Search Articles & Publications

Showing 17 articles found for "Rupiah"

Determinants of The Indonesian Composite Stock Index: An Error Correction Model Approach

Febriani, Nindy, Wendy, Wendy
Abstract: This study examines the effects of the Dow Jones Industrial Average (DJIA), world gold prices, world oil prices, and the rupiah exchange rate on the Composite Stock Price Index (CSPI) in Indonesia. The study uses monthly… secondary data from January 2015 to December 2025, comprising 132 observations. CSPI data were obtained from the Indonesia Stock Exchange, DJIA, gold price, and oil price data were obtained from Investing.com, while exchange rate data were sourced from Bank Indonesia. The analysis employed the two-step Engle-Granger Error Correction Model (EG-ECM) to identify long-run relationships and short-run adjustment dynamics. The long-run results show that gold prices, world oil prices, and the DJIA have positive and significant effects on the CSPI, whereas the rupiah exchange rate has a negative but insignificant effect. In the short run, the exchange rate has a negative and significant effect on the CSPI, while gold prices, oil prices, and the DJIA have positive and significant effects. The Error Correction Term coefficient of -0.1325 is negative and significant, indicating that approximately 13.25% of short-run disequilibrium is corrected each month toward long-run equilibrium. These findings imply that investors and policymakers should closely monitor global market conditions, commodity price movements, and exchange rate volatility to support investment decisions and maintain Indonesian capital market stability

Analysis of The Effect International Prices, Exchange Rates, Non-Tarif Measures, and Import Volume On The Export Value Of Indonesian Cloves (Hs:0907) To India

Jonathan, Krisna Adi, Oktafia, Renny
Abstract: This study aims to analyze the influence of international prices, the rupiah–rupee exchange rate, non-tariff measures, and India’s import volume on the export value of Indonesian cloves to India. The research utilizes secondary… s secondary data for the period 2015–2024. The analytical method employed is the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to examine both short-run and long-run relationships, complemented by stationarity tests, cointegration tests, ECM estimation, and diagnostic and stability tests. The results show that international prices have a positive and significant effect on Indonesia’s clove export value, consistent with export-supply theory which states that higher global prices increase export incentives. The rupiah–rupee exchange rate displays a positive but insignificant relationship, indicating that exchange rate volatility is not sufficiently strong to influence changes in export value. Non-tariff measures, including SPS and TBT standards, are found to have a significant effect, reflecting the role of regulations in increasing compliance costs while simultaneously enhancing Indian consumer confidence in the quality of Indonesian cloves. India’s import volume also has a significant influence, showing that India’s domestic demand remains a major driver of Indonesia’s export value during the study period. This study is expected to provide insights for policymakers and industry players in strengthening trade strategies, particularly in enhancing the competitiveness of Indonesian clove exports through quality improvements, exchange rate stability, and compliance with non-tariff standards.

Factors Affecting The Rupiah Exchange Rate Over The United States Dollar in Indonesia

Irwandi, Regina, Rahmizal, Maizul
Abstract: This study examines the factors that affect the exchange rate of the rupiah against the US dollar in Indonesia between 2013-2022. The observed factors include interest rates, inflation, and money supply. Annual data was… used from legitimate sources such as Bank Indonesia and the Central Bureau of Statistics. The results show that interest rates have a significant influence on the rupiah exchange rate, with an increase in interest rates causing a depreciation of the rupiah against the US dollar. Inflation has no significant effect on the exchange rate, although high inflation can affect purchasing power and confidence in the local currency. Money supply also has a significant effect, where an increase tends to cause rupiah depreciation. An increase in money supply causes inflation and decreases purchasing power, thus decreasing the exchange rate of the rupiah against the US dollar

The Determinants Analysis of Exchange Rate Volatility of Rupiah Towards Indonesian Oil and Gas Import

Palladjarang, Ismail Kadir H, Paddu, Abd Hamid, Reviane, Indraswati Tri Abdi
Abstract: This study aims to analyze the determinants of rupiah exchange rate volatility and its impact on Indonesia's oil and gas imports. The variables observed in this study are economic growth, interest rates, inflation, rupiah… h exchange rate volatility and Indonesia's oil and gas imports. All data used in this study are secondary data obtained from 2005 to 2019 time series recordings obtained from the Central Bureau of Statistics, Investing.com and Bank Indonesia. Data were analyzed using the two-stage least squares (2SLS) method in the IBM SPSS Statistics application 23. Based on the analysis results, economic growth was found to have a positive effect and interest rates had a positive effect. negative and significant impact on oil and gas imports due to fluctuations in the rupee exchange rate. Although inflation is negatively correlated, there is no significant impact on oil and gas imports through fluctuations in the rupee exchange rate.

PENGARUH HARGA EMAS GLOBAL DAN STABILITAS RUPIAH TERHADAP SUKU BUNGA BANK INDONESIA

Panjaitan, Claudia Tabitha, Joko Suharianto
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga emas global dan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) pada periode 2006–2025. Penelitian menggunakan data runtun waktu tahunan… unan yang bersumber dari TradingView untuk harga emas global, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia untuk data nilai tukar rupiah dan BI Rate. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan Ordinary Least Square (OLS), disertai uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa harga emas global berpengaruh negatif dan signifikan terhadap BI Rate, artinya peningkatan harga emas cenderung diikuti penurunan suku bunga sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian ekonomi global. Sementara itu, stabilitas nilai tukar rupiah tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap BI Rate. Namun, secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap BI Rate.

Strategi Sukses Bisnis Risol Mak Bibi Dari Resep Rumahan ke Omzet Jutaan

Irawan, Habibi, Azhari Putri Parapat, Handayani, Psb, Pepri, Zainarti
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi transformasi rumahan Risol Mak Bibi menjadi bisnis UMKM sukses dengan omzet jutaan rupiah di Medan. Metode kualitatif deskriptif melalui studi kasus tunggal menggunakan wawancara… ncara mendalam semi-struktural dengan pemilik, karyawan, dan pelanggan, observasi partisipan, serta analisis tematik Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan omzet stabil Rp200.000/hari (Rp6 juta/bulan) dicapai melalui varian inovasi (sayur, ayam, mayo), lokasi strategis dekat pasar, pemasaran organik melalui WhatsApp/Instagram, dan pengelolaan biaya efisien, meskipun tantangan harga bahan diatasi dengan loyalitas rasa autentik.

KAJIAN YURIDIS TINDAK PIDANA PEMALSUAN REKENING BANK

Stevanie Indah Tanod, Joupy Mambu, Yoan Runtunuwu
Abstract: Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan dengan mengkaji sebagian bahan hukum primer yaitu Undang-Undang No.10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang… entang Perbankan khususnya mengenai pasal pemalsuan rekening bank, hasil karya dan hasil penelitian dari kalangan hukum serta penjelasan dalam kamus atau ensiklopedi.Adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu mengenai proses pengungkapan atau penanganan tindak pidana pemalsuan rekening bank. Sesuai dengan permasalahan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengungkapan atau penanganan tindak pidana pemalsuan rekening bank ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga metode atau mekanisme kerja untuk menangani proses tindak pidana yang terjadi dalam perbankan yaitu penanganan kasus dugaan tindak pidana di bidang perbankan yang diperoleh Bank Indonesia, mekanisme kerja penanganan kasus dugaan tindak pidana di bidang perbankan yang ditemukan penyidik, dan mekanisme kerja pelaksanaan SKB dalam rangka tukar menukar informasi. Mekanisme ini sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama antara tiga lembaga yang terkait yaitu Kepolisian, Kejaksaan, dan Bank Indonesia yang sebagai pengawas bank. Dalam penelitian ini juga dikemukakan salah satu contoh tindak pidana dalam bank yaitu orang dalam yang melakukan pemalsuan rekening bank yang mengakibatkan kerugian nasabah sampai milliar rupiah. Disamping itu juga dalam penelitian ini di dapati bahwa nasabah yang menjadi korban tidak dapat mengklaim dengan alasan diluar system. Karenanya diperlukan produk perundang-undangan yang lebih komprehensif dalam menanggulangi tindak pidana perbankan serta lebih dipertegas lagi perlindungan hukum terhadap nasabah, sehingga lembaga perbankan yang merupakan pemegang kendali perekonomian bangsa boleh berjalan dengan baik sejalan dengan menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada lembaga perbankan itu sendiri.

KAJIAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN WANPRESTASI DALAM PUTUSAN NOMOR: 9/Pdt.G.S/2024/PN.Bpp

Sherina Darius, Leidy W. Palempung, Reynold Simandjuntak
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perlindungan hukum terhadap korban wanprestasi dan untuk mengetahui penyelesaian wanprestasi dalam putusan nomor 9/Pdt.G.S/2024/PN Bpp. Metode yang gunakan dalam penelitian… nelitian ini yaitu penelitian hukum normatif. Dan hasil dari penelitian ini yakni Bentuk-bentuk perlindungan hukum terhadap korban wanprestasi Yaitu perlindungan melalui tuntutan hak (Pasal 1267 KUH Perdata), perlindungan  melalui mekanisme penyelesaian sengketa, perlindungan melalui eksekusi dan jaminan. Dan penyelesaian wanprestasi dalam putusan nomor 9/Pdt.G.S/2024/PN Bpp yaitu berdasarkan putusan yang menjadi dasar hukum yang digunakan adalah Pasal 1243 KUHPerdata; kedua fokus utama Pengadilan adalah membuktikan tiga hal secara berurutan: adanya perjanjian yang sah, adanya kelalaian/pelanggaran yang dilakukan ,adanya kerugian; ketiga wanprestasi dalam Putusan 9/Pdt.G.S/2024/PN Bpp kemungkinan besar berpusat pada pemberian sanksi atau pemenuhan kewajiban yang tidak dipenuhi yakni adanya Ganti Rugi dari Tergugat kepada Penggugat dalam Amar Putusan yakni : Menghukum Tergugat untuk membayar kerugian yang telah sangat dirasakan kerugiannya oleh Penggugat, yaitu Kerugian Materiil Uang modal usaha yang dimasukan oleh PENGGUGAT sebesar Rp. 180.000.000,- (Seratus delapan puluh juta rupiah); keempat Kewajiban utama Tergugat setelah adanya putusan dalam perkara sederhana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap adalah untuk melaksanakan isi putusan itu secara sukarela. Keputusan dalam gugatan sederhana bersifat final dan tidak bisa dilakukan langkah hukum seperti banding, kasasi, atau peninjauan kembali, kecuali jika terdapat keberatan.

Tinjauan Hukum Administrasi Negara Terhadap Efektivitas Pemungutan Retribusi Sampah Berdasarkan Perda Bangkalan No. 1 Tahun 2024

Fitron, Dimas Fian Wahyu Mahardika
Abstract: AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pemungutan retribusi pelayanan persampahan di Kabupaten Bangkalan pasca berlakunya Peraturan Daerah Kabupaten Bangkalan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi… ribusi Daerah. Melalui pendekatan Hukum Administrasi Negara, kajian ini membedah keabsahan wewenang, instrumen yuridis, dan hambatan operasional Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan. Analisis dilakukan dengan menerapkan teori kewenangan Philipus M. Hadjon, teori instrumen pemerintahan Ridwan HR, serta teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa rencana penerapan retribusi sampah bagi dapur Program Makan Bergizi Gratis sebesar dua ratus ribu rupiah per bulan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2024 dan Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2025 belum berjalan efektif. Tingkat kepatuhan wajib retribusi sangat rendah karena hanya sekitar dua puluh pelaksana yang melakukan pembayaran. Penyebab utama meliputi ketidakjelasan skema pelayanan akibat tarif yang tidak mencakup biaya pengangkutan sampah, kelumpuhan infrastruktur di Tempat Pemrosesan Akhir Buluh, dan lemahnya penegakan sanksi administratif oleh aparat pemungut. Situasi ini memicu tindakan kedinasan non-prosedural serta konflik sosial-ekologis dengan masyarakat desa setempat. Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, diperlukan klarifikasi skema pelayanan yang mencakup seluruh komponen biaya, rehabilitasi infrastruktur pemrosesan sampah, serta penguatan penegakan sanksi administratif untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas pemungutan retribusi. Kata Kunci: Hukum Administrasi Negara; Retribusi Sampah; Efektivitas Hukum; Kabupaten Bangkalan. AbstractThis study aims to examine the effectiveness of waste service retribution collection in Bangkalan Regency following the enactment of Bangkalan Regency Regional Regulation Number 1 of 2024 concerning Regional Taxes and Retributions. Using an Administrative Law approach, this research analyzes the legitimacy of authority, juridical instruments, and operational obstacles faced by the Environmental Agency of Bangkalan Regency. The analysis applies Philipus M. Hadjon’s theory of authority, Ridwan HR’s theory of government instruments, and Soerjono Soekanto’s theory of legal effectiveness. The findings reveal that the planned implementation of a waste retribution fee of two hundred thousand rupiah per month for kitchens under the Free Nutritious Meals Program (Program Makan Bergizi Gratis), based on Regional Regulation Number 3 of 2024 and Regent Regulation Number 9 of 2025, has not been effective. The level of compliance among retribution payers remains very low, with only approximately twenty operators making payments. The main causes include unclear service schemes due to tariffs that do not cover waste transportation costs, the dysfunction of infrastructure at the Buluh Final Processing Site (Tempat Pemrosesan Akhir Buluh), and weak enforcement of administrative sanctions by collection officers. This situation has triggered non-procedural administrative actions and socio-ecological conflicts with local village communities. To address these issues, it is necessary to clarify the service scheme to include all cost components, rehabilitate waste processing infrastructure, and strengthen the enforcement of administrative sanctions in order to improve compliance and the overall effectiveness of retribution collection. Keywords: Administrative Law; Waste Retribution; Legal Effectiveness; Bangkalan Regency.

Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Terhadap Ekspor Produk Pertanian Indonesia Ke Pasar Asia Tenggara

Muhammad Rafi Aliffari, Syafin Syafiqi, Bulqis Nadia Tillah, Adi Burohmani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah terhadap ekspor produk pertanian Indonesia ke negara-negara Asia Tenggara. Fluktuasi nilai tukar menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi… daya saing produk ekspor di pasar internasional. Ketika nilai tukar rupiah mengalami depresiasi, harga produk Indonesia di pasar luar negeri menjadi relatif lebih murah sehingga berpotensi meningkatkan ekspor. Namun, volatilitas nilai tukar yang tinggi juga dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku ekspor, terutama pada sektor pertanian yang sensitif terhadap perubahan harga dan biaya produksi. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan nilai ekspor pertanian Indonesia ke Kawasan ASEAN. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman empiris mengenai sejauh mana perubahan nilai tukar berpengaruh terhadap ekspor produk pertanian, serta menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan stabilitas makroekonomi dan peningkatan daya saing ekspor berkelanjutan sesuai prinsip keuangan islam.