Abstract:Manajemen pencahayaan dalam budidaya buah naga merupakan faktor krusial yang memengaruhi produktivitas tanaman dan hasil panen petani. Buah naga (Hylocereus spp.) merupakan tanaman yang memiliki siklus berbunga pada malam…
malam hari dan sangat bergantung pada intensitas serta durasi
pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem pencahayaan
buatan terhadap peningkatan produktivitas tanaman buah naga. Metode yang digunakan meliputi
pengamatan langsung pada kebun buah naga yang menerapkan pencahayaan tambahan serta
wawancara dengan petani mengenai hasil produksi sebelum dan sesudah penerapan teknik
pencahayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lampu LED dengan panjang
gelombang tertentu mampu merangsang pembungaan lebih cepat dan meningkatkan kuantitas serta
kualitas hasil panen. Selain itu, manajemen pencahayaan yang tepat juga berkontribusi dalam
memperpanjang masa panen dan mengurangi ketergantungan pada musim berbunga alami. Dengan
demikian, strategi pencahayaan buatan dapat menjadi solusi efektif bagi petani dalam meningkatkan
produktivitas kebun buah naga secara berkelanjutan.
Abstract:Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa-siswi SMAN 1 Air Joman dalam penghematan energi listrik melalui penerapan teknologi sistem pengendali lampu rumah otomatis…
tis berbasis sensor cahaya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah tingginya konsumsi listrik akibat penggunaan lampu penerangan yang tidak sesuai dengan kondisi pencahayaan lingkungan serta rendahnya literasi penghematan energi di kalangan siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan PKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang meliputi edukasi penghematan energi listrik, pengenalan komponen elektronika, perakitan rangkaian lampu otomatis menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR), serta pengujian fungsi sistem. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari koordinasi dengan pihak sekolah, penyampaian materi teori, praktik perakitan rangkaian, hingga evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya penghematan energi serta kemampuan siswa dalam merakit dan menguji sistem pengendali lampu otomatis yang berfungsi sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa prototipe alat lampu otomatis, modul pelatihan, serta dokumentasi kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan manfaat nyata bagi mitra dengan mendorong terciptanya budaya hemat energi di lingkungan sekolah serta menjadi sarana pembelajaran berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan dan direplikasi pada institusi pendidikan lainnya sebagai upaya mendukung efisiensi energi dan peningkatan kualitas pendidikan.