Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Salib"

SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN DALAM KONTEKS KONTEMPORER

Henderikus Ben Rowe, Raimundus Hide Ena
Abstract: Artikel ini mengkaji spiritualitas Hendrikus Leven (SVD), yang berakar pada penghayatan salib, kesederhanaan hidup, sikap mendengarkan, dan semangat misioner, serta menilai relevansinya dalam konteks kontemporer. Dengan… pendekatan kualitatif berbasis studi literatur teologi dan sejarah Gereja di Nusa Tenggara, penelitian menafsirkan nilai-nilai inti spiritualitas Leven sebagai respons terhadap tantangan modern seperti individualisme, materialisme, dan distraksi digital. Temuan utama menunjukkan bahwa penghayatan salib menawarkan horizon harapan dalam menghadapi penderitaan sosial; kesederhanaan menjadi kritik atas budaya konsumtif; sikap mendengarkan mendorong empati dan dialog di tengah kebisingan informasi; sementara semangat misioner meneguhkan kepemimpinan rohani yang inkarnatif, dekat dengan umat, dan transformatif. Artikel ini menyimpulkan bahwa spiritualitas Leven bukan sekadar warisan historis, melainkan kerangka praksis yang dapat memberi arah bagi pendidikan, pastoral, dan pembentukan karakter di era sekarang. Implikasi praktisnya mencakup pengembangan habitus hening-reflektif, pelayanan berkeadilan sosial, dan kepemimpinan berbasis kedekatan serta pengharapan.

REFELEKSI SPIRITUALITAS DALAM HIDUP HENDRIKUS LEVEN DAN MAKNA SALIB SPIRITUALITAS

Paskalianus Suku Bahon, Maria Revliana Marjen
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refleksi spiritualitas dalam hidup Hendrikus Leven dengan fokus pada pemaknaan salib dan relevansinya terhadap kehidupan rohani sehari-hari. Pendekatan kualitatif digunakan untuk… uk menggali pengalaman spiritual dan interpretasi personal Hendrikus mengenai salib sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan transformasi hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna salib dalam hidup Hendrikus tidak hanya dipahami sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang menuntunnya dalam menghadapi penderitaan, membangun relasi dengan Tuhan, serta menghayati panggilan pelayanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya spiritualitas salib dalam membentuk karakter Kristiani yang autentik, tangguh, dan penuh pengharapan. Lebih jauh, penelitian ini menemukan bahwa penghayatan spiritualitas salib mendorong Hendrikus untuk mengembangkan sikap kerendahan hati, kepekaan terhadap sesama, serta keteguhan hati dalam menjalani pergumulan batin maupun tantangan hidup. Spiritualitas salib baginya menjadi sumber kekuatan moral dan motivasi untuk terus memperbarui diri dalam terang kasih Kristus. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas salib memiliki peran penting dalam membentuk karakter Kristiani yang autentik, tangguh, penuh pengharapan, serta mampu memaknai penderitaan bukan sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih dan pelayanan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman teologis tentang peran salib dalam proses pendewasaan iman dan pembentukan spiritualitas personal.

Etika Salib dalam Filipi 2:5-11; Formasi Spiritual Jemaat dalam Perspektif Kristologi Paulus

Marga Diraja, Nik Anna, Adi Prasetyo Wibowo
Abstract: Contemporary congregational spirituality faces significant challenges due to the rise of individualism, competition, and self-centered orientations that hinder the practice of humility, service, and unity among believers.… . This condition highlights the importance of a strong theological foundation for cultivating Christ-centered spirituality. This study aims to examine the concept of the ethics of the cross in Philippians 2:5–11 from the perspective of Pauline Christology, identify the ethical values embedded within the passage, and explain their implications for congregational spiritual formation. The study employs a qualitative method with a theological-expository approach through library research and exegetical analysis of Philippians 2:5–11. The findings reveal that the ethics of the cross is rooted in Christ’s self-emptying, His taking the form of a servant, His obedience unto death on the cross, and His subsequent exaltation by God. This ethical framework is expressed through three principal values: relinquishing personal rights and privileges, serving with humility, and demonstrating complete obedience to the will of God. The findings further indicate that congregational spiritual formation should be centered on the transformation of the mind, a life characterized by service, and communal relationships that reflect the character of Christ. The novelty of this study lies in its formulation of the ethics of the cross as a systematic and Christ-centered model of spiritual formation that bridges Pauline Christology and the spiritual development of contemporary congregations.

Perang Salib Dan Dampaknya Terhadap Peradaban Islam

Ria Utami
Abstract: Perang Salib adalah serangkaian konflik militer yang terjadi antara abad ke-11 hingga abad ke-13, melibatkan pasukan Kristen Eropa dan dunia Islam di Timur Tengah, terutama dalam upaya menguasai Yerusalem dan wilayah suci.… i. Konflik ini bukan hanya sekadar perang agama, tetapi juga pertemuan budaya, teknologi, dan ekonomi yang berdampak besar bagi peradaban Islam. Artikel ini membahas berbagai dampak Perang Salib terhadap peradaban Islam, mencakup perubahan sosial, ekonomi, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perang Salib mengakibatkan beberapa wilayah kekhalifahan melemah akibat serangan, penghancuran kota, dan berkurangnya sumber daya. Namun, interaksi antara dunia Islam dan Eropa juga menyebabkan transfer ilmu dan teknologi, seperti dalam bidang matematika, kedokteran, serta filsafat Yunani, yang kelak memengaruhi Renaisans di Eropa. Artikel ini juga menyoroti bagaimana tanggapan peradaban Islam terhadap Perang Salib memperkuat solidaritas serta membawa pembaruan politik dan militer di kalangan umat Islam.

Fenomena Perang Salib, Mongol, Dan Reconquista Terhadap Perkembangan Peradaban Islam

Susanti, Susi, Dahlan, Zainil
Abstract: Studi ini bertujaan untuk mendeskripsikan tentang Sejarah Perang Salib, Mongol, dan reconquest. Perang Salib menyebabkan banyak kerugian dikalangan umat Islam terutama dalam aspek politik. Imperium Islam dihancurkan secara… ra sistematik. Belum lagi kedatangan orang-orang Mongol yang membawa malapetaka dan benaca terhadap umat Islam melalui pembantaian, sistem perbudakan dan beban pajak yang tinggi. Serangan pasukan Salib dan Pasukan Mongol mewakili serangan dari luar yang hasilnya seacara jelas menujukkan penurunan signitikan kekuatan umat islam. Serangan Mongol sama sekali tak mampu diimbangkan oleh umat islam, dengan pengecualian perang Ayn al Jalut. Kedua peristiwa ini dalam porsinya sendiri mengantarkan Dunia Islam ke masa kemandekan Abad Pertengahan. Adapun fokus kajian dalam makalah ini adalah bagaimana femone Perang Salib, Mongol, dan Reconquista terhadap perkembangan peradaban Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif yang berbasis library research. Hasil Makalah ini menunjukkan bahwa serangan yang paling signifikan secara hostoris adalah yang dilakukan oleh pasukan salib dan pasukan Mongol