Abstract:Gastritis merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan peradangan atau inflamasi lokal pada mukosa lambung di saluran pencernaan. Gastritis menyerang sekitar 18 - 21,1 juta orang di seluruh dunia, dengan 40,8% kasus terjadi…
adi di Indonesia. Gastritis terjadi akibat pola makan yang tidak memadai. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor pola makan yang dapat digunakan untuk secara proaktif mengurangi terjadinya gastritis, dengan memanfaatkan analisis komprehensif dari literatur yang ada. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan telaah pustaka dengan memilih artikel atau jurnal yang relevan dengan subjek penelitian. Sebanyak 19 sumber pustaka ditemukan yang sesuai dengan judul penelitian. Analisis 19 pustaka menghasilkan 18 makalah yang menyatakan adanya korelasi antara pola makan dan kejadian gastritis. Selain itu, satu artikel meneliti hubungan antara pengetahuan tentang gizi dan kejadian gastritis. Untuk mencegah gastritis, penting untuk mematuhi jadwal makan yang teratur, mengonsumsi porsi yang seimbang, dan membatasi konsumsi kopi, makanan pedas, asin, dan berlemak. Pilihan makanan yang buruk dapat menyebabkan seseorang menerapkan pola makan yang bergizi.
Abstract:Gastritis ialah sesuatu peradangan mukosa alat pencernaan yang sangat kerap terjalin dampak kebiasaan makan yang tidak menentu. Kebiasaan makan yang tidak normal menyebabkan lambung menjadi lebih sensitif dan diikuti dengan…
gan peningkatan asam lambung. Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan gastritis merupakan peradangan bakteri Helicobacter Pylori, komsumsi minuman beralkohol, merokok, stress, dan mengkonsumsi makanan yang tidak bersih. Dari hal tersebut akan menmbulkan dampak terhadap kesehatan karena kurangnya pengetahuan, perilaku dan sikap dalam keteraturan pola makan. Penelitan ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, perilaku dan keteraturan pola makan terhadap kejadian gastritis pada sampel anak remaja di Klink Citra Sehat Kutajaya sebanyak 80 orang. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan deskriptif analitik serta analisis data menggunakan Kendall’s tau b. Hasil uji statistik didapatkan pada variabel pengetahuan dengan p value 0.037 (p = <0.05), variabel perilaku dengan p value 0,000 (p=<0.05), dan variabel pola makan diperoleh p value sebesasr 0.001 (p=<0.05) yang mengisyaratkan bahwa adanya hubungan signifikan antara variabel secara keseluruhan. Disarankan remaja diharapkan dapat lebih mudah mengidentifikasi keluhan gastritis dan lebih memperhatikan ketika mereka mulai mengalami gejala kebiasaan makan yang tidak menentu.
Abstract:Latar belakang : terapi Guided imagery merupakan suatu teknik untuk mengalihkan pikirannya terhadap sesuatu yang indah sesuai dengan instruksi. Sedangkan kunyit adalah salah satu tumbuhan yang mudah ditemukan dan bermanfaat…
aat dalam menagani nyeri pada gastritis. Tujuan : memberikan terapi untuk menurunkan rasa nyeri gastritis pada keluarga dengan tahap perkembangan Dewasa khususnya ibu I untuk membantu menurunkan nyeri. Metode : studi kasus dilakukan dengan terapi Guided Imagery selama 3 kali pertemuan dengan waktu 10-20 menit dan pemberian perasan air kunyit selama 2x sehari di pagi dan sore hari, intervensi perawatan penerapan terapi Guided Imagery, pemberian perasan air kunyit dan edukasi mengenai gastritis. Hasil : post terapi Guided Imagery Ibu I mengalami penurunan tingkat nyeri dari skala 5 (nyeri sedang) menjadi 1 (nyeri ringan). Kesimpulan : bahwa selama memberikan intervensi, tingkat nyeri yang dirasakan oleh Ibu I mengalami penurunan sebanyak 4 tingkat.
Abstract:Banyak penyakit timbul akibat gaya hidup manusia, pengaruh zaman yang akan berdampak pada gangguan kesehatan. Salah satunya adalah gastritis yang biasa dikenal dengan penyakit maag. Indonesia menempati urutan ke-4 dengan…
an persentase 40,8% sekitar 274.396 kasus gastritis terjadi dari 238.452.952 jiwa penduduk. Kebanyakan penderita gastritis adalah remaja, dimana masa remaja masih labil dalam mengikuti perkembangan zaman. Melihat dari tren dan aktivitas remaja, faktor utama terjadinya gastritis yaitu karena gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya pola makan buruk dan konsumsi kopi yang berlebih. Hal ini memicu peningkatan asam lambung, sehingga bisa terjadi peradangan pada mukosa lambung. Untuk mengetahui hubungan pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada remaja di MAN 1 Kota Tangerang. Jenis penelitian kuantitatif, metode pendekatan cross sectional analitik, menggunakan penarikan sampel total sampling berjumlah 80 sampel. Analis penelitian ini univariat dan bivariat dengan metode uji Chi-Square. Menunjukan siswa/i yang memiliki pola makan buruk sebanyak 49 (61,3%) responden dan yang memiliki konsumsi kopi buruk sebanyak 51 (63,7%) siswa/i. Hasil uji statistik Chi-Square didapat P-Value (X² hitung) pola makan 14.050 dan konsumsi kopi 5.776. P-Value tersebut ≥ X² tabel (3.841) yang berati kedua hipotesis diterima. Ada hubungan antara pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada remaja di MAN 1 Kota Tangerang.