Abstract:Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Masjid Al-Masyithoh yang…
berlokasi di Gang Rambutan IV No. 69, Kelurahan Lingkar Timur, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu bertujuan mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Program dilaksanakan selama 40 hari, mulai 6 Mei hingga 16 Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Program yang dilaksanakan meliputi pembelajaran Al-Qur'an dan Iqra', pelatihan adzan, pengajaran doa harian, adzan rutin, kebersihan masjid, pemberdayaan remaja masjid melalui kegiatan olahraga badminton, kajian subuh, aktivasi media sosial masjid, kegiatan nonton Bersama, dan diskusi anti-bullying, serta kepanitiaan pelaksanaan qurban. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi anak-anak dan remaja dalam kegiatan keagamaan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi sosial masjid, serta terbentuknya media dakwah digital yang mendukung penyebaran informasi keagamaan. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan pendidikan Islam, pembentukan karakter generasi muda, dan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam memakmurkan masjid. Dengan demikian, optimalisasi fungsi Masjid Al-Masyithoh melalui program KKN berhasil memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan.
Abstract:The rapid development of digital technology and social media platforms has significantly transformed consumer purchasing behavior, particularly in relation to digital products. Social media has evolved beyond its traditional…
onal role as a communication platform and now functions as an important environment where consumers discover, evaluate, and purchase products. This study aims to explore the psychological factors that influence consumer decision-making in purchasing digital products through social media platforms. A qualitative research approach was employed to gain an in-depth understanding of consumers' experiences and perspectives. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with social media users who had purchased digital products based on information encountered on social media platforms. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns and themes related to consumer psychology in digital purchasing behavior. The findings reveal that consumer decision-making in purchasing digital products is influenced by several interconnected psychological and social factors. Five major themes emerged from the analysis: social media as a discovery environment, cognitive evaluation of digital products, trust formation and credibility cues, psychological motivations for purchasing digital products, and social influence from peers, influencers, and online communities. The results indicate that social media plays a significant role not only in introducing digital products but also in shaping consumer perceptions, trust, and purchase intentions. Consumers actively interpret information obtained from social media, evaluate product credibility through reviews and recommendations, and rely on social interactions to reduce uncertainty before making purchase decisions. This study contributes to the understanding of consumer psychology in digital environments by highlighting how psychological motivations and social influences interact within social media platforms to shape digital purchasing decisions. The findings also provide practical insights for digital marketers and product creators to design more effective strategies that emphasize authenticity, trust-building, and community engagement in promoting digital products.
Abstract:Transformasi digital yang semakin cepat menuntut desa untuk beradaptasi menuju konsep desa cerdas tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang telah mengakar. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Smart Village di Desa Ussu,…
Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dilaksanakan sebagai langkah memperkuat identitas budaya masyarakat melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan kekuatan dan potensi lokal sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan melalui tahapan discovery, design, define, hingga refleksi dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Program KKN ini menghasilkan sejumlah pencapaian penting, seperti pengembangan website resmi desa, penerapan layanan administrasi digital melalui Digides (Digitalisasi Desa), penyusunan infografis layanan publik, serta pembuatan video edukasi digital. Inovasi-inovasi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan literasi digital warga, efektivitas layanan administrasi, keterbukaan tata kelola, serta meningkatnya peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan kearifan lokal mampu menciptakan tata kelola desa yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, KKN Smart Village di Desa Ussu dapat dijadikan contoh model pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa cerdas berbasis kearifan lokal di era digital.
Abstract:Kondisi darurat ekologi saat ini menuntut pendekatan menyeluruh yang menyatukan prinsip-prinsip keagamaan dengan upaya konservasi alam. Kelurahan Bassiang Timur mempunyai kapasitas strategis untuk mengimplementasikan gagasan…
asan dakwah hijau sebagai metode pemberdayaan komunitas yang berlandaskan ajaran Islam. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (KKN) dari Universitas Islam Negeri Palopo dijalankan mengusung konsep "Dakwah Hijau dan Pendidikan Lingkungan" sebagai realisasi tridharma pendidikan tinggi. Pelaksanaan program mengaplikasikan metodologi Asset-Based Community Development (ABCD) lewat proses inkulturasi, discovery, perancangan strategis, pelaksanaan, dan evaluasi. Penghimpunan informasi diselenggarakan melalui pengamatan partisipatif, tanya jawab mendalam, pencatatan, dan partisipasi aktif mahasiswa dalam aktivitas komunitas. Inisiatif ini sukses menaikkan kepedulian warga mengenai urgensi konservasi ekologi dari sudut pandang Islam lewat pengkajian fiqh ekologi, membangun literasi ekologis dan religius di kalangan anak-anak, serta menyediakan prasarana penunjang seperti papan informatif pengelolaan limbah dan wadah sampah terpisah. Aktivitas pembelajaran Kitab Suci untuk anak-anak juga menguatkan dasar keimanan sambil menanamkan sikap peduli ekologi. Secara menyeluruh, inisiatif KKN ini sukses menyatukan dakwah Islam dengan kampanye kepedulian ekologi, menghasilkan skema pemberdayaan komunitas yang menyeluruh dan berkesinambungan berlandaskan kebijaksanaan setempat dan ajaran Islam.
Abstract:Pengabdian ini mendeskripsikan implementasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 1 UIN Palopo di Desa Tarramatekkeng, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, dengan tema sentral "Green Dakwah dan Pendidikan Lingkungan".…
ungan". Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran ekologis yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa. Metode yang diadopsi adalah Asset-Based Community Development (ABCD), sebuah pendekatan yang memaksimalkan aset dan potensi internal masyarakat Tarramatekkeng. Implementasi mengikuti siklus ABCD: Inkulturasi, Discovery, Design, Define, dan Refleksi. Program unggulan yang diangkat meliputi pengembangan modul Fiqh Lingkungan, inisiasi pembentukan Bank Sampah Berbasis Masjid, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang berbasis pada konsep thaharah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya pergeseran paradigma warga, di mana menjaga alam mulai dipahami sebagai tanggung jawab spiritual, yang berujung pada peningkatan partisipasi kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan desa.
Abstract:The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) Post 21 of the Disaster-Resilient Village was implemented in Buntu Kunyi Village, Suli District, Luwu Regency as an effort to enhance community capacity in facing disaster…
saster risks and the impacts of climate change. Buntu Kunyi Village has a relatively high level of vulnerability to disasters such as landslides and floods, thus requiring a systematic and sustainable empowerment approach. This KKN program applied the Asset-Based Community Development (ABCD) method, which emphasizes the utilization of local potential and community participation. The stages implemented included discovery, design, define, and reflection, resulting in village asset mapping, needs-based program planning, and a comprehensive evaluation of program implementation. Three main programs were carried out: the preparation of evacuation maps, the development of disaster education modules, and the documentation of environmental action activities. The results of the program showed a significant increase in disaster literacy, community preparedness, and citizen participation in environmental conservation as a form of adaptation to climate change. Overall, this KKN program contributed to strengthening the resilience of Buntu Kunyi Village through collaboration between students and the community in building independent and sustainable disaster risk mitigation.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Malaka Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan…
asarkan pada rendahnya kemampuan menulis teks eksplanasi, khususnya dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, dan menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi experimental design) dan desain nonequivalent control group design Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Malaka Tengah yang berjumlah 102 siswa. Sampel penelitian berjumlah 24 siswa yang terdiri atas kelas VIII A sebanyak 11 siswa dan kelas VIII C sebanyak 13 siswa sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes menulis teks eksplanasi berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji-t dengan bantuan program SPSS versi 23.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks eksplanasi siswa mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan nilai rata-rata posttest dibandingkan nilai rata-rata pretest pada kelas eksperimen. Selain itu, hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Malaka Tengah. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa.
Abstract:This study aims to determine the use of quiziz in fifth grade elementary school students at SDN 7 Bulango Selatan. This study aims to provide simple and clear guidance for school teachers, prospective teachers, and also…
subject teachers in compiling lesson plans using Game Based Learning. Although there are many books, articles, and other sources that discuss it, it is still an obstacle for some teachers in compiling lesson plans. Based on the author's experience in teaching students, it seems difficult to plan Discovery Learning syntax systematically and organize class activities appropriately in each syntax. They sometimes cannot distinguish the syntax of the method from others, even though this method is one of the suggested and recommended methods and has been widely used. To help students and teachers, this article supports them with a clear definition along with its systematic syntax, advantages and disadvantages
Abstract:Observation of Elementary School Students 14 Bone Bolango Selatan In grade 5 students using the Quiziz learning model along with the Game Based Learning method. The contextual learning model (Contextual Teaching and Learning/CTL)…
ning/CTL) is a learning approach that emphasizes the relationship between subject matter and real-life situations of students. This model aims to help students understand academic concepts by connecting the knowledge gained from school with its application in everyday life, both in personal, social, and cultural contexts. Through contextual learning, teachers act as facilitators who encourage students to actively build knowledge and skills through direct experience, problem solving, and collaboration in learning communities. Contextual learning integrates several main components, including constructivism, inquiry (discovery), asking, learning communities, modeling, reflection, and authentic assessment. This approach requires students to think critically, creatively, and innovatively, and be able to relate learning materials to real problems faced in their environment. Thus, learning outcomes are expected to be more meaningful, increase motivation, and equip students with adaptability and problem solving skills that are relevant to future life.
Abstract:This research aims to develop a Discovery Learning learning model with the Think, Talk, Write (TTW) strategy to improve the application of narrative text writing learning in grade V students at UPT SDN 16 Bangkala, Jeneponto…
onto Regency. This research uses a Research and Development (R&D) approach by adapting a 4D development model which includes the define, design, develop, and disseminate stages. The research instruments consisted of expert validation sheets, observations, teacher and student practicality questionnaires, and writing ability tests. The results of expert validation showed that the developed learning model was in the very feasible category, with a feasibility score of 92%. The practicality test also showed high results, namely 91% of teachers and 89% of students, which indicates that this learning model is easy to understand, easy to apply, and encourages active involvement of students in the learning process. Descriptively, the results of the pre-test and post-test illustrate a change in students' ability to write narrative texts, from an initial average score of 62.50 to 82.30 after the application of the developed learning model. Thus, this study concludes that the Discovery Learning learning model with the Think, Talk, Write strategy is feasible, practical, and has the potential to support the improvement of the writing skills of elementary school students. This model is recommended to be implemented more widely in Indonesian language learning, especially in narrative writing skills, and can be used as a reference for the development of literacy learning at the elementary education level.