Search Articles & Publications

Showing 84 articles found for "Akta"

Perlindungan Hak Pekerja Lepas Dalam Hukum Ketenagakerjaan

Dyah Ikhtiariza, Eva Fidiyati, Lailatul Fitriyah
Abstract: Peningkatan jumlah pekerja lepas di berbagai bidang industri, mendorong perlunya kajian mengenai perlindungan hukum yang diberikan kepada mereka dalam regulasi ketenagakerjaan setempat. Meski pekerja lepas memberikan fleksibilitas… ksibilitas dan keuntungan bagi perusahaan, status ketenagakerjaan mereka yang khas seringkali membuat mereka rentan terhadap eksploitasi dan kurangnya jaminan perlindungan hukum. Penelitian kualitatif ini bersifat yuridis normative, deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dari data berbentuk narasi, cerita detail, ungkapan, dan informasi maksud dengan tujuan mengetahui dan menemukan fakta-fakta dan data yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mengimplementasikan perlindungan hukum bagi pekerja lepas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan solusi praktis untuk meningkatkan perlindungan hukum pekerja lepas, menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, serta berkontribusi pada diskusi akademis dan praktik mengenai perlindungan hukum pekerja lepas di era ekonomi digital yang terus berkembang.

Pemodelan Sistem Pakar Untuk Menentukan Penyakit Diabetes Melitus Menggunakan Metode Forward Chaining

Maria Imakulata Malo, Friden Elefri Neno, Felysitas Ema Ose Sanga
Abstract: Sistem pakar dengan metode forward chaining dapat membantu dalam mendiagnosis Diabetes Mellitus dengan lebih cepat dan akurat. Dengan mengumpulkan gejala dan informasi dari pasien, sistem ini dapat memproses data. Dengan… alasan-alasan ini, pengembangan sistem pakar untuk diagnosis Diabetes Mellitus menggunakan metode forward chaining memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendorong deteksi dini dan pencegahan penyakit. Kesenjangan antara pasien dan dokter merupakan salah satu kesulitan yang dihadapi industri medis. Selain itu, sebagian besar masyarakat tidak terlatih dalam bidang kedokteran, jadi ketika mereka menyadari gejala suatu penyakit, mereka mungkin tidak tahu cara mengobatinya dengan tepat. Sangat disayangkan bahwa ketidaktahuan dapat menyebabkan gejala yang dapat diobati sejak dini berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Memperoleh pengetahuan ini tidaklah mudah, karena butuh waktu untuk memahaminya, dan sumber daya ini mungkin tidak sebaik dokter dalam mendiagnosis kondisi. Model Waterfall adalah metodologi pengembangan sistem yang digunakan. Mempertimbangkan pembicaraan yang telah dilakukan.

Analisa Perkembagan Teknologi Informasi Di Kalangan Remaja Dengan Metode Naïve Bayes Pada SMAN 1 Wewewa Selatan

Maria Herlinda Bora, Friden Elefri Neno, Titus Kurra
Abstract: Teknologi informasi berkembang dengan cepat dan semakin kompleks dari waktu ke waktu, dan bisnis serta lembaga pendidikan secara intrinsik terkait dengannya. Salah satu aspek utama yang memiliki dampak besar pada pendidikan… kan adalah teknologi informasi. Dengan demikian, untuk meningkatkan keberhasilan dan efisiensi pendidikan, manajemen teknologi informasi menjadi sangat penting. salah satu faktor utama perkembagan sekolah adalah tekonologi Informasi. Teknologi informasi (TI) pada hakikatnya merupakan hasil samping dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan oleh manusia dengan tujuan untuk menghasilkan manusia yang berkualifikasi dan berpendidikan tinggi. Analisis merupakan proses menyelidiki atau menganalisis suatu kejadian dengan menggunakan fakta-fakta untuk menentukan keadaan yang sebenarnya. Biasanya, prosedur ini dilakukan bersamaan dengan pengolahan data atau penelitian. Hasil analisis diprediksi akan meningkatkan pemahaman dan memudahkan pengambilan keputusan. Tahapan perencanaan analisis sentimen pendekatan Naïve Bayes memberikan gambaran umum tentang tahapan penelitian yang dilakukan. Pendapat siswa tentang bagaimana teknologi informasi berkembang di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan terlihat terbagi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sikap masyarakat terhadap perkembangan teknologi informasi sebagian besar positif, sebagaimana dibuktikan oleh hasil metode Naïve Bayes yang menunjukkan akurasi 87,50%, presisi 17,50%, dan recall 20%

Penerapan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Bell’s Palsy Dengan Metode Dempster Shafer Berbasis WEB

Rika Trisanti, Dahriansah, Dahriansah, Mardalius, Mardalius
Abstract: Bell's palsy, adanya gangguan pada saraf wajah yang bertanggung jawab untuk mengatur ekspresi dan indra peraba pada kulit wajah manusia, mengakibatkan kelumpuhan atau kelemahan sementara pada salah satu bagian otot wajah,… , yang merupakan gejala klinis mononeuropati (gangguan hanya satu saraf). Kondisi ini mengubah satu sisi wajah, membuatnya tampak melorot (asimetris), namun tidak berpengaruh pada seberapa baik otak atau bagian tubuh lainnya bekerja. Dalam mendiagnosa penyakit ini,biasa pasien berkonsultasi dahulu ke dokter umum, namun jika penyakit yang diderita berat maka dokter umum akan merujuk ke dokter spesialis saraf. Namun demikian,ada beberapa masalah yang dihadapi oleh pasien bell’s palsy yaitu tidak semua orang bisa datang berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis saraf dengan alasan faktor ketidaktahuan pendaftaran sebagai pasien baru, mahalnya biaya konsultasi,dan lama menunggu antrian. Dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem kecerdasan buatan diperlukan untuk memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih sederhana dan lebih konsisten. Metode Dempster Shafer akan digunakan oleh sistem pakar untuk mengelola data dan gejala penyakit pasien. Metode Dempster Shafer adalah perhitungan matematika untuk mencari bukti berdasarkan tingkat kepercayaan (belief) dan ketidakpercayaan (plausibility) untuk digunakan dalam menyatukan informasi dan menghitung probabilitas (peluang) suatu peristiwa. Metode Dempster Shafer diuji, dan dibuat diagnosis bell's palsy dengan nilai densitas 80%. Oleh karena itu, pasien dengan bell's palsy dapat didiagnosis dengan metode ini.