Abstract:Pelatihan pembuatan nugget ikan nila merupakan upaya pemberdayaan pelaku UMKM dan generasi muda di Desa Winongan Lor untuk meningkatkan keterampilan pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini…
dilaksanakan melalui sosialisasi, praktik langsung, sesi tanya jawab, dan uji hedonik yang melibatkan masyarakat setempat. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis peserta dalam pengolahan, kebersihan, dan keamanan pangan, serta kemampuan praktis menghasilkan nugget dengan cita rasa dan tekstur yang diminati konsumen. Uji hedonik mengonfirmasi bahwa produk nugget ikan nila diterima baik oleh ibu-ibu dan anak-anak, menandakan potensi pasar yang menjanjikan. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan alat dan bahan, pelatihan ini berhasil membangkitkan motivasi kewirausahaan dan membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan. Disarankan pelatihan lanjutan dengan fokus pada peningkatan mutu produk, teknik pengemasan inovatif, dan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing produk olahan ikan nila. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM serta pengembangan ekonomi berbasis inovasi produk hasil perikanan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian pada Kopi Janji Jiwa Cabang Ujung Berung Kota Bandung. Keluhan konsumen menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap…
p kualitas produk yang dianggap belum sebanding dengan harga, serta persepsi kurang transparan terhadap harga yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah konsumen Kopi Janji Jiwa Ujung Berung, dengan sampel 100 responden yang ditentukan dengan rumus Slovin dan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Harga juga berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai R² sebesar 69,4%. Artinya, kualitas produk dan harga secara bersama-sama mampu menjelaskan 69,4% variasi keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan pentingnya bagi perusahaan untuk menjaga kualitas produk dan menetapkan harga yang kompetitif guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen.
Abstract:Terapi Al-Quran telah diakui secara luas sebagai metode komplementer dalam pengobatan Islam yang memberikan manfaat psikologis dan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tinjauan literatur yang komprehensif…
f mengenai peran terapi Al-Quran dalam praktik medis modern, dengan menyoroti efektivitas, tantangan, serta potensi integrasinya ke dalam sistem kesehatan konvensional. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis artikel jurnal yang telah ditelaah sejawat serta prosiding konferensi dari database seperti Scopus dan Google Scholar. Temuan menunjukkan bahwa terapi Al-Quran berperan penting dalam mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan emosional, serta berfungsi sebagai pendekatan penyembuhan spiritual. Namun, meskipun memiliki manfaat yang menjanjikan, tantangan masih ada dalam hal validasi ilmiah dan penerimaannya di komunitas medis. Banyak profesional kesehatan mempertanyakan dasar empiris terapi ini karena kurangnya uji klinis yang terstandarisasi. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai penggunaannya sebagai metode utama dibandingkan sebagai terapi pelengkap. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi interdisipliner antara ilmuwan medis dan ulama guna menjembatani kesenjangan antara praktik penyembuhan berbasis keimanan dan berbasis bukti. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi aplikasinya dalam berbagai kondisi medis dan psikologis guna memastikan integrasinya ke dalam pendekatan kesehatan holistik.
Abstract:Salah satu aset budaya yang harus dilestarikan agar tidak punah adalah permainan tradisional. Selain itu, ada tren permainan anak-anak yang mulai beralih ke daring, seperti permainan latto-latto yang populer. Tentu saja,…
permainan tradisional yang menekankan nilai-nilai akuntabilitas, kerja sama, kejujuran, dan bahkan penghayatan alam sebagai suatu kualitas sulit untuk bertahan lintas generasi. Mengingatkan masyarakat setempat tentang permainan tradisional dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya permainan tradisional saat ini adalah dua solusi yang disarankan, yang didasarkan pada masalah yang dihadapi oleh mitra perjanjian Tim Pengabdian Masyarakat. Ceramah, demonstrasi, diskusi, dan evaluasi adalah teknik yang digunakan dalam kegiatan ini. Berdasarkan hasil proyek pengabdian kepada masyarakat, para peserta menjadi lebih memahami tentang pentingnya permainan tradisional dan mengetahui strategi untuk melestarikan keberadaan permainan tradisional di masyarakat.
Abstract:The discussion related to bank credit problems cannot be denied that there are urgent matters that can be considered disturbing for the bank as a creditor, one of which is related to the impact of divorce which certainly…
causes problems in terms of implementing the credit agreement system made. In several previous studies, it was found that after a divorce, customers face unfavorable financial conditions, so in the end they experience problem loans because the object of credit is joint property. Spouses who have divorced and are entitled to gono-gini property, often have disputes about this. However, the wishes of each party are usually contrary to the laws applicable to the divided gono-gini property. The purpose of this study is to analyze the juridical joint property with the marriage Agreement and analyze the validity of Bank Credit Agreements by customers who are bound by marital Status with the object of joint property.
Abstract:Penelitian ini mengkaji cerita rakyat masyarakat Anim Ha (Marind) di Kabupaten Merauke sebagai bagian dari tradisi lisan yang berfungsi sebagai media pendidikan moral, pelestarian budaya, serta penguatan identitas sosial.…
. Dengan menggunakan pendekatan etnografi dan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña untuk menelaah tema, nilai moral, serta kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Marind memuat pesan-pesan universal seperti kesetiaan, persahabatan, keadilan, keberanian, kemandirian, serta penghormatan terhadap alam. Cerita-cerita seperti Janji Ajaib Seorang Sahabat, Kisah Nona dari Salor, Kutukan Alamem di Tanah Domande dan Kalibian, dan Qaraipe memperlihatkan nilai solidaritas, keadilan sosial, kesadaran ekologis, serta pentingnya ketabahan menghadapi diskriminasi. Selain itu, unsur magis dan simbolisme alam dalam cerita memperkuat relasi spiritual masyarakat dengan lingkungannya. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lisan masyarakat Anim Ha memiliki relevansi dengan isu kontemporer, terutama dalam pendidikan karakter, pelestarian budaya, mitigasi bencana, dan literasi lingkungan. Oleh karena itu, cerita rakyat Marind penting untuk didokumentasikan serta diintegrasikan dalam pendidikan formal guna menjaga identitas budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda Papua Selatan.
Kata kunci: Cerita Rakyat Marind, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter
Abstract:This study explores the concept of covenant in the Pentateuch through a qualitative-descriptive approach that integrates historical and theological analysis of God’s covenants with Noah, Abraham, and Israel at Sinai. Historical…
istorical findings indicate that the covenantal structures in the Pentateuch correspond to treaty forms common in the Ancient Near East, particularly suzerainty treaties, yet the biblical covenants reveal a fundamental distinction by emphasizing God’s gracious initiative independent of political negotiations or human strategic interests. The theological examination affirms that the covenant is not merely a legalistic contract but a manifestation of God’s relational commitment that shapes the identity of His people as a covenant community grounded in divine faithfulness and promise. The Torah is understood as an expression of faith response arising from this covenantal relationship, rather than a prerequisite for salvation, thereby retaining its significance for the contemporary church as an ethical and spiritual framework guiding Christian praxis, character formation, and communal responsibility amid rapidly evolving social contexts. The integration of historical and theological perspectives demonstrates that the Pentateuchal covenant encompasses intertwined dynamics of grace, obligation, and identity formation, contributing theoretically to Old Testament studies, particularly covenant theology, while offering practical implications for ecclesial faith formation, the strengthening of communal spirituality, and ministry orientation rooted in a holistic understanding of the divine–human relationship. This research underscores the urgency of interpreting the Pentateuchal covenant through an interdisciplinary lens to meet the theological, ethical, and pastoral challenges faced by the church in the contemporary era.
Abstract:Kisah Naaman, seorang perwira Aram yang disembuhkan dari penyakit kusta dalam 2 Raja-Raja 5, memperoleh makna teologis yang lebih mendalam ketika Yesus menyebutnya dalam Lukas 4:27 sebagai satu-satunya yang disembuhkan pada…
ada zaman nabi Elisa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan intertekstual antara kedua perikop tersebut melalui pendekatan teologi naratif dan intertekstualitas biblika. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi makna teologis dari penyebutan tokoh non-Israel oleh Yesus, sekaligus implikasinya terhadap konsep universalitas anugerah Allah yang melampaui batas etnis, nasional, dan religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan Naaman bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan simbol keterbukaan keselamatan Allah bagi semua bangsa yang bersedia percaya dan taat kepada-Nya. Dengan mengutip kisah Naaman, Yesus menantang eksklusivisme religius yang sering kali membatasi karya Allah hanya pada kelompok tertentu, serta menyatakan inklusivitas misi Kerajaan Allah yang bersifat lintas batas dan transformatif. Narasi ini juga memperlihatkan bahwa karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama sudah diarahkan pada pemulihan universal, yang mencapai puncaknya dalam pelayanan Yesus Kristus. Dengan demikian, kisah Naaman menegaskan pentingnya gereja masa kini untuk mewujudkan misi yang terbuka, kontekstual, dan inklusif, sebagai respons terhadap kasih karunia Allah yang tidak terbatas oleh kebangsaan, budaya, maupun tradisi keagamaan tertentu.
Abstract:This study examines the resolution of non-performing financing in Islamic financial institutions, which have experienced significant growth but are confronted with increasing risks of non-performing financing (NPF) that…
may undermine institutional stability and public trust. The research problem focuses on the suboptimal mechanisms for resolving problematic financing, the existence of a gap between legal norms and their practical implementation, and the lack of integration of philosophical approaches within the framework of Islamic economic law. This study aims to analyze resolution mechanisms from the perspective of Islamic economic law, identify the factors contributing to the normative–practical gap, and formulate a more comprehensive and equitable resolution model. The method employed is normative juridical, utilizing statutory and case approaches, with secondary data analyzed qualitatively through deductive reasoning. The findings indicate that the resolution of non-performing financing is still predominantly characterized by restructuring measures that are administrative in nature and fail to address root causes, while litigation pathways remain relatively ineffective due to procedural and substantive constraints. The disparity between legal norms and practice suggests that legal implementation has not fully reflected the principles of substantive justice. The study concludes by emphasizing the necessity of reconstructing resolution mechanisms through the integration of normative, empirical, and philosophical dimensions. The novelty of this research lies in the development of a maqāṣid al-sharī‘ah-based resolution model that offers a holistic approach oriented toward justice, public welfare, and the balance of interests, thereby providing more effective, contextual, and sustainable solutions within the Islamic financial system in Indonesia.
Abstract:The Bilateral Swap Agreement (BSA) aims to assist the financial sector by facilitating cooperation between Indonesia and Japan, providing developmental aid from the Japanese government to developing countries in the form…
of loans, yen loans, grants, and aid extended to Indonesia to stabilize the country's finances. This collaboration strengthens financial sectors and bilateral cooperation under the Bilateral Swap Agreement (BSA), implemented with the principle of pacta sunt servanda. Article 1320 explains the cooperation between Indonesia and Japan, where they extend agreements and enhance financial stability within a country, applying “lex specialis derogat legi generalis” agreements implemented by ministers and governors to recognize legally binding agreements between Indonesia and Japan, expanding the Bilateral Swap Agreement (BSA) framework in the financial sector. These agreements are advanced and legally recognized under established laws and regulations.