Abstract:Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,…
, afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa.
Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Abstract:Penelitian ini menganalisis peran Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dalam melaksanakan tugasnya untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan. Penelitian…
enelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggali mekanisme kerja, tantangan dan strategi BP3MI dalam menangani aduan kasus eksploitasi dan kekerasan melalui wawancara dengan staf kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BP3MI telah mengupayakan penegakan sila ke-2 yakni “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dengan menjalankan program pencegahan, pemantauan, dan penanganan kasus untuk memastikan pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum secara penuh. Namun, efektivitas program-program ini, dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kendala seperti kurangnya data dari aduan, hambatan koordinasi dengan perwakilan luar negeri, dan keterbatasan pekerja internal. Strategi BP3MI berbasis edukasi, media digital dan kolaborasi lintas lembaga membantu meningkatkan efektivitas perlindungan, namun penguatan sumber daya dan koordinasi masih diperlukan untuk memperbaiki perlindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh harga dan promosi terhadap keputusan pembelian produk OMG (Oh My Glam) pada mahasiswa Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan…
n adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal, karena fokus penelitian berada pada hubungan sebab-akibat antara variabel bebas dan variabel terikat. Sampel terdiri dari 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Cochran melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis dengan metode regresi linier berganda menggunakan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga dan promosi memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara individu maupun secara simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesesuaian harga serta promosi yang menarik mampu mendorong konsumen untuk melakukan pembelian, terutama di kalangan mahasiswa sebagai target pasar utama. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan strategi pemasaran produk kosmetik, dan secara teoretis dapat memperkaya literatur mengenai perilaku pembelian konsumen di era digital.
Abstract:Stunting remains a major public health issue in Pesisir Selatan Regency, where the prevalence reached 29.8% in 2023, affecting children’s physical growth and cognitive development. This study aimed to analyze the association…
iation between maternal characteristics (parity, maternal age during pregnancy, age at marriage, birth spacing, education level, occupation, and exclusive breastfeeding) and family income with stunting among children under five. A cross-sectional design was employed involving 30 mothers of young children selected from the working area of Kayu Gadang Public Health Center. Data were collected using structured questionnaires and anthropometric measurements, and analyzed using the Chi-Square test.The results showed that 66.7% of the children were stunted. Maternal characteristics—including parity, maternal age during pregnancy, age at marriage, birth spacing, educational level, and occupation—were not significantly associated with stunting (p>0.05). Significant associations were found between exclusive breastfeeding (p=0.019) and family income (p=0.026) with stunting. Children from families earning below the regional minimum wage and those not exclusively breastfed were more likely to be stunted.In conclusion, exclusive breastfeeding and family income are significant predictors of stunting. Therefore, interventions should emphasize improving exclusive breastfeeding practices and strengthening economic support for at-risk families. These findings are expected to guide evidence-based stunting prevention strategies in Pesisir Selatan Regency.
Abstract:This study aims to develop an instrument to assess the effectiveness of a religious character education program in addressing the moral degradation of students. The research employs a development model (research and design)…
gn) based on primary data collected through a questionnaire consisting of 20 statements aligned with 10 indicators of character education. These indicators include understanding religious values, internalization of values, honesty, responsibility, tolerance, consistency in religious attitudes, social care, discipline in spiritual relationships, and satisfaction with the program. The research instrument uses a rating scale ranging from 1 to 5 and is validated by three education experts from the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP). The sample consists of 25 first-semester students from the 2024-2025 academic year, class 1A of the Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, Untirta. Data analysis includes content validity testing using Aiken’s V formula and intraclass correlation coefficients (ICC) for reliability testing. Empirical validity testing employs product moment analysis, and reliability testing uses Cronbach's alpha, analyzed using SPSS version 23. The findings reveal that: (1) Based on the content validity test, out of 20 statement items, 16 items demonstrate very high validity, and 4 items show 2 high validity, with an average content validity score of 1.000, interpreted as very high. The reliability test using intraclass correlation coefficients (ICC) yields an average measure of 0.971, indicating excellent instrument reliability. (2) From the empirical test results, out of 20 items, 19 items are valid, and 1 item is invalid, with a Cronbach's alpha value of 0.853 (>0.7), confirming the instrument's reliability. Therefore, the validated questionnaire consisting of 20 items is deemed suitable for measuring the effectiveness of the religious character education program
Abstract:This study aims to examine the procedures involved in the provision of Kredit Guna Bhakti (KGB) at Bank Bjb KCP Mitra Batik Tasikmalaya, identify the challenges encountered during the process, and evaluate the solutions…
implemented to address these obstacles. This study uses a qualitative descriptive approach, with data collection methods through interviews with bank staff, direct observation of the credit process, and literature review. Findings reveal that the KGB procedure consists of several key stages: application submission, credit analysis, credit decision, credit agreement, and fund disbursement. However, its implementation faces both internal and external challenges, such as limited credit staff resulting in slower service, and a lack of understanding among prospective borrowers regarding the credit procedure. To address these issues, the bank has prepared appropriate solutions. Overall, the KGB procedure at Bank Bjb KCP Mitra Batik has been carried out effectively and efficiently.
Abstract:The quality of education of a nation is largely determined by the quality of human resources especially educators. Therefore, it is a necessity for every educational institution to improve the quality of teaching staff.…
The purpose of study are to find out how the development of human resources process from teacher staff to improve the quality education and how the supporting and inhibiting factors to impove the quality education at SD Islam Permata Mojosari. This study used a qualitative approach to the type of case study, which research is carried out at SD Islam Permata Mojosari. Data collection is done using techniques: interviews, observation, and documentation. While the data obtained were analyzed through several stages namely: Condensation, data display, and verification of conclusions as well as checking the validity of the data. The process of developing human resources educators has been going well, but there are still shortages here and there both in terms of implementation and evaluation of the results of the development.
Abstract:This study investigates the critical determinants of export success in the traditional ceramics industry of Plered, using the Dodol Badebah home enterprise as a case study. The research specifically analyzes the effects…
of product quality, marketing strategy, and external institutional support on export performance. A quantitative research design was adopted, utilizing structured questionnaires distributed to 60 consumers of Plered ceramics. The data were analyzed using multiple linear regression to assess the influence and significance of each independent variable on export outcomes. Findings indicate that product quality exerts a significant and positive effect on export success, particularly through attributes such as design innovation, material strength, aesthetic value, and compliance with international standards. Conversely, marketing strategy and external support did not demonstrate statistically significant effects, suggesting the need for strategic realignment and more targeted institutional engagement. These results highlight the dominant role of internal capabilities, especially quality control and product development, over external promotional or governmental interventions in driving export readiness and sustainability. The study contributes to the growing body of literature on micro and small enterprises in developing economies by offering empirical evidence on export determinants in cultural and creative industries. Practically, the findings recommend prioritizing product excellence as a core strategy for global market penetration, while simultaneously improving the effectiveness of marketing channels and policy support mechanisms. Future research should explore digital transformation, international consumer preferences, and long-term impacts of policy shifts on export growth in artisanal sectors.
Abstract:Masa remaja adalah periode transisi yang penuh dengan tantangan. Dalam fase ini, remaja memerlukan bimbingan dan dukungan untuk mengembangkan keterampilan, minat, dan bakat mereka. Salah satu aspek penting adalah pengembangan…
angan keterampilan kewirausahaan dan pengelolaan keuangan. Batujajar Community Care (BCC) telah menginisiasi program yang ditujukan untuk membantu remaja dari latar belakang keluarga yang kurang mampu. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan remaja dalam mengelola keuangan serta meningkatkan rasa percaya diri mereka. PKM juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan wirausaha remaja melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi, sekaligus memupuk kesadaran lingkungan dengan pendekatan zerowaste.
Metode yang digunakan dalam program ini mencakup pemberian materi, diskusi, dan pelatihan langsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa remaja mampu memahami dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, motivasi mereka dalam belajar dan berkreasi meningkat, serta kesadaran akan penerapan zerowaste dan pembuatan lilin aromaterapi semakin meningkat.
Secara keseluruhan, PKM ini memberikan dampak positif pada motivasi, keterampilan, dan kesadaran lingkungan remaja. Harapannya, hal ini dapat membantu mereka mencapai masa depan yang lebih baik, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan memberikan kontribusi positif pada kelestarian lingkungan.
Abstract:Child stunting remains a significant public health concern, partly attributed to the suboptimal role of community health cadres and early childhood education teachers in delivering nutrition education. Inadequate training…
g and various challenges in community engagement have limited the effectiveness of stunting prevention efforts. This outreach program aimed to improve the knowledge of posyandu (community health post) cadres and early childhood education (PAUD) teachers on stunting prevention and the importance of balanced nutrition to support child development. A total of 63 participants, including 50 posyandu cadres and 13 PAUD teachers, attended the activity, which included interactive lectures, discussions, and pre- and post-tests. The materials covered exclusive breastfeeding, balanced complementary feeding (MPASI), and regular monitoring of child growth and development. The results showed a significant increase in participants’ understanding, particularly regarding the impact of stunting and monitoring of child growth and development. Nutrition education proved effective in enhancing the capacity of cadres and teachers as strategic partners at the community level. It is recommended that regular follow-up training with practical approaches, such as menu planning and supplementary feeding management, be conducted to ensure program sustainability.
Keywords: child development; community health post cadres ; early childhood teachers; nutrition education; stunting prevention
Abstrak: Stunting pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, salah satunya disebabkan oleh kurang optimalnya peran kader dan guru PAUD dalam edukasi gizi. Minimnya pelatihan serta kendala saat mendampingi masyarakat membuat upaya pencegahan stunting belum maksimal. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan guru PAUD mengenai pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebanyak 63 peserta terdiri atas 50 kader posyandu dan 13 guru PAUD mengikuti kegiatan yang dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi meliputi ASI eksklusif, pemberian MPASI bergizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, terutama terkait dampak stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak. Edukasi gizi terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas kader dan guru sebagai mitra strategis di tingkat komunitas. Disarankan agar pelatihan lanjutan dengan pendekatan aplikatif seperti penyusunan menu dan pengelolaan PMT dilakukan secara berkala untuk mendukung keberlanjutan program.
Kata kunci: tumbuh kembang anak; posyandu; guru PAUD; edukasi gizi; kader posyandu; pencegahan stunting