Abstract:In Indonesia, various disasters frequently occur, and in many cases, they are not solely caused by natural factors, but also by irresponsible human behavior and activities regarding the environment. These disasters include…
de floods caused by illegal logging and indiscriminate waste disposal that clog waterways; forest fires often caused by land clearing by burning; and river pollution caused by untreated household and industrial waste. These conditions demonstrate that human behavior plays a significant role in exacerbating environmental damage and increasing the risk of disasters in various regions of Indonesia. The purpose of this study is to show data regarding the Synergy of Pancasila and Politics on Ecological Citizenship Education in Puay Village, Papua Province. The research method used in this study is a qualitative approach, while the type of research used is a case study. The results of this study show data that efforts to protect the environment which is part of the ecological citizenship carried out by the Puay Village community are by planting trees, cleaning the banks of Lake Sentani in Puay Village when commemorating the entry of the Gospel in Puay Village, and introducing the nature around Lake Sentani to students of SDN 5 Puay Village. The conclusion of this study is that the Puay Village community has contributed to protecting nature, especially the environment around Lake Sentani, which is the lifeblood of the Puay Village community.
Abstract:Abstract: Disposal of water in traditional boats is currently still done manually with human intervention, in contrast to commercial ships that already have a ballast system. This will certainly be a problem for boat users…
rs who can interfere with their sailing. Therefore, in this study, a design for an automatic water pump on an Arduino Uno-based boat will be made, which functions as a tool to remove puddles in the hull of the boat due to leakage. This tool is able to discharge water on the boat automatically when the water level entering the hull of the boat has exceeded the maximum height limit until the water level is within the tolerance limit which is considered safe and does not interfere with sailing. This tool works automatically using the WLC sensor (water level control) as a tool to monitor the water level, and the Arduino Uno system as a component to run the program by switching the pump. This tool can minimize the occurrence of shipwreck accidents due to boat hull leaks and human error. This system is still applied in the form of a prototype.
Keywords: Arduino Uno; water level control; boat.
Abstrak: Pembuangan air pada kapal tradisional saat ini masih dilakukan dengan cara manual dengan adanya campur tangan manusia, berbeda dengan kapal-kapal komersil yang sudah memiliki sistem ballast. Hal ini tentunya akan menjadi permasalahan bagi para pengguna kapal yang dapat mengganggu pelayaran mereka. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dibuat suatu perancangan pompa air otomatis pada kapal berbasis Arduino Uno, yang berfungsi sebagai alat untuk membuang genangan air dalam lambung kapal akibat kebocoran. Alat ini mampu melakukan pembuangan air pada kapal secara otomatis pada saat ketinggian air yang masuk kedalam lambung kapal telah melampaui batas ketinggian maksimal sampai ketinggian air tersebut berada pada batas toleransi yang dianggap aman dan tidak mengganggu pelayaran. Alat ini bekerja dengan otomatis menggunakan sensor WLC (water level control) sebagai alat untuk memantau ketinggian airnya, dan sistem Arduino Uno sebagai komponen untuk menjalankan program dengan melakukan switching pada pompa. Alat ini dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kapal karam akibat kebocoran lambung kapal dan human error. Sistem ini masih diterapkan dalam bentuk prototype..
Kata kunci: Arduino Uno; water level control; kapal.
Abstract:Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Tempat Pembuangan Sementara (Sampah) yang ada di kecamatan pamekasan. Manfaat pada penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dilingkungan…
ilingkungan sekitar dan tershindar dari segala penyakit dan dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi terhadap masyarakat. Khususnya untuk membangun Tempat Pembuangan Sementara (Sampah) yang ada dikecamatan pamekasan. Metode penelitian kualitatif deskriptif ini dengan pengumpulan data, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa tempat sampah sementara, pembuangan samentara (sampah) berdasarkan hasil penelitian kriteria penempatan TPS / TPS 3R sudah sesuai dalam pasal 20 permen PU nomer 03/PRT/M/2013, maka di temukan 12 desa untuk penempatan TPS yang ada di kecamatan pamekasan, dengan jumlah tempat sampah 77 TPS.
Kata Kunci: Lingkungan; Penentuan; SIG; (Sampah) TPS
Abstract: This study aims to determine the Temporary Disposal Place (Garbage) in Pamekasan sub-district. The benefits of this study can increase public awareness about the importance of cleanliness in the surrounding environment and avoid all diseases and can be taken into consideration to provide better service to the community. Especially to build Temporary Disposal Sites (Garbage) in the Pamekasan sub-district. This descriptive qualitative research method uses data, observation, and documentation. The results of the study were temporary trash cans, waste disposal based on the results of the research, the criteria for placing TPS / TPS 3R were in accordance with article 20 of the PU Candy number 03 / PRT / M / 2013, so 12 villages were found to place TPS in Pamekasan sub-district , with the TOTAL 77 TPS trash cans.
Keywords: determination; environment; of GIS; TPS (waste)
Abstract:This study analyzes the judicial reasoning behind Putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo No. 199/Pid.Sus/2023/PN Sda, a landmark decision involving corporate criminal liability for environmental violations in Indonesia. The…
case centers on PT Surya Prima Semesta’s illegal disposal of hazardous waste (fly ash and bottom ash) without an environmental permit, resulting in the prosecution of its corporate director. Employing a normative juridical method, the research examines the court’s application of doctrines such as strict liability and identification theory within the framework of Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection and Management. The findings show that the court adopted a formalistic, text-based legal reasoning model, treating permit violations as inherently punishable acts regardless of actual environmental harm. While the decision reinforces regulatory compliance and affirms corporate culpability, it lacks engagement with broader organizational responsibility and foundational environmental law principles like the precautionary principle and sustainability. This study argues for a more integrated doctrinal approach one that balances rule-based logic with value-oriented reasoning to enhance legal consistency, advance environmental justice, and align Indonesia’s corporate accountability framework with international standards.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah tersebut. Latar belakang…
g penelitian ini mencakup pentingnya pengelolaan sampah sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang diterapkan adalah teori pengelolaan sampah menurut Azwar (1990), dengan indikator utama meliputi pewadahan (storage), pengumpulan (collection), pengangkutan (transportation), pengolahan (treatment), dan pembuangan akhir (final disposal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti ketersediaan tempat sampah sebagai sarana pewadahan, kegiatan pengumpulan sampah oleh masyarakat dan petugas kebersihan, proses pengangkutan sampah ke tempat pembuangan, upaya pengolahan sampah, serta sistem pembuangan akhir yang diterapkan berkontribusi dalam mendukung pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Namun, tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, terbatasnya fasilitas persampahan, serta meningkatnya jumlah sampah rumah tangga masih perlu diatasi untuk mencapai pengelolaan sampah yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Abstract:Penambangan batubara yang dilakukan pada PT. Inti Bara Perdana dengan menggunakan metode Back Filling yaitu dengan menggunakan excavator dan articulated dump truck. Pada umumnya untuk menunjang suatu kelancaran penambangan…
an apalagi dalam kegiatan pengangkutan maka yang perlu harus diperhatikan adalah jalan tambang (mine road). Berdasarkan pengamatan di block 10 PT. Inti Bara Perdana sering terjadi beberapa kali antrian truck pada saat melintasi jalan tambang. Hal ini disebabkan karena kurang lebarnya jalan tambang dapat mengganggu proses pengangkutan batubara maupun overburden yang akan diangkut. Lebar jalan pada kondisi lurus di lapangan adalah 9,4 m, 10,2 m, 10,4 m, 7,6 m dan 8,1 m dan lebar jalan pada tikungan adalah 10,8 m, 13,5 m, 13,9 m dan 10,1 m. Superelevasi pada tikungan adalah 1,9%-4,1%, kemiringan (grade) max adalah 10%-15%. Saran yang dapat penulis berikan adalah cross slope seharusnya dibuat, apabila terjadi hujan air tidak tergenang pada badan jalan yang dapat teraliri dengan baik dan tidak banyak perembesan. Superelevasi hendaknya dibuat pada tikungan, agar articulated dump truck tidak tergelincir atau terguling. Perawatan yang dilakukan dapat berupa pemadatan jalan, penambahan lapisan tanah dasar, serta penyiraman pada saat jalan kering dan berdebu.
Abstract:This paper will focus on one of the cases related to pollution caused by the disposal of oil spills into the sea, a case study of the Exxon Valdez oil spill. In that matter, this paper can ''provide the stage'' for several…
al relevant cases related to MARPOL 73/78 to build a discourse on environmental protection at sea based on the perspective of international environmental law. The writing of this paper uses a normative juridical legal research method. Judging from this Exxon Valdez case study, it can be agreed that this international treaty related to the prevention of pollution from ships or MARPOL has a renewal of its effectiveness if there has been an incident of pollution at sea in the past. The incident that impacted MARPOL 73/78 itself has also taught us the importance of protecting marine ecosystems.