Abstract:Students are required to implement their knowledge to the community, one of which is by becoming a teaching volunteer. Teaching activities carried out by students are a form of prosocial behavior. Prosocial behavior can…
be influenced by internal factors, one of which is empathy. The purpose of this study is to test empirically the contribution of empathy to prosocial behavior in students who become teaching volunteers. The sampling technique used in this study is non-probability sampling with purposive sampling technique. This study was conducted on 108 respondents with certain criteria, that is active students who became teaching volunteers for at least 1 month. Data collected by distributing questionnaires containing the respondents' identities and the research scale. The scale used in this study is a helping attitude scale and an empathy scale. The data analysis technique used to test the hypothesis in this research is a simple linear regression test. Based on the results of data analysis, the F value was 31.114; R square of 0.227 and a significance value of 0.000 (p <0.01). This shows that there is a very significant contribution from empathy to prosocial behavior in students who become teaching volunteers and empathy contributes to prosocial behavior by 22.7%, while the remaining 77.3% is influenced by other factors outside of research.
Abstract:Pelaksanaan kurikulum MBKM diuniversitas tidak hanya berpengaruh pada pihak internal, tetapi juga pada pihak eksternal atau mitra eksternal. Pihak eksternal turut terlibat dalam pelaksanaan program dari kurikulum MBKM. Tujuan…
ujuan dari penelitian ini untuk melihat respon pihak eksternal terhadap kurikulum MBKM melalui analisis kepuasan. Program MBKM yang dilaksanakan diFakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Kuantan Singingi adalah program KKN Tematik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket kepuasan mahasiswa dan mitra berdasarkan Indikator terdiri dari Tangibles, Responsiveness, Assurance, Emphaty. Berdasarkan hasil analisis angket kepuasan oleh mitra eksternal, diketahui bahwa rata-rata 91,5% respon mitra puas terhadap implementasi program MBKM melalui kegiatan KKNT yang dilaksanakan. Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program MBKM terletak pada persamaan persepsi pelaksanaan program KKN tematik dengan mitra eksternal. Implementasi MBKM melalui program KKN Tematik membantu mahasiswa mengembangkan berbagai keterampilan, terutama kemampuan berinovasi dan beradaptasi secara kolaboratif dalam lingkungan masyarakat.
Abstract:Abstract Bambu Pamali Village is one of the agencies in providing services to the community. Service is defined as a result/achievement by a person or group of people with efforts and abilities carried out in fulfilling…
g the wishes and needs of the community in order to increase community satisfaction. The purpose of this study is to determine the quality of service at the Bambu Pemali village office, Merauke Regency. The method used is a qualitative research method. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The number of informants in this study is 8 people. Data analysis techniques consist of the data reduction stage, the data presentation stage, the conclusion making stage, and the verification stage. The results of the research on 5 (five) indicators that exist in the quality of public services in Bambu Pemali village are tangible (physical evidence), reliability (reliability), responsiveness (responsiveness), assurance (guarantee), and emphaty (empathy). Based on the results of the above research, it can be concluded that the quality of service of the Bambu Pemali village office, Merauke Regency, has not been optimal in providing services to the community because there are still poor services and have not run optimally so that it has quite an effect on community satisfaction, the service is slow and not on time because the community is still confused in file management and employees are not able to provide clear information. Problems related to inadequate facilities and infrastructure at the Bambu Pemali Village Office, Merauke Regency, so that it can affect the performance of employees in providing services.
Keywords : Quality, Service, Village
Abstract:Abstract: Providing services to patients is an obligation that must be carried out by health agencies. Of course, good health services can be measured by the performance of medical personnel. The current problem with the…
Aek Loba Health Center is that it does not have a system that can measure the level of patient satisfaction with the services provided. In addition, patients also still have difficulty in expressing opinions in the form of complaints about the performance of medical personnel. The aim of the research is to become a forum for assessing the quality of service that can make it easier for patients to submit complaints and also as a measuring tool for health agencies on the level of success of the quality of services provided. This study uses the Service Quality method by assessing service quality based on 5 quality dimensions, namely Tangibles, Responsiveness, Reliability, Assurance, and Empathy. Based on these problems, a decision support system was designed using the PHP programming language and the database used, namely MySQL. So that this research resulted in this system being able to help and facilitate the Aek Loba Health Center in accommodating and measuring the level of quality of service to patients. In addition, this system can make it easy for leaders to find out the elements that need to be improved, maintained, and repaired by the Aek Loba Health Center.
Keywords: patient; questionaire; service quality
Abstrak: Memberi pelayanan kepada pasien merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh instansi kesehatan. Pelayanan kesehatan yang baik tentu saja dapat diukur dari kinerja tenaga medisnya. Permasalahan Puskesmas Aek Loba saat ini yaitu belum mempunyai sistem yang dapat mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diberikan. Selain itu, pasien juga masih kesulitan dalam menyampaikan pendapat berupa keluhan terhadap kinerja tenaga medis. Tujuan penelitian untuk menjadi wadah penilaian kualitas pelayanan yang dapat memudahkan pasien dalam menyampaikan keluhan dan juga sebagai alat ukur instansi kesehatan terhadap tingkat keberhasilan kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode Service Quality dengan menilai kualitas pelayanan berdasarkan 5 dimensi kualitas, yaitu Bukti Nyata (tangibles), Ketanggapan (responsiveness), Kehandalan (reliability), Jaminan (assurance), dan Empati (emphaty). Berdasarkan permasalah tersebut maka dirancang sebuah sistem pendukung keputusan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database yang digunakan yaitu MySQL. Sehingga penelitian ini menghasilkan sistem ini dapat membantu dan mempermudah pihak Puskesmas Aek Loba dalam menampung dan mengukur tingkat kualitas pelayanan terhadap pasien. Selain itu, sistem ini dapat memberi kemudahan bagi pimpinan untuk mengetahui unsur-unsur yang perlu ditingkatkan, dipertahankan, serta diperbaiki oleh Puskesmas Aek Loba.
Kata kunci: kuesioner; pasien; service quality
Abstract:Penelitian ini membahas tentang implementasi manajemen perkantoran dalam peningkatan kualitas pelayanan prima di MTsN 1 Jombang. Manajemen perkantoran merupakan hal yang sangat penting di dalam lembaga pendidikan, maka diperlukan…
iperlukan pengelolaan perkantoran yang baik dan efektif serta memberikan hasil pelayanan prima yang baik di ranah publik. Pelayanan merupakan salah satu pilar utama yang dapat mempengaruhi kualitas sebuah lembaga pendidikan. Karena publik yang langsung menilai bagaimana kualitas pelayanan di lembaga pendidikan tersebut. Dari permasalahan diatas peneliti meneliti tentang implementasi manajemen perkantoran dalam peningkatan kualiatas pelayanan prima di MTsN 1 Jombang. Penelitian menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun data dan sumber data. teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analis data menggunakan: reduksi data, penyajian data, dan pemberian kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Manajemen perkantoran yang diterapkan di MTsN 1 meliputi perencanan perkantoran, pengorganisasian kantor, kepemimpinan kantor, komunikasi efektif, prosedur perkantoran, tata letak kantor, pengendalian perkantoran. 2) Kualitas pelayanan prima yang ada di MTsN 1 Jombang dapat diketahui melalui lima dimensi yaitu reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), asssurnace (jaminan), emphaty (empati) dan tangibles (bukti fisik). 3) Impelementasi manajemen perkantoran dalam peningkatan kualitas pelayanan prima yaitu Digitalisasi manajemen perkantoran seperti pengoptimalan website madrasah, sosial media dan aplikasi SiMapel dan pengadaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang didalamnya terintegrasi dari bagian pelayanan administrasi, pelayanan kepegawaian dan pelayanan perlengkapan.