Showing 4 articles found for "Orangtua"

Pemanfaatan Artificial intelligence dalam Pembuatan Presentasi bagi Guru-Guru Brainfor Islamic School Kisaran

Maharani, Dewi, Anggraeni, Dewi, Nofitri, Rika
Abstract: Pengabdian Masyarakat berjudul "Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembuatan Slide Presentasi bagi Guru-Guru” ini merupakan upaya mendukung inovasi dalam dunia pendidikan khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan… dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sekolah Brainfor Islamic School Kisaran. Permasalahan yang dihadapi guru-guru pada tingkat ini adalah kendala dalam menyusun materi presentasi yang cepat, serta menarik perhatian orangtua siswa maupun siswanya dan mampu efektif dalam menyampaikan informasi. Dalam menyikapi permasalahan ini, kami mengusulkan solusi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dengan fokus pada penggunaan ChatGPT yang dapat memberikan panduan desain, layout, dan konten presentasi secara otomatis, sesuai dengan tujuan yang ingin di sampaikan Narasumber atau Guru. Penggunaan ChatGPT ini bertujuan membantu guru-guru Brainfor dalam menyusun slide presentasi yang sesuai alur ataupun prosedur serta relevan dengan kurikulum yang berlaku. ChatGPT ini akan dapat diakses melalui platform online atau aplikasi, memudahkan akses dan penggunaan oleh para guru. Dalam upaya mendukung pemahaman dan penerapan teknologi ini, proposal ini juga mencakup pelatihan intensif bagi guru-guru mengenai penggunaan alat AI dalam menyusun materi presentasi yang berkualitas. Selain itu, sebagai langkah inovatif tambahan, narasumber melibatkan penggunaan platform desain grafis Canva dalam pembuatan slide presentasi. Canva adalah alat yang user-friendly dan populer dalam pembuatan desain grafis, termasuk pembuatan slide presentasi. Para guru akan diajarkan cara mengintegrasikan output dari Chat GPT yang dikembangkan dengan Canva, sehingga para guru-guru dapat menghasilkan presentasi yang lebih kreatif dan sesuai dengan gaya masing-masing. Langkah ini diambil untuk memberikan variasi dan fleksibilitas lebih kepada guru dalam menciptakan materi yang menarik perhatian siswa atau objek lainnya. Rencana kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan guru-guru melalui survei dan dialog untuk memastikan bahwa AI yang digunakan dapat menjawab kebutuhan yang sebenarnya. Setelah itu, dilanjutkan dengan penggunaan Canva dalam desain grafis. Pelatihan ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga penerapan praktis dalam kegiatan pengetahuan dan pembelajaran sehari-hari. Setelah fase pelatihan, guru-guru akan diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh mereka dalam pembelajaran di kelas. Selama periode ini, mereka juga akan mendapatkan dukungan dan pemantauan penggunaan ChatGPT AI dan Canva untuk memberikan dampak positif atau hasil pembelajaran. Dengan menyatukan kecerdasan buatan, platform desain grafis, dan pelatihan guru, proyek ini bertujuan menciptakan solusi holistik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat SD dan PAUD. Melalui pendekatan ini, diharapkan para guru dapat dengan lebih kreatif dan efektif menyampaikan materi kepada siswa, maupun objek lainnya serta menghasilkan dampak positif pada proses pembelajaran dan pemahaman mereka. 

Penentuan Kelayakan Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Menggunakan Metode AHP

Dari, Wulan, Afrisawati, Afrisawati, Dristyan, Febri
Abstract: Abstract: Sipaku Area Village currently has a population of 1963 family cards with a density of 7423 people divided into 8 hamlets. Villages can still register people who do not have an Indonesia Smart Card with the concerned… erned office by recording the data on the people who have KPS, PKH or SKTM, to get the Indonesia Smart Card (KIP) program, because many people submit applications and there are many criteria that must be taken into account. faced by the Sipaku Area Village Head Office in determining the priority of potential KIP recipients is very difficult, not transparent and inefficient. Therefore, to overcome this problem, it is necessary to have a system for determining the priority of potential KIP recipients by adding some more basic criteria. In this study a decision support system was designed using the AHP (Analitycal Hierarchy Process) method. The results of calculations using the pairwise comparison matrix for the use of criteria show that the most important priority is shown in the status of an active applicant of 0.391, the second priority is the completeness of the files of 0.406, the third priority is the orphanage of 0.095, the fourth priority is parental income of 0.066, and the priority the fifth is a dependent of 0.041. Meanwhile, for alternative use, the data obtained is that the highest value weight determines the recipient of Smart Indonesia Card Assistance (KIP), namely Rizky Amelia Ritonga with a value of 0.171, the second alternative is Rangga Pranata with a value of 0.141 and the third alternative is Elva Radis with a value of 0.124. Keywords: Smart Indonesian Card Recipients (KIP), AHP Method, PHP and MySQL.   Abstrak: Desa Sipaku Area yang sekarang ini mempunyai jumlah penduduk 1963 kartu keluarga dengan kepadatan 7423 jiwa yang terbagi dalam 8 Dusun. Desa tetap bisa mendaftarkan masyarakat yang tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar ke Dinas yang bersangkutan dengan mendata masyarakatnya yang memiliki KPS, PKH atau SKTM, untuk mendapat program Kartu Indonesia Pintar (KIP), karena banyaknya masyarakat mengajukan permohonan dan banyak kriteria yang harus diperhitungkan, sehingga Kendala yang dihadapi oleh pihak Kantor Kepala Desa Sipaku Area dalam menentukan prioritas calon penerima KIP sangat sulit, tidak transparan dan tidak efesien. Oleh Karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya sistem dalam menentukan prioritas calon penerima KIP dengan menambahkan beberapa kriteria yang lebih mendasar. Pada penelitian ini dirancang sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil perhitungan menggunakan matrik perbandingan berpasangan untuk penggunaan kriteria menunjukkan bahwa prioritas yang paling utama ditunjukkan pada status Pemohon aktif sebesar 0.391, prioritas kedua yaitu Kelengkanpan Berkas sebesar 0.406, prioritas ketiga yaitu kondisi yatim piatu sebesar 0.095, prioritas keempat yaitu penghasilan orangtua sebesar 0.066, dan prioritas kelima yaitu tanggungan sebesar 0.041 Sedangkan untuk penggunaan alternatif diperoleh data yaitu bobot nilai paling tinggi menentukan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu Rizky Amelia Ritonga dengan nilai 0.171, alternatif kedua Rangga Pranata dengan nilai 0.141 dan alternatif ketiga Elva Radis dengan nilai 0.124.   Kata kunci : Penerima Bantuan PIP, Metode AHP, PHP dan MySQL.

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Ketergantungan Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Prasekolah TK Taman Buah 1 & 2

Amalia Putri Ramadhan, Solihati, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Usia pra sekolah merupakan masa kritis bagi perkembangan anak dimana pada masa ini anak mampu menerima informasi dan menyerap ilmu pengetahuan dari berbagai media salah satunya melalui teknologi gadget Banyak manfaat positif… itif yang diperoleh dari penggunaan gadget,namun penggunaan gadget secara continue akan berdampak buruk bagi pola perilaku anak dalam keseharian anak.Pengasuhan yang tepat dari orangtua sangatlah penting diberikan kepada anak,karena anak masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman untuk membimbing perkembangannya sendiri kearah kematangan. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pola asuh orang tua dengan ketergantungan penggunaan gadget pada anak usia prasekolah di TK Taman Buah 1&2 Kabupaten Tangerang Metode Penelitian deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional yang menggunakan data primer (kuesioner) Populasi yang diterapkan pada penelitian ini yaitu orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah di TK Taman Buah 1& 2 Kabupaten Tangerang dengan sampel sebanyak 82 responden yang diambil dengan teknik total sampling  data diperoleh dengan cara membagikan  kuesioner yang telah valid dan reliabel analisa data secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil dari 82 anak prasekolah sebagian besar mengalami ketergantungan gadget sebanyak responden 51 ( 62,2% ) Terdapat hubungan antara  pola asuh dengan ketergantungan penggunaan gadget pada anak usia prasekolah.

Pendampingan Orangtua Untuk Mengembangkan Kreatifitas Dan Bakat Anak Berkarya Seni Rupa (Mewarnai)

Yona Syaida Oktira, Jauhari Kumara Dewi, Kristian Burhan
Abstract: Orang tua sebagai penentu dalam mengembangkan kreatifitas anak, pendampingan orangtua yang sangat dekat dan akrab dengan anak nya dapat berpengaruh terhadap kreatifitas dan bakat anak dalam berkarya seni rupa, penelitian… ini bertujuan untuk mengalisis sejauh mana pentingnya pendampingan orangtua untuk mengembangkan kreatifitas dan bakat anak berkarya seni rupa (mewarnai), kegiatan mewarnai pada seni rupa berfungsi untuk mengasah otak anak, meningkatkan daya imanjinasi anak, menambah wawasan anak terhadap bentuk warna dan estetika serta menumbuhkan daya kreatifitas anak, minat dan bakat anak, selain itu, menumbuh rasa percaya diri anak terhadap karya mewarnai yang mereka rancang. Objek penelitian pada anak berusia 4 sampai 8 tahun  di Rumah Seni cemara ceria. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomologi dimana peneliti melihat secara fenomena yang terjadi dilapangan selain itu penelitian juga membuktikan dengan dokumentasi agar hasil penelitian ini lebih akurat, hasil penelitian ini untuk menunjukan melalui pendampingan orang tua, dimana orang tua terlibat langsung dalam mengembangkan kreatifitas dan bakat telihat secara langsung. Dengan adanya orangtua disamping anak, anak merasa lebih nyaman, lebih percaya diri, kretifitas nya lebih terlihat dari pada tidak ada orangtua disamping anak, anak terlihat takut, dan malas serta menangis. Hal ini memperlihatkan perndampingan orangtua sangat penting dalam tumbuh kembang anak dan mengembangkan kreatifitas dan bakat anak dalam mewarnau seni rupa. Dengan adanya pendampingan orangtua, orang tua langsung memberikan pendidikan  kepada anak pentingnya kerjasama, berkerja teliti dalam mewarna, serta belajar untuk sabar dalam memberi warna pada gambar karna sejatinya pendidikan pertama pada anak buka terletak pada guru disekolah, tetapi pada orangtua anak.