Search Articles & Publications

Showing 11 articles found for "Alquran"

AL-QUR’AN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PONDOK CABE UDIK (Pendekatan dan Praktik)

Ziyad Ulhaq, Samsul Ariyadi
Abstract: Penelitian ini mengkaji peran prinsip-prinsip Alquran dalam proses pemberdayaan masyarakat di Pondok Cabe Udik. Dengan mengintegrasikan analisis konten kitab suci Alquran dan data lapangan yang diperoleh selama periode Januari… anuari 2022 hingga Desember 2022, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi kontribusi yang diberikan oleh teks-teks keagamaan dalam membentuk kerangka kerja sosial dan ekonomi di wilayah tersebut. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, penekanan pada nilai-nilai Alquran seperti keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial menjadi vital. Prinsip-prinsip ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Misalnya, melalui program berbasis komunitas yang merangkul visi pembangunan berkelanjutan, masyarakat di Pondok Cabe Udik telah berhasil mengimplementasikan proyek pengentasan kemiskinan yang align dengan ajaran Alquran. Melalui pendekatan partisipatif, penelitian ini juga mengungkap bagaimana masyarakat tempatan mengambil inspirasi dari ajaran Alquran dalam praktik kehidupan sehari-hari, menciptakan suasana saling membantu dan berbagi sumber daya. Misalnya, kelompok-kelompok masyarakat yang dibentuk untuk mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) didasari oleh kebersamaan yang diajarkan dalam ajaran Islam, yang mendukung individu dalam memperkuat kapasitas ekonomi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa teks-teks suci tidak hanya dibaca, tetapi juga diterapkan secara praktis, memberikan semangat kolektif untuk mencapai pertumbuhan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya berfokus pada analisis kandungan Alquran, tetapi juga menganalisis interaksi yang dinamis antara aspek keagamaan dan kehidupan masyarakat. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi penelitian-penelitian selanjutnya serta bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi pemberdayaan yang lebih efektif, berbasis padanilai-nilai spiritual yang terintegrasi dengan kebutuhan dan aspirasi lokal. 

APPLICATION OF CAI METHOD IN TAJWID SCIENCE LEARNING MEDIA APPLICATIONS MULTIMEDIA BASED

Parini, Parini
Abstract: Abstract: one component important in the learning process is the medium. The position of learning media right now is not only just a tool to help to teach but also is a method for motivating and communicating with students… ts more effective. The science of recitation is one part of the branch of Qur’an science that is very important for every Muslim to learn. A teacher tries to develop and advance education, especially at MIS Al-Mahdy. Efficient and students are less active due to the provision of material that is still watching causes students be passive; therefore, to avoid this, the teaching and learning process applies the CAI method. CAI ( Computer Assisted Instruction ) is a learning media through a computer system built as a complement and support learning techniques that can be packaged in an attractive and interactive multimedia form to increase student interest in learning. Therefore, the learning media with the CAI method can be a learning resource that can help achieve the goals of learning Islamic religious education and can also increase students' learning motivation in the teaching and learning process of Islamic religious education, especially the science of recitation.   Keywords: Application; Computer Assisted Instruction; Instructional Media; Tajwid     Abstrak :Salah satu komponen penting dalam proses belajar adalah media. Kedudukan media pembelajaran saat ini tidak hanya sekedar alat bantu untuk mengajar, tetapi juga merupakan cara untuk memotivasi dan berkomunikasi dengan pelajar agar lebih efektif. Ilmu tajwid merupakan salah satu bagian dari cabang ilmu alquran yang amat penting untuk dipelajari setiap muslim, untuk itu seorang guru berusaha mengembangkan dan memaj ukan pendidikan khususnya di MIS Al-mahdy permasalahan yang dihadapi khususnya dalam pengajaran quran hadist menganai ilmu tajwid seorang guru tersebut dalam melaksanakan pengajaran kurang efisien dan siswa kurang aktif disebabkan pemberian materi yang masih menonton menyebabkan siswa/i pasif maka dari itu untuk menghindari hal tersebut proses belajar mengajar menerapkan metode CAI. CAI (Computer Assisted Instruction)  merupakan media pembelajaran melalui sistem komputer yang dibangun sebagai pelengkap dan pendukung dalam metode pembelajaran yang dapat dikemas dalam bentuk multimedia yang menarik dan interaktif sehingga dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar. Oleh karena itu media pembelajaran dengan metode CAI dapat dikatakan sebagai sumber belajar yang dapat membantu mencapai tujuan dari pembelajaran pendidikan agama islam dan juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar pendidikan agama islam khususnya ilmu tajwid.   Keywords: Aplikasi; Computer Assisted Instruction; Ilmu Tajwid; Media Pembelajaran;  

Peran Adat Sasak Dalam Pernikahan Antara Tradisi dan Agama

Rizki Parabi, Muhibban
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hukum Adat sasak dalam pernikahan pada adat lombok  menurut persfektif hukum islam. Penelitian ini menggunakan metodestudi pustaka yang dianalisis secara mendalam sehingga… ga mendapatkan hasil tentang Peran adt sasak pada pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat sasak yang dipakai di lombok menurut perspektif hukum Islam boleh dilakukandengan berbagai ketentuan yang tidak melangar hukum islam. Dapat disimpulkan bahwasuatuadat boleh dilakukan apabila dia tidak bertentangan dengan syariat dan dia masuk padakaidah Ushul fiqih yaitu Al urf atau kebiasaan yang mana kaidah ini menjadi salah satu sumber hukum menurut ilmu Ushul fiqihsedangkan alasan lainkebiasaan ini atau al urf tidak bertentangan dengan Alquran dan hadist.

Memahami Peran Budaya Dalam Pelestarian Museum Al-Qur’an Di Kota Medan Pancing

Ika Purnamasari, Adinda Dwi Saputri, Alpida Sari, Joyanti Sirait
Abstract: Museum Alquran adalah sebuah museum yang didedikasikan untuk memamerkan dan mempelajari Alquran, kitab suci Islam. Peran budaya dalam pelestarian Museum Alquran sangat penting karena museum tersebut adalah tempat di mana… sejarah, nilai, dan tradisi budaya Islam dipamerkan dan dipelajari. Museum Alquran juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, di mana para peneliti dan pengunjung dapat belajar tentang Alquran dan sejarahnya, serta mempelajari nilai-nilai dan norma-norma budaya Islam. Selain itu, museum tersebut juga berperan sebagai pusat keagamaan, di mana pengunjung dapat datang untuk beribadah dan mempelajari ajaran Islam. Secara keseluruhan, peran budaya dalam pelestarian Museum Alquran sangat penting karena membantu mempertahankan dan mempromosikan nilai-nilai dan tradisi budaya Islam.

Potensi dan Kelemahan Manusia Menurut Al-Quran dan Sunnah Berdasarkan Surah Al-Ma’arij Ayat 19-27

Reni Dianti Rukmini, Hasep Saputra, Abdul Rahman
Abstract: Pengertian Pendidikan Islam adalah suatu upaya proses yang dilakukan untuk membimbing tingkah laku manusia, baik individu, maupun sosial untuk mengarahkan potensi, baik potensi dasar, maupun ajar yang sesuai dengan fitrahnya… hnya melalui proses intelektual dan spiritual berlandaskan nilai Islam untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana potensi dan kelemahan manusia menurut Alquran dan sunnah berdasarkan surah Al-Ma’arij ayat 19-27. Jenis penelitian ini adalah penelitian riset kepustakaan (Library Research), Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini berupa jurnal yang membahas tentang Potensi dan Kelemahan Manusia Menurut Al-quran dan Sunnah Berdasarkan Surah Al-Ma’arij Ayat 19-27. Sementara sumber data sekunder terdiri dari buku dan jurnal yang relevan. Kesimpulan dari penellitian ini adalah Setelah penulis mengkaji dan menganalisis tentang konsep Pendidikan Akhlak yang terkandung dalam Qs. al-Ma‟arij (70) ayat 19-35, penulis dapat menyimpulkan bahwa surat Al-Ma‟arij ini mengandung petunjuk kepada manusia bagaimana untuk menghindari dari penyakit hallu‟a dan Jazu‟a atau keluh kesah dan kikir yang melanda jiwa seseorang.

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Adat Rujuk Dalam Pernikahan Pada Masyarakat Batak Toba

Romadhon, Jainudin Akmal Kamal, Muhibban, Ahmad Tifaza
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hukum rujuk dalam pernikahan pada adat batak toba menurut persfektif hukum islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang dianalisis secara mendalam sehingga… mendapatkan hasil tentang hukum rujuk adat batak toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata cara rujuk yang dipakai di adat Batak Toba menurut perspektif hukum Islam boleh dilakukan dengan berbagai ketentuan yang tidak melangar hukum islam. Dapat disimpulkan bahwa suatu adat boleh dilakukan  apabila dia tidak bertentangan dengan syariat dan dia masuk pada kaidah Ushul fiqih yaitu Al urf atau kebiasaan yang mana kaidah ini menjadi salah satu sumber hukum menurut ilmu Ushul fiqih sedangkan alasan lain kebiasaan ini atau al urf tidak bertentangan dengan Alquran dan hadist.

Konsep Ulul Albab dalam Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam

Muhammad Syarif Najmudin
Abstract: Memaksimalkan sumber daya manusia dalam dunia pendidikan Islam membutuhkan konsep yang relevan. Al Quran menjelaskannya secara tersirat sebagai ulul Albab sebagai tata nilai yang kuat dalam membangun sikap dan karakteristik… tik manusia unggulan. Ulul Albab merupakan tuntunan nyata pribadi yang menggabungkan antara dzikir dan fikir, mereka selalu berdzikir dalam segala kondisi, yang tidak pernah putus untuk dzikir kepada Allah Swt dalam segala keadaan, terus berdzikir melalui hati dan lisan, yang memiliki akal sempurna dan bersih. Dalam hal kekuatan akal, ulul albab memiliki kekuatan nalar dan ketajaman berfikir terhadap ciptaan Allah Swt, untuk kemudian dimaksimalkan manfaatnya bagi kesejahteraan dan kebermanfaatan seluruh umat manusia. Kekuatan pemahaman konsep ulul albab dari alquran ini akan melahirkan profil sumber daya manusia yang kokoh secara aqidah, kuat secara jasmani, teguh pendirian, ikhlas dalam beramal, kritis dalam pemikiran, tuntas dalam bekerja, teliti dalam melaksanakan pekerjaan, mandiri dalam berkarya, orientasi hidupnya jelas, optimis dalam menghadapi rintangan, pandai memetik hikmah, penuh perencanaan, sungguh-sungguh dalam meraih cita-cita kehidupan akherat abadi, pandai mengevaluasi capaian, amanah dalam menunaikan kepercayaan, lisannya senantiasa basah dengan dzikir,  husnuzhan dalam setiap kejadian.

PENERAPAN METODE TAKRIR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QURAN HADITS DI MTsN 2 ACEH TIMUR

Fakhrurrrazi, zulfitri, Muhammad Farhan
Abstract: Tujuan dari penelitian ialah untuk mengetahui apakah penerapan dari metode takrir di MTsN 2 Aceh Timur efektif untuk meningkatkan hasil belajar siwa yang di mana siswa memiliki kesulitan dalam menjawab soal pilihan ganda… yang bersangkutan dengan menyambung ayat alquran pada mata pelajaran alquran hadits. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 2 Aceh Timur dengan sampel 15 siswa kelas VIII-1. Jenis penelitian ialah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil dari penelitian ini sukses dengan mencapain indikator hasil belajar siswa 80% dan hafalan siswa yang mencapai 80%. Hasil dari penelitian siklus I dengan persentase ketuntasan siswa yang mencapai 40% dan pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 86,66%.

Analisis Al-Ithnab Bentuk Tikrar Pada Surah Al-Qashash Sebagai Bentuk Penjelasan Dan Penegasan

Aisyatur Rahmah Wiwana, M. Iqbal Fahreza Rambe
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis al-ithnab pada bagian tikrar yang bertujuan sebagai bentuk penegasan. Artikel ini mengambil contoh dari ayat alquran yaitu surah al-qashash ayat 5, 14, 30 dan 34. Penelitian ini merupakan… erupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan kajian pustaka atau library recherch. Yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui buku, artikel serta jurnal-jurnal terpercaya lainnya. Pada penelitian ini terdapat beberapa temuan yaitu 1) Al-ithnab yang dipakai pada surah al-qashash ini banyak menggunakan bagian tikrar. 2) Tikrar yang terdapata pada beberapa ayat al-qashash ini memiliki tujuan sebagai penjelasan dan penegasan. 3) Bentuk tikrar pada ayat 5 dan 14 merupakan bentuk penjelasan dan pada ayat 30 dan 34 merupakan bentuk penegasan. 4) Kata yang berulang pada surah al-qashash ini ada dua yaitu berbentuk fi’il dan dhamir.

Agen-Agen Penyebar Islam Wasathiyyah: Pembacaan Ulang Terhadap Kiprah “Tiga Serangkai” Sepeninggal KH. M. Munawwir Krapyak Dalam Kacamata Bourdieu

Nizar, Mohammad, Muttaqin, Ahmad
Abstract: Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ulang kiprah “Tiga Serangkai” sebagai agen-agen penyebar Islam Wasthiyyah yang memimpin Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak yang terkenal akan tradisi pengajaran dan pendidikan hafalan… afalan Alquran sepeninggal KH. M. Munawwir dengan memanfaatkan teori sosiologi milik Pierre Bourdieu. Konsep Wasathiyyah menjadi dasar dari konsep “al-Muhafdhotu ‘ala Qadimi al-Shalih wa al-Akhdhu bi al-Jadid al-Ashlah” yang bisa diartikan sebagai sikap toleran yang menerima perkembangan dan tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi luhur. Konsep ini juga diterapkan dalam pondok-pondok pesantren beraliran Ahlusunnah Wal Jamaah seperti Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak. Setelah wafatnya KH. M. Munawwir (Muassis Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak) pada 1942 M, kepemimpinan pesantren Al-Munawwir dipegang oleh “tiga serangkai”: 1) KH. R. Abdullah Afandi Munawwir, 2) KH. R. Abdul Qodir Munawwir, dan 3) KH. Ali Maksum (yang baru pindah dari Lasem ke Krapyak di tahun 1943 M). Konsep-konsep dalam teori sosiologi milik Pierre Bourdieu yang digunakan dalam tulisan ini adalah habitus, modal, ranah, dan praktik. Melalui pembacaan ulang terhadap kiprah “Tiga Serangkai” sepeninggal KH. M. Munawwir Krapyak dengan menggunakan teori Pierre Bourdieu, didapatkan beberapa hipotesis sebagai berikut: 1) habitus yang terdapat dalam kisah “Tiga Serangkai” sebagai penerus estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak adalah habitus “pesantren” yang memegang akidah (doksa) Ahlusunnah Wal Jamaah, 2) Modal yang dimiliki “Tiga Serangkai” sebagai agen penyebar Islam Wasathiyyah adalah modal simbolik, modal ekonomi, modal akademis, modal politik, dan modal kultural, 3) Ranah yang menjadi tempat berkiprahnya “Tiga Serangkai” adalah pondok pesantren, lembaga masyarakat luar pesantren, dan lembaga nasional, dan 4) kiprah yang berarti praktik dalam kacamata Bourdieu di sini mengarah pada kiprah “Tiga Serangkai” di sisi internal (pesantren) dan sisi eksternal (masyarakat dan nasional)