraan bermotor berupa mobil, sepeda motor, bus dan, truk. Adapun penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan model analisis Algoritma Naive Bayes. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data dari beberapa daerah di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat tahun 2020-2021. Evaluasi kinerja model didasarkan pada parameter akurasi, presisi dan recall total dari Confusion-Matrix. Hasil pengujian dataset dan perhitungan parameter performa model telah didapat nilai akurasi 100%. Dengan presentase nilai keterangan setiap kelas dataset yaitu Sedikit 70,6%, Sedang 21,6%, dan Banyak 7,8%.
Kata kunci :confusion-matrix; data; kendaraan bermotorklasifikasi; naive bayes
Abstract:Abstract: Mangosteen is a tropical fruit that is widely cultivated in Indonesia. In general, many are honed who cultivate mangosteen fruit, but farmers still experience problems in dealing with pests and diseases of mangosteen,…
osteen, to overcome the existing problems, the agricultural extension helps to understand farmers to identify these pests and diseases. The Asahan District Agriculture Office in identifying mangosteen diseases is still done manually because in the limited time mangosteen farmers cannot receive training from unscheduled farmer counseling. So to make it easier to understand in identifying diseases, researchers create an expert system that can build to identify diseases and pests in mangosteen in percentage probability, using a certainty factor algorithm for the application of an effective expert system in overcoming the problem. The accuracy in the calculation process of the certainty factor algorithm is influenced by the selection of the data for the existing symptoms.
Keywords: diseases and pests; mangosteen plants; expert systems; certainty factor.
Abstrak: Buah manggis merupakan buah tropis yang banyak dibudidayakan di Indonesia . pada umumnya diasahan banyak yang membudiadayakan buah manggis, namun petani masih mengalami kendala dalam menagani hama dan penyakit manggis, untuk mengatasi permasalahan permasalahan yang ada, penyuluhan pertanian membantu untuk melakukan pemahaman kepada petani agar dapat mengidentifikasi hama dan penyakit tersebut. Adapun Dinas Pertanian Kabupaten Asahan dalam melakukan identifikasi penyakit manggis masih secara manual, karena dalam keterbatasan waktu petani manggis tidak dapat pelatihan dari penyuluhan petani yang tidak terjadwalkan. Maka untuk mempermudah dalam memahami dalam mengidentifikasi penyakit peneliti membuat sistem pakar yang dapat membangun untuk mengidentifikasi penyakit dan hama pada manggis dalam probabilitas persentasenya, menggunakan algoritma certainty factor untuk penerapan sistem pakar ekfektif dalam mengatasi permasalahannya. Keakuratan dalam proses perhitungan algoritma certainty factor yang dipengaruhi oleh pemilihan data gejala-gejala yang ada.
Kata kunci: penyakit dan hama; tanaman manggis; sistem pakar; certainty factor.
Abstract:Abstract: The Family Hope Program (PKH) is a government program in the form of cash for Very Poor Households (RTSM) whose qualifications are met related to efforts to improve human quality, not in the field of education…
but also health. In the short term, the PKH program is calculated to reduce the expenditure of poor families and reduce poverty in the long term. To receive the PKH Program) the government has set several criteria, including income, house ownership status, house size, floor type, roof, wall, and type of water source. As for the way to do the settlement of the criteria that have been set, namely by utilizing the Data Mining technique through the Naïve Bayes method. The dataset in this study is the data of recipients of the 2020 Family Hope Program as many as 82 samples. The results of the classification modeling with the Naïve Bayes Algorithm produce precision values for the positive class 100%, for the negative class 77%, the recall value for the positive class 80%, for the negative class 100%, the f1-score value for the positive class 89%, for the negative class 87%, and 88% accuracy value. The purpose of this research is to help the Social Service in classifying the recipients of the Family Hope Program (PKH).
Keywords: The Family Hope Program; Data Mining; Naïve Bayes
Abstrak: Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pemerintah dalam bentuk tunai untuk Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang kualifikasinya terpenuhi terkait dengan upaya peningkatan kualitas manusia tersebut bukan dalam bidang pendidikan tetapi juga kesehatan. dalam jangka pendek Program PKH diperhitungkan bisa mengurangi biaya pengeluaran keluarga miskin serta mengurangi kemiskinan dalam jangka panjang. Untuk menerima Program PKH) pemerintah sudah menetapkan beberapa kriteria, diantaranya Penghasilan, Status Kepemilikan Rumah, Ukuran Rumah, tipe Lantai, Atap, Dinding, serta jenis sumber air. Adapun cara untuk melakukan penyelesaian terhadap kriteria yang sudah ditetapkan yaitu dengan memanfaatkan teknik Data Mining melalui Metode Naïve Bayes. Dataset dalam penelitian ini adalah data penerima Program Keluarga Harapan tahun 2020 sebanyak 82 sampel. Hasil pemodelan klasifikasi dengan Algoritma Naïve Bayes menghasilkan besaran nilai precision untuk kelas positif 100%, untuk kelas negatif 77%, nilai recall untuk kelas positif 80%, untuk kelas negatif 100%, nilai f1-score untuk kelas positif 89%, untuk kelas negatif 87%, dan nilai akurasi 88%. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk membantu Dinas Sosial mengklasifikasikan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Kata kunci: Program Keluarga Harapan; Data Mining; Naïve Bayes
Abstract:Abstract: Australia chicken eggs are one of the animal foods that are consumed in addition to meat, fish and milk. Australian chicken eggs contain high nutrition, sustainable availability, and relatively higher prices compared…
mpared to other eggs, making Australian chicken eggs in great demand by consumers. However, Australian chicken eggs are easily damaged and decreased in quality due to the entry of bacteria into the eggs. CV. Bintang Ternak selection of quality eggs is still done manually by employees, so there is a need for a new method in determining quality eggs. cv. Bintang Ternak has a sample of 90 Australian chicken eggs. The sample used is Australian chicken egg shell, in determining the quality of Australian chicken eggs can be seen from the condition of the egg shells. Planning in solving these problems will use the C4.5 algorithm method. With the application of the C4.5 algorithm method contained in the rapidminer5 application, there are several advantages to be gained, namely in making a simpler decision, shortening employee work, more flexibility in selecting class attributes, accuracy in predicting more effectively and efficiently and easy to understand with there are conclusions generated by the rapidminer5 application that can be seen from the decision tree or rules obtained using 90 samples of test data resulting in an accuracy of 90%.
Keywords: Rapid Miner5;Algorithm C4.5;Determining the Best Quality of Australian Chicken Eggs.
Abstract: Telur Ayam Autralia merupakan salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Telur ayam australia mengandung gizi yang tinggi, ketersediaan yang berkelanjutan, dan harga yang relatif lebih dibandingkan dengan telur lainnya sehingga menjadikan telur ayam australia sangat diminati oleh para konsumen. Namun, telur ayam australia mudah mengalami kerusakan dan penurunan kualitas akibat masuknya bakteri kedalam telur. CV. Bintang Ternak pemilihan telur yang berkualitas masih dilakukan secara manual oleh karyawan, sehigga perlu adanya metode terbaru dalam penentuan telur yang berkualitas. Cv. Bintang Ternak memiliki sampel telur ayam australia 90 butir. Sampel yang digunakan yaitu kulit telur ayam australia, dalam menentukan kualitas telur ayam australia dapat dilihat dari kondisi kulit telurnya. Perencanaan dalam penyelesaian permasalahan tersebut akan menggunakan metode algoritma C4.5. Dengan adanya penerapan metode algoritma C4.5 yang terdapat pada aplikasi rapidminer5 maka ada beberapa keuntungan yang didapat diperoleh yaitu dalam mengambil suatu keputusan lebih sederhana, mempersingkat pekerja karyawan, lebih fleksibel dalam pemilihan atribut kelas, keakuratan dalam memprediksi lebih efektif dan efisien dan mudah dipahami dengan adanya kesimpulan yang dihasilkan oleh aplikasi rapidminer5 yang dapat dilihat dari pohon keputusan atau rule yang diperoleh dengan menggunakan 90 sampel data uji memghasilkan akurasi sebesar 90%.
Kata kunci:RapidMiner5;Algoritma C4.5;Menentukan Kualitas Telur Ayam Australia Terbaik.
Abstract:Abstract: The Tanjungbalai City Government annually conducts an assessment of the best sub-district using existing indicators. So far, the assessment has only used Microsoft Excel calculations so that the time used to carry…
rry out the assessment process seems long and slow. To overcome these problems, a solution method with accuracy and speed in making the best district assessment decisions is needed. The Decision Support System was made using the Laravel framework and the MariaDB database and the method used was TOPSIS. The results of the best sub-district assessment using a Decision Support System with the TOPSIS method are needed to assist the assessment team in carrying out a faster assessment process so that the results obtained are much better. Analysis and implementation of a decision support system using the TOPSIS method to classify the best sub-districts in Tanjungbalai City facilitates the decision-making process to be faster and better for the Tanjungbalai City Regional Secretariat, especially in the Government section in choosing the best District based on existing criteria. The results of processing the system are 100% the same as the results of manual processing. Therefore this system is very helpful in speeding up work.
Keyword: Decision support system; TOPSIS; Best District Assessment.
Abstrak: Pemerintah Kota Tanjungbalai setiap tahunnya mengadakan penilaian Kecamatan terbaik dengan menggunakan indikator-indikator yang ada. Selama ini penilaian yang dilakukan hanya menggunakan perhitungan Microsoft Excel sehingga waktu yang digunakan untuk melakukan proses penilaian terkesan lama dan lambat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukanlah metode penyelesaian dengan ketepatan dan kecepatan pada pengambilan keputusan penilaian kecamatan terbaik. Sistem Pendukung Keputusan tersebut dibuat menggunakan framework Laravel dan basis data MariaDB serta metode yang digunakan adalah TOPSIS. Hasil dari Penilaian kecamatan terbaik menggunakan Sistem Pendukung Keputusan dengan metode TOPSIS sangat dibutuhkan untuk membantu tim penilai dalam melaksanakan proses penilaian yang lebih cepat agar hasil yang akan didapatkan jauh lebih baik. Analisis dan implementasi sistem pendukung keputusan dengan metode TOPSIS mengklasifikasi kecamatan terbaik di Kota Tanjungbalai memudahkan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan lebih bagus kepada Sekretaraiat Daerah Kota Tanjungabalai khususnya dibagian Pemerintahan dalam memilih Kecamatan terbaik berdasarkan kriteria/indikator yang ada. Hasil pengolahan sistem 100 % sama dengan hasil pengolahan secara manual. Maka dari itu sistem ini sangat membantu dalam mempercepat pekerjaan.
Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan;TOPSIS;Penilaian Kecamatan Terbaik.
Abstract:Abstract: The Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille prototype aims to introduce an innovative educational technology for blind students at SLB Negeri Kota Tanjungbalai. The school, under the…
he authority of the Province of North Sumatra, has 111 students across elementary, junior high, and senior high school levels. SLBN Tanjungbalai is led by Mrs. Resti, S.Pd., supported by 13 teachers and 1 administrative staff member. This media integrates an interactive kinesthetic system, binary Braille sensors, and artificial intelligence (AI) capable of recognizing Braille letter patterns based on tactile input and providing real-time voice feedback. Braille letters are converted into six-dot binary codes (Braille-cell), such as A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), up to Z (101011). These binary combinations are detected by tactile sensors or push buttons, then processed by an ESP32S connected to a 2004 LCD with I2C, a DFPlayer Mini, and a speaker to produce the corresponding letter sounds. The socialization activity was conducted at SDLB Negeri Kota Tanjungbalai, involving companion teachers and eight blind students. The activities included device demonstration, usage training, and interactive trials. The results show positive responses from both teachers and students, as the media enhances motivation, accuracy, and speed in learning Braille letters. RICKI-Braille proved to be more interactive and adaptive compared to conventional Braille learning media.
Keywords: Braille; visually impaired; inclusive learning media; assistive technology inclusive education;
Abstrak: Media Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille versi prototipe bertujuan memperkenalkan inovasi teknologi pendidikan bagi peserta didik tunanetra di SLB Negeri Kota Tanjungbalai. Sekolah yang berada di bawah naungan Provinsi Sumatera Utara ini memiliki 111 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. SLBN Tanjungbalai dipimpin oleh Ibu Resti, S.Pd., dengan dukungan 13 guru dan 1 tenaga tata usaha. Media ini memadukan sistem kinestetik interaktif, sensor Braille biner, dan kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengenali pola huruf Braille berdasarkan input titik-titik taktil, kemudian memberikan umpan balik suara secara real-time. Huruf Braille dikonversi menjadi kode biner enam titik (Braille-cell), misalnya A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), dan seterusnya hingga Z (101011). Sensor taktil atau push button membaca kombinasi biner tersebut, lalu memprosesnya melalui ESP32S yang terhubung dengan LCD 2004 + I2C, DFPlayer Mini, dan speaker untuk menghasilkan suara huruf yang sesuai. Sosialisasi dilakukan di SDLB Negeri Kota Tanjungbalai dengan melibatkan guru pendamping dan delapan siswa tunanetra. Kegiatan mencakup demonstrasi alat, pelatihan penggunaan, serta uji coba interaktif. Hasilnya, guru dan siswa memberikan respons positif karena media ini meningkatkan motivasi, ketepatan, dan kecepatan belajar huruf Braille. RICKI-Braille terbukti lebih interaktif dan adaptif dibanding media Braille konvensional.
Kata kunci: Braille; tunanetra; media pembelajaran inklusif; teknologi asistif; pembelajaran inklusif
Abstract:Abstract: Manual school bell operations in rural areas often cause schedule inconsistencies and reduced discipline. This community service implemented an automatic bell system using an Arduino Nano, RTC DS3231, and DFPlayer…
yer Mini at MAS Islamiyah Hessa Air Genting. Activities covered needs assessment, system design, audio preparation, installation, training, and evaluation. The system achieved 100% timing accuracy and 40% cost efficiency compared to conventional bell systems. It operated reliably, produced clear audio, and integrated smoothly with the school’s sound system, improving punctuality among teachers and students. The solution is low-cost, easy to maintain, and replicable for other schools. Project outputs include one functional prototype, training materials, and a manuscript submitted to a nationally accredited journal. After this program, the partner experienced improved discipline among teachers and students due to a more organized and punctual bell schedule. In addition, school operators are now able to operate and maintain the system independently, resulting in more efficient school operations.
Keywords: arduino nano; automatic school bell; dfplayer; RTC DS3231; digitalisasi sekolah
Abstrak: Operasional bel sekolah yang masih manual di sejumlah sekolah pinggiran menyebabkan ketidakteraturan jadwal dan menurunnya kedisiplinan. Kegiatan pengabdian ini menerapkan sistem bel otomatis berbasis Arduino Nano, modul RTC DS3231, dan DFPlayer Mini di MAS Islamiyah Hessa Air Genting. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan perangkat keras dan lunak, perekaman konten audio, instalasi sistem, pelatihan operator, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan ketepatan waktu pembunyian bel hingga 100% dibandingkan sistem manual, serta menurunkan biaya implementasi hingga 40% dibandingkan bel komersial dengan fungsi sepadan. Sistem beroperasi stabil, memiliki kualitas audio yang jelas, dan terintegrasi baik dengan sound system sekolah, sehingga berdampak pada peningkatan kedisiplinan guru dan siswa. Solusi ini tergolong ekonomis, mudah dirawat, dan berpotensi direplikasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa. Luaran kegiatan meliputi satu unit prototipe berfungsi, modul pelatihan, serta naskah artikel ilmiah yang diajukan pada jurnal terakreditasi nasional. Setelah kegiatan ini, mitra mengalami peningkatan kedisiplinan guru dan siswa karena jadwal bel menjadi lebih teratur dan tepat waktu. Selain itu, operator sekolah kini mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri sehingga kinerja operasional sekolah menjadi lebih efisien.
Kata kunci: arduino nano; bel sekolah otomatis; dfplayer; RTC DS3231; digitalisasi sekolah
Abstract:Abstract: Pregnancy and toddlerhood are crucial periods that determine a child’s future growth and development. In Wonosari Village, the nutritional intake of pregnant women and toddlers is below the recommended dietary…
y allowance. One of the specific nutritional interventions that can be implemented is the provision of supplementary food (PMT) based on local food. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of posyandu cadres regarding the PMT based on local food for toddlers and pregnant women. The program involved training 40 cadres in the working area of Dalu Sepuluh Health Center, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency, on May 28, 2025. The training consisted of delivering material on the concept of local food-based PMT and hands-on practice in processing supplementary food. Knowledge was evaluated through pre- and post-tests. Skills were evaluated through observation during processing practices. The results indicated an increase in cadres’ knowledge, with the average score rising from 95.4 to 99.4. Skills also improved, particularly in the accuracy of ingredient measurement and appropriate portion determination. These findings imply that local food-based PMT training can enhance the capacity of posyandu cadres and contribute to strengthening community-based efforts in improving maternal and child nutrition.
Keywords: cadres; PMT; pregnant women; toddlers
Abstrak: Masa kehamilan dan balita merupakan fase penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Di Desa Wonosari, asupan gizi ibu hamil dan balita di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan, sehingga diperlukan intervensi gizi spesifik melalui PMT berbasis pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu mengenai pengolahan makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk balita dan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan sasaran 40 orang kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Dalu Sepuluh, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Pelatihan dilaksanakan pada 28 Mei 2025, terdiri dari penyampaian materi tentang PMT berbasis pangan lokal dan praktik pengolahan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil. Evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner. Keterampilan dievaluasi dengan observasi pada saat praktik pengolahan. Pelatihan menghasilkan peningkatan skor pengetahuan kader posyandu dari 95,4 menjadi 99,4, dan peningkatan keterampilan tentang ketepatan penggunaan jumlah bahan pangan dan porsi PMT untuk ibu hamil dan balita.
Kata kunci: balita; ibu hamil; kader; PMT
Abstract:Abstract: This training was organized to address the challenges faced by students at LKP Mutiara Informatika in Kisaran in producing coherent and accurate English writing. English writing skills are essential in the global…
al era but are often hindered by limitations in grammar, vocabulary, and structure. This community service program aimed to enhance students' writing abilities through the utilization of Artificial Intelligence (AI). The training method included interactive sessions, demonstrations of popular AI tools (e.g., Grammarly, ChatGPT, and Gemini), and hands-on practice in composing paragraphs and essays. The results showed a significant improvement in the students' grammatical accuracy, vocabulary richness, and coherence. The training also boosted the participants' confidence in writing. Implicitly, this program contributes to workforce readiness and digital literacy, offering a training model that can be replicated in other institutions. However, ongoing challenges must be addressed, particularly the risk of over-reliance on AI and the importance of further training to preserve authenticity and critical thinking in writing.
Keywords: artificial intelligence (AI); writing skills; english language
Abstrak: Pelatihan diselenggarakan untuk mengatasi tantangan peserta didik LKP Mutiara Informatika di Kisaran dalam menghasilkan tulisan Bahasa Inggris yang koheren dan akurat. Keterampilan menulis Bahasa Inggris esensial di era global, namun seringkali terhambat oleh keterbatasan tata bahasa, kosakata, dan struktur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis peserta didik melalui pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI). Metode pelatihan meliputi sesi interaktif, demonstrasi penggunaan tools AI populer (misalnya, Grammarly, ChatGPT, dan Gemini), serta praktik langsung penyusunan paragraf dan esai. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada akurasi tata bahasa, kekayaan kosakata, dan koherensi tulisan peserta didik. Pelatihan ini juga membangun kepercayaan diri peserta dalam menulis. Secara implisit, program ini berkontribusi pada kesiapan tenaga kerja dan penguasaan teknologi digital, serta menawarkan model pelatihan yang dapat direplikasi di institusi lain. Namun, tantangan berkelanjutan perlu diwaspadai, terutama risiko ketergantungan berlebih pada AI dan pentingnya pelatihan lanjutan untuk menjaga otentisitas dan pemikiran kritis dalam menulis.
Kata kunci: kecerdasan buatan (AI); keterampilan menulis; bahasa inggris