Search Articles & Publications

Showing 1774 articles found for "Hingga"

Deteksi Dini Neuropati pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Menggunakan MNSI, IpTT, dan MT di Jayapura

Titi Iswanti Afelya, Fitriani Fitriani
Abstract: Neuropati diabetika merupakan komplikasi serius pada penyandang diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kecacatan akibat ulserasi, amputasi, dan gangguan mobilitas. Skrining dini sangat penting untuk mendeteksi neuropati… opati lebih awal dan mencegah komplikasi. Namun, masih banyak kasus neuropati diabetika yang tidak terdeteksi di Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei analitik. Responden adalah penyandang DM tipe 2 di RSUD Jayapura, RS Dian Harapan, PKM Abepura dan PKM Kotaraja.  yang dipilih secara purposive sampling. Deteksi dini neuropati dilakukan menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), Ipswich Touch Test (IpTT), dan Monofilament Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan perangkat lunak statistik sederhana. Dari 91 responden yang diperiksa, sebagian besar mengalami gejala neuropati perifer yang meliputi kram otot, kelemahan, rasa tertusuk dan terbakar, nyeri seperti terbakar, serta kulit kering dan pecah-pecah. Hanya 24 responden yang sebelumnya telah diinformasikan oleh dokter mengenai neuropati diabetika. Pada Monofilament Test, hampir setengah dari responden tidak merasakan sentuhan pada beberapa titik, menunjukkan neuropati perifer. Skrining IpTT mengidentifikasi 75 responden mengalami neuropati, dengan beberapa di antaranya tidak dapat merasakan hingga enam sentuhan. Penelitian ini menunjukkan tingginya prevalensi neuropati perifer pada penyandang DM tipe 2 di Jayapura, yang sebagian besar belum terdeteksi sebelumnya. Skrining dini dengan MNSI, IpTT, dan Monofilament Test efektif dalam mengidentifikasi neuropati diabetika, sehingga dapat membantu intervensi lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Analisis Majas Pada Novel Gadis Jatuh Di Dalam Laut Karya Axie Oh Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra Di Sma Kelas XII

Mukhammad Ilyas, Muji Zain Naufal, Ade Hasanudin
Abstract: Masalah yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia adalah ketidakcocokan bahan ajar, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Banyak guru cenderung memberikan materi yang terlalu luas atau… malah terlalu sedikit, terlalu mendalam atau justru dangkal, serta urutan penyajian yang tidak tepat. Kondisi ini sering kali mengakibatkan materi ajar tidak sejalan dengan kompetensi yang ingin dicapai siswa. Sebagai solusi, peneliti mempersembahkan alternatif bahan ajar yang diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis majas yang terdapat dalam novel "Gadis Jatuh di Dalam Laut" karya Axie Oh, serta menggambarkan pemanfaatan hasil analisis tersebut dalam pembelajaran sastra di tingkat SMA kelas XII. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti tidak menggunakan statistik, melainkan fokus pada deskripsi kualitatif. Data dikumpulkan dari beragam referensi seperti buku teks, kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian lainnya. Apabila peneliti tidak memiliki sumber bacaan sendiri, perpustakaan, baik formal maupun pribadi, dapat dimanfaatkan. Dalam penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui berbagai teknik dan sumber yang beragam, dilakukan secara berkelanjutan hingga mencapai titik jenuh. Proses pengamatan ini menghasilkan data yang bervariasi. Umumnya, data yang diperoleh bersifat kualitatif, dan teknik analisis yang digunakan tidak mengikuti pola yang kaku. Berdasarkan pengumpulan data yang telah dilakukan, peneliti menemukan 65 contoh penggunaan majas dalam novel "Gadis Jatuh di Dalam Laut. " Jenis-jenis majas tersebut meliputi 19 contoh majas perbandingan, 17 contoh majas pertentangan, 18 contoh majas penegasan, dan 11 contoh majas sindiran. Selain itu, penelitian ini juga akan mengkaji beberapa aspek bahan ajar, seperti kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan.

Karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS): Analisis  Spasial Biogeofisik DAS Paguyaman

Waode Faridawaty, Asda Rauf
Abstract: Penelitian ini menganalisis karakteristik biogeofisik Daerah Aliran Sungai (DAS) Paguyaman untuk mendukung pengelolaan wilayah yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis data spasial dengan memanfaatkan Geographic Information… formation System (GIS). Data yang digunakan mencakup survei lapangan, citra satelit, model elevasi digital (DEM) beresolusi 30 meter, serta data iklim dari stasiun meteorologi setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah yang dominan adalah Latosol, yang mencakup 51,35% dari total luas wilayah, diikuti oleh Podsolik (21,57%) dan Aluvial (17,09%). Latosol yang subur memerlukan manajemen konservasi yang tepat untuk mencegah degradasi, sementara Podsolik yang bersifat asam memerlukan perlakuan khusus guna mendukung produktivitas pertanian. Tutupan lahan didominasi oleh hutan lahan kering sekunder, yang mencakup 36,43% dari total area, berperan penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi dan mencegah erosi. Topografi DAS Paguyaman, yang didominasi oleh perbukitan (55,24%) dan pegunungan (26,67%), menunjukkan risiko tinggi terhadap erosi, sehingga diperlukan strategi konservasi seperti reboisasi dan teknik terasering. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi data biogeofisik dalam merumuskan strategi pengelolaan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan iklim, serta mendukung kebutuhan masyarakat lokal. Temuan ini dapat menjadi referensi strategis bagi penelitian lanjutan dan pengembangan kebijakan pengelolaan DAS yang lebih efektif.

Peran Warna Dalam Menciptakan Suasana Dan Makna Pada Lukisan Still Life

Abiliya, Zahra Cheryl, Hartanto, Ivan Nathan, Santosa, Keisha Deyin, Bano, Fary Amdreas
Abstract: Warna merupakan elemen penting dalam seni lukis, khususnya dalam genre still life, karena mampu menciptakan suasana, memperkuat makna, dan membangkitkan emosi penonton. Lukisan still life, dan warna tidak hanya berfungsi… sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang kaya akan simbolisme dan ekspresi. Pemilihan palet warna, intensitas, saturasi, serta harmoni atau kontras antar warna berperan dalam menentukan suasana yang dihasilkan, mulai dari kehangatan dan keakraban hingga melankolia atau kekosongan. Warna juga memiliki kemampuan untuk membangun narasi visual, misalnya, warna-warna cerah seperti kuning dan oranye sering dikaitkan dengan kehidupan, energi, dan optimisme, sementara warna-warna gelap seperti biru tua dan hitam dapat menyiratkan ketenangan, misteri, atau bahkan kesedihan. Penggunaan warna dalam still life sering mencerminkan tema yang ingin diungkapkan oleh seniman, seperti kemewahan, kefanaan, atau keindahan alam. Permasalahan dalam penelitian ini menyoroti bagaimana seniman menggunakan warna sebagai strategi untuk memengaruhi interpretasi audiens terhadap objek yang dilukis, menjadikan warna sebagai komponen utama yang memperkuat keterkaitan emosional antara karya dan apresiator. Metode dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan eksplorasi kekaryaan. Sample dalam penelitian ini adalah empat karya seni lukis yang dibuat dengan cat minyak di atas kanvas. Studi ini mencakup analisis karya-karya penting dalam genre still life untuk mengeksplorasi hubungan antara warna, komposisi, dan makna. Dengan memahami peran warna dalam lukisan still life, apresiator dapat lebih menghargai kompleksitas dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.

Respon Mahasiswa Terhadap Penggunaan Benang Gigi

Manginar Sidabutar, Simamora, Friska D., Azriel D.M.G Tupitu
Abstract: Sisa makanan yang menempel pada bagian interproksimal terutama pada gigi berjejal sulit dijangkau dan dibersihkan menggunakan sikat gigi saja. Sisa makanan yang tidak dibersihkan secara sempurna dapat menyebabkan terjadinya… nya penumpukan plak, terbentuknya karang gigi (kalkulus), dan dapat memicu terjadinya penyakit gusi (gingivitis) dan kerusakan pada jaringan pendukung gigi (periodontitis), benang gigi merupakan metode yang paling direkomendasikan untuk menghilangkan plak di bagian interproksima. Penggunaan Benang gigi merupakan solusi untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel di celah-celah gigi, menggunakan benang gigi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga Kesehatan mulut agar terhindar dari karang gigi (kalkulus), penyakit gusi (gingivitis), dan periodontitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan benang gigi pada mahasiswa  dan bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi.        Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang menggambarkan respon mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi seperti alasan tidak menggunakannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mau menggunakan benang gigi 44,8%  alasan responden menggunakan benang gigi dominannya karena responden merasa penggunaan benang gigi itu penting responden mengatakan bahwa responden merasa nyaman saat menggunakan benang gigi dan benang gigi membuat celah-celah gigi lebih bersih dibandingkan menggunakan tusuk gigi. Dominan responden yang tidak mau menggunakan benang gigi 55,12%  alasan responden tidak menggunakan benang gigi dominanya yaitu karena biaya yang mahal sehingga responden tidak mampu membeli benang gigi,  dan lingkungan yang tidak terbiasa menggunakan benang gigi, dan responden mengatakan penggunaan benang gigi membutuhkan waktu yang lama sehingga responden malas menggunakan benang gigi.   Kesimpulan penelitian yaitu Sebagian besar Responden tidak menggunakan benang gigi, responden tidak menggunakan benang gigi dikeranakan kurangnya pemahaman tentang teknik penggunaan benang gigi yang benar, dan belum terbiasa untuk menggunakan benang gigi sehingga responden merasa sulit saat menggunakan benang gigi ini dikarenakan kurangnya promosi.

Pendekatan Analisis Rasio Keuangan Pemerintah dalam Menilai Kinerja Keuangan Daerah

Tuti Dharmawati, Ayu Puspita Rini, Ulvy Restiana Parintak
Abstract: Penelitian ini membahas pendekatan analisis rasio dalam melihat kinerja keuangan daerah melalui laporan keuangan pemerintah. Keuangan daerah yang sehat sangat penting untuk mendukung pembangunan dan pengelolaan sumber daya,… ya, sehingga evaluasi yang tepat terhadap kinerja keuangan diperlukan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, yang menganalisis jenis-jenis rasio dalam laporan keuangan pemerintah, serta metode analisis yang dipakai untuk menilai kinerja keuangan daerah. Jenis-jenis rasio yang dianalisis meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, efisiensi, dan pertumbuhan. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis vertikal, horizontal, rasio keuangan, dan benchmarking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun analisis rasio memberikan gambaran objektif dan relevan mengenai kondisi keuangan daerah, tantangan utama terletak pada ketersediaan data yang akurat dan kesesuaian rasio dengan kondisi spesifik daerah. Oleh karenanya, penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan standarisasi rasio dan meningkatkan kualitas laporan keuangan untuk mendukung analisis yang lebih efektif. Kesimpulannya, pendekatan analisis rasio dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk menilai kinerja keuangan daerah, namun memerlukan perbaikan dalam hal data dan standarisasi untuk meningkatkan efektivitas penerapannya.

Analisis Kriminologi Terhadap Fenomena Love Scamming

Rahayu Sri Utami, Farrah Rahma Azarine, Apriara Vonnie Kartika
Abstract: Peristiwa love scamming atau penipuan berbasis hubungan asmara di dunia maya telah menjadi perhatian serius dalam kajian kriminologi, terutama pada era digital saat ini. Pelaku love scamming sering kali memanfaatkan platform… form digital, seperti media sosial dan aplikasi kencan, agar dapat membentuk hubungan emosional palsu dengan korban. Dengan identitas palsu dan cerita yang telah dirancang dengan apik, pelaku kemudian berhasil membohongi korban, mendapat kepercayaan para korban, kemudian akan meminta bantuan berupa uang. Dalam pandangan kriminologi, peristiwa ini menggambarkan adanya kejahatan berbasis teknologi yang memainkan kepekaan emosional setiap individu. Unsur-unsur seperti kesepian, perasaan untuk dicintai, serta kurangnya literasi digital korban ikit serta berfungsi dalam meningkatkan kerentanannya terhadap penipuan ini. Selain itu, sifat tidak beridentitas serta jarak fisik dalam interaksi digital memungkinkan pelaku bertindak tanpa diketahui, sehingga menyulitkan proses penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena love scamming melalui sudut pandang kriminologi yang fokus pada unsur- unsur pendorong, dampak psikis, serta langkah pencegahan yang dapat diambil. Pendidikan serta peningkatan literasi digital menjadi kunci dalam pencegahan kasus ini, selain penguatan regulasi terhadap platform daring yang digunakan oleh pelaku. Kerjasama antar negara juga sangat dibutuhkan untuk menangani love scamming, mengingat kejahatan ini sering melibatkan jaringan lintas negara yang kompleks, sulit dilacak, serta memiliki dampak jangka panjang pada korban dan Masyarakat.

Konsep Empati Sebagai Prinsip Pelayanan dengan Pendekatan Hermeneutika terhadap Ayat Al-Qur’an Dan Hadits

Yusril Ihza Elyas, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Dalam memberikan pelayanan, baik publik maupun sosial, terdapat aturan formal yang biasa dikenal dengan istilah standard operational procedure (SOP). SOP memberi tuntutan kepada petugas agar bekerja melayani secara profesional.… sional. Secara praktis, kinerja profesional seringkali dipisahkan dari kinerja pelayanan. Kinerja pelayanan memiliki objek pelayanan berupa manusia yang membutuhkan uluran bantuan, sehingga aspek rasa perlu dilibatkan agar pelayanan dapat diberikan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep empati sebagai landasan yang perlu diperhatikan dalam memberikan pelayanan berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan Hadits. Temuan data dianalisis menggunakan teori hermeneutika melalui diskursus terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan didukung dengan teks-teks Hadits. Hasil dari penelitian ini adalah adanya ayat Al-Qur’an dan teks Hadits yang membahas soal nilai dan praktik empati dalam bentuk (1) anjuran dan perintah dalam membantu sesama dengan bantuan yang baik, tindakan yang baik, dan tutur kata yang baik, (2) larangan untuk menghina, menyakiti, dan merendahkan orang lain, dan (3) Rasulullah sebagai representasi sikap empati dalam membantu sesama. Penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengaplikasian nilai empati dalam kinerja profesional untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan tepat rasa kepada subjek pelayanan atau masyarakat.

Pengembangan Budaya Organisasi Lembaga Pendidikan (Studi Kasus di TK Aisyiyah Jemundo)

Elyus, Dinda Septiana, Mufarrihul Hazin, Mochamad Nursalim
Abstract: Organisasii merupakani suatui sistemi yangi didalamnyai terdapati berbagaii unsuri yangi salingi keterkaitani antarai satui samai lainnya.i Budayai organisasii mengandungi keseluruhani pengertiani nilaii sosial,i normai… sosial,i cara,i kebiasaan,i perilakui dani ilmui pengetahuani sertai keseluruhani struktur-strukturi sosial,i religius,i dani lainlain,i segalai pernyataani intelektuali dani artistiki yangi menjadii cirii khasi suatui masyarakat.i Budayai organisasii adalahi keseluruhani kepercayaan,i perasaan,i perilaku,i dani simboli yangi mengkarakteristikkani suatui organisasi.i Lebihi spesifiknya,i budayai organisasii didefinisikani sebagaii berbagaii filsafat,i ideology,i kepercayaan,i perasaan,i asumsi,i harapan,i sikap,i norma,i dani nilai.i Berdasarkani beberapai defenisii diatasi dapati disimpulkani bahwai budayai organisasii dii lembagai pendidikani adalahi pemaknaani bersamai seluruhi anggotai organisasii dii suatui lembagai pendidikani yangi berkaitani dengani nilai,i norma,i keyakinan,i tradisii dani carai berfikiri uniki yangi dianutnyai dani tampaki dalami perilakui mereka,i sehinggai membedakani antarai satui lembagai pendidikani dengani lembagai pendidikani yangi lain.i

Hiperealistis: Memahami Fantasi Dan Realistis Pada Karya Seni Patricia Piccinini

Pattiwael, Fragranthia Jennifer, Bulu, Rutnanda Inne, Lieandani, Vera
Abstract: Fenomena pelestarian lingkungan yang kerap kali menjadi topik hangat bagi banyak orang menjadi titik inspirasi dari setiap kekaryaan Patricia Piccinini yang diungkapkan melalui karya seni patung dengan tema Hiperealistis.… . Patricia mengeksplorasi hubungan dengan manusia, mesin dan alam sebagai  makhluk hybrid. Karya-karya seni patung interaktif dengan menembus batas yang ada masih sangat langka diciptakan oleh seniman perempuan, sehingga studi ini memiliki peluang besar untuk dapat dibahas. Permasalahan yang diusung dalam penelitian ini untuk mengetahui proses penciptaan karya seni oleh Patricia. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui, mendeskripsikan serta mendokumentasikan proses kekaryaan particia.  Metode dalam studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tahapannya melalui studi literatur, observasi melalui kunjungan ke pameran seniman tersebut, identifikasi dan reduksi data, dan analisis.  Temuan dari penelitian ini, seniman Patricia Piccinini dalam proses penciptaannya memanfaatkan bahan-bahan organik dan teknologi. Hasilnya karya seni yang didisplay menyampaikan pesan refleksi kritis terhadap makna kemanusiaan di era modern dan kondisi manusia saat ini.