Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Bacan"

Energi Panas Bumi Dalam Perspektif Lingkungan Dan Pembangunan Sosial Di SMA Nurul Hasan Tawa Di Kecamatan Bacan Timur Tengah

Rodi Sipondak, Vicklan Lakoruhut, Samsul Hadi
Abstract: Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang sangat besar karena berada pada jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut adalah Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur Tengah,… Kabupaten Halmahera Selatan. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa peserta didik di SMA Nurul Hasan Bacan Tawa masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai potensi dan pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan. Selama ini, pembelajaran di sekolah lebih banyak berfokus pada konsep-konsep umum sehingga belum memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik belum mampu menghubungkan materi yang dipelajari dengan potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi energi panas bumi, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat pemahaman peserta didik tentang pentingnya energi terbarukan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Maret 2026 di SMA Nurul Hasan Bacan Tawa dengan melibatkan 32 peserta yang terdiri atas 26 siswa dan 6 guru. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, observasi, dan evaluasi menggunakan angket. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar energi panas bumi, potensi panas bumi di Indonesia dan Desa Tawa, manfaat energi panas bumi sebagai energi terbarukan, serta kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta didik mengenai potensi energi panas bumi di daerahnya. Peningkatan tersebut terlihat dari partisipasi peserta yang lebih aktif selama diskusi, kemampuan mengaitkan konsep energi terbarukan dengan kondisi lingkungan sekitar, serta tumbuhnya kesadaran untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat pembelajaran kontekstual melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mengembangkan pendidikan berbasis potensi lokal. Dengan demikian, sosialisasi energi panas bumi berbasis potensi lokal menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi energi, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, dan mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di kalangan generasi muda. Indonesia has enormous geothermal energy potential due to its location along the Pacific Ring of Fire. One of the regions with this potential is Tawa Village, East Central Bacan District, South Halmahera Regency. However, preliminary observations revealed that students at SMA Nurul Hasan Bacan Tawa had limited understanding of the potential and utilization of geothermal energy as a renewable energy source. Learning activities at the school have primarily focused on general theoretical concepts and have not optimally integrated local potential as a contextual learning resource. Consequently, students have not been able to relate the knowledge acquired in the classroom to the natural resources available in their surrounding environment. This Community Service Program aimed to enhance students' geothermal energy literacy, foster environmental awareness, and strengthen their understanding of the importance of renewable energy in supporting sustainable development. The program was conducted on March 23, 2026, at SMA Nurul Hasan Bacan Tawa and involved 32 participants, consisting of 26 students and 6 teachers. The program employed a participatory-educational approach through preparation, material presentation, interactive discussions, question-and-answer sessions, observations, and questionnaire-based evaluations. The learning materials covered the basic concepts of geothermal energy, geothermal potential in Indonesia and Tawa Village, the benefits of geothermal energy as a renewable energy source, and its contribution to environmental conservation and sustainable development. The results demonstrated an improvement in students' knowledge and understanding of the geothermal energy potential in their region. This improvement was reflected in more active participation during discussions, a greater ability to relate renewable energy concepts to their local environment, and increased awareness of the importance of protecting and utilizing natural resources responsibly. Furthermore, the program strengthened contextual learning through collaboration between the university and the school in developing education based on local potential. Therefore, local potential-based geothermal energy outreach can serve as an effective strategy for improving energy literacy, promoting environmental awareness, and supporting sustainable development among young generations.

AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PERSPEKTIF KUNTOWIJOYO

Naura Nadhifah, Nasrullah Nasrullah, My Love Faizah Putri, Nisa Ulfi Jannah, Azza Aulia Rahmi Daud
Abstract: Al-Qur’an merupakan sumber ilmu bagi umat Islam baik di dunia maupun di akhirat. Kuntowijoyo sebagai seorang filusuf Islam mempunyai pandangan mengenai Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan bagaimana integrasinya terhadap sains… p sains sehingga ilmu di dunia Islam tidak tertinggal zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk emengetahui bagaimana pemikiran Kuntowijoyo terhadap Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan bagaimana konsep integrasi ilmu sains dan ilmu Islam yang dimiliki oleh Kuntowijoyo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Data didapat dari kajian-kajian tentang pemikiran Kuntowijoyo yang ditulis di artikel maupun-buku-buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kuntowijoyo memandang pesan dalam Al-Qur’an menjadi 2 bagian. Bagian pertama adalah konsep-konsep dasar dengan banyak istilah yang merujuk pada nilai normatif, doktrin etik, dan aturan-aturan legal serta ajaran-ajaran keagamaan pada umumnya. Adapun bagian keduanya adalah kisah-kisah historis atau amtsal. Menurut Kuntowijoyo, adanya kisah-kisah di dalam Al-Qur’an dimaksudkan untuk mengajak para pembacanya untuk merenungkan kebijaksanaan yang terkandung sehingga dapat diimplementasikan di kehidupan zaman sekarang. Adapun dalam integrase ilmu agama dan ilmu sains, Kuntowijoyo mempunyai konsep Ilmu Sosial Profetik (ISP), yang fokus terhadap 3 hal yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi.

Analisis Pengelolaan Logistik Obat di Puskesmas Ambacang

Hafizur Rahman, Alkafi, Yulia
Abstract: Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 juga menunjukkan adanya puskesmas dengan kinerja farmasi rendah, termasuk Puskesmas Ambacang. Kondisi ini mengindikasikan kendala dalam pemenuhan standar pelayanan… an minimum, terutama keterbatasan SDM farmasi dan sarana sesuai Permenkes No. 26 Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang Tahun 2025. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan tabel checklist. Penelitian dilakukan bulan Maret–Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan 11 Juni–31 Agustus 2025. Data dianalisis melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian didapatkan input pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang sudah memenuhi standar minimal Permenkes No. 26 Tahun 2020. Meski demikian, kinerja apoteker belum maksimal dan sarana gudang penyimpanan masih belum sempurna karena beberapa alat belum tersedia. Proses perencanaan dilakukan di awal dan akhir tahun. Penyimpanan obat menggunakan metode FIFO dan FEFO. Penyerahan obat dilaksanakan bulanan dan triwulanan. Pencatatan serta pelaporan dilakukan setiap hari. Output penelitian ini menyimpulkan pengelolaan logistik obat sudah terlaksana. Pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang telah berjalan sesuai standar minimal Permenkes No. 26 Tahun 2020 tentang pelayanan kefarmasian di puskesmas. Diharapkan puskesmas segera mengadakan rapat evaluasi kinerja pegawai, memperjelas tupoksi tiap program, mengadakan pelatihan tenaga farmasi, serta melengkapi sarana dan prasarana gudang obat.

Analisis Penerapan Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025

Vionanda Maharani Putri, Gusni Rahma, Usmar Ali
Abstract: Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan kebijakan nasional untuk meningkatkan mutu pelayanan dan tertib administrasi di fasilitas kesehatan. Di Sumatera Barat, sebagian besar dari 270 Puskesmas telah menggunakan… RME, namun sekitar 10 belum mengimplementasikannya. Puskesmas Ambacang mulai menerapkan RME pada 1 Januari 2023 dengan aplikasi ePuskesmas, diperbarui menjadi ePuskesmas NG, dan sejak 1 Juni 2024 beralih ke ePuskesmas Klaster. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan RME pasien rawat jalan di Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025. Menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif melalui wawancara, observasi, dan checklist terhadap lima informan (Kepala Tata Usaha, dokter, perawat, kepala unit, dan petugas rekam medis), penelitian dilakukan pada Maret–Agustus 2025. Hasil menunjukkan penerapan RME berjalan cukup baik dengan dukungan seluruh tenaga kesehatan, ketersediaan sarana, prasarana, dan kebijakan, meski terkendala jaringan dan server. Pendanaan bersumber dari anggaran rutin. Pencatatan dan pelaporan dilakukan melalui ePuskesmas Klaster, namun pencatatan manual masih digunakan saat sistem bermasalah. Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan. Kelengkapan data pasien dalam RME baru mencapai 62,58%, belum memenuhi target nasional. Kendala utama meliputi keterbatasan SDM, gangguan teknis, dan kelengkapan data. Disarankan peningkatan pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur, dan optimalisasi jaringan agar penerapan RME lebih efektif dan berkelanjutan.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Makan Di Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025

Raudhah Salsabila Herma, Asep Irfan, Wilda Tri Yuliza
Abstract: Pengelolaan limbah cair rumah makan yang tidak benar bisa memicu dampak bagi kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 menyebutkan bahwa rumah makan yang belum memenuhi syarat tempat pengelolaan pangan sebanyak… yak 31,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan limbah cair rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret- Agustus tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang. Populasi penelitian yaitu pengelola rumah makan yang berjumlah 37 rumah makan, dimana sampel diambil menggunakan total sampling.  Hasil penelitian didapatkan bahwa 43,2%  pengelola rumah makan melakukan pengelolaan limbah cair kurang baik, 48,6% pengelola memiliki sikap negatif, 32,4% pengelola memiliki tingkat pengetahuan rendah dan 48,6% pengelola memiliki sarana dan prasarana tidak memenuhi syarat. Terdapat hubungan antara sikap (p =0,049)  dan tingkat pengetahuan (p=0,048) dengan pengelolaan limbah cair. Namun,tidak terdapat hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan pengelolaan limbah cair (p= 0,101). Sikap dan tingkat pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dan bermakna dengan pengelolaan limbah cair rumah makan. Diperlukan peningkatan edukasi dan informasi berupa pengetahuan dan dampak negatif tentang pengelolaan limbah cair rumah makan kepada pengelola rumah makan.