Search Articles & Publications

Showing 102 articles found for "Prioritas"

Pengembangan UMKM: Memperkuat Efektivitas Kebijakan Moneter Dan Bauran Kebijakan BI untuk Mencapai Stabilitas Nilai Rupiah

M. Rosi, M. Awwibi Maulana
Abstract: Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan prioritas dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Dalam konteks ini, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) memiliki dampak signifikan terhadap UMKM, melalui pengaturan… gaturan suku bunga, ketersediaan kredit, nilai tukar mata uang, inflasi, dan likuiditas pasar. Bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah mencakup berbagai instrumen, termasuk kebijakan suku bunga, intervensi pasar valuta asing, operasi pasar terbuka, kebijakan makroprudensial, pengelolaan cadangan devisa, kebijakan moneter non-konvensional, dan kerjasama internasional. Melalui implementasi kebijakan tersebut, BI berupaya memperkuat efektivitas kebijakan moneter, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan meningkatkan akses keuangan serta kapasitas manajerial UMKM.

Peran Dinas Sosial Dalam Melindungi Masyarakat Dari Kemiskinan Di Kabupaten Jember

Suprianik, Muhammad Ali Akbar Rafsanjani, Mohammad Ali Wafa, Nuril Fuad
Abstract: Kemiskinan adalah salah satu tantangan sosial paling mendesak yang dihadapi masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk di Kabupaten Jember. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan pendapatan, tetapi juga akses… s terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan yang memadai. Dalam konteks ini, dinas sosial memegang peranan penting dalam mengidentifikasi dan menanggapi kebutuhan masyarakat yang paling rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dinas sosial Kabupaten Jember dalam upaya melindungi masyarakat dari kemiskinan, menilai efektivitas intervensi yang telah dilaksanakan, dan mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun ada komitmen yang kuat dari dinas sosial untuk mengatasi masalah kemiskinan, berbagai hambatan masih menghambat tercapainya tujuan tersebut. Kendala-kendala ini termasuk keterbatasan sumber daya manusia, anggaran yang tidak cukup, koordinasi antarlembaga yang kurang efektif, dan kekurangan infrastruktur pendukung. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar upaya meningkatkan koordinasi antarlembaga dan alokasi sumber daya yang lebih baik menjadi prioritas, serta mendorong partisipasi masyarakat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program penanggulangan dan praktik di masa depan

Analisis Strategi Bisnis PTPN II Dengan Menggunakan Metode SOAR Dan QSPM

Husna, Darajatul, Fauzi Arif Lubis, Nuri Aslami
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk bentuk – bentuk strategi perusahaan dengan memperhatikan Strengths, Opportunities, Aspirations, Results yang  ada di PT. Perkebunan Nusantara II. Memilih prioritas strategi kebijakan di PT.… PT. Perkebunan Nusantara II dan usulan yang dilakukan oleh perusahaan.Metodologi pada penelitian ini adalah penelitian mix method yaitu kuantitatif yang dikualitatifkan  dengan informan yang menjadisubjek penelitian pada penelitian ini adalah Jajaran Direksi PT. Perkebunan Nusantara II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada keuntungan yang dapat dimanfaatkan dan taktik yang masih dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pemasaran PTPN II dan tidak tertinggal dari produsen kelapa sawit lainnya.Hasil SOAR adalah Strategi S-A, yang merupakan rencana yang dikembangkan antara kekuatan dan aspirasi, adalah strategi yang cocok untuk diterapkan berdasarkan temuan analisis. Hasil QSPM yang menjadi prioritas adalah dengan menentukan dan membuat tim khusus untuk menyeleksi dan mengklasifikasi hasil kelapa sawit karena memilki skor STAS tertinggi yaitu 4,8. Saran bahwa startegi bisnis menawarkan saran rencana bisnis yang sesuai untuk mengatasi masalah saat ini di dalam organisasi di PTPN II, khususnya dalam memenangkan persaingan pangsa pasar.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Perawat Dengan Kemampuan Penanganan Triage Di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah

Ni Kadek Phani Aridani, Surianto, Wahyu Sulfian
Abstract: Kemampuan penanganan triage merupakan kemampuan memilih pasien berdasarkan prioritasnya. Berdasarkan studi pendahuluan di IGD RSUD Undata tentang pelaksanaan triage dilakukan pemilihan pasien berdasarkan kegawat daruratanya,… nya, kemampuan tersebut membutuhkan keterampilan yang khusus dan hal tersebut berhubungan dengan pengetahuan dan sikap perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat penegetahuan dan sikap perawat dengan kemampuan penanganan triage. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 43 Perawat IGD dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Tingkat pengetahuan perawat adalah sebagian besar baik sebanyak 29 responden (67,4%), sikap perawat adalah sebagian besar positif sebanyak 27 responden (62,8%), dan kemampuan penanganan triage sebagian besar adalah sebagian besar baik sebanyak 25 responden (51,1%). Hasil penelitian dari 43 responden menggunakan uji Spearman Rho pada tingkat pengetahuan diperoleh nilai p=0,005 (p ≤ 0,05) dengan nilai derajat keeratan hubungan 0,416 (korelasi cukup) dan pada sikap diperoleh nilai p=0,000 (p ≤ 0,05) dengan nilai derajat keeratan hubungan 0,615 (korelasi kuat). Kesimpulan ada hubungan tingkat penegtahuan dan sikap perawat dengan kemampuan penanganan triase Saran kepada tenaga kesehatan terutama yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat supaya meningkatkan pengetahuan dan sikap agar dapat mempertahankan seta meningkatkan kemampuan penanganan triage.

Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Pasien Tumor Intra Abdomen

Ahmad Ikhlasul Amal, Retno Setyawati, Agustia Abida Mu’awanah
Abstract: Latar Belakang: Tumor abdomen merupakan pembengkakan atau benjolan yang disebabkan oleh neoplasma dan peradangan yang terletak di daerah abdomen sebagai massa abnormal. Nyeri pasca operasi abdomen dapat diatasi dengan strategi… rategi manajemen nyeri. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada pasien dengan tumor intraabdomen. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif, dimana peneliti melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan tumor intraabdomen, meliputi pengkajian, penentuan diagnosis, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua pasien laki-laki dewasa yang terdiagnosis tumor intraabdomen. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa data pengkajian nyeri akut menjadi prioritas yang ditangani pada pasien dengan tumor intraabdomen pasca operasi. Pemberian aromaterapi dan relaksasi Benson efektif membantu mengatasi nyeri pasien. Kesimpulan: Evaluasi kondisi pasien pasca intervensi menunjukkan bahwa masalah nyeri teratasi.

Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Dengan Pendekatan Servqual

Wilda Tri Yuliza, Gusrianti, Wendi Wahyu Utama
Abstract: Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator utama dalam mengevaluasi kualitas pelayanan rumah sakit. Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari Kemenkes (2023) di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa… hwa kepuasan pasien rawat jalan umumnya masih di bawah target yang ditetapkan oleh standar pelayanan rumah sakit. Rumah Sakit Bhayangkara Padang yang merupakan rumah sakit umum kelas D, selama satu tahun terakhir mengalami penurunan dan kenaikan jumlah kunjungan pasien rawat jalan setiap bulannya dengan indeks kepuasan pasien rawat jalan masih 75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan pendekatan SERVQUAL di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional, pengumpulan data melalui kuesioner dengan teknik wawancara kepada pasien rawat jalan yang berkunjung ke rumah sakit selama periode pengumpulan data dengan jumlah sampel 96 orang menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien menilai kehandalan (52,1%), daya tanggap (54,2%), jaminan (47,9%), empati (38,5%), dan bukti fisik (51,0%) tidak bermutu. Terdapat pengaruh kehandalan (p-value = 0,012), daya tanggap (p-value = 0,000),  empati (p-value = 0,000), serta bukti fisik (p-value = 0,024) terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Sebaliknya, dimensi jaminan tidak terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan mutu pelayanan terutama pada aspek kehandalan, daya tanggap, empati, dan bukti fisik perlu menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien di rumah sakit.

Pemanfaatan Metode Weighted Product Dalam Menentukan Hp Iphone Bekas Yang Layak Dijual Di Tahun 2026 Di Konter R11 Store

Chaisya Rany Pratama, Yusuf Mahardika, Siti Nuraisyah, Arjuna Praseta Sirait
Abstract: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang komunikasi mobile. Selain itu, melalui pokok pembahasan yang dilakukan… lakukan pada penelitian kali ini bertujuan untuk untuk dapat memberikan solusi yang sistematis dan objektif dalam menentukan produk iPhone bekas yang layak dijual di tahun 2026 pada Konter R11 Store. Dan selain itu juga untuk bagian Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk dapat membantu proses penentuan iPhone bekas yang layak dijual di tahun 2026 pada Konter R11 Store. Maka berdasarkan hal tersebut pulah, maka pada penelitian kali ini menunjukkan hasil bahwa metode ini mampu memberikan rekomendasi yang jelas dan objektif dalam menentukan iPhone bekas yang paling layak untuk dijual di Konter R11 Store pada tahun 2026. Proses perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan bobot dan nilai setiap kriteria, sehingga menghasilkan nilai preferensi (Vi) yang merepresentasikan tingkat kelayakan masing-masing alternatif secara kuantitatif. Hasil akhir menunjukkan bahwa dari 15 alternatif iPhone bekas yang dianalisis, terdapat 5 unit dengan nilai preferensi tertinggi yang dinilai paling layak untuk dijual. Alternatif D14 menempati peringkat pertama dengan nilai preferensi sebesar 0,1018. Nilai ini menunjukkan bahwa D14 memiliki keunggulan paling optimal dibandingkan alternatif lainnya, sehingga sangat direkomendasikan sebagai prioritas utama dalam proses penjualan. Selanjutnya, alternatif D13 berada pada peringkat kedua dengan nilai preferensi 0,1011, yang memiliki selisih nilai sangat kecil dengan peringkat pertama, menandakan kualitas dan kelayakan yang hampir setara. Peringkat ketiga ditempati oleh alternatif D15 dengan nilai preferensi sebesar 0,077. Meskipun nilainya lebih rendah dibandingkan dua peringkat teratas, D15 tetap memenuhi kriteria kelayakan yang ditetapkan dan masih layak untuk dijual. Pada peringkat keempat dan kelima, alternatif D11 dan D10 memperoleh nilai preferensi masing-masing sebesar 0,069 dan 0,068.

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Air Mineral Terbaik Di Masyarakat Menggunakan Metode MOORA

Wahdan Damanik, Dina Triana, Armania Putri Lubis
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam menentukan peringkat produk air mineral terbaik dengan menggunakan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA).… ). SPK ini dikembangkan untuk membantu konsumen maupun pelaku usaha dalam memilih air mineral berdasarkan beberapa kriteria yang relevan, yaitu harga, kualitas, ketersediaan, dan kemasan. Bobot diberikan pada masing-masing kriteria sesuai tingkat kepentingannya, dengan kualitas sebagai prioritas utama. Data diperoleh melalui penilaian ahli dan observasi terhadap sepuluh alternatif produk (A1–A10). Proses pengambilan keputusan dilakukan melalui tahap normalisasi, pembobotan, dan perhitungan skor akhir menggunakan metode MOORA. Hasil akhir menunjukkan bahwa alternatif A3 dengan merek Cleo memiliki skor tertinggi sebesar 0.1145, sehingga direkomendasikan sebagai pilihan minuman terbaik.

Penerapan Metode VIKOR dalam Menentukan Prioritas Penerima Bantuan bagi Siswa Tidak Mampu di SD IT Ar - Rahmah

Winda Wulan sari, Anggi Melisa Br Ginting, Khairun Nisa Tanjung, Wahyu Setiawan, Qarin Aulia Syifa
Abstract: Penyaluran bantuan pendidikan bagi siswa tidak mampu di SD IT Ar-Rahmah masih menghadapi permasalahan ketidaktepatan sasaran akibat proses seleksi yang dilakukan secara manual dan cenderung subjektif. Kondisi ini berpotensi… nsi menimbulkan ketidakadilan serta menurunkan kepercayaan terhadap mekanisme pemberian bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis metode VIKOR dalam menentukan prioritas penerima bantuan siswa tidak mampu secara objektif dan terukur. Metode VIKOR digunakan karena mampu menghasilkan solusi kompromi terbaik pada pengambilan keputusan multikriteria. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi penghasilan orang tua, nilai akademik, daya listrik rumah, dan jumlah tagihan listrik, dengan bobot yang ditentukan berdasarkan kebijakan pihak sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian terapan, di mana data diperoleh dari siswa aktif yang mengajukan bantuan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode VIKOR mampu menghasilkan peringkat siswa berdasarkan nilai kompromi (Q), sehingga memudahkan pihak pengelola dalam menentukan prioritas penerima bantuan secara adil dan transparan. Dengan demikian, penerapan metode VIKOR dalam SPK terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi, objektivitas, dan transparansi proses seleksi bantuan pendidikan.

Perhitungan Metode Profile Matching Dalam Seleksi Rumah Singgah Pada Komunitas Akhwat Sholehah (Koas)

Maharani, Dewi, Anggraeni, Dewi, Nurwati, Nurwati
Abstract: Metode Profile Matching merupakan salah satu dari Sistem Pendukung Keputusan, yaitu suatu system berbasis komputer guna membantu para pengambil keputusan dalam mengatasi permasalahannya untuk mendapatkan atau menghasilkan… n keputusan yang tepat. [spk] perhitungan dari metode profile matching cukup sederhana, yaitu dengan membandingkan GAP dengan nilai alternative dan kriteria. Ada beberapa hal yang penting yang perlu diketahui mengenai analisis GAP, yaitu table nilai bobot GAP [1]. Selain itu, analisis GAP juga harus memiliki konsep skala prioritas untuk stiap kriteria Karena kemudahan perhitungan dari metode profile matching serta kebutuhan dan tujuan penelitian yang juga sederhana maka peneliti mengambil judul implementasi perhitungan metode profile matching untuk membantu peneliti memberikan jawaban pada komutias akhwat sholeha khususnya kisaran dalam mendapatkan rumah singgah dakwah yang tepat atau cocok untuk dihuni. Adapun tahapan perhitungan dari Profile Matching adalah Penentuan Bobot Nilai GAP, lalu perhitungan dan pengelompokkan core factor dan secoundary factor, selanjutnya perhitungan nilai total tiap kompetensi kriteria dan terakhir perhitungan rangking [2], [3], [4]. Setelah mendapatkan hasil perhitungan yang tepat terhadap rumah singgah dakwah, perhitungan dihentikan dan hasil seleksi diberikan kepada founder KoAS. Hasil dari seleksi rumah singgah dakwah pada Komunitas akhwat Sholehah (KoAS) Kisaran berupa nama dan nilai.