Abstract:Artikel ini membahas keterhubungan antara spiritualitas dan empati dalam pemikiran Hendricus Leven, seorang pemikir humanistik yang menempatkan relasi antarmanusia sebagai pusat perkembangan spiritual. Melalui kajian literatur…
eratur yang mendalam, tulisan ini menyoroti bahwa spiritualitas dalam pandangan Leven bukan sekadar pengalaman kontemplatif yang bersifat personal, tetapi sebuah dinamika relasional yang menuntut keterbukaan terhadap kehadiran orang lain. Dalam konteks tersebut, empati berfungsi sebagai ekspresi nyata spiritualitas, sebab empati menghadirkan manusia pada perjumpaan yang autentik dengan sesama. Artikel ini juga menguraikan implikasi pemikiran Leven bagi kehidupan sosial, pendidikan, dan pembentukan karakter manusia modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa spiritualitas dan empati saling menopang dalam membentuk pribadi yang utuh, transformatif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Abstract:Pengembangan proyek perkebunan tebu oleh PT Global Papua Abadi di Papua Selatan merupakan salah satu inisiatif agribisnis skala besar yang menonjol di wilayah Merauke. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial…
l proyek tebu PT Global Papua Abadi terhadap masyarakat adat Merauke. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan tiga dampak sosial utama: (1) perubahan akses lahan dan hilangnya zona tradisional berburu, meramu, dan mengambil sagu yang mengancam ketahanan budaya; (2) transformasi mata pencaharian dari ekonomi subsisten ke ekonomi uang yang menciptakan ketimpangan internal komunitas; dan (3) fragmentasi sosial akibat perbedaan sikap terhadap proyek yang melemahkan kohesi masyarakat adat. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembangunan yang menghormati hak-hak masyarakat adat dan mendorong pertumbuhan daerah yang inklusif serta berkelanjutan.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap keputusan penggunaan QRIS pada UMKM yang terdaftar di BNI KCU Merauke. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif…
dengan sumber data yaitu data primer. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling, jumlah sampel didapat sebanyak 60 responden yang dihitung menggunakan rumus Hair, dkk. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan dan variabel inklusi keuangan berpengaruh terhadap keputusan penggunaan QRIS pada UMKM yang terdaftar di BNI KCU Merauke. Selain itu, secara simultan variabel literasi keuangan dan inklusi keuangan berpengaruh terhadap keputusan penggunaan QRIS.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komite audit dan risiko litigasi terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2019. Populasi pada…
penelitian ini sebanyak 74 perusahaan dan menggunakan total 16 sampel, yaitu p8 perusahaan selama periode dua tahun yang diambil dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif, uji asumsi klasik, uji normalitas data, uji autokorelasi, uji heterokedastisitas, uji multikolinieritas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit dan risiko litigasi tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi dibuktikan dengan hasil uji menghasilkan nilai signifikansi 0,956 > 0,05 terhadap konservatisme akuntansi dan hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko litigasi tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,970 > 0,05 terhadap konservatisme akuntansi.
Abstract:The participation of women in various spheres of life has witnessed significant progress; however, it is undeniable that patriarchal culture remains deeply entrenched and continues to reproduce discriminatory practices and…
nd violence against women, including through religious interpretation. In many instances, religion inadvertently reinforces gender inequality through scriptural interpretations that are predominantly shaped by male perspectives and patriarchal structures. Therefore, a hermeneutical approach is required, one capable of deconstructing such biases and rearticulating the voices of women in a just manner. This study aims to interpret Song of Songs 3:1-5 through the lens of feminist literary criticism, specifically employing the “woman as reader” approach developed by Elaine Showalter. This approach emphasizes the experiences, voices, and agency of women as subjects within the text. Through the stages of interpretation, narrative deconstruction, and critical evaluation, the analysis reveals that the female character in this passage is portrayed as an autonomous individual who demonstrates initiative and actively expresses her love and longing. This representation subtly challenges patriarchal constructions that traditionally position women as passive objects in gender relations. On the other hand, the text also opens a reflective space to examine how women, consciously or unconsciously, may contribute to the perpetuation of systems that oppress them. Consequently, a feminist reading of Song of Songs not only unveils the emancipatory potential within the biblical text but also offers a critical and transformative hermeneutical framework. This represents an effort to reclaim a gender-just theological space and to reimagine sacred scripture as a site of both spiritual and social struggle toward justice and equality.
Abstract:Contemporary congregational spirituality faces significant challenges due to the rise of individualism, competition, and self-centered orientations that hinder the practice of humility, service, and unity among believers.…
. This condition highlights the importance of a strong theological foundation for cultivating Christ-centered spirituality. This study aims to examine the concept of the ethics of the cross in Philippians 2:5–11 from the perspective of Pauline Christology, identify the ethical values embedded within the passage, and explain their implications for congregational spiritual formation. The study employs a qualitative method with a theological-expository approach through library research and exegetical analysis of Philippians 2:5–11. The findings reveal that the ethics of the cross is rooted in Christ’s self-emptying, His taking the form of a servant, His obedience unto death on the cross, and His subsequent exaltation by God. This ethical framework is expressed through three principal values: relinquishing personal rights and privileges, serving with humility, and demonstrating complete obedience to the will of God. The findings further indicate that congregational spiritual formation should be centered on the transformation of the mind, a life characterized by service, and communal relationships that reflect the character of Christ. The novelty of this study lies in its formulation of the ethics of the cross as a systematic and Christ-centered model of spiritual formation that bridges Pauline Christology and the spiritual development of contemporary congregations.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Maluku Graha Motor Ambon. Manfaat Penelitian diharapakan dapat memberikan suatu pengetahuan bahwa adanya…
ya motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dapat menciptakan suatu kinerja kerja yang baik di sebuah perusahaan atau dunia kerja. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan maksud untuk menemukan jawaban terhadap suatu fenomena atau pertanyaan melalui aplikasi pengolahan data yaitu menggunakan Software SPSS dengan metode Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian ini berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan .Arah pengaruh positif berarti bahwa semakin tinggi motivasi kerja maka kinerja akan semakin meningkat selain itu nilai koefisien determinasi sebesar 0,526 yang berarti 52,6% perubahan nilai kerja dapat disebabkan oleh variable motivasi kerja, sementara 47,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini