Abstract:Abstract: The increase in household and culinary business activities has led to a rise in used cooking oil waste, which has the potential to pollute the environment if disposed of improperly. In Wonogiri 2 Village, Kelapa…
a Tujuh Subdistrict, South Kotabumi District, North Lampung Regency, used cooking oil waste is still not optimally managed, and most of it is directly discharged into drainage systems or the soil. This Student Creativity Program (PKM) aims to educate and empower the community to utilize used cooking oil waste as a raw material for making environmentally friendly candles, while also reducing environmental pollution and creating household-based economic opportunities. The scope of activities includes socialization of the dangers of used cooking oil, training in processing used cooking oil, and hands-on practice in making eco-friendly candles. The method used is a descriptive-participatory approach through field observation, socialization, training, mentoring, and activity evaluation. The results show an increase in community knowledge and awareness regarding the management of used cooking oil waste. The candles produced have a stable flame, do not produce excessive smoke, and are suitable as an alternative to paraffin-based candles. This activity demonstrates that utilizing used cooking oil to produce environmentally friendly candles is a simple, applicable, and sustainable solution to reduce environmental pollution while also having the potential to improve community welfare.
Keywords: Used Cooking Oil, Eco-Friendly Candles, Waste Management, Community Empowerment, PKM
Abstrak: Peningkatan aktivitas rumah tangga dan usaha kuliner menyebabkan bertambahnya limbah minyak jelantah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang secara sembarangan. Di Desa Wonogiri 2, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, limbah minyak jelantah masih belum dikelola secara optimal dan sebagian besar langsung dibuang ke saluran air atau tanah. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin ramah lingkungan, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga. Ruang lingkup kegiatan meliputi sosialisasi bahaya minyak jelantah, pelatihan pengolahan minyak jelantah, serta praktik langsung pembuatan lilin ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-partisipatif melalui observasi lapangan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah minyak jelantah. Lilin yang dihasilkan memiliki daya nyala yang stabil, tidak menghasilkan asap berlebihan, dan layak digunakan sebagai alternatif lilin berbahan parafin. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin ramah lingkungan merupakan solusi sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan dalam mengurangi pencemaran lingkungan serta berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci: Minyak Jelantah, Lilin Ramah Lingkungan, Pengelolaan Limbah, Pemberdayaan Masyarakat, PKM.
Abstract:Abstract: Fire is one of the disasters that frequently occurs and can cause material losses and casualties. Therefore, an early fire detection system is required to provide fast and accurate warnings. This study aims to…
design and develop an early fire detection system based on Arduino Uno using a flame sensor to detect fire and an MQ-2 gas sensor to detect flammable gases. The research method applied is a design and development approach, including hardware design, software programming, system assembly, and testing. Arduino Uno functions as the main controller that processes data from both sensors and activates a buzzer and LED as warning indicators when fire is detected or when gas concentration exceeds a predetermined threshold. The test results show that the system can automatically respond to the presence of fire and gas with relatively fast response time. This system can be used as a simple and effective solution for early fire prevention.
Keyword: arduino uno; alarm system; fire detection; flame sensor; mq-2 gas censor.
Abstrak : Kebakaran adalah salah satu bencana yang sering terjadi dan dapat menyebabkan kerugian material serta korban jiwa. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendeteksi kebakaran dini yang mampu memberikan peringatan dengan cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem deteksi kebakaran dini berbasis arduino Uno dengan memanfaarkan sensor api untuk mendeteksi api dan sensor gas MQ-2 untuk mendeteksi gas mudah terbakar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan perancangan dan pengembangan, meliputi desain perangkat keras, pemrograman perangkat lunak perakitan sistem dan pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat merespons keberadaan api dan gas secara otomatis dengan waktu respons yang relatif cepat. Sistem ini dapat dijadikan sebagai solusi yang sederhana dan efektif dalam upaya pencegahan kebakaran sejak dini.
Keywords :? arduino uno; deteksi kebakaran; sensor api; sensor gas mq-2; sistem alarm.
Abstract:The most typical type of xanthomas (a skin ailment) is called a xanthelasma. The complaints of Xanthelasma patients frequently take the shape of aesthetic problems; while these conditions may not always cause death, they…
can lower patients' levels of self-confidence, which can have a negative impact on their quality of life and make it more difficult for them to carry out their daily tasks. Despite having a tendency to expand, xanthelasma is not painful, does not inflame, and does not typically turn malignant. Extremely rarely, severe jaundice may affect eyelid function and result in drooping or drooping of the eyelid. On the basis of these issues, a system of experts is required that can quickly identify Xanthelasma and offer suitable care to patients. The approach of the certainty factor is used to construct expert systems. Factor of Confidence
Xanthelasma adalah bentuk xanthomas (kondisi kulit) yang paling umum. Istilah Xanthelasma berasal dari kata Yunani xanthos (kuning) dan elasma (cakram/datar). Keluhan penderita Xanthelasma seringkali berupa gangguan kosmetik, walaupun tidak sampai menyebabkan kematian, namun dapat menurunkan kepercayaan diri pasien penderita Xanthelasma sehingga mempengaruhi kualitas hidup sehingga menghambat pekerjaan sehari-hari penderita. Xanthelasma tidak menimbulkan rasa sakit, tidak menyebabkan peradangan, dan tidak cenderung menjadi ganas, meskipun cenderung membesar. Dalam kasus yang sangat jarang, penyakit kuning yang besar dapat mengganggu fungsi kelopak mata dan menyebabkan kelopak mata terkulai atau terkulai.
Berdasarkan masalah tersebut maka diperlukan sebuah sistem pakar yang dapat dengan mudah digunakan untuk mendiagnosa Xanthelasma dan memberikan pengobatan yang tepat bagi penderita. Sistem pakar dibangun dengan menggunakan metode certainty factor. Certainty Factor menggunakan nilai untuk menyimpulkan tingkat keyakinan seorang ahli dalam sebuah data.
Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya sebuah aplikasi sistem pakar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi xanthelasma berbasis web dengan menggunakan metode certainty factor, sehingga permasalahan dapat dianalisis.
Abstract:The royalty of religious followers toward their religion in negative ways tend to bear such exclusive ideology which produces internal conflict among interreligious people. As Indonesia today’s condition, different understanding…
erstanding and religious practice become a big trouble which is hard to unite so that it causes unforthcoming political flames. Fundamental problem about that is a problem related to different understandings toward state and religion relationship. In one hand, it said that religion constitutes part of state but in other hand, both religion and state are different instead of undivided things. Looking at such phenomenon.
Abstract:Abstract: Due to the successful conversion from LPG stoves to electric stoves, which are unsupported by the village’s electricity supply—averaging 450 watts—while government-provided stoves have a power rating of 900…
wer rating of 900 watts, making them unsuitable for use in Tomuanhollbung Village. To address this issue, the research team designed a stove that uses waste oil (35,000 kJ/kg) and incorporated embedded system technology, utilizing the French design research method. The research results indicated that by using a DC motor with specifications of 12VDC/3A, 3800 rpm, and a valve diameter of 9.7 x 9.5 x 3.3 cm, a power output of 36W was achieved, with a pressure of 288.7 Pa or 0.00289 bar and an angular velocity of 398.1 rad/s. When the burner stove was first ignited, the flame appeared yellow. With a voltage of 3.7VDC/3A, it produced a rotation of 3795 rpm, a yellow flame, a flame height of 8 cm from the stove, and a flame width diameter of approximately 18 cm. At a voltage of 3.7VDC, the pressure measured 0.000964 bar, with a flame temperature of 275°C (as measured by an infrared sensor). A voltage of 7.4VDC resulted in a pressure of 0.0192 bar and a flame temperature of 350°C, while a voltage of 11.8VDC produced a pressure of 0.0289 bar with a maximum flame temperature of 420°C. For fuel consumption over 10 minutes at 3.7VDC/3A, the flame height reached 7-10 cm, with a wind pressure of 0.000964 bar and a fuel consumption of 0.237 grams.
Keywords : embedded system burner stove; microcontroller; snail dc motor.
Abstrak: Dilatar belakangi masalah kelangkaan elpiji didesa tomuanhollbung, serta tidak berhasilnya konversi kompor elpiji menuju kompor listrik karena daya listrik rumah masyarakat berdaya 450wat, daya kompor pemerintah 900watt, sehingga tidak bisa digunakan. Dari masalah tersebut, tujuan utama penelitian ini merancang kompor berbahan bakar oli bekas, yang mampu mengatasi masalah kelangkaan gas elpiji dan tidak terpakainya kompor dari pemerintah psat. Metode penelitian ini menggnakan metode prototype sehingga menghasilkan satu produk kompor burner dengan mengatur kecepatan motor DC. Hasil penelitian mendapati data pengujian mendapati bahwa dengan menggunakan motor DC Keong spesifikasi tegangan 12VDC/3A, 3800 rpm, dengan diameter katup 9,7 x 9.5 x 3.3cm menghasilkan daya 36W, dengan tekanan 288.7Pa atau 0.00289bar kecepatan sudut 398.1 rad/s. Ketika kompor burner pertama kali dinyalakan, warna api berwarna kunig. Jika tegangan 3.7VDC/3A akan menghasilkan putaran 3795rpm nyala api kuning, tinggi api 8cm dari tunggku kompor, dan diameter lebar keluarnya api dari tungku berkisar 18cm. Tegangan 3,7VDC maka menghasilkan tekanan 0.000964bar, nyala api 275 0C (pembacaan sensor infrared). Tegangan 7.4VDC menghasilkan tekanan 0.0192 bar, nyala api 350 0C, dan Tegangan 11.8 VDC tekanan 0.0289 bar, nyala api maksimal 420 0C. Untuk konsumsi bahan bakar selama 10 menit, dengan tegangan 3.7VDC/3A mendapati nyala api setinggi 7-10 cm, tekanan angin senilai 000964 bar dan konsumsi bahan bakar 0.237 gram. Kesimpulan penelitian ini mendapati bahwa nyala api kompor burner bisa di atur seperti nyala api kompor elpiji pada umum nya.
Kata kunci: kompor burner embedded system, microcontroller, motor dc keong.