Search Articles & Publications

Showing 208 articles found for "Tawa"

Energi Panas Bumi Dalam Perspektif Lingkungan Dan Pembangunan Sosial Di SMA Nurul Hasan Tawa Di Kecamatan Bacan Timur Tengah

Rodi Sipondak, Vicklan Lakoruhut, Samsul Hadi
Abstract: Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang sangat besar karena berada pada jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut adalah Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur Tengah,… Kabupaten Halmahera Selatan. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa peserta didik di SMA Nurul Hasan Bacan Tawa masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai potensi dan pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan. Selama ini, pembelajaran di sekolah lebih banyak berfokus pada konsep-konsep umum sehingga belum memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik belum mampu menghubungkan materi yang dipelajari dengan potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi energi panas bumi, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat pemahaman peserta didik tentang pentingnya energi terbarukan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Maret 2026 di SMA Nurul Hasan Bacan Tawa dengan melibatkan 32 peserta yang terdiri atas 26 siswa dan 6 guru. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, observasi, dan evaluasi menggunakan angket. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar energi panas bumi, potensi panas bumi di Indonesia dan Desa Tawa, manfaat energi panas bumi sebagai energi terbarukan, serta kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta didik mengenai potensi energi panas bumi di daerahnya. Peningkatan tersebut terlihat dari partisipasi peserta yang lebih aktif selama diskusi, kemampuan mengaitkan konsep energi terbarukan dengan kondisi lingkungan sekitar, serta tumbuhnya kesadaran untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat pembelajaran kontekstual melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mengembangkan pendidikan berbasis potensi lokal. Dengan demikian, sosialisasi energi panas bumi berbasis potensi lokal menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi energi, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, dan mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di kalangan generasi muda. Indonesia has enormous geothermal energy potential due to its location along the Pacific Ring of Fire. One of the regions with this potential is Tawa Village, East Central Bacan District, South Halmahera Regency. However, preliminary observations revealed that students at SMA Nurul Hasan Bacan Tawa had limited understanding of the potential and utilization of geothermal energy as a renewable energy source. Learning activities at the school have primarily focused on general theoretical concepts and have not optimally integrated local potential as a contextual learning resource. Consequently, students have not been able to relate the knowledge acquired in the classroom to the natural resources available in their surrounding environment. This Community Service Program aimed to enhance students' geothermal energy literacy, foster environmental awareness, and strengthen their understanding of the importance of renewable energy in supporting sustainable development. The program was conducted on March 23, 2026, at SMA Nurul Hasan Bacan Tawa and involved 32 participants, consisting of 26 students and 6 teachers. The program employed a participatory-educational approach through preparation, material presentation, interactive discussions, question-and-answer sessions, observations, and questionnaire-based evaluations. The learning materials covered the basic concepts of geothermal energy, geothermal potential in Indonesia and Tawa Village, the benefits of geothermal energy as a renewable energy source, and its contribution to environmental conservation and sustainable development. The results demonstrated an improvement in students' knowledge and understanding of the geothermal energy potential in their region. This improvement was reflected in more active participation during discussions, a greater ability to relate renewable energy concepts to their local environment, and increased awareness of the importance of protecting and utilizing natural resources responsibly. Furthermore, the program strengthened contextual learning through collaboration between the university and the school in developing education based on local potential. Therefore, local potential-based geothermal energy outreach can serve as an effective strategy for improving energy literacy, promoting environmental awareness, and supporting sustainable development among young generations.

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR SAAT MENGHADAPI UJIAN BLOK PADA MAHASISWA SEMESTER PERTAMA PENDIDIKAN DOKTER FKKH UNDANA

Ursula Maria Naitio, Conrad Liab Henricson Folamauk, Sugi Deny Pranoto Soegianto, I Made Artawan
Abstract: Selama masa perkuliahan di kedokteran, ujian blok merupakan rutinitas setiap akhir blok. Hal ini menjadi salah stressor yang sering dialami oleh mahasiswa dan tubuh akan merespon stressor tersebut dalam bentuk perasaan cemas.… emas. Kecemasan sendiri adalah perasaan seseorang ketika memikirkan sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi dimasa depan atau dengan kata lain seperti perasaan khawatir, tidak pasti, gugup dan kegelisahan terhadap suatu hal. Kecemasan yang dialami oleh mahasiswa membuat mereka sulit untuk mengontrol emosinya, yang akan berdampak pada meningkatnya stres dan membuat mereka sulit untuk memulai tidur. Kesulitan memulai tidur ini akan menyebabkan mahasiswa untuk sulit mendapatkan kualitas tidur yang diinginkan. Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur saat menghadapi ujian blok pada mahasiswa semester pertama Prodi Pendidikan Dokter FKKH Undana. Penelitian ini menggunakan medote analitik dengan desain cross sectional. Total responden 99 orang dengan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS dan PSQI. Didapatkan hasil sebanyak 6 orang (6,1%) tidak mengalami cemas, 55 orang (55,5%) cemas ringan, 29 orang (29,3%) cemas sedang dan cemas berat sebanyak 9 orang (9,1%). Hasil uji korelasi Somers D menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi yang sedang atau cukup kuat antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur dengan nilai p = 0,000 (r=0,429).

Exploring the Determinants of Poverty Gap in Sumatra Island: A Spatial Regression Approach

Shalma, Euis, Ratih Yulihar Taher, Arivina
Abstract: The poverty gap index is an important indicator in planning more effective and targeted policies, but it has rarely been studied. This study analyzes the distribution pattern of poverty gap and the influence of non-food… per capita expenditure, open unemployment rate, and Gini ratio on poverty gap in districts/municipalities in Sumatra Island in 2023. Using cross-section data from 154 districts/municipalities, the analysis was conducted through the calculation of the global Moran index and spatial autoregressive (SAR) regression. The results show that the gap of poverty in Sumatra Island has a clustered spatial pattern. Regions with moderate to high poverty gap are concentrated in the northern, southern, and western islands, especially in Aceh, Bengkulu, South Sumatra, Lampung, and Nias, Mentawai, and Meranti Islands. In contrast, the central part of Sumatra tends to have lower poverty gap. From the regression analysis, non-food per capita expenditure has a negative effect and Gini ratio has a positive effect on poverty gap. These findings emphasize the importance of considering spatial factors in the formulation of poverty alleviation policies in Sumatra.

Analysis of the Effect of Green Banking and Financial Performance on the Profitability of Member Banks of the Indonesian Sustainable Finance Initiative

Nurdinsi Utama, Julius, Nirmala, Tiara, Andrian, Thomas, Herlina, Nurbetty, Ciptawaty, Ukhti
Abstract: This research examines the influence of the variables green banking (Green banking Index), Capital adequacy (CAR), Non-performing loans (NPL), Bank Efficiency (BOPO), Liquidity level (LDR) on the profitability of Member… Banks of the Indonesian Sustainable Finance Initiative. This research uses a purposive sampling technique, 8 companies were sampled in the research as Member Banks of the Indonesian Sustainable Finance Initiative, namely: Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia, Maybank, Bank CIMB Niaga, Bank OCBC NISP and West Java Bank. This research examines economic data based on panel data, based on the calculation results it is found that banking ratios in the form of capital adequacy (CAR) and liquidity level (LDR) partially have a positive and significant effect in increasing Bank Profitability (ROA) of Members of the Indonesian Sustainable Bank Initiative, while the ratio Non-performing loans (NPL), Bank Efficiency (BOPO) and the Green Banking variable (Green Banking Index) have a negative and significant effect on (ROA) Members of the Indonesian Sustainable Bank Initiative.

PENGARUH AKSESIBILITAS DAN FASILITAS TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG DI WISATA CITIIS GALUNGGUNG TASIKMALAYA

Gunawan, Latif, Ramadhina, Fifi Ainur
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Aksesibilitas dan Fasilitas terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan di Wisata Citiis Galunggung Kabupaten Tasikmalaya, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian&#8230; menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel Aksesibilitas, Fasilitas, dan Keputusan Berkunjung berada pada kategori sangat kuat. Secara parsial (uji t), Aksesibilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Berkunjung dengan nilai t hitung sebesar -0,999 dan nilai signifikansi 0,320 > 0,05. Sebaliknya, Fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Berkunjung dengan nilai t hitung sebesar 16,480 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan (uji F), diperoleh nilai F hitung sebesar 453,167 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R Square sebesar 0,903 menunjukkan bahwa 90,3% variasi Keputusan Berkunjung dapat dijelaskan oleh variabel Aksesibilitas dan Fasilitas, sedangkan 9,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas fasilitas menjadi faktor yang paling dominan dalam mendorong keputusan wisatawan untuk berkunjung ke Wisata Citiis Galunggung Kabupaten Tasikmalaya. Oleh karena itu, pengelola diharapkan terus meningkatkan kualitas fasilitas serta melakukan perbaikan aksesibilitas guna meningkatkan daya tarik dan daya saing destinasi wisata.

Analisis Strategi Pengembangan Pasar Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisata Religi Patung Yesus Buntu Burake Di Tana Toraja

Karlina Karrin, Mey Enggane Limbongan, Olivia D.Y. Pompeng
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pasar yang diterapkan dalam mengatasi stagnasi kunjungan wisatawan (di bawah 50.000 pengunjung per tahun) akibat kejenuhan pasar pada objek wisata religi&#8230; Patung Yesus Buntu Burake di Tana Toraja. Industri pariwisata religi di Indonesia memiliki potensi besar, namun banyak destinasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan akibat persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola objek wisata (Dinas Pariwisata) dan wisatawan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar saat ini masih berada pada fase transisi dan belum berjalan secara optimal. Promosi destinasi masih sangat didominasi oleh konten organik (word-of-mouth digital) yang diunggah secara sukarela oleh pengunjung melalui media sosial visual seperti TikTok dan Instagram, sedangkan iklan resmi berbayar dan kemitraan strategis dengan biro perjalanan berskala besar masih sangat minim. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara daya tarik utama objek wisata yang dinilai sangat memuaskan dengan kualitas infrastruktur layanan pendukung yang masih memerlukan standardisasi, meliputi aksesibilitas jalan, kebersihan toilet, keterbatasan tempat sampah, serta minimnya fasilitas ramah muslim (muslim-friendly) khususnya kepastian kuliner halal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan pasar memerlukan peralihan pendekatan dari promosi pasif menjadi pemasaran digital berbayar yang terstruktur, perluasan segmen pasar geografis dan demografis, serta peningkatan kualitas fasilitas operasional demi menciptakan kepuasan pengunjung yang berkelanjutan. This study aims to analyze the market development strategy implemented to overcome the stagnation of tourist visits (under 50,000 visitors per year) caused by market saturation at the religious tourism object of the Jesus Statue Buntu Burake in Tana Toraja. The religious tourism industry in Indonesia has great potential, yet many destinations face challenges in maintaining and increasing visitor numbers due to increasingly intense competition and changing consumer behavior. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Research informants consisted of tourism site managers (Tourism Office) and tourists selected purposively. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the current market development strategy is still in a transitional phase and has not operated optimally. Destination promotion is still heavily dominated by organic content (digital word-of-mouth) voluntarily uploaded by visitors on visual social media platforms such as TikTok and Instagram, while official paid advertisements and strategic partnerships with large-scale travel agencies remain highly limited. Furthermore, the study identifies a gap between the core attraction, which is rated highly satisfying, and the quality of supporting service infrastructure that still requires standardization, including road accessibility, toilet cleanliness, availability of trash bins, and the lack of Muslim-friendly facilities, particularly the certainty of halal culinary options. This study concludes that the market development strategy requires shifting from a passive promotion approach to a structured paid digital marketing campaign, expanding geographical and demographic market segments, and upgrading operational facilities to create sustainable visitor satisfaction.

PENGARUH DAYA TARIK WISATA, COSTUMER EXPERINCE, DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI WISATAWAN DI CURUG SANGHYANG KENIT KECAMATAN CIPATAT BANDUNG BARAT

Adawiah, Neng Sipa, Lestari, Ayu Yudiani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Daya Tarik Wisata (X1), Customer Experience (X2), dan Kualitas Layanan (X3) terhadap Minat Berkunjung Kembali (Y) wisatawan di Curug Sanghyang Kenit, baik secara parsial&#8230; maupun simultan. Daya Tarik Wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berkunjung Kembali wisatawan di Curug Sanghyang Kenit, dengan koefisien jalur sebesar 0,434 dan hubungan korelasi pada kategori kuat (r = 0,622). Variabel ini memberikan kontribusi pengaruh langsung terbesar di antara ketiga variabel bebas, yang menunjukkan bahwa keindahan alam, keunikan atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung wisata merupakan faktor paling dominan dalam mendorong minat wisatawan untuk berkunjung kembali.Customer Experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berkunjung Kembali wisatawan di Curug Sanghyang Kenit, dengan koefisien jalur sebesar 0,348 dan hubungan korelasi pada kategori kuat (r = 0,602). Pengalaman sensorik, emosional, kognitif, dan sosial yang dirasakan wisatawan selama berkunjung terbukti turut menentukan besarnya minat mereka untuk berkunjung kembali. Kualitas Layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berkunjung Kembali wisatawan di Curug Sanghyang Kenit, dengan koefisien jalur sebesar 0,291 dan hubungan korelasi pada kategori sedang (r = 0,456). Meskipun memberikan kontribusi pengaruh langsung yang relatif paling kecil dibandingkan dua variabel lainnya, kualitas layanan tetap merupakan faktor yang berperan penting, terutama pada dimensi empathy yang masih perlu ditingkatkan. Daya Tarik Wisata, Customer Experience, dan Kualitas Layanan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berkunjung Kembali wisatawan di Curug Sanghyang Kenit, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,612 atau 61,2%. Nilai ini menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas mampu menjelaskan variasi Minat Berkunjung Kembali sebesar 61,2%, sedangkan sisanya sebesar 38,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini, seperti harga, promosi, citra destinasi, dan kepuasan wisatawan.

TAKDIR ILAHI DAN IKHTIAR PENGOBATAN: KEBEBASAN MANUSIA, TAWAKAL, DAN TANGGUNG JAWAB MORAL DALAM BIOETIKA ISLAM

Isdianto, Andik, Fitrianti, Novariza, Arif, Abdul Hamid, Purnama, Yugi Hari Chandra, Widada, Wahyudi
Abstract: Hubungan antara takdir ilahi, kebebasan manusia, dan pengobatan merupakan persoalan penting dalam pemikiran Islam dan bioetika Islam. Penelitian ini mengkaji mengapa manusia tetap memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan&#8230; kukan pengobatan ketika sakit, sembuh, hidup, dan mati berada dalam pengetahuan dan ketetapan Allah. Penelitian menggunakan studi pustaka kualitatif dengan pendekatan filosofis-teologis dan komparatif-konseptual. Al-Qur’an, hadis, pemikiran teologi Islam, serta literatur kontemporer mengenai bioetika Islam, tawakal, fatalisme kesehatan religius, dan perilaku pencarian kesehatan Muslim dianalisis melalui sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa takdir ilahi tidak meniadakan agensi manusia. Ikhtiar pengobatan merupakan penggunaan sebab-sebab yang tersedia secara sadar dan bertanggung jawab di dalam tatanan ilahi, sedangkan tawakal melengkapi, bukan menggantikan, ikhtiar. Penelitian ini mengusulkan Model Tiga Ranah Agensi Manusia dalam Pengobatan, yang terdiri atas kondisi yang dialami, respons dan tindakan, serta hasil yang diterima. Tanggung jawab moral terutama berada pada ranah respons dan tindakan, meliputi kemampuan memperoleh informasi, mempertimbangkan alternatif, menentukan pilihan, dan menjalankan pengobatan secara wajar, sedangkan hasil terapi hanya sebagian berada dalam kontrol manusia. Karena itu, kegagalan terapi tidak dapat secara otomatis dipandang sebagai kegagalan moral atau lemahnya tawakal. Kerangka ini mengintegrasikan takdir, agensi manusia, sebab medis, dan tanggung jawab moral serta memberikan dasar teologis bagi perilaku pencarian kesehatan yang bertanggung jawab, dengan relevansi konseptual terhadap Sustainable Development Goal 3.

Analisis Perilaku Konsumen Dalam Memutuskan Pembelian Cinderamata Di Objek Wisata Ke'te Kesu'

Jeticia Lolotoding, Isak Pasulu, Dwibin Kannapadang
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' Kabupaten Toraja Utara. Industri pariwisata budaya telah bertransformasi menjadi industri&#8230; berbasis pengalaman yang mengedepankan nilai emosional, simbolik, dan kultural. Dalam konteks ini, pembelian cinderamata tidak hanya berfungsi sebagai barang konsumsi, tetapi juga sebagai simbol kenangan, identitas budaya, dan representasi pengalaman wisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima wisatawan sebagai informan kunci dan lima pelaku UMKM sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor budaya dan psikologis merupakan faktor yang paling dominan karena wisatawan memandang cinderamata sebagai representasi budaya Toraja yang autentik dan memiliki makna simbolik. Proses keputusan pembelian berlangsung melalui lima tahapan: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Wisatawan melakukan pertimbangan terhadap harga, kualitas, keunikan, dan nilai budaya produk sebelum memutuskan membeli. Pengalaman wisata yang positif memberikan pengaruh terhadap kepuasan wisatawan dan mendorong niat membeli ulang serta rekomendasi kepada orang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh nilai budaya, pengalaman emosional, dan persepsi wisatawan terhadap keaslian produk budaya Toraja. Abstract is a brief summary of the paper to help readers quickly determine the main research problem, solutions to solving This study aims to analyze consumer behavior in purchasing decisions of souvenirs at the Ke'te Kesu' Tourism Area in North Toraja Regency. The cultural tourism industry has transformed into an experience-based industry that prioritizes emotional, symbolic, and cultural values. In this context, souvenir purchases serve not only as consumer goods but also as symbols of memories, cultural identity, and representations of tourist experiences. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation involving five tourists as key informants and five MSME actors as supporting informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are influenced by four main factors: cultural, social, personal, and psychological factors. Cultural and psychological factors are the most dominant because tourists perceive souvenirs as authentic representations of Toraja culture with symbolic meaning. The purchase decision process occurs through five stages: need recognition, information search, alternative evaluation, purchase decision, and post-purchase behavior. Tourists consider price, quality, uniqueness, and cultural value before deciding to purchase a product. Positive tourism experiences influence tourist satisfaction and encourage repeat purchase intentions and recommendations to others. This study concludes that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are not only influenced by functional needs but also by cultural values, emotional experiences, and tourists' perceptions of the authenticity of Toraja cultural products.

Pengembangan Pasar Bawah Sebagai Wisata Belanja Di Kota Pekanbaru

Sari Malona Siregar, Aisyah Rosmaini, Elly Nielwaty
Abstract: Pasar Bawah merupakan salah satu aset kultural dan ekonomi penting di Kota Pekanbaru, Riau, yang dikenal sebagai sentra penjualan barang-barang antik, kerajinan, dan berbagai produk impor unik. Namun, potensi Pasar Bawah&#8230; sebagai destinasi wisata belanja belum sepenuhnya tergarap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Pasar Bawah agar dapat meningkatkan daya tariknya sebagai tujuan wisata belanja, sekaligus berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal dan pelestarian nilai historisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pedagang, pengelola pasar, dinas pariwisata, serta analisis dokumen terkait. Fokus analisis mencakup aspek Aksesibilitas, Atraksi (produk dan pengalaman), Amenitas (fasilitas pendukung), dan Ancillary (kelembagaan dan promosi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan Pasar Bawah meliputi: (1) Tata kelola lingkungan yang kurang teratur, terutama masalah kebersihan dan penataan pedagang; (2) Kurangnya integrasi antara pasar dengan paket wisata kota; dan (3) Keterbatasan fasilitas pendukung pariwisata seperti area parkir yang memadai dan pusat informasi. Strategi pengembangan yang diusulkan mencakup: (1) Revitalisasi fisik pasar dengan mempertahankan arsitektur historisnya, perbaikan sanitasi, dan penataan zona belanja; (2) Peningkatan experience value melalui festival belanja tematik, pertunjukan seni budaya lokal, dan promosi produk unggulan khas Riau; (3) Penguatan kelembagaan melalui pembentukan Badan Pengelola Pasar Bawah yang kolaboratif antara pemerintah, pedagang, dan pelaku pariwisata; dan (4) Promosi digital terintegrasi yang menargetkan wisatawan domestik dan mancanegara.