Search Articles & Publications

Showing 13 articles found for "Hadist"

IMPLEMENTASI HADIST DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI DI DESA SENDANGTIRTO: ANALISIS PEMBERDAYAAN UMKM SYARIAH BERDASARKAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH

Ziyad Ulhaq, Samsul Ariyadi
Abstract: Penelitian ini mengkaji implementasi hadist, sebagai pedoman spiritual dan etika, dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Sendangtirto melalui program UMKM syariah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian… elitian dengan pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan survei terbatas terhadap 15 peserta program pemberdayaan ekonomi pada periode 2023-2024. Analisis data dipadu dengan teori maqashid syariah untuk mengintegrasikan nilai-nilai sejarah hadist shahih sebagai sumber rujukan utama ke dalam praktik ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan prinsip-prinsip hadist dalam pengembangan program UMKM syariah telah memberikan dampak positif terhadap kemandirian ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan optimalisasi potensi ekonomi lokal. Penelitian ini menyimpulkan dengan rekomendasi strategis untuk pengembangan lanjutan pemberdayaan ekonomi dan integrasi nilai-nilai etika Islam sebagai fondasi pengelolaan usaha, guna meningkatkan keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi di tingkat desa.  

CODE-SWITCHING BETWEEN INDONESIAN AND ENGLISH ON A TELEVISION TALK SHOW

Rizaldy, M. Asmi, Hadist, Muhamad Khoerul
Abstract: This study looked into Sarah Sechan's use of Indonesian-English code-switching on the private-run Net TV talk show host. The study looked at the different kinds of code-switching, its purposes, and the social encouragement… nt provided by code-switching that took place during the conversation. After obtaining the data from the downloaded videos, the theories of Poplack (1980), Gumperz (1982), and Myers-Scotton (1998) were used to analyze the data. The discoveries uncovered that the three sorts of code-switching, the intra-sentential code-switching, the between sentential code-switching and the extra-sentential code-switching existed. The intra-sentential code-switching, which is thought to be the more complex of the three, was used the most frequently in verbal communication. Quote marking, addressee specification, interjections, reiteration, message qualification, personalization versus objectivization, topic switch, affective function, expressive, phatic, metalinguist, and directive were also identified as twelve functions of code-switching. Predominant was the reiteration function. In the meantime, the social triggers of code-switching were identified as the sequence unmarked choice maxim and the deference choice maxim.

KRITIK HADIST PERSPEKTIF MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL

Addzaky, Khoirul Umam
Abstract: Hadis Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan penting sebagai sumber ajaran Islam setelah Al-Quran. Namun, periwayatan hadis secara lisan rentan terhadap pemalsuan sehingga kritik hadis menjadi sangat penting. Salah satu tokoh… koh penting dalam kritik hadis kontemporer adalah Muhammad Syuhudi Ismail. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode kritik hadis perspektif Muhammad Syuhudi Ismail. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka atau literatur review. Sumber data utama adalah karya-karya Muhammad Syuhudi Ismail, khususnya "Kaedah Kesahihan Sanad Hadis" dan "Metodologi Penelitian Hadis Nabi". Data dikumpulkan melalui penelusuran dan penelaahan sumber literatur terkait, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif-analitis dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syuhudi Ismail memperkenalkan metode rawi pertama (al-rawi al-awwal) yang fokus pada kritik sanad berbasis kredibilitas perawi pertama, yaitu sahabat Nabi. Dalam kritik matan, ia menekankan analisis makna secara kontekstual dengan mempertimbangkan latar situasi dan fungsi Nabi. Metode Syuhudi Ismail dinilai lebih sistematis, objektif, dan proporsional dibanding metode klasik. Namun, metodenya juga dianggap terlalu berfokus pada sahabat dan kurang teliti dalam kritik matan. Meski demikian, model kritik hadis Syuhudi Ismail tetap memberikan kontribusi positif bagi pengembangan studi hadis di Indonesia dan patut dipertimbangkan dalam upaya pemurnian hadis di era kontemporer. Kata Kunci: Hadist, Kritik Hadist, Muhammad Syuhudi Ismail.

Pemahaman Kontekstual terhadap Al-Qur’an dan Hadist dalam Kehidupan Mahasiswa

Jimi Harianto, Shela Imelda, Marsha Aulia Azzahra
Abstract: This study aims to explore the construction of students’ contextual understanding of the Qur’anic and Hadith texts and their relevance in addressing the challenges of modern life. The research is motivated by the persistence… sistence of a textual-normative learning paradigm in Islamic-based teacher education institutions, which risks creating a dichotomy between the authority of sacred texts and the dynamics of contemporary issues. Specifically, this study analyzes the development of critical and reflective thinking competencies among students of the PGSD Program at the private higher education institution STKIP Al Islam Tunas Bangsa in interpreting and actualizing the messages of the Qur’an and Hadith in relation to contemporary social issues. The method employed is Classroom Action Research conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, implementation of contextual learning actions, participant observation, and critical reflection. Data were collected through structured observations of classroom discussion dynamics, in-depth analysis of students’ reflective journals, and evaluation of case analysis projects, which were subsequently processed using thematic analysis. The findings reveal a significant transformation in students’ patterns of religious understanding, shifting from a literal approach toward analytical-contextual competence, as evidenced by their ability to relate religious textual messages to current issues such as digital media ethics, social justice, and environmental sustainability. The implications of this study underscore the urgent need to internalize a contextual approach within the Islamic Religious Education curriculum in private higher education institutions in order to build religious literacy that is applicable and adaptive to the changing times.

APPLICATION OF CAI METHOD IN TAJWID SCIENCE LEARNING MEDIA APPLICATIONS MULTIMEDIA BASED

Parini, Parini
Abstract: Abstract: one component important in the learning process is the medium. The position of learning media right now is not only just a tool to help to teach but also is a method for motivating and communicating with students… ts more effective. The science of recitation is one part of the branch of Qur’an science that is very important for every Muslim to learn. A teacher tries to develop and advance education, especially at MIS Al-Mahdy. Efficient and students are less active due to the provision of material that is still watching causes students be passive; therefore, to avoid this, the teaching and learning process applies the CAI method. CAI ( Computer Assisted Instruction ) is a learning media through a computer system built as a complement and support learning techniques that can be packaged in an attractive and interactive multimedia form to increase student interest in learning. Therefore, the learning media with the CAI method can be a learning resource that can help achieve the goals of learning Islamic religious education and can also increase students' learning motivation in the teaching and learning process of Islamic religious education, especially the science of recitation.   Keywords: Application; Computer Assisted Instruction; Instructional Media; Tajwid     Abstrak :Salah satu komponen penting dalam proses belajar adalah media. Kedudukan media pembelajaran saat ini tidak hanya sekedar alat bantu untuk mengajar, tetapi juga merupakan cara untuk memotivasi dan berkomunikasi dengan pelajar agar lebih efektif. Ilmu tajwid merupakan salah satu bagian dari cabang ilmu alquran yang amat penting untuk dipelajari setiap muslim, untuk itu seorang guru berusaha mengembangkan dan memaj ukan pendidikan khususnya di MIS Al-mahdy permasalahan yang dihadapi khususnya dalam pengajaran quran hadist menganai ilmu tajwid seorang guru tersebut dalam melaksanakan pengajaran kurang efisien dan siswa kurang aktif disebabkan pemberian materi yang masih menonton menyebabkan siswa/i pasif maka dari itu untuk menghindari hal tersebut proses belajar mengajar menerapkan metode CAI. CAI (Computer Assisted Instruction)  merupakan media pembelajaran melalui sistem komputer yang dibangun sebagai pelengkap dan pendukung dalam metode pembelajaran yang dapat dikemas dalam bentuk multimedia yang menarik dan interaktif sehingga dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar. Oleh karena itu media pembelajaran dengan metode CAI dapat dikatakan sebagai sumber belajar yang dapat membantu mencapai tujuan dari pembelajaran pendidikan agama islam dan juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar pendidikan agama islam khususnya ilmu tajwid.   Keywords: Aplikasi; Computer Assisted Instruction; Ilmu Tajwid; Media Pembelajaran;  

Analsis Fiqh Al-Hadist Terhadap Larangan Bernafas Dan Meniup Dalam Bejana: Studi Hadist Riwayat Ibnu Abbas

Dwi Putri, Kris Suhartini, Nasrullah Nasrullah
Abstract: Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hadist yang membahas terkait larangan meniup dan bernafas dalam bejana yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas serta relevansinya dengan praktik meniup makanan atau minuman panas di Masyarakat… yarakat melalui pendekatan fiqh al-hadist. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kepustakaan (library research) yang di dukung oleh data lapangan (field research) dengan cara melalakukan penyebaran kuesioner melalui google form. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer dalam kajian ini bersumber dari Kitab Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad. Adapun data sekunder bersumber dari kitab syarah hadist, jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan tahkrij hadist, kajian sanad, perbandingan matan, dan analisis fiqh al-hadist yang bertujuan untuk mengetahui kandungan hukum dan hikmah yang terkandung dalam hadist tersebut. Setelah dilakukan analisis data, kemudian diperoleh hasil bahwa hadist mengenai larangan meniup dan bernafas dalam bejana berstatus shahih dengan sanad yang bersambung dan seluruh perawinya dinilai tsiqah. Hadist tersebut mengandung nilai kebersihan, Kesehatan, kepedulian terhadap orang sekitar, serta kesabaran. Kemudian, hasil survei menunjukkan bahwa kebanyakan dari responden masih melakukan praktik meniup makanan atau minuman panas meskipun telah mengetahui adanya hadist larangan tersebut. Kebaruan yang di hasilkan dari kajian ini terletak pada penggabungan analisis fiqh al-hadist dengan data lapangan mengenai pemahaman Masyarakat sehingga dapat memberikan gamabaran secara jelas mengenai relevansi hadist dalam praktik kehidupan sehari-hari serta dapat menjadi refrensi bagi penelitian selanjutnya.  

Peran Adat Sasak Dalam Pernikahan Antara Tradisi dan Agama

Rizki Parabi, Muhibban
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hukum Adat sasak dalam pernikahan pada adat lombok  menurut persfektif hukum islam. Penelitian ini menggunakan metodestudi pustaka yang dianalisis secara mendalam sehingga… ga mendapatkan hasil tentang Peran adt sasak pada pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat sasak yang dipakai di lombok menurut perspektif hukum Islam boleh dilakukandengan berbagai ketentuan yang tidak melangar hukum islam. Dapat disimpulkan bahwasuatuadat boleh dilakukan apabila dia tidak bertentangan dengan syariat dan dia masuk padakaidah Ushul fiqih yaitu Al urf atau kebiasaan yang mana kaidah ini menjadi salah satu sumber hukum menurut ilmu Ushul fiqihsedangkan alasan lainkebiasaan ini atau al urf tidak bertentangan dengan Alquran dan hadist.

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Adat Rujuk Dalam Pernikahan Pada Masyarakat Batak Toba

Romadhon, Jainudin Akmal Kamal, Muhibban, Ahmad Tifaza
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hukum rujuk dalam pernikahan pada adat batak toba menurut persfektif hukum islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang dianalisis secara mendalam sehingga… mendapatkan hasil tentang hukum rujuk adat batak toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata cara rujuk yang dipakai di adat Batak Toba menurut perspektif hukum Islam boleh dilakukan dengan berbagai ketentuan yang tidak melangar hukum islam. Dapat disimpulkan bahwa suatu adat boleh dilakukan  apabila dia tidak bertentangan dengan syariat dan dia masuk pada kaidah Ushul fiqih yaitu Al urf atau kebiasaan yang mana kaidah ini menjadi salah satu sumber hukum menurut ilmu Ushul fiqih sedangkan alasan lain kebiasaan ini atau al urf tidak bertentangan dengan Alquran dan hadist.

Kedudukan Hadist Sebagai Dasar Pendidikan Islam

Ramadhanul Ikhsan, Cisia Padila, Erman, Radhiatul Hasnah
Abstract: The importance of Islamic education in the lives of all individuals cannot be ignored. Education is considered an important means to achieve life goals, both in happiness in this world and the hereafter. One of the basics… s of Islamic education that is used as a reference is the hadith. In this article, researchers present the important role of hadith in the context of Islamic education. The research uses the literature study research method, which involves a series of activities that focus on collecting data from literature studies. The research uses books about hadith as the main data source, this process includes reading, recording and managing the necessary data. In data analysis, researchers apply a qualitative approach, namely efforts to organize and sort data. The goal is to create manageable units of data, implement systematic methods, look for patterns, and ultimately identify important things worth studying. The final stage involves the decision to share the research results with others, conveying the findings that have been discovered during the research process. The research results show that the position of hadith in Islamic education has similarities with the Koran as the main reference, but the two also have differences. Even though the Qur'an is considered a global revelation that requires interpretation, hadith have an important role in providing explanations of the concepts contained in the Qur'an, including in the educational context. Hadith also serve as examples and guidelines for individuals in living their lives according to Islamic teachings.

ETIKA MUAMALAH DALAM HADIST RIWAYAT AL-BUKHARI NO.2079 SEBAGAI LANDASAN MORALITAS EKONOMI DIGITAL DALAM KONTEKS BITCOIN DAN TRADING

M Khabibu Rahman A, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang ekonomi, dengan munculnya Bitcoin dan aktivitas trading sebagai inovasi utama. Teknologi blockchain yang mendasari Bitcoin… itcoin menawarkan manfaat seperti transparansi, efisiensi, dan akses keuangan yang lebih luas, terutama di tingkat global. Namun, tantangan besar muncul berupa volatilitas harga yang ekstrem, spekulasi yang berlebihan, dan potensi manipulasi yang sering kali menimbulkan risiko besar bagi para pelaku transaksi. Dalam konteks Islam, prinsip keadilan, kejujuran, dan transparansi menjadi landasan utama dalam aktivitas ekonomi yang bertujuan menciptakan transaksi yang diberkahi dan tidak merugikan pihak mana pun, sebagaimana ditegaskan dalam hadis Al-Bukhari No. 2079.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur untuk menganalisis relevansi nilai-nilai etika dalam hadis tersebut terhadap aktivitas ekonomi digital modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin dan trading digital memiliki potensi manfaat besar, penggunaannya sering melibatkan unsur-unsur yang dilarang dalam syariah, seperti gharar (ketidakpastian), riba (bunga), dan maysir (perjudian). Pengintegrasian nilai-nilai Islam, seperti keterbukaan dan keadilan, menjadi langkah penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih etis dan berkelanjutan. Teknologi seperti smart contracts dapat membantu menjaga transparansi dan meminimalkan ketidakpastian, tetapi tantangan seperti regulasi yang kurang memadai dan sifat transaksi yang anonim masih membutuhkan perhatian khusus. Hadis Al-Bukhari No. 2079 memberikan panduan moral yang relevan untuk memastikan bahwa aktivitas ekonomi digital berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, mendukung keadilan, dan melindungi pelaku ekonomi dari risiko yang tidak diinginkan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip-prinsip syariah dalam membangun sistem ekonomi digital yang adil, transparan, dan seimbang.